Aping

Aping
Musuh Bebuyutan


__ADS_3

Empat sekawan kini berada di lapangan basket. Dengan posisi tegap ke empatnya hormat menghadap ke bendera. Pak Han menghukum mereka agar bisa merenungi kesalahannya. Bukannya merenungi mereka malah asik saling mengejek tanpa henti. Terkecuali Aping yang sedari tadi masih diem aja.


"Lo kenapa sih Ping?" Cen akhirnya membuka percakapan dengan Aping.


"Lo tahu kan cewek yang pernah gue ceritain dulu ke kalian?" Aping akhirnya mau menjawab.


Zai ,Geo dan Cen mengangguk mereka masih ingat tentang cinta masa lalu Aping yang berakhir tragis sebelum di mulai.


Membayangkan saja membuat mereka geli. Pasalnya sesingkat itu kisah si Aping tapi perlu bertahun - tahun mengobati lukanya. Sungguh jomblo yang ngenes. Meski banyak cewek yang mengejar Aping namun satupun belum ada yang diterimanya.


"Cewek itu Kiran."


Jedeeer seperti guntur di siang bolong sontak ketiganya terkaget mendengar pengakuan Aping itu


"Lo serius?" tanya Cen belum percaya.


Aping mengangguk.


"Jadi ini alasan akhir - akhir ini Aping murung." Pikir ketiganya.


Tiba - tiba mereka terkaget setelah segerombolan anak berseragam SMK Nusantara menggedor gerbang sekolah.

__ADS_1


"Buka pintunya kita mau nyari si Aping," ucap pentolan gerombolan itu.


Pak satpam maju mencoba mengusir mereka namun malah menjadi bulan - bulanan. Wajahnya memar dan sedikit mengeluarkan darah setelah mendapat beberapa tonjokan dari mereka. Sontak semua anak kelas berlari melihat keributan di gerbang sekolah itu.


Tak ada yang berani mendekati mereka.


Semuanya bergidik ngeri pasalnya mereka anak - anak bandel dari SMK yang menjadi musuh bebuyutan sekolah ini.


Aping melihat pak satpam tersungkur penuh lebam. Meminta ke trio dodol mengikutinya saat Aping melawan mereka nanti.


Sebenarnya trio dodol sangat takut jika harus ikut tawuran begitu.


"Lo cari gue?" Aping muncul dari dalam balik gerbang.


Aping hanya tersenyum penuh arti. Tak sedikitpun gentar saat di depan mereka. Meski lawannya kini sepuluh orang.


"Pergi deh sebelum tangan dan kaki lo lo pada patah di sini," Aping berucap enteng.


Namun bukannya pergi mereka dengan cepat menyerang Aping. Dengan sigap Aping menangkis gerakan mereka. Trio dodol ikut membantu Aping namun mereka kalah jauh dengan tenaga musuhnya. Melihat teman - temannya tersungkur darah Aping semakin panas. Ocy melihat Aping penuh kekhawatiran. Ada ide gilanya untuk membantu Aping. Dengan membawa kayu balok Ocy nimbrung di perkelahian itu. Sontak semua mata tertuju padanya.


"Gila tuh cewek ngapain ikut - ikutan?" teriak salah satu siswa di sana.

__ADS_1


"Mau cari mati apa ya?" timpal lainnya. Mereka bergidik menyaksikan adegan itu.


Aping tak kalah kaget melihat Ocy tiba - tiba ikut berkelahi. Beberapa detik Ocy tersungkur karena sebuah tendangan mengenai perutnya. Sontak membuat Aping makin menggila menghajar mereka. Tanpa ampun mereka dilumpuhkan sekejap oleh Aping. Jurus - jurus yang telah dia kuasai keluar membabi buta. Hingga satu persatu lawannya tumbang.Semua mata takjub dengan aksi Aping.Dengan sisa - sisa tenaga lawan akhirnya pergi dari sekolah itu.


"Tunggu gue balas lagi lo!" ucap Zero tak mau menyerah. Aping hanya menyeringai.


Ocy sedikit kesakitan di perutnya. Aping menghampirinya dan memapah tubuh Ocy.


"Lo ngapain sih ikut - ikutan?" ucap Aping tak tega melihat Ocy kesakitan.


"Gue gak tega lo dikeroyok kayak gitu."


"Tanpa lo bantu gue bisa ngabisin mereka sendirian," ucap Aping terlihat sombong.


"Dasar manusia sombong," sambil melepas tangan Aping dari pundaknya. Dan berjalan tertatih ke arah kelas.


"Bukannya berterima kasih malah bikin emosi aja. Sombong banget jadi orang." Ocy mengomel dalam hati.


Di sisi lain trio dodol tak ada yang menolongnya.Mereka berteriak histeris meratapi kenelangasaan nya. Aping melupakan keberadaan mereka. Sungguh ngenes. Pikir mereka.


"Kalian ikut ibu," panggil seorang guru BK kepada mereka berempat. Bu Susi yang bertubuh super semok itu.

__ADS_1


"Gantung aja bu gue. Udah bonyok ketiban buldoser pula." Batin ketiganya menjerit.


Aping masih santai di tempatnya berdiri.


__ADS_2