Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin

Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin
BAB 130 ~ Beralih ~


__ADS_3

Tanpa ada pernyataan cinta secara resmi, hanya kebersamaan sehari-hari. Seluruh siswa yang mengenal Zacko dan Cindy seperti merestui hubungan mereka tanpa diminta. Hari-hari mereka lalui selalu bersama hingga saat lulus SMP mereka mendaftar di SMA yang sama. Cinta mereka tetap berlanjut meski berbeda kelas namun justru itu mereka jadikan sebuah keuntungan.


Saat kelas Zacko mengadakan ulangan harian lebih dulu. Zacko akan memberikan soal-soal ulangan pada Cindy. Begitu juga sebaliknya, setelah Cindy ulangan harian, gadis itu akan mencatatkan soal-soal dan memberikannya Zacko hingga mereka bisa fokus mencari jawaban terbaik disamping tetap mempelajari hal yang lainnya.


Bisa dikatakan tak ada masalah yang berarti pada keseharian mereka. Karena sejak awal masuk SMA semua siswa sudah mengira kalau mereka pasangan yang tak terpisahkan karena selalu bersama. Belajar bersama saat ulangan semester hingga akhirnya mereka lulus di universitas negeri yang sama.


Namun karena minat yang berbeda Zacko dan Cindy memilih fakultas yang berbeda. Zacko memilih fakultas teknik arsitektur sementara Cindy memilih fakultas ekonomi manajemen. Kesibukan kuliah membuat mereka bertemu tak sesering dulu lagi. Ditambah jadwal kuliah yang sering berbeda.


Cindy yang manis disukai banyak mahasiswa, setiap saat selalu ada yang menggodanya, selalu ada yang menyatakan cinta padanya hingga akhirnya di depan mata kepala Zacko sendiri seorang mahasiswa meminta gadis itu untuk menjadi pacarnya. Zacko yang baru datang untuk menjemput Cindy, mendengar ucapan itu. Merasa tak tahan lagi melihatnya, Zacko langsung maju untuk menghalangi.


"Tidak bisa, dia pacarku, enak saja minta pacar orang jadi pacarmu," ucap Zacko dan langsung menarik tangan Cindy.


Beberapa kali hal itu terjadi, awalnya Cindy merasa bahagia karena terlihat laki-laki yang dicintainya itu begitu takut kehilangannya. Namun lama-lama Zacko merasa lelah menghadapi mahasiswa yang mencoba mendekati Cindy. Laki-laki itu mulai menyalahkan Cindy yang tak tegas menolak mereka.


"Aku sudah bilang padanya kalau aku sudah punya pacar. Tapi dia masih tetap mendekat, aku harus bagaimana?" tanya Cindy dengan gaya merajuk karena disalahkan.


"Jangan mau meladeninya lagi, kamu harus menghindar darinya," jawab Zacko.


"Gimana aku bisa menghindar jika dia mengambil kuliah di kelasku. Zack, biarkan saja dia seperti itu, abaikan saja. Yang penting aku tetap milik kamu. Aku tidak akan berpaling dari kamu. Sayang, kamu jangan pernah ragukan aku ya? Kamu hanya perlu percaya padaku dan yang terpenting itu aku selalu setia padamu," ucap Cindy.


Mendengar ucapan Cindy membuat Zacko lebih tenang. Laki-laki itu mencoba untuk mempercayai kekasihnya. Tapi cara orang-orang mendapatkan cinta Cindy itu berbeda-beda. Tidak hanya sekedar menyatakan cinta. Kali ini Zacko menghadapi seorang laki-laki yang tipenya hampir sama dengannya.


Tak perlu mengucapkan pernyataan cinta atau meminta menjadi pacarnya. Cukup menempel pada gadis itu kemana-mana. Hingga membuat orang-orang mengira kalau mereka telah resmi berpacaran.


"Kamu jadian dengan laki-laki itu?" tanya Zacko.


"Nggak Zack, itu cuma asumsi orang-orang saja karena dia selalu di dekatku," jelas Cindy.


"Kalau begitu kamu jangan mau di dekatnya, kamu harus selalu menghindar darinya," protes Zacko.


Cindy hanya diam, hal itu tentu saja dilakukannya. Hanya saja tak semua usahanya untuk menghindar bisa berhasil. Zacko bahkan pernah mengancam akan memutuskan hubungan dengan Cindy. Gadis itu menangis, Zacko tak sanggup membuat gadis itu bersedih hingga ancaman untuk memutuskan hubungan pun dibatalkan.

__ADS_1


Sering kali hal seperti itu terjadi hingga semakin lama sifat Zacko semakin posesif. Akhirnya Zacko bertekad untuk menamatkan kuliahnya tepat waktu dan segera melamar Cindy menjadi istrinya.


Ujian cinta tak berhenti sampai di situ, saat di dunia kerja pun Zacko harus rela menghadapi karyawan-karyawan muda yang mendekati istrinya.


"Zack, jangan terlalu dipikirkan. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, hanya teman kerja," jawab Cindy saat Zacko mendapati istrinya sedang makan siang berdua dengan teman kerjanya di sebuah cafe.


"Aku juga bekerja Cindy, aku juga punya teman-teman kerja. Kami juga makan siang tapi kami makan siang bersama-sama, beramai-ramai tidak berdua-duaan seperti itu. Pokoknya mulai sekarang, kamu tidak usah bekerja lagi. Urus anakmu sendiri, jadilah istri dan ibu yang baik yang diam di rumah bukannya tertawa riang dengan laki-laki lain di luar sana," ucap Zacko.


Cindy diam, Cindy patuh, suaminya telah memutuskan tidak mengizinkannya bekerja lagi bahkan langsung memberhentikan baby sitter mereka hingga mau tak mau Cindy harus menjaga sendiri putri mereka. Cindy telah berhenti bekerja namun sifat posesif Zacko tetap saja tak berkurang.


Suatu hari teman kerja Cindy datang ke rumah untuk bertanya password sebuah program berikut meminta flashdisk yang berisi laporan-laporan Dwi mingguan dan bulanan yang kadang di bawa pulang ke rumah oleh Cindy.


Zacko pulang tepat di saat laki-laki itu keluar dari rumahnya. Zacko mengenali itu adalah laki-laki yang makan siang berdua dengan Cindy di cafe. Dengan cepat Zacko turun dari mobilnya dan menghadiahkan sebuah pukulan telak ke wajah laki-laki itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini haa? Tak bisa mencarinya di kantor sampai di susul ke rumah?" teriak Zacko sambil bersiap hendak melayangkan pukulan lagi.


Cindy menjerit, wanita itu berusaha menghalangi suaminya memukuli mantan teman kerjanya. Tapi sikap Cindy dianggap Zacko ingin membela laki-laki itu hingga membuat Zacko semakin murka.


Cindy tak tahan lagi dengan sikap Zacko yang selalu curiga dan tidak mempercayainya. Entah apa yang ada dalam pikiran Cindy hingga akhirnya wanita itu mengakui tuduhan Zacko.


"Ya, aku berselingkuh dengannya! Aku tidak tahan memiliki suami yang pencemburu. Aku ingin hidup tenang, hidup dengan bahagia tanpa rasa takut di maki dan tuduh setiap hari. Selama ini aku tidak pernah berselingkuh tapi kamu tetap menuduhku. YA, sekarang aku berselingkuh. Aku tak kuat hidup denganmu!" jerit Cindy menangis lalu melangkah mendekati mantan teman kerjanya itu.


Teman kerja Cindy sendiri bahkan kaget mendengar pengakuan Cindy. Zacko yang tadinya menuduh dengan keras justru termenung saat mendengar pengakuan istrinya. Dengan menangis wanita itu akhirnya mengajak mantan teman kerjanya itu langsung pergi meninggalkan rumah itu.


Zacko berdiri tercenung, menatap Cindy yang pergi bersama laki-laki yang telah mendapatkan dua pukulan darinya itu.


"Fer, maafkan aku, maafkan suamiku. Tolong … antarkan aku ke rumah orang tuaku," ucap Cindy sambil menangis sesenggukan di atas mobil milik temannya itu.


Mendengar pengakuan Cindy, Zacko syok hingga tak tahu apa yang harus dilakukannya. Terpaku, hanya bisa pasrah melihat istrinya yang pergi bersama laki-laki telah dua kali dicurigainya.


Zacko menghapus air matanya yang mengalir sambil menutup album foto kenangan mereka. Laki-laki itu menangis sesenggukan seorang diri. Teringat dan menyadari bahwa ternyata apa yang dilihat, apa yang dipikirkan belum tentu adalah kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


Terbukti dari Allena dan dirinya yang tak melakukan apa pun. Tapi Zefran justru memandang lain hubungan mereka. Padahal mereka hanyalah teman mengobrol biasa. Zacko tiba-tiba begitu merindukan Cindy namun tak bisa menemui wanita itu karena menurutnya Cindy telah menikah dengan laki-laki yang pernah dituduhnya waktu itu.


Berhari-hari Zacko tak keluar rumah untuk mengantarkan putrinya bermain. Hanya berangkat kerja, pulang lalu duduk di ruang tengah sambil menatap televisi yang tak pernah dinyalakan lagi.


"Pa, ayo kita main di taman Pa," ajak Zefania pada Zacko yang sedang menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Papa tak bisa mengajak Zia ke taman. Nanti ketemu dengan Mama Zeno. Dia bisa kena marah sama Papa Zeno," jelas Zacko mencari alasan.


"Papa nggak boleh temenan sama Mama Zeno ya Pa?" tanya Zefania.


Zacko mengangguk, gadis kecil itu langsung tertunduk karena sebenarnya dia suka berteman dengan Zeno dan Mamanya.


"Kenapa nggak boleh Pa? Papa 'kan baik, Mama Zeno juga baik. Kenapa nggak boleh berteman?" tanya Zefania.


"Tidak apa-apa sayang, cuma … Papa Zeno itu sama seperti Papa. Papa juga tidak ingin Mama punya banyak teman. Karena Papa takut, jika Mama punya teman, Mama tak mau lagi berteman sama Papa," jawab Zacko.


Zefania mengangguk, gadis itu akhirnya mengajak Zacko ke arena bermain di Mall. Zacko bersedia, mereka pun berangkat ke Mall. Bermain di arena bermain dan mulai mencoba bermacam-macam permainan.


"ZIA!" panggil seseorang.


Zefania menoleh dan melihat Zefano yang berlarian menghampirinya.


"Zeno main di sini juga?" tanya Zefania saat Zefano tiba di hadapannya.


"Ya, Mama bilang nggak usah main di taman terus. Jadi diajak ke sini," jelas Zefano.


"Papa Zia juga nggak mau diajak ke taman, jadinya Zia ajak ke sini," ucap gadis kecil yang cantik itu.


Zefano dan Zefania tertawa bersama, merasa lucu karena mereka yang sama-sama tak boleh bermain di taman dan sama-sama beralih ke taman bermain di Mall itu.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2