
Zefran memancing Cindy untuk menemuinya di sebuah restoran. Melalui nomor yang mengirimkan foto Allena dan Zacko. Laki-laki itu menghubungi Cindy seolah-olah begitu penasaran dan ingin meminta penjelasan bagaimana foto itu bisa muncul dan apa penyebabnya.
Cindy bersemangat ingin menemui Zefran, wanita itu ingin agar Zefran berhati-hati untuk percaya pada Allena dan kalau bisa meminta agar Zefran menjauhkan istrinya dari Zacko.
Wanita itu pun datang dan menunggu di restoran yang telah ditentukan Zefran. Wanita itu begitu kaget saat yang datang menghampirinya ternyata bukanlah Zefran tapi justru Allena. Khayalan Cindy langsung buyar, tadinya mengira Zefran akan bertanya banyak padanya dan terkejut saat mendengar pernyataan bahwa Allena dan Zacko berencana akan segera menikah.
"Kenapa ... ke sini? Aku janji dengan seseorang," ucap Cindy yang masih mengira Zefran akan datang.
"Suamiku tidak datang, setidaknya saat ini. Dia tidak begitu tertarik dengan kiriman fotomu tapi justru aku yang penasaran, apa tujuanmu mengirimkan foto itu pada suamiku?" tanya Allena.
Cindy terlihat kelimpungan namun akhirnya menguatkan diri untuk menjawab.
"Agar dia tahu, kalau istrinya berselingkuh dengan suamiku," ucap Cindy tanpa berpikir.
"Suami … mu? Zack itu suamimu?" tanya Allena memancing.
"Ya, dia itu suamiku! Apa dia bilang kalau kami telah bercerai? Demi ingin menikah denganmu, dia bilang telah bercerai?" tanya Cindy bertubi-tubi seperti tak bisa menahan emosi.
"Kenapa belum bercerai? Bukankah sudah dua tahun tidak tinggal bersama lagi, dia bahkan terkenal dengan julukan duda keren komplek," jelas Allena.
"Aku … aku tidak pernah minta cerai darinya. Aku hanya pergi karena tidak tahan dengan tuduhannya," ucap Cindy menjelaskan dengan raut wajah murung.
"Ini aneh, bukannya kamu sendiri yang mengakui kalau kamu selingkuh? Dan bukannya laki-laki bernama Feri itu suamimu?" tanya Allena heran.
"Tidak! Dia hanya temanku. Aku tidak pernah mencintainya apalagi menikah dengannya," jelas Cindy.
"Ya ampun jika kenyataannya seperti itu. Kenapa tidak kembali saja sama Zacko? Kamu tega meninggalkan putrimu sekian lama karena sikapmu yang keras kepala itu?" tanya Allena.
"Aku tidak bisa kembali. Aku takut dia tidak mau menerimaku karena mengira telah hidup dengan laki-laki lain, jadi aku tidak berani kembali. Aku bukannya tak peduli dengan putriku, setiap hari aku mengunjunginya di sekolah. Setiap kali jam istirahat kantor aku akan ke sekolahnya untuk bertemu dengannya, sebelum ayahnya menjemput di sekolah," jelas Cindy.
"Jadi kalian bertemu tiap hari dan Zia tidak pernah cerita kalau kalian bertemu? Karena Zacko pasti akan bertanya habis-habisan karena kamu berani-beraninya menemui anakmu yang telah kamu tinggalkan sejak dua tahun yang lalu?" tanya Allena.
"Aku minta Zia merahasiakan pertemuan kami dengan alasan jika ketahuan, kami tak akan diizinkan bertemu lagi. Karena itu Zia patuh dan tak cerita pada Zacko," jelas Cindy.
"Kenapa menyia-nyiakan waktu kalian dengan terpisah seperti ini?" tanya Allena tak habis pikir.
Cindy justru menunduk menangis, hari ini dia ingin membuat Allena terpojok dengan foto dan pernyataan Zacko. Tapi keadaan justru berbalik, Cindy seperti disalahkan karena sikapnya yang pergi meninggalkan anak dan suaminya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu? Kamu telah berselingkuh dari suamimu dan ingin menikah dengan Zacko," ucap Cindy sambil menghapus air matanya.
Allena hanya tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak pernah mengatakan akan menikah dengan Zacko. Apa maksud ucapannya? Silahkan tanyakan sendiri pada Zacko," jelas Allena.
"Bagaimana aku bisa menanyakannya?" tanya Cindy.
Allena menjelaskan rencananya untuk mempertemukan Cindy dan Zacko lagi. Wanita itu telah mendengar isi hati keduanya. Allena merasa terenyuh melihat nasib Zefania yang tak bisa tinggal bersama kedua orang tuanya bersama-sama karena pemikiran sendiri dari Zacko dan Cindy.
Zacko berpikir Cindy telah menikah dengan selingkuhannya padahal Cindy tak menikahinya. Sementara Cindy mengira Zacko tak mau menerima Cindy karena dianggap telah menikah dengan selingkuhannya. Padahal Zacko mau menerimanya kembali meski wanita itu telah pernah bersama laki-laki lain.
Demi cinta Zacko pada Cindy, laki-laki itu bahkan mau menerima Cindy kembali meski telah pernah menikah dengan laki-laki lain, tapi Cindy justru tak tahu itu, batin Allena.
Allena menggeleng-gelengkan kepalanya. Menyayangkan hubungan mereka yang tak bersatu padahal saling cinta.
"Bagaimana hubunganmu dengan suamimu. Aku sudah mengirimkan foto itu padanya. Apa tidak terjadi apa-apa? Suamimu tidak keberatan? Dia tidak marah padamu?" tanya Cindy bertubi-tubi.
"Marah, sangat marah!" sahut Zefran melangkah dari arah belakang Cindy.
"Aku sangat marah, suami mana yang tidak akan marah melihat istrinya berfoto dengan laki-laki lain dengan pernyataan seperti itu. Lalu, setelah berhasil membuatku marah, apa yang kamu inginkan? Kamu punya dendam denganku? Hingga membuatku merasakan marah dan sakit hati seperti itu?" tanya Zefran.
"Tidak! Bukan begitu Tuan … "
"Tuan?" tanya Zefran langsung.
"Maaf Tuan Zefran … aku tadinya ingin memberi pelajaran pada Nyonya Allena. Aku berharap jika Tuan Zefran tahu, Tuan akan menghalangi Nyonya Allena untuk berhubungan dengan suamiku," jelas Cindy.
Tuan Zefran, Nyonya Allena? Batin Zefran dan Allena bertanya-tanya.
"Aku penasaran dari mana kamu dapat nomor ponselku?" tanya Zefran.
"Aku … aku karyawan di kantor Tuan Zefran, tentu saja aku bisa mendapatkan nomor ponsel Tuan Zefran," jelas Cindy.
"APA?" tanya Allena dan Zefran serentak karena kaget.
"Ya Tuan, sebenarnya aku hadir di acara resepsi pernikahan Tuan dan Nyonya. Juga sangat mengagumi rancangan busana Nyonya Allena karena itu aku hafal sekali kalau istri Tuan Zefran adalah Nyonya Allena," jelas Cindy.
__ADS_1
Zefran dan Allena saling berpandangan.
"Sejak kapan bekerja di perusahaanku?"
"Bukannya Zacko menyuruhmu berhenti bekerja?" tanya Allena.
Zefran dan Allena bergantian bertanya karena begitu penasaran.
"Sejak aku dan Zack pisah Tuan, aku memang berhenti bekerja karena keinginan Zack tapi sejak berpisah aku kembali mencari pekerjaan. Aku ingat dulu ibu mertuaku pernah mengenalkanku pada Ny. Mahlika, jadi aku minta rekomendasi dari Ny. Mahlika untuk bisa bekerja di perusahaan Tuan Zefran. Karena Mommy dan Ny. Mahlika adalah teman sekomplek," jelas Cindy.
Allena dan Zefran saling berpandangan, Allena menggelengkan kepalanya.
"Kamu bekerja padaku tapi kamu ingin menghancurkan keluargaku?" tanya Zefran.
"Oh. Tidak! Tidak Tuan … bukan itu tujuanku," ucap Cindy langsung panik.
Mata wanita itu bahkan langsung berkaca-kaca. Tapi dalam hatinya membenarkan ucapan Zefran. Akhirnya wanita itu mengangguk.
"Aku ingin Nyonya Allena merasakan apa yang aku rasakan, kegagalan berumah tangga, juga menderita karena berpisah dengan suami. Aku begitu cemburu dan kesal pada Nyonya Allena. Aku ingin Nyonya Allena menderita seperti aku … Maafkan aku Nyonya, maafkan aku Tuan," ucap Cindy akhirnya dengan air mata yang telah menetes.
Terbayang jika Zefran memecatnya karena marah atas niat busuk nya. Dan memang Zefran telah berencana untuk itu, tapi.
"Baiklah, aku memaafkanmu. Bersyukur karena tidak terjadi apa-apa pada keluargaku. Aku juga menganggap kamu melakukan itu karena terlalu cinta pada suamimu, karena itu aku maafkan," ucap Allena ringan dan berharap dengan diterimanya permintaan maaf itu, suaminya tidak jadi memecat Cindy dari perusahaannya.
"Kamu tidak marah padanya sayang? Dia hampir menghancurkan keluarga kita?" tanya Zefran.
"Hampir 'kan? Tapi tidak jadi. Selain itu, karena perbuatannya aku jadi bisa melihat kedewasaan Kakak dalam menghadapi masalah. Kakak sudah tidak cemburu membabi buta lagi. Aku senang dan bangga dengan perubahan sifat Kakak," jelas Allena sambil menatap suaminya yang duduk di sampingnya.
Zefran tersenyum, begitu senang mendengar pujian dari istrinya. Zefran langsung mengecup pipi wanita cantik itu. Cindy pun ikut tersenyum melihat kemesraan sepasang suami istri di hadapannya itu.
"Jangan senyum-senyum, bersiap-siap saja gajimu dipotong," ungkap Zefran.
"APA?" teriak Cindy kaget.
Zefran dan Allena langsung tertawa melihat ekspresi Cindy yang begitu terperangah bahkan lupa menutup mulutnya yang ternganga.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1