
~ Dia gay ~
Kata-kata yang diucapkan Adit seperti berita bohong terbesar yang pernah Zefran dengar namun itu nyata terjadi.
Zefran terperangah, benar-benar tak percaya. Namun saat menatap Adit, laki-laki itu sama sekali tak terlihat seperti sedang bercanda. Zefran terguncang dengan kenyataan itu, sekali lagi menuduh istrinya tanpa dasar yang jelas.
Zefran tak menyangka. Robert Daniel yang seorang model pujaan wanita dengan wajahnya yang tampan, tubuh tinggi kekar dan terlihat sangat jantan, justru tak memberi kesempatan bagi wanita untuk mendapatkan cintanya.
Benarkah yang diucapkan Adit? Kalau begitu apa yang diucapkan Robert Daniel memang benar, batin Zefran.
Laki-laki itu teringat saat mencari Robert Daniel untuk mendengar sendiri penjelasan dari mulut model tampan itu, seperti apa perasaannya terhadap Allena
~ Aku menyukainya, menyayanginya, semua akan aku berikan untuknya tapi aku tidak bisa mencintainya. Tidak ada artinya. Semua yang kuberikan padanya tidak akan ada arti baginya dibandingkan cinta sesaatmu itu. Kamu jangan khawatir dengan hubungan kami. Jika aku berniat merebutnya darimu maka sudah aku lakukan sejak dulu ~
Ternyata dia memang tidak bisa mencintai Allena, dia bisa menyayangi Allena tapi tak bisa mencintai Allena seperti cinta seorang pria pada wanita. Ternyata itu maksudnya? Lalu apa maksud dari ucapannya saat itu? Batin Zefran bertanya-tanya.
~ Jangan sampai Allena letih mempertahankan cintamu. Karena jika itu terjadi, aku yang pertama kali berdiri di antara kalian ~
Apa maksudnya? Dia bilang dia tidak bisa mencintai Allena. Tapi jika Allena tak lagi mempertahankan cintanya padaku maka laki-laki itu akan hadir di antara kami. Apa maksud ucapannya? Batin Zefran yang pusing memikirkannya.
Laki-laki itu menoleh pada Adit, teringat saat pertama kali bertemu dengan fotografer muda itu. Zefran teringat kembali ucapan Adit yang bertanya pada Allena.
~ Suami Kakak juga ganteng banget, apa nggak jadi incaran sama itu? ~
Ucap Adit sambil memberi kode pada Allena, wanita itu yang mengerti maksud Adit langsung menjawab dengan alasan yang tak Zefran mengerti sementara Adit langsung tertawa sambil mengangguk-angguk.
"Apa maksud ucapanmu waktu itu?" tanya Zefran pada Adit.
"Ucapanku yang mana Kak?" tanya Adit yang balik bertanya karena tak mengerti.
Zefran mengingatkan saat pertemuan mereka. Saat Adit menawarkan diri menjadi fotografer pengambilan foto prewedding Frisca.
"Ya …, itu maksudnya …," ucapan Adit terhenti lalu menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum menunduk.
"Apa?" tanya Zefran ingin kepastian dari ucapan Adit.
"Aku takut Kak Robert mengincar Kak Zefran untuk dijadikan pasangannya. Maaf Kak, aku mungkin berlebihan, itu sudah menjadi rahasia umum bagi kami orang-orang yang dianggap putra putri oleh Ny. Marilyn. Kak Robert itu putra satu-satunya Mommy Marilyn dan sudah seperti kakak sulung kami. Jadi kami tahu seperti apa dia dan sedapat mungkin menjaga rahasianya. Kak Robert itu sangat baik, dia menjaga dan melindungi kami. Sayang, kejadian di masa kecilnya membuat kehidupannya melenceng. Kami, termasuk Mommy Marilyn tak ingin dia semakin melenceng jauh. Jika tersebar dan dia terbiasa dengan cap yang menempel pada dirinya, kami takut Kak Robert akan semakin nyaman dan tak bisa disembuhkan lagi. Kami para adik-adiknya bertekad akan mengarahkannya kembali ke jalan yang benar Kak," jelas Adit panjang lebar.
__ADS_1
"Kalau gitu pantas saja, ucapan Allena seperti itu," ucap Zefran pada dirinya sendiri.
Zefran teringat saat pertama kali bertemu dengan Robert Daniel. Allena memperkenalkan mereka, jika saat itu Zefran menganggap Robert Daniel sebagai saingannya dalam memperebutkan hati Allena. Allena justru menganggap Robert Daniel adalah ancaman yang bisa menjadi pengganggu rumah tangga mereka.
Saat Robert Daniel memuji ketampanan Zefran dan menawarkan diri menjadi pembimbing Zefran jika ingin belajar dan merambah dunia modeling di Paris. Allena justru khawatir.
~ Tidak usah Kak, terima kasih. Jangan pisahkan aku dengan suamiku ya! ~
Ya ampun, aku mengkhawatirkan dia, tapi dia justru mengkhawatirkan aku. Aku takut dia direbut Robert Daniel tapi justru dia yang takut aku direbut oleh Robert. Pantas si Robert itu selalu mengajakku berkunjung ke perusahaan fashion milik ibunya. Kalau bertemu main peluk-peluk sok akrab, hii, amit-amit, aku ini pria normal. Hiii, menyeramkan, batin Zefran yang tanpa sadar merinding sendiri.
Adit tertawa melihat Zefran yang termenung berpikir lalu menggigil sendiri. Zefran yang ditertawai Adit jadi ikut tertawa.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia bisa melenceng seperti itu?" tanya Zefran yang sudah percaya dan justru penasaran.
"Itu terjadi saat Kak Robert masih kecil. Mommy telah bercerai dengan suaminya saat Kak Robert masih bayi mencoba untuk dekat dengan seorang pria muda. Mommy saat itu masih aktif sebagai model. Sekian lama hidup sendiri, tiba-tiba mendapat perhatian dari seorang pengusaha tampan, Mommy bahagia hingga akhirnya mereka menikah. Tapi sayang tak lama setelah menikah, tepatnya saat Kak Robert berumur sebelas tahun, terjadilah peristiwa yang akhirnya merubah jalan hidup Kak Robert. Di saat Mommy sibuk mengikuti fashion show, Kak Robert justru mendapatkan pelecehan dari ayah tirinya itu. Awalnya Kak Robert diam karena diancam, ditambah lagi sang ayah tiri yang begitu pandai menutupi kejahatannya. Kasihan Kak Robert, ayah tirinya itu begitu pandai memuja istrinya hingga membuat Mommy bertekuk lutut padanya. Mommy seperti mendapatkan seorang malaikat tampan dan begitu pandai membuat Mommy terhanyut. Kak Robert yang tak tega menghancurkan kebahagiaan ibunya hanya bisa pasrah menghadapi perlakuan ayah tirinya hingga berkali-kali …"
Adit meneguk minumannya dan tertunduk. Mata laki-laki itu berkaca-kaca tak sanggup menceritakan peristiwa yang mengiris hatinya. Adit menyayangi Robert seperti dia menyayangi kakak kandungnya sendiri. Begitu juga rasa sayang Adit pada Allena seperti pada kakak perempuannya sendiri. Kedua orang itu adalah orang-orang yang telah ternama namun masih peduli pada orang sepertinya.
Hati Adit sakit setiap kali mengingat cerita Ny. Marilyn. Bahkan saat pertama kali mendengar kisah itu, ingin rasanya Adit membuat perhitungan dengan mantan suami kedua ibu asuhnya itu.
Zefran menepuk bahu Adit, laki-laki itu tak ingin memaksa Adit untuk melanjutkan ceritanya. Tapi Adit tetap memilih untuk bercerita, baginya apa yang didengarnya dari Ny. Marilyn menjadi sebuah beban yang dia sendiri tak bisa mencari solusinya.
Sampai di situ fotografer muda itu menghentikan ceritanya karena melihat Zefran yang telah tertunduk sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Aku harus kembali Dit," ucapnya yang ingin segera menemui istrinya.
"Baiklah Kak, mari aku antar," ucap Adit yang langsung mengajak Zefran kembali ke hotel.
Adit mengantar Zefran dan memberitahukan nomor kamar Allena dan Vivi.
"Allena menginap dengan Vivi? Siapa Vivi?" tanya Zefran ingin tahu.
"Dia Assistant Kak Allena sekaligus pacarku. Malam saat Kak Allena mabuk dan digendong Kak Robert, sebenarnya Vivi sudah menunggu di kamar tapi dasar paparazzi itu sengaja membuat berita yang setengah-setengah agar menjadi viral," jelas Adit sambil mulai memarkirkan mobilnya di parkir basement hotel.
Zefran dan Adit melangkah menuju kamar Allena dan Vivi. Adit menelpon Vivi untuk memberitahu kalau dirinya dan Zefran tengah menuju ke kamar mereka.
"Tolong bukakan pintu ya Vi," ucap Adit melalui sambungan telepon.
__ADS_1
"Tapi Kak Allena sudah tidur Kak, tadi menangis terus karena sedih. Akhirnya aku suruh Kak Allena tidur, sekarang Kak Allena-nya masih tidur Kak," jawab Vivi di telepon.
Adit menyampaikan kalau saat ini Allena telah tidur tapi Zefran tetap minta tolong untuk dipertemukan dengan istrinya.
"Tidak apa-apa Vi, Kak Zefran mau menemui Kak Allena. Kami hampir sampai, tolong bukakan pintunya ya," ucap Adit.
"Baiklah Kak, aku bukakan pintunya," ucap Vivi.
Gadis itu segera membuka pintu, tak lama kemudian Zefran datang bersama Adit.
"Maaf sudah mengganggumu Vi," ucap Zefran berbasa-basi.
Vivi yang tak menyangka akan disapa Zefran menjadi salah tingkah. Gadis itu mengira Zefran adalah seorang yang arogan hingga saat Zefran meminta izin, gadis itu jadi kelabakan.
"Eh, ya Kak, nggak apa-apa. Tapi Kak Allena sudah tidur Kak," ucap Vivi ragu-ragu.
"Kak Allena, Kakak bawa pindah ke kamar Kakak saja ya?" tanya Zefran kembali meminta izin pada Vivi.
"Haa…,"
Vivi yang tak menyangka akan dimintai izin jadi bingung untuk menjawab. Adit langsung memberi kode dengan mengangguk.
"Ya, Kak, baiklah," ucap Vivi pelan takut mengganggu tidur Allena.
Zefran tersenyum, laki-laki itu segera mendekati ranjang yang sedang di tempati istrinya. Vivi mengira Zefran akan membangunkan Allena namun ternyata suami Allena itu justru langsung menggendongnya.
Adit tersenyum dan segera membantu mengantarnya ke kamar Zefran. Saat di lift tanpa sadar Allena justru melingkarkan tangannya di pundak Zefran. Adit dan Zefran tersenyum, karena mengira Allena akan terbangun namun justru semakin nyenyak sambil memeluk pundak Zefran. Suami Allena itu langsung berbisik.
"Dia memang mudah tertidur di mana saja," bisik Zefran.
Adit tersenyum mengangguk, dia sendiri mengetahui hal itu. Allena pernah tertidur tertelungkup di meja karena semalaman belajar. Atau di bangku taman sambil meletakkan buku untuk menutupi wajahnya. Bahkan pernah melihatnya tertidur bersandar di sebuah pohon dengan buku sketsa di pangkuannya dan pensil di tangannya.
Berbeda dengan Zefran, pertama kali laki-laki itu melihat seseorang yang tak tidur di ranjang adalah Allena. Malam pertama pernikahan mereka Allena malah tidur di sofa dalam walk in closet. Pernah menemukan Allena tertidur di dalam bathtub. Hingga pernah menemukan Allena tidur di lantai depan pintu kamarnya.
Namun semua itu terjadi bukan karena Allena kelelahan belajar atau bekerja tapi karena telah letih menangis. Mengingat itu hati Zefran terenyuh. Laki-laki itu menatap sendu wajah wanita yang dicintainya itu lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Allena. Zefran mengecup bibir Allena seperti seorang ibu yang mencium pipi bayinya.
Adit hanya tersenyum sambil memalingkan wajahnya. Dalam hati memaklumi jika Zefran begitu overprotektif pada Allena karena terlihat laki-laki itu begitu mencintai istrinya. Adit juga menjadi saksi cinta Allena pada suaminya. Adit berpikir apa yang terjadi sekarang ini, semua karena keduanya sama-sama terlalu mencintai.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...