
Allena kaget, tiba-tiba suaminya langsung memutus sambungan teleponnya setelah Allena menjawab. Hati wanita itu langsung risau, karena menurutnya, jika tidak terjadi apa-apa, Zefran tak akan memutus sambungan telepon begitu saja.
"Ada apa? Telepon dari Zefran?" tanya Zacko yang melihat perubahan raut wajah Allena.
Wanita itu mengangguk, Allena masih termenung. Mengira-ngira apa sebab kemarahan Zefran kali ini. Tapi wanita itu memilih untuk berpikiran positif.
Mungkin Kakak sedang terburu-buru jadi langsung memutuskan sambungan teleponnya. Atau tiba-tiba ada tamu yang mencarinya? Mungkin saja. Apa mungkin lowbat? Mungkin tapi aku bisa tahu apa yang terjadi jika sudah pulang nanti. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang buruk, batin Allena.
"Ngomong-ngomong dari mana kamu tahu kalau aku masih mencintai Cindy?" tanya Zacko yang sudah penasaran sejak lama pada pemikiran Allena.
"Cinta kalian sudah terjalin sejak lama, pasti tak mudah menghilangkan perasaan cinta itu begitu saja. Juga … dari tingkah dan omonganmu, setiap saat masih suka membicarakannya. Ekspresimu selalu sedih jika membicarakan tentang dia menujukkan kamu sangat menyesal akan kepergiannya dan sedih dengan keadaanmu saat ini," jelas Allena.
"Oh! Jadi terlihat jelas ya?" tanya Zacko.
"Apa masih mau menerima Cindy meski telah sempat menikah dengan laki-laki lain?" tanya Allena.
Laki-laki diam sejenak lalu akhirnya mengangguk.
"Sebuah penyesalan bukan? Karena terlalu mengikuti emosi, takut kehilangan justru malah membuatmu melepasnya. Jika dulu kamu bisa menahan emosi kamu tetap menjadikan Cindy milikmu satu-satunya. Sekarang … maaf, dia telah sempat bersama laki-laki lain justru kamu masih rela menerimanya kembali. Apa kamu benar-benar masih bisa menerimanya tanpa suatu saat akan mengungkitnya lagi?" tanya Allena.
Zacko terdiam, berpikir benar-benar apa yang dirasakan di hatinya. Hingga akhirnya mendapatkan jawaban.
"Jika dia bersedia kembali padaku, aku akan melupakan masa lalu. Tak akan mengungkit pilihannya bersama laki-laki lain karena aku sadar semua itu terjadi karena dia terdesak. Sikapku lah yang mendesaknya memilih jalan itu. Pergi dariku untuk bersama laki-laki lain karena tuduhanku. Saat emosiku mereda aku selalu merasa yakin kalau Cindy hanya mencintaiku. Cindy tidak akan mengkhianatiku, aku akan menyesal karena akulah yang justru memaksanya untuk pergi. Jika aku tahu akan kehilangannya, aku tidak akan menuduhnya, aku akan menahan diriku," jelas Zacko dengan mata yang berkaca-kaca.
Allena terdiam mendengar penyesalan Zacko. Allena berharap masih ada jalan bagi mereka untuk bersatu kembali, mengingat mereka telah memiliki seorang putri.
Mereka pun pulang setelah anak-anak merasa puas bermain-main. Berpisah di area parkir mobil dan melaju menuju rumah masing-masing. Setelah mendapat telepon dari Zefran tadi, Allena merasa penasaran apa sebab Zefran tiba-tiba memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Tanpa disadari Allena, Zefran sedang berusaha sekuat tenaganya menahan amarah. Berdiri di balkon kamarnya, menunggu kepulangan istrinya. Sesekali kembali menatap tampilan di layar ponselnya dengan tangan yang gemetar dan mata yang berkaca-kaca.
Allena yang memarkirkan mobilnya di garasi merasa heran karena melihat mobil Zefran telah berada di dalam garasi.
Kakak sudah pulang? Jam segini? Apa yang terjadi? Apa ada hubungannya dengan telepon Kakak yang terputus tadi? batin Allena bertanya-tanya.
Allena dan anak-anak segera masuk ke dalam rumah. Allena meminta tolong Santi untuk menemani putra putrinya.
"Santi kamu cicip burger-nya, ajak yang lain, temani Zeno makan ya!" ucap Allena pada baby sitter itu.
Santi mengangguk dan berterima kasih, lalu mengajak Zefano ke meja makan. Allena segera naik ke lantai atas untuk menemui suaminya. Dan benar saja, Allena melihat suaminya sedang berdiri di balkon sambil termenung.
"Kakak sudah pulang? Kenapa? Apa Kakak sakit?" tanya Allena bertubi-tubi.
Setengah dari kekhawatirannya karena telepon terputus membuatnya berpikiran kalau Zefran saat ini sedang dalam keadaan sakit. Kedua tangan wanita itu langsung menempel di kening Zefran hingga di kedua pipinya.
Benarkah kamu khawatir padaku? Atau hanya berpura-pura? Batin Zefran sambil menatap wajah Allena dengan mata yang berkaca-kaca.
Laki-laki itu sekuat tenaga menahan hatinya, lebih memilih diam demi menjaga lisannya. Zefran takut menyakiti hati Allena. Teringat janjinya pada Allena yang mengancam akan pergi jika masih menuduh atau meragukan cintanya. Tapi apa yang dilihatnya di layar ponsel membuatnya ragu akan cinta Allena namun tidak berani diungkapkannya. Dengan sekuat tenaga menahan di dalam hatinya.
Zefran telah berjanji jika masih meragukan Allena, cemburu buta dan menyakiti hati istrinya. Jika Allena ingin pergi maka dia tidak boleh lagi menghalangi Allena pergi. Untuk itu sebelum kata-kata kejam keluar dari mulutnya, Zefran buru-buru menutup sambungan teleponnya.
Bertahan di kantor membuat kepalanya sakit hingga memutuskan untuk pulang. Zefran sangat ingin bertanya pada Allena tapi tak melihat mobil Allena di garasi.
Dia belum pulang, mungkin itu lebih baik. Aku bisa lebih menenangkan diriku sebelum bertemu dengannya, batin Zefran.
Laki-laki itu pun menunggu, semakin dilihat foto itu hatinya semakin sakit. Akhirnya berdiri di balkon menatap jauh ke taman depan rumah itu. Sekian lama menunggu akhirnya Zefran melihat mobil Allena masuk dari pintu gerbang. Saat itu Zefran tak lagi bisa menahan hatinya hingga matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kakak kenapa? Kenapa menangis?" tanya Allena dengan ekspresi khawatir yang tak dibuat-buat.
Allena adalah orang pertama yang paling mengkhawatirkan laki-laki itu. Zefran hanya bisa menyodorkan ponsel di genggamannya. Allena heran namun akhirnya meraih ponsel itu dan melihat apa hal yang ingin ditunjukkan Zefran.
Wanita itu langsung terperangah hingga menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Terlihat foto Allena dan Zacko yang baru saja ditangkap melalui kamera ponsel milik Cindy. Dan yang lebih membuatnya kaget adalah tambahan tulisan di bawahnya.
~ SEGERA MENIKAH ~
Zefran tak mengucapkan kata-kata, matanya hanya menatap lurus pada istrinya yang tercengang bercampur kesal.
"Kakak jangan percaya ini, foto ini diambil oleh Cindy istrinya Zacko. Aku tahu sekarang, dia sengaja meminta mengambil foto untuk dikirimkan pada Kakak," jelas Allena.
Tentu saja hal itu tak menerangkan apa pun. Zefran tak akan mengerti apa yang diucapkan Allena. Wanita itu segera mengajak suaminya duduk dan menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga akhir. Termasuk pembicaraan antara dirinya dan Zacko di arena bermain anak-anak itu.
Allena ingin meyakinkan suaminya bahwa Zacko masih sangat mencintai istrinya itu. Zacko bahkan masih berharap Cindy akan kembali padanya.
"Benarkah? Aku pikir kamu bohong padaku. Saat kamu bilang pergi bersama Santi dan anak-anak tapi kenyataannya aku menerima foto kalian berdua. Aku pikir kamu janji pergi berdua dengannya," ucap Zefran.
"Mana mungkin aku seperti itu, jika tidak percaya tanyakan pada Santi dan Zeno. Kami bertemu mereka di sana, justru Zeno yang menghampiri Zia," jelas Allena.
Zefran akhirnya mengangguk, Allena tersenyum lalu memeluk suaminya.
"Aku sangat khawatir tadi, aku berpikir apa yang terjadi pada Kakak. Waktu Kakak menutup telepon dengan tiba-tiba, pikiranku tak bisa tenang. Aku pikir terjadi sesuatu pada Kakak. Besok kita temui Zacko, kita tanyakan padanya, apa maksud Cindy mengirimkan foto ini pada Kakak. Kakak jangan berpikiran macam-macam, mengerti? Ini terjadi hanya karena sikap kekanak-kanakan dari mereka berdua," jelas Allena sambil menangkup wajah suaminya.
Zefran melepas tangan yang menangkup wajah Allena lalu memeluk wanita itu dan mencium dalam pangkal leher istrinya. Zefran lega, setelah mendengar penjelasan istrinya, hatinya benar-benar lega karena tak terjadi hal-hal yang tak diinginkannya.
Keesokan harinya, Zefran memancing Cindy untuk menemuinya di sebuah restoran. Saat wanita itu datang menunggu di restoran itu, yang datang menghampirinya justru Allena. Cindy sangat terkejut, awalnya dia mengira Zefran akan bertanya banyak padanya. Dia akan memberikan penjelasan seperti yang diucapkan Zacko bahwa Allena dan Zacko berencana akan segera menikah.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...