Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin

Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin
BAB 112 ~ Zifara's Show ~


__ADS_3

Allena diizinkan pulang keesokan harinya dan diminta rawat jalan seminggu sekali. Zefran bahagia istrinya telah diizinkan kembali ke rumah. Begitu juga dengan putra-putrinya yang sangat merindukannya.


"Mommy heran melihat kalian ini yang bolak balik masuk rumah sakit," ucap Mahlika.


"Mommy, kapan aku bolak balik masuk rumah sakit?" tanya Allena tak terima.


"Kalian semua, kecuali Zara. Hidup kalian itu bolak balik ke rumah sakit. Zefran karena di tusuk lalu karena kecelakaan, Zeno berbulan-bulan tinggal dan hidup di rumah sakit. Dan sekarang kamu, dehidrasi, tertimpa, melahirkan …"


"Kalau melahirkan tentu harus ke rumah sakit Mommy masa di rumah?" tanya Allena.


Ny. Mahlika tersenyum, lalu memohon pada mereka agar lebih berhati-hati.


"Mommy sudah tua sayang, Mommy takut nggak kuat mendengar berita seperti ini lagi," ucap Mahlika.


"Masa sih Mommy tua, masih kencang begini kok. Kalau nggak takut sama Kak Zefran pasti banyak brondong yang datang mendekati Mommy," balas Allena.


"Kamu ini," ucap Mahlika malu.


Zefran tersenyum mendengar pembicaraan ibu dan istrinya itu. Ny. Mahlika pun menyuruh Allena untuk beristirahat di kamarnya.


"Mommy tak tahan digoda sama kamu makanya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Mommy tak tahu kalau di kamar-kamar terus aku yang tak tahan," ucap Zefran.


Allena tertawa mendengar ucapan suaminya. Mereka pun beristirahat, Allena tak bisa tidur terlentang karena punggungnya yang masih luka memar. Disaat tertentu Zefran diminta mengoleskan, gel khusus untuk luka lebam. Zefran mengoles dengan pelan dan hati-hati tak ingin menyakiti istrinya yang tersenyum sambil tertelungkup.


"Kalau di rumah sakit kemarin siapa yang mengoles lukamu ini," tanya Zefran.


"Tentu saja perawat, siapa lagi?" tanya Allena.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Zefran penasaran mengingat Allena harus melepas pakaiannya.


"Entahlah bisa perempuan, bisa laki-laki, …"


"APA?" Allena tertawa, lalu duduk di hadapan suaminya.


"Aku bukannya pingsan, mana aku tahu siapa yang mengolesnya?" tanya Allena sambil menarik kain putih untuk menutupi dadanya.


Zefran menarik kain putih itu, dengan wajah cemberut. Melihat sikap Zefran yang usil membuka penutup dadanya. Allena balik merayu.


"Dokterku yang tampan, lukaku sudah di obati semua belum? Udah ngambek-ngambek aja?" tanya Allena sambil mendorong pelan suaminya hingga rebah di ranjang.

__ADS_1


Zefran diam menatap istrinya di posisi itu, segera menarik Allena dan membenamkan bibirnya ke bibir wanita cantik itu. Sebentar saja mereka telah asyik bermain lidah. Dalam sekejap mereka pun tenggelam dalam dunia mereka. Dunia yang hanya desah dan lenguhan yang berbicara.


Allena telah kembali ke rumah, Ny. Mahlika pun memohon agar mereka lebih berhati-hati. Allena juga tak ingin hal buruk terjadi lagi dalam hidupnya, berharap ucapan Ny. Mahlika bisa menjadi pengingat bagi mereka untuk lebih berhati-hati dalam segala hal.


Hari ini Allena tak berangkat bekerja, setelah mengantar suaminya hingga ke teras rumah, Allena bermain bersama Zifara yang telah lancar berjalan. Putri kecilnya itu berjalan ke sana kemari, dari satu sudut hingga ke sudut yang lain. Allena tersenyum dan mendapatkan ide.


Segera menuang ide itu di atas buku sketsa. Melihat anak itu yang berjalan ke sana kemari membuatnya teringat dengan para model yang berjalan di catwalk. Namun kali ini Allena membuat beberapa design untuk bayi-bayi yang telah bisa berjalan.


Allena mengirim design itu lewat e-mail, dan membuat Ny. Marilyn terkejut. 


"Kamu ingin merancang gaun anak-anak? Kamu serius?" tanya Marilyn dalam sambungan telepon.


"Ya Mommy jika diizinkan," jawab Allena.


"Apa kamu kehabisan ide?" tanya Marilyn.


"Tidak Mommy, justru aku ingin merambah ke gaun-gaun bayi. Setelah sukses untuk gaun-gaun setengah baya ke atas tak ada salahnya mencoba merambah ke gaun bayi. Design yang elegan, cantik namun nyaman mereka pakai dan tidak membuat iritasi bagi kulit-kulit bayi yang masih sensitif," ucap Allena.


"Baiklah, silahkan mencoba. Mommy mendukung kamu sepenuhnya," ucap Marilyn.


Rencananya Allena ingin membuat design khusus untuk bayi yang telah bisa berjalan hingga bayi berumur dua tahun.


"Ya Kak, aku sudah mengirim beberapa design-ku. Tapi, Mommy Marilyn tak punya model-nya dia minta Zara yang jadi model sampai ditemukan beberapa bayi yang lain. Boleh nggak Kak?" tanya Allena merayu.


"Ya, ampun putriku sekecil itu mau dijadikan model? Apa dia bisa?" tanya Zefran dengan heran.


"Tentu bisa, ini tak seperti model-model dewasa. Bayi itu tidak dipaksa berjalan melenggak-lenggok di catwalk. Mereka akan dibiarkan bermain tapi kamera mengikuti gerakannya. Nanti di saat-saat yang tepat akan diambil gambar-gambar terbaiknya. Bagaimana? Zara kan putri Kakak, jadi aku harus minta izin sama Kakak," ucap Allena.


"Memangnya dia bukan putrimu?" tanya Zefran.


"Ya, dia putri kita, tapi aku tidak akan membiarkannya ikut kalau Kakak tidak izinkan," ucap Allena.


Zefran mengangguk, demi menyenangkan hati istrinya. Zefran mengizinkan Allena menjadikan Zifara sebagai model gaun-gaun rancangannya. Zifara pun diajak ke studio di perusahaan fashion milik Ny. Marilyn.


Para gadis pekerja di perusahaan fashion itu gemas melihat putri Allena yang cantik. Mereka bergiliran menggendong dan berfoto selfie bersama.


"Kak, cantik sekali putrinya, mau dong Kak, yang seperti ini," ucap Vivi.


"Nikah dulu baru bisa dapat yang seperti ini. Makanya cepat, ajak Adit menikah," ucap Allena.

__ADS_1


"Coba ada Kak Adit," ucap Vivi sambil menggoda Zifara.


"Memangnya kenapa kalau ada aku?"


"Kak Adit? Kakak datang?" tanya Vivi langsung.


Adit mengangguk dan ikut memegang tangan kecil Zifara.


"Vivi ingin bayi seperti Zara Dit. Ditanya sama Adit bukannya menjawab malah balik nanya. Mana? Katanya mau ajak Adit nikah? Sekarang orangnya udah datang, kamu malah diam saja," ucap Allena menggoda Vivi.


Vivi hanya tersenyum malu. Adit mengecup pipi Vivi lalu berbisik, gadis itu tertawa. Allena merasa seperti sedang dibicarakan. Allena kesal, ingin merebut putrinya namun Vivi membawa Zifara berjalan-jalan.


"Gimana kabar Kak Allena? Kabarnya ada accident belum lama ini?" tanya Adit.


Allena mengangguk dan menceritakan kalau dia dalam keadaan baik-baik saja sekarang. Begitu juga saat Adit bertanya tentang Zefran. Allena juga menceritakan rencananya memperagakan gaun-gaun untuk bayi.


"Untuk bayi? Makanya bayi Kak Allena di bawa ke sini? Aku kira Zeno yang akan ikut dunia modeling. Anak itu sangat tampan, berdiri diam saja sudah terlihat seperti bergaya," ucap Adit.


Allena tertawa, justru itu yang tak diinginkannya. Sedapat mungkin agar putra putrinya tak terjun di bidang modeling.


"Kak Allena tak adil, Zara dijadikan model masih bayi begini. Zeno yang udah pantas malah dilarang," ucap Adit.


"Justru itu Dit, mumpung masih bayi jadi belum mengerti. Kalau sudah sebesar Zeno, bisa gawat kalau dia kecanduan dan benar-benar ingin terjun ke dunia modeling," jawab Allena.


Adit tertawa, tak lama kemudian acara show untuk bayi Allena pun dimulai. Zifara dibiarkan bermain di sebuah area yang dibuat khusus seperti kumpulan awan-awan. Beberapa kameramen mengambil gambar dari segala sudut pandang.


Karena hanya di biarkan bermain, Zifara terlihat senang berjalan ke sana kemari. Meski beberapa kali mengganti pakaiannya. Bayi itu terlihat bahagia. Hingga akhirnya mendapatkan beberapa rekaman dan foto-foto. Adit pun tak mau kalah ikut serta dalam mengambil gambar tingkah Zifara di antara kumpulan bantal-bantal yang mirip awan-awan itu.


Rekaman Zifara sukses membuat Ny. Marilyn terkesan. Promosi dilakukan, pemesan gaun bayi itu pun bermunculan. Ny. Marilyn meminta Allena merancang lebih banyak lagi gaun bayi. Bahkan Ny. Marilyn mengadakan audisi bayi untuk gaun-gaun rancangan Allena yang telah laris dipesan oleh para selebritis yang yang memiliki bayi seumuran Zifara.


Zifara yang menjadi ikon rancangan baru Allena tetap ikut dalam peragaan rancangan-rancangan baru ibunya. Pada peragaan busana kali ini telah hadir tujuh bayi-bayi cantik menemani Zifara. Mereka di biarkan bermain bersama dan para kameraman mengambil rekaman video mereka.


"Cantik sekali bayimu," ucap seorang pria tampan yang berdiri di samping Allena.


Allena menoleh dan heran karena merasa tak mengenalnya.


"Kenalkan aku Dr. Devan spesialis anak. Aku diminta Ny. Marilyn untuk mengawasi kesehatan bayi-bayi di peragaan busana ini," ucap dokter itu sambil mengulurkan tangannya.


Allena menyambut perkenalan itu dan menyebutkan namanya. Allena dan dokter muda yang tampan itu pun asyik membicarakan bayi-bayi yang sehat dan cantik-cantik itu.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2