
Aping berlari menuju ketengah hutan. Napasnya terengah - engah menyusuri jalan setapak yang mereka lalui tadi. Di belakang trio dodol mengikutinya.
"Lo semua berpencar cari Ocy sampai dapat!" Aping menatap ketiganya tajam. Seketika trio dodol mencari Ocy bersama beberapa siswa laki - laki. Mereka berteriak ke sana kemari namun tak ada tanda - tanda Ocy di temukan.
"Gimana?"
"Belum ketemu Ping lo gimana?" Cen balik bertanya.
"Belum juga," Aping terlihat mengacak rambutnya frustasi.
"Lo dari tadi liat Kiran nggak?" Aping teringat cewek licik itu.
"Gue gak liat Ping," ucap Zai diangguki kedua teman yang lain.
"Sial gue kecolongan," Aping berlari menembus hutan.
"Ping lo harus balik besok kita lanjutkan pencariannya!" teriak Geo. Namun Aping tak menggubrisnya. Pikirannya tertuju ke Ocy, apakah dia baik - baik saja,dimana dia sekarang.
Saat Aping merasa lelah menyusuri hutan, dia berhenti di tepi sungai. Di sana Aping melihat sebuah rumah tua di seberang sungai.Aping berjalan mendekatinya.
Di sisi lain, Ocy tersadar dari pingsannya. Menatap seorang cowok yang dia kenal.
"Gres," panggil Ocy parau.
Cowok itu menoleh, menatap Ocy lembut.
"Hai sayang lo masih ingat gue?" sambil menyentuh dagu Ocy.Ocy mencoba melepaskan diri tangan dan kakinya terikat kuat.
"Lepasin gue!" teriak Ocy.
__ADS_1
Gres tersenyum.
"Lo makin cantik sayang bagaimana kalau kita bersenang - senang malam ini?" Gres mendekati Ocy dan mengelus pipi mulus Ocy.
"Gue gak mau!"
"Tolong!" Ocy berteriak berharap siapapun bisa menolongnya. Gres adalah mantan pacar Ocy yang sangat terobsesi ingin mendapatkan Ocy apapun caranya. Namun Gres sering melakukan pemukulan saat mereka berpacaran dahulu, maka dari itu Ocy memutuskannya dan meninggalkannya tanpa memberi kabar.
"Teriak saja sekencang - kencangnya gak ada yang bakal mendengar lo," Gres menyeringai dan menatap Ocy penuh gairah.
"Lo membuatku tergila - gila Ocy ingin rasanya gue menikmati tubuhmu dari dulu,tapi sayang lo munafik selalu menolak."
"Lo sakit Gres lo terlalu terobsesi ke gue," ucap Ocy penuh penekanan.
"Lo yang buat gue jadi begini," ucap Gres.
"Gue gak tahu harus ngomong apa lagi ke lo Gres gue mohon lepasin gue," sudut mata Ocy mulai basah . Ocy takut jika Gres nekat menyentuhnya.
"Dan lo akan kembali ke cowok kerempeng itu?" kini nada suaranya mengejek.
"Gue gak ada apa - apa sama dia," ucap Ocy.
"Lo bohong!" teriak Gress, sorot matanya penuh kebencian.
Tiba - tiba Gres melepas ikatan tangan dan kaki Ocy. Namun selebihnya dia mencoba mengoyak baju Ocy.
"Mari kita bersenang - senang."
"Jangan Gres," Ocy memohon kepada Gres, Ocy berlari ke arah pintu keluar, namun sayang pintunya terkunci.
__ADS_1
Gres menatapnya penuh gairah.
" Lo gak bakal bisa keluar dari sini."
Ocy terjatuh saat tubuhnya di dorong oleh Gres dan menguncinya, Gres berada di atas tubuhnya.
"Toloong!" teriak Ocy.
Dia mencoba melawan Gres namun sayang tenaganya tak cukup kuat. Tangan Gres mulai liar menjamah tubuh Ocy. Ocy coba memberontak. Hingga suara pintu di dobrak menghentikan niat Gres.
Buuugh buuugh buuugh, pukulan hingga tendangan bertubi - tubi meluncur ke arah Gres. Membuat sudut bibirnya berdarah.
"Br*ngs*k lo!" caci Aping saat melihat Gres mencoba merenggut kesucian Ocy.
"Dasar pengganggu," Gres bangkit dan menyerang Aping dengan sebuah pisau mengenai bahunya.Darah segar keluar dari bahu kanan Aping. Dengan brutal Aping membalas Gress.
Bag big bug tendangan dan pukulan mengenai tubuh Gres hingga membuatnya setengah sadar. Hingga satu pukulan mengenai rahangnya dan membuat Gres jatuh tersungkur.
Aping menatap Ocy penuh kekhawatiran dan menghampirinya.
"Lo gak papa?" sambil memeluk Ocy.
"Gue gak papa lo datang tepat waktu gue takut Ping," Ocy menangis di pelukan Aping.
"Tenanglah ada gue," sambil membelai rambut Ocy.
"Ayo kita pergi dari sini," Aping melepas pelukannya dan menggenggam tangan Ocy.
Kemudian mereka berjalan keluar rumah itu.
__ADS_1
"Tapi luka lo Ping?" Ocy menatap bahu Aping.
"Luka biasa jangan khawatir."