Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin

Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin
BAB 155 ~ Happy Ending ~


__ADS_3

Frisca mengundang seluruh sahabat untuk merayakan tuntasnya terapi pengobatan dalam usahanya melawan kanker. Frisca sangat bersyukur hingga ingin berbagi kebahagiaan itu bersama dengan para sahabat. Saat bingung menentukan hari, Keisya mengusulkan tepat di hari ulang tahun Zefano.


Mendengar nama anak itu disebut Frisca langsung merasa rindu. Anak yang membuat hidupnya berubah. Seorang anak yang memberinya sebuah pelajaran bahwa kejahatan tak harus dibalas dengan kejahatan. Frisca mengenang kembali saat-saat dirinya menculik anak itu. Tertawa saat mengingat ekspresi sedih Zefano saat ditakut-takuti.


Namun, begitu bersihnya hati Zefano hingga anak itu tak mengukir kesan buruk Frisca dihatinya. Zefano hanya mengingat hal baik dari wanita itu. Bersamanya menjalani hari-hari di masa pelarian membuat Frisca belajar untuk melepas rasa dendam dan belajar membuka hati untuk menerima kebaikan. Frisca akhirnya bertemu dengan orang-orang yang menyayanginya dengan tulus.


"Aku bertemu dengan orang-orang yang berhati tulus dimulai dari Zeno. Aku tak pernah menemukan orang-orang baik sebelumnya. Sejak bertemu Zeno, aku seperti selalu menemukan orang-orang yang baik," ungkap Frisca pada suaminya.


"Bukannya tak pernah bertemu, kamu selalu bertemu dengan orang-orang yang baik, sayang dan peduli padamu. Hanya saja kamu menutup diri dan selalu mengira mereka hanya memiliki niat buruk di belakangmu. Prasangka yang menutup matamu hingga tak bisa melihat ketulusan orang-orang padamu," jelas Rivaldo.


"Benar, aku rasa yang kamu katakan itu benar," jawab Frisca mengakui.


"Kamu berbuat jahat pada mereka dan mengira mereka akan membalas dengan sikap yang jahat pula padamu. Padahal tidak semua orang sama denganmu. Balas kejahatan dengan kejahatan. Terbukti semua menyambutmu, menerima kamu dengan tangan terbuka sama seperti hati mereka yang terbuka atas permintaan maaf. Bagi orang-orang seperti itu, tak ada manusia yang sempurna. Tak ada manusia yang tak melakukan kesalahan karena itu mereka dengan mudah memaafkan karena merasa diri mereka masing-masing juga bisa menyakiti seseorang tanpa disadari," jelas Rivaldo panjang lebar.


Frisca mengangguk, dengan air mata yang berlinang, memeluk suaminya. "Karena itu aku ingin berterima kasih pada mereka. Pada orang-orang yang memberi kesempatan padaku untuk berbuat baik," ungkap Frisca.


Rivaldo mengangguk lalu mengecup puncak rambut istrinya. Laki-laki itu setuju Frisca mengundang seluruh sahabat. Bukan karena hanya sekedar membalas kebaikan mereka yang baik padanya namun untuk belajar menerima kesalahan orang dan juga belajar memaafkan.


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Seluruh sahabat diundang Frisca untuk menghadiri acara ulang tahun Zefano yang sengaja dijadikan hari berkumpul bersama para sahabat. Hari ulang tahun Zefano ditetapkan sebagai hari H. 


Anak itu terlihat bahagia karena ulang tahunnya akan dirayakan di Villa Frisca. Di mana Frisca mengundang seluruh sahabat-sahabatnya tak ketinggalan sahabat-sahabat Zefran, Allena dan Zefano.


Satu persatu sahabat datang dengan membawa hadiah. Zefano sangat berterima kasih namun kebahagiaan bisa berkumpul bersama terlihat sangat disukainya. Allena tak hanya mengundang sahabat-sahabat Zefran tapi juga tetangga kompleks perumahan mereka yang mana sudah menjadi sahabat keluarga itu.


Zacko dan Cindy datang bersama putri mereka Zefania. Allena bahkan turut mengundang sahabat-sahabat Zefano di sekolah khususnya Sabilla. Mereka terlihat bahagia bermain bersama di taman Villa dengan pemandangan danau yang sangat indah dan pemandangan pegunungan di sekitarnya.


Zefran menunduk sambil tersenyum saat melihat Allena yang mengeluarkan keahliannya sebagai pelayan. Mereka yang kebanyakan hanya berbincang-bincang sambil tertawa. Namun, Allena justru memilih untuk melayani semua tamu. Rahma yang ingin membantu justru ditolak mentah-mentah oleh Allena.


"Kalian pengantin baru, silahkan nikmati bonus  perjalanan bulan madu kalian," ucap Allena.


Membuat Patrick yang mendengar jawaban Allena tersipu-sipu malu. " Bulan madu apalagi Kak? Sudah habis," jawab Rahma.


"Aku juga mau bantu," ucap Kayla dan Minafa.


"Kalau semua jadi pelayan, yang mau dilayani siapa?" tanya Allena.


"Kak Allena yang kami layani," jawab Kayla.


"Justru Allena itu ingin nostalgia profesi lamanya di sini, kalau di Night Club bisa-bisa di amuk Zefran, istri tercintanya melayani tamu laki-laki, nakal pula. Makanya sekarang Zefran bebaskan Allena jadi pelayan," jelas Altop.


Semua tertawa. "Tapi jangan sampai kelelahan ya sayang," ucap Zefran.


"Ya sayang," jawab Allena.


Semua tertawa, termasuk kakek dan para nenek di meja yang berbeda. Orang tua Frisca, Bu Vina dan Ny. Mahlika tak lupa diajak. Para pelayan di rumah telah sedia untuk melayani pesta besar khusus para sahabat itu tapi Allena tetap saja ingin melayani mereka semua.


Acara pun dimulai, Frisca menyampaikan pidatonya yang kebanyakan berisi ucapan terima kasih atas segala dukungan terhadap dirinya dalam melawan penyakitnya. Dilanjutkan dengan ucapan terima kasihnya khusus terhadap Zefano. Frisca bercerita kembali pada semua yang hadir tentang perasaannya pada Zefano. Pengalaman bersama Zefano dan kekagumannya pada kebaikan hati anak itu.


Allena dan Zefran merasa sangat bangga pada putra mereka. Kepolosan hati Zefano bisa menggugah kerasnya hati Frisca. Allena berdiri dan mengangkat gelas minumnya juga untuk Rivaldo dan Keisya. Selain Zefano, mereka adalah orang-orang yang juga telah menggugah hati Frisca hingga bisa menemukan kebahagiaannya kembali. Semua pun melakukan hal yang sama mengangkat minuman dan bersulang bersama. 


Tiba-tiba Zefania berbisik pada ibunya. Cindy yang mendengar bisikan putrinya langsung tertawa. Lalu dengan tersenyum memandang Zefano. Allena yang melihat itu langsung bertanya, penasaran karena menyangkut putranya


"Zia, bisik-bisik apa itu? Boleh bisik ke Tante juga?" tanya Allena.

__ADS_1


"Zia malu Tante," ucap polos anak itu.


"Kenapa harus malu, ayo dong Tante jadi penasaran," ucap Allena.


"Zia dilamar sama Zeno," ucap Cindy yang langsung tertawa.


"APA?" teriak semua yang mendengar.


Tak hanya Allena yang terkejut, tapi juga para kakek dan nenek-nenek. Tak kalah juga para anak-anak.


"Zeno juga mau nikah sama Keisya kalau udah gede," ungkap Keisya.


"Oh tidak! Tidak!" ucap Zefran langsung.


"Sama Sabilla juga!" ucap Sabilla sambil melompat-lompat.


Sebagian gadis-gadis kecil itu bersorak ingin menikah dengan Zefano kelak. Zefran menepuk keningnya. Semua tertawa, bukan karena melihat sang ayah yang pusing melihat kelakuan anaknya yang tebar pesona. Namun, karena melihat bahagianya para gadis-gadis kecil yang cantik-cantik itu mengakui ingin menikah dengan Zefano. Dan uniknya mereka terlihat kompak seperti sebuah komunitas pencinta Zefano.


"Masih kecil sudah jadi Casanova, bagaimana kalau udah gede?" tanya Ronald dan langsung tertawa.


"Bakat playboy-nya udah muncul dari kecil. Ngalah-ngalahin kita!" seru Altop.


Semua tertawa, tak ada di situ yang tak tahu kelakuan Altop dan Ronald yang suka berganti-ganti pacar dan ahli tebar pesona. Namun, sekarang mereka justru mengakui kehebatan Zefano dalam mencuri hati gadis-gadis kecil yang cantik-cantik itu.


Zefran menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jangan sampai berimbas saat dewasa ya," ucap Zefran.


"Zefran kapok disukai banyak cewek sementara anaknya justru senang disukai banyak cewek. Hati-hati ya milih mantu," ucap Valendino yang sejak tadi hanya tersenyum melihat kelucuan itu. Dr. Shinta pun angkat bicara.


"Itu sudah takdirmu punya putra yang mempesona. Jangankan gadis-gadis kecil yang jadi pacarnya. Para dokter muda dan suster muda di rumah sakit semua mengaku menjadi pacar Zeno. Aku sendiri juga mantannya Zeno," ucap Shinta sambil tertawa.


"Mantan itu apa Auntie Shin?" tanya Zefano.


"Mantan itu bekas, jadi Auntie Shin itu bekas pacarnya Zeno," jawab Shinta.


"Nggak! Siapa bilang bekas pacar, Auntie Shin masih pacar Zeno," protes Zefano.


Semua kaget dan langsung tertawa, Valendino protes karena Zefano masih mengakui Dr. Shinta sebagai pacarnya.


"Zeno itu sayang Auntie Shin, makanya jadi pacar Zeno! Semua yang Zeno sayang, semuanya pacar Zeno. Auntie nggak mau Zeno sayang lagi?" tanya anak itu polos.


"Oh ya ampun, anak ini!" ucap Valendino.


"Mauuu, Auntie masih mau di sayang Zeno," ucap Shinta langsung memeluk anak tampan itu.


Zefano menjulurkan lidahnya pada Valendino. Laki-laki tampan suami Dr. Shinta itu langsung merebut Zefano dari dalam pelukan Dr. Shinta lalu melempar Zefano ke udara lalu menangkapnya. Zefano tertawa senang merasakan terbang, hal yang dari dulu sangat sering dilakukan Valendino pada Zefano.


Allena menatap senyum ceria putranya, dengan air mata haru tergenang di pelupuk matanya. Zefran memeluk istrinya dan mengusap punggung wanita cantik itu.


"Aku bahagia Kak, melihat semua ini. Aku yang hanya seorang pelayan Night Club, sendiri tanpa teman apalagi sahabat, bisa mendapatkan semua ini karena masuk dalam kehidupanmu," ucap Allena dengan air matanya yang mengalir pelan.


Belum sempat Zefran menjawab, Frisca sudah berdiri di samping Allena. "Bukan karena Zefran yang masuk dalam kehidupanmu. Tapi karena kamu yang masuk dalam kehidupan kami. Kamu yang mengumpulkan kami semua. Para keturunan dari keluarga kaya yang hanya tahu hidup senang-senang. Berkat kamu, kami menemukan saudara yang sesungguhnya, yang selalu bersama dalam suka dan duka. Berkat kamu, kami semua mengenal dan menemukan cinta sejati. Berkat kamu kami menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Adikku sayang, terima kasih telah hadir dalam hidup kami," ungkap Frisca dengan air mata haru yang mengalir di pipinya.


Allena menghapus air mata itu lalu memeluk Frisca. Melihat itu Dr. Shinta pun tak mau kalah, wanita yang telah hamil tua itu ikut memeluk Allena dan Frisca. Rahma berlari mendekat juga ingin ikut memeluk. Kayla memeluk Allena dari belakang. Perlahan semua wanita mendekat dan saling memeluk.

__ADS_1


"Kita saudara selamanya?" tanya Allena.


"Sisters forever!" seru Frisca.


"Yang belum nikah belum bisa jadi anggota, cuma boleh magang!" ucap Allena sambil melirik Minafa dengan ekor matanya.


"Kak Altop! Ayo kita nikah!!" jerit gadis itu.


Altop menyahut mengiyakan, mereka semua tertawa karena begitu ringannya mereka memutuskan menikah. Tak lama kemudian para wanita pun dirampas oleh suami masing-masing.


"Jangan biarkan para wanita ini berkumpul terlalu lama. Bisa-bisa melupakan para suami nanti, bisa gawat!" ucap Ronald.


"Betul!" ucap Valendino sambil memeluk istrinya.


Zefran pun demikian, meski tak mengucapkan kata-kata tapi hanya tersenyum melihat ekspresi bahagia terpancar di wajah istrinya.


"Aku mencintaimu sayang!" ucap Zefran.


"Aku juga mencintaimu Kak," balas Allena.


Zefran membenamkan bibirnya di bibir Allena. Bibir yang dulu pernah bertemu tanpa sengaja dan ditolaknya. Namun, justru bibir yang akhirnya selalu diinginkannya. Tak peduli dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Zefran memeluk tubuh Allena erat, tubuh yang dulu menimpanya tanpa sengaja, di dorongnya tapi sekarang  justru selalu ingin dipeluknya. Tak ada yang tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang. Sesuatu yang dulu tak disukai, sesuatu yang dulu dibenci bisa jadi adalah sesuatu yang dibutuhkan, di harapkan dan inginkan.


...~  T A M A T  ~...


Dear,


Pembaca dan Penulis Setia Noveltoon


Akhirnya karyaku ini tamat juga ya 🤭, terima kasih atas segala bentuk dukungannya Like, vote, komentar, favorit, hadiah berupa koin atau pun poin dan rate bintang 5 nya. Semua itu sangat berarti bagi kami para penulis yang menjadi penyemangat kami untuk menamatkan karya kami dan memulai karya baru.


Jangan lelah dan jangan bosan memberikan dukungan.


Sedikit pengumuman ya, mampirlah di karya-karyaku yang lain. Untuk karya terbaru berjudul 'Cinta Terhalang Masa Lalu'


Mari juga refreshing ke karya-karya ku yang lain, silahkan mampir dan lihat cover-cover di bawah ini.


Akhir kata, terima kasih Othor sebanyak-banyak pada para reader yang telah setia mengikuti kisah ini dari awal hingga akhir. Follow akun NT Othor agar bisa mengikuti perkembangan karya-karya Othor. Terima kasih. 😁


^^^Salam hormat,^^^


^^^Author^^^


^^^Alitha Fransisca^^^






__ADS_1



__ADS_2