
Setelah makan malam, Ny. Mahlika, Zefran dan Allena duduk berkumpul di ruang tengah. Tak lama kemudian terdengar bunyi bel. Pelayan langsung melihat siapa yang datang. Ternyata Zacko, Cindy dan Zefania datang mengunjungi mereka.
"Terima kasih atas kiriman parcel-nya," ucap Allena setelah mereka mempersilahkan duduk Zacko, Cindy dan Zefania.
"Ya, Zia ingat Zeno dan ingin berkunjung, jadi kami kiriman lebih dulu sinyal kunjungan," ucap Cindy sambil tertawa menjawab ucapan Allena.
"Oh, kalau begitu ayo Tante antarkan Zia ke atas Yuk, main sama Zeno dan adiknya," ajak Allena.
Zefania menoleh pada Zacko dan Cindy, mereka pun mengangguk mengizinkan. Allena pun mengajak gadis kecil itu menemui Zefano. Saat memasuki ruangan itu terlihat Zefano, Santi dan Zifara sedang bermain sambil menikmati makanan dari parcel itu.
Zefano sangat kaget bercampur senang karena tak menyangka sahabatnya datang berkunjung. Anak itu juga langsung mengajak Zefania bermain, Allena tersenyum melihat keakraban kedua anak itu. Allena menoleh pada Santi yang mengawal Zifara bermain.
"Sudah makan malam Santi?" tanya Allena.
"Sudah Nyonya," jawab Santi.
"Oh, kalau belum, biar aku yang temani Zara dulu," ucap Allena.
"Sudah Nyonya tadi di dapur," ucap Santi.
"Baiklah kalau begitu, Zia, Tante tinggal dulu ya sayang," ucap Allena.
"Baik Tante," jawab Zefania.
Allena pun keluar dari ruang bermain anak-anak itu. Melihat kedekatan kedua anak itu mengingatkannya pada obrolan bersama Ny. Mahlika.
Di mana pemilik cincin itu sekarang, apa tidak berminat lagi. Aku tidak menyangka kalau Mommy menyimpan cincin untuk mengikat Kak Zefran dengan wanita lain. Padahal katanya tidak setuju tapi tetap menyimpan cincin itu. Huuh, mungkin seperti yang kurasakan sekarang ini. Meski ingin Zeno bersama Keisya tapi tak bisa menolak kalau Zia datang mendekat. Mudah-mudahan gadis yang ingin dijodohkan dengan Kak Zefran telah menemukan jodohnya sendiri, batin Allena.
Allena menghembuskan napas berat lalu datang menghampiri Zacko, Cindy dan Zefran yang sedang berbincang sambil tertawa.
"Masih tetangga mau datang bermain saja masa harus kirim parcel dukuy?" tanya Allena.
"Tidak apa-apa Nyonya, biar mereka bisa ngemil sambil bermain," jawab Cindy.
"Kenapa harus memanggil Nyonya? Panggil namaku saja," ucap Allena kurang setuju dengan panggilan Cindy untuknya.
"Bagaimana bisa? Nyonya Allena ini istri atasanku. Mana mungkin aku panggil nama saja," jawab Cindy bingung.
__ADS_1
"Oh, sekarang ini kunjungan sesama tetangga atau kunjungan kerja?" tanya Allena.
Cindy bingung menjawab, jika Zacko memang terbiasa memanggil dengan sebutan nama pada Allena tapi tidak bagi Cindy. Zefran adalah atasannya dan Allena adalah istri atasannya.
"Sudahlah panggil nama saja aku bukan atasanmu 'kan? Kalau panggilan untuk Kak Zefran terserah karena dia memang atasanmu," ucap Allena.
Akhirnya Cindy mengangguk tanda setuju. Ny. Mahlika meminta izin untuk beristirahat di kamarnya.
"Terima kasih Nyonya," ucap Cindy pada Ny. Mahlika.
"Sudahlah, masa setiap kali bertemu kamu selalu mengucapkan terima kasih," ucap Mahlika sambil tersenyum.
Cindy selalu berterima kasih pada Ny. Mahlika atas bantuan nyonya itu hingga dia bisa diterima di perusahaan keluarga itu. Ibu itu pun tersenyum pada Zacko untuk pamit ke kamarnya. Zacko membalas dengan anggukan.
"Mereka ingin mengajak kita untuk makan malam berempat, sebagai tanda terima kasih karena kita telah membantu untuk menyatukan mereka kembali," jelas Zefran pada Allena.
"Aku ingin mengundang ke rumah tapi aku takut masakanku tak sesuai seleramu," ucap Cindy dengan malu-malu.
"Ada-ada saja, kami ini tidak memilih makanan," ucap Allena.
Allena menoleh ke arah suaminya, Zefran tersenyum tak keberatan, akhirnya mereka pun menyetujui.
"Kami titip Zia di sini jika boleh," ucap Cindy lagi sambil tertawa kecil.
"Boleh, tentu saja boleh," jawab Allena membalas dengan tersenyum.
"Ya, karena di rumah cuma ada asisten rumah tangga, kasihan dia sendirian. Jika di sini bisa bermain dengan Zeno," ucap Cindy lagi.
Allena mengangguk, mereka pun berbincang-bincang. Kebanyakan Cindy menceritakan tentang kecemburuan Zacko saat masa-masa sekolah dulu. Mereka tertawa bersama saat mendengar kejadian-kejadian lucu itu terjadi.
"Aku kagum dengan cinta kalian, sejak dari SMP bisa bertahan itu … sangat luar biasa," ungkap Allena.
"Ah, aku rasa karena Zacko yang betah denganku. Aku rasa hubungan itu tergantung dari laki-laki nya. Karena yang mudah tergoda itu laki-laki 'kan? Melihat cewek cantik inginkan yang itu, ketemu yang lebih cantik pindah lagi, kenalan dengan yang lebih-lebih cantik lagi, cintanya pun berpindah lagi. Tapi aku rasa jika lelakinya yang setia maka hubungan pun akan langgeng," jelas Cindy.
"Mungkin juga ya, karena kemungkinannya cuma ada dua, kalau bukan laki-laki yang setia, wanitanya yang setia, aku berharap kita semua bisa menjaga kesetiaan. Tidak akan berhasil sebuah rumah tangga jika cuma salah satunya yang setia," tutur Allena.
Mereka pun mengangguk setuju, Zacko dan Cindy sangat bersyukur bisa berkenalan dengan Zefran dan Allena. Mereka merasa jika bukan karena kebaikan hati dan kepedulian keduanya, sampai saat ini mungkin belum akan bersatu.
__ADS_1
"Kita sudah berkenalan bahkan Zefran sempat cemburu padaku, tapi beruntung kamu tidak membenciku Allena, hingga kita masih bisa ngobrol di Mall. Kalau dipikir-pikir jika kalian tidak mau berhubungan denganku lagi, tidak akan ada kejadian foto di Mall itu. Kalian tidak akan menemui Cindy dan menginterogasinya hingga akhirnya kalian justru bisa mempersatukan kami," tutur Zacko sambil tertawa mengingat kejadian itu.
Hal itulah yang membuat mereka sangat ingin datang mengunjungi Zefran dan Allena. Setelah mempersatukan mereka di taman, sepasang suami istri itu pulang. Cindy merasa tidak cukup berterima kasih dengan hanya mengucapkannya saja. Pernikahan mereka yang terpisah selama dua tahun itu telah membuat hidup mereka menderita namun bisa diselesaikan hanya dalam beberapa hari oleh mereka berdua.
"Semua itu berkat suamiku, yang percaya padaku. Jika Kak Zefran emosi saat melihat foto itu mungkin rumah tangga kami sendiri dalam masalah," jelas Allena sambil tertawa.
"Ya benar, jika menanggapi segala sesuatu dengan kepala dingin kita pasti bisa menyelesaikan masalah. Tapi tetap saja karena kepedulian kalianlah yang membuat kalian berpikir untuk menyatukan kami. Jika orang lain, aku rasa tidak akan peduli," jelas Zacko lagi.
Allena menoleh ke arah suaminya dan tersenyum. Zefran merasa tersanjung karena pujian Allena, dia pun tak ingin tinggal diam. Memuji sifat Allena yang memang suka membantu, membuat Allena tersipu mendengar pujian suaminya.
"Jangan terlalu memuji Kak, aku tidak seperti itu. Aku hanya merasa sangat menyayangkan hubungan mereka. Karena aku mengetahui isi hati mereka yang ternyata masih saling mencintai, itu sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja. Mereka hanya memegang pemikiran sendiri, Zacko merasa Cindy tak mencintainya lagi begitu juga dengan Cindy yang merasa Zacko tak mau menerimanya lagi. Itukan bikin kita greget Kak karena kita tahu mereka saling mencintai," jelas Allena dengan ekspresi gemas.
Zefran dan yang lainnya tertawa, apa yang dikatakan Allena benar. Sangat gemas melihat orang yang salah paham padahal saling mencintai. Sementara Zacko dan Cindy tetap merasa Allena punya kepedulian yang sangat tinggi pada orang lain. Asalkan rumah tangganya dengan Zefran baik-baik saja, Allena bisa saja dia tak peduli pada mereka namun wanita itu justru memilih bertemu dengan Cindy dan mengorek isi hati Cindy hingga akhirnya yakin kalau mereka masih bisa disatukan lagi.
Perbincangan itu penuh canda tawa, mengingat hal-hal yang telah berlalu, semua terasa lucu. Keakraban mereka pun berlanjut saat di restoran.
"Lain kali kita reservasi di restoran keluarga agar kita bisa membawa anak-anak kita makan malam bersama-sama," usul Cindy yang dijawab dengan anggukan oleh Allena.
Karena sebagian besar acara makan bersama mereka selalu mengajak Zefano ikut serta. Zefano biasanya akan bertemu dengan Keisya dan makan berdua dengan gadis kecil yang cantik itu.
"Izinkan kami mengundang kalian lagi di lain waktu, terus terang kami merasa bahagia bisa mengenal kalian berdua. Rasa terima kasih kami rasanya tak pernah cukup pada kalian berdua," ucap Cindy sambil menggenggam tangan Allena.
Allena dan Zefran mengangguk sambil tersenyum. Di teras rumah kediaman keluarga Dimitrios, Zacko dan Cindy pamit, setelah menjemput kembali putri mereka dititipkan di rumah keluarga itu.
Allena masuk ke dalam rumah untuk menemui anak-anaknya setelah ditinggal untuk makan malam bersama mereka di restoran. Zefano telah tidur di kamarnya sementara Zifara masih ditidurkan di kamar Santi.
Allena mengintip Santi yang tidur membelakangi. Terlihat seperti sedang menepuk-nepuk Zifara.
"Zifara anak yang manis, cepatlah tidur," terdengar suara Santi menidurkan bayi setahun itu.
Allena tersenyum mendengar ucapan Santi.
"Harusnya kamu lahir dari rahimku Zara. Aku yang seharusnya menikahi Papamu. Oh, andai saja aku lebih cepat kembali dari London," ucap Santi berbicara sendiri.
Mendengar itu senyum di wajah Allena langsung menghilang. Dengan jelas mendengar Santi yang berharap menjadi istri Zefran. Hati Allena langsung bertanya-tanya siapa Santi sebenarnya. Karena mereka baru mengenal gadis itu saat mencari baby sitter untuk mengasuh Zifara.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1