
Aping memutuskan menemui Geo di kantor kepolisian siang ini untuk mengetahui seberapa meningkatnya perkembangan kasus yang di alami oleh Aping beberapa minggu lalu, Geo menatap lekat kearah Aping yang berada di depannya.
"Sepertinya kasusmu ini sangat kompleks Ping, gue udah nemuin terakhir kali pelaku tinggal namun akses ke sana selalu di tutupi oleh seseorang yang berkuasa, kita hanya bisa menunggu mereka kembali ke sini," jelas Geo.
"Jadi menurut lo gue harus nunggu mereka melukai kita baru lo bisa bertindak?" tanya Aping menantang Geo, Geo tahu apa yang akan terjadi jika ekspresi wajah Aping sudah berubah seperti itu.
"Beri gue waktu Ping, pasti bakal gue tangkap mereka!" pinta Geo memohon.
"Oke gue beri waktu dua minggu, kalau lo belum bisa nangkap mereka gue akan turun tangan sendiri," ucap Aping tanpa mau di bantah.
"Oke-oke lo emang penguasa sekarang Ping, bahkan kepolisian kayak gue gini cuma bisa tunduk sama lo," ucap Geo dengan ekspresi memelas, saat ini dia sedang di tindas oleh temannya sendiri, pangkat yang dia dapat bisa dengan mudah di jungkir balikkan oleh Aping jika dia tidak berhasil menemukan pelaku kasusnya.
"Astaga jangan biarkan manusia langka di depanku ini tertawa di atas penderitaan ku," batin Geo menatap Aping.
"Udah jangan liat gue dengan wajah memelas lo, gak ada ampun buat keterlambatan lo kali ini, gue mau secepatnya lo nemuin mereka!" perintah Aping.
Entah berapa kali Geo menelan saliva nya dalam-dalam, ancaman Aping tak main-main, meskipun dia polisi, namun menghadapi Aping yang kebal hukum membuat nyalinya menciut.
"Iya Ping gue tahu kok, lo jangan kejam-kejam gitu deh," Geo benar-benar memelas namun Aping tetap teguh dengan apa yang di ucapkannya.
Aping kemudian pergi meninggalkan Geo, menjadi hal yang melegakan untuk Geo, setidaknya dalam waktu singkat dia terbebas, tapi tanggung jawab yang dia pikul sungguh membuatnya menjadi pusing.
"Sebenarnya gue yakin bukan pak Teo seorang yang terlibat di sini, tapi ada satu orang lagi yang mungkin kita kenal ikut dalam permainan ini, meskipun gue belum bisa mengorek informasi tentang dimana dia saat ini," pikir Geo setelah Aping pergi.
Di sebuah hotel dua orang anak dan ayah sedang berdebat memilih siasat mana yang akan mereka lancarkan untuk melawan seseorang.
"Kita sudah terlalu lama berdiam di sini ayah, apalagi yang kamu tunggu?" tanya si anak.
"Ayah tidak mau terburu-buru karena ini menyangkut nyawa kita, apa kamu mau kita di di tangkap polisi saat di luar sana?" tanya si ayah yang merupakan buronan kepolisian.
"Yang jadi buronan kan ayah, jadi aku bisa keluar dan membalaskan dendam kita!" si anak tak mau mengalah.
"Dasar anak susah di atur, terserah kamu saja asal hasilnya baik papa akan membiarkanmu, ingat hancurkan dia tanpa sedikitpun bisa bangkit lagi, kalau perlu ambil nyawanya!" ucap sang ayah dingin sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Tentu saja anakmu ini akan melakukan yang terbaik, sudah lama aku menantikan saat ini untuk membalaskan dendam ku juga," sang anak tak mau kalah, dia sudah mempunyai siasat untuk menggertak musuhnya.
Hari itu dia mulai melancarkan aksinya, hal pertama yang dia lakukan adalah memata-matai musuhnya terlebih dahulu, saat sudah mendapatkan celah dia akan menyerang.
Aping sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan bersama sekertarisnya, mereka sedang mengecek langsung perkembangan salah satu produknya di mall milik Aping sendiri, namun Aping merasa ada seseorang yang mengikuti gerak-geriknya.
"Obi sepertinya ada yang mengikuti kita," ucap Aping pada sekertaris Obi.
"Saya juga merasa begitu tuan, tapi tuan tenang saja para pengawal kita sudah saya kerahkan di beberapa titik, termasuk untuk menjaga nona Ocy dan papanya," lapor sekertaris Obi.
"Bagus, jangan sampai mereka lengah dan penjagaan kita terbobol," Aping memberi peringatan.
"Baik tuan," ucap sekertaris Obi kembali.
Mereka kemudian melanjutkan pekerjaan mereka, sebenarnya selain untuk mengecek produk mereka, Aping sengaja ingin mencari sebuah cincin khusus untuk pernikahan mereka.
"Obi kita ke toko perhiasan dulu ya," ajak Aping.
Saat mereka sampai di toko perhiasan Aping meminta design terbaik untuk cincin yang dia mau.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya pemilik toko sopan.
"Keluarkan design terbaik untuk cincin pernikahan di toko kalian ini," pinta Aping pada pemilik toko.
"Silahkan tuan, ini beberapa pilihan terbaik dari toko kami," ucap pemilik toko sambil mengeluarkan koleksi cincin terbaik mereka.
Aping sejenak berpikir, dia tidak mengetahui apa yang di sukai Ocy, dan juga size jarinya, sekertaris Obi mengerti kebingungan tuannya.
"Apa tuan bingung berapa size jari nona Ocy?" tanya sekertaris Obi.
"Apa terlihat sekali ya di wajahku?" tanya Aping sambil terkekeh, sekertaris Obi tersenyum melihat baru sekarang ini tuannya terlihat sangat bahagia.
"Biar saya bantu tuan, sebelumnya saya sudah menanyakan ke teman baiknya nona Ocy, sepertinya size yang ini," ucap sekertaris Obi.
__ADS_1
"Benarkah?" Aping melihat size cincin yang di pilih sekertaris Obi.
"Sepertinya betul pilihanmu, tapi aku mau design lain, em mungkin yang ini," ucap Aping sambil menunjuk salah satu cincin dengan mata berlian berwarna ping cerah untuk Ocy dan satu cincin pernikahan sederhana khusus untuknya.
"Pilihan yang bagus tuan."
Usai Aping membeli cincin, mereka kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kembali.
Saat di jalan yang lumayan menanjak, tiba-tiba sebuah mobil truk mengarah ke mobil mereka dari lawan arah.
"Awas Obi sepertinya truk itu remnya blong!" teriak Aping.
Dengan cepat sekertaris Obi membanting setir ke kiri jalan menghindari tabrakan dengan truk di depannya, meski harus menabrak pohon namun kerusakan mobilnya tidak terlalu parah.
"Tuan apa anda baik-baik saja?" tanya sekertaris Obi panik.
"Aku baik-baik saja, cepat keluar dari mobil ini," ucap Aping.
Kemudian keduanya keluar dari mobil dengan bantuan beberapa orang yang kebetulan melintasi mereka, sedangkan truk yang hampir menabraknya jatuh ke jurang, sesuai dengan informasi yang di dapat truk itu tidak ada sopirnya.
"Sial kenapa harus gagal," ucap seseorang geram dengan rencananya yang gagal, dia sedang melihat dari kejauhan Aping dan sekertarisnya itu ternyata selamat dari rencana pembunuhannya.
"Tunggu rencana berikutnya, pasti aku akan menang melawanmu Aping!" ucapnya tegas sambil mengepalkan tangannya keras.
Ocy mendapat kabar bahwa mobil Aping mengalami kecelakaan, dengan segera dia menuju ke tempat kecelakaan.
Dalam perjalanan tak henti-hentinya Ocy memohon agar Aping selamat, saat sampai di tempat kejadian kecelakaan Ocy melihat Aping tengah berdiri menunggu dirinya.
"Aping lo baik-baik saja kan?" tanya Ocy saat turun dari mobilnya dan mendekati Aping, dia memeluk Aping erat, memastikan bahwa dia tidak apa-apa.
"Gue gak papa kok, tapi sepertinya ini di sengaja," ucap Aping.
"Udahlah jangan mikirin itu lagi sebaiknya kita pulang dulu," ajak Ocy, Aping mengangguk dan mengikuti Ocy ke mobilnya di ikuti sekertaris Obi, mereka menuju ke rumah Aping.
__ADS_1