Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin

Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin
BAB 117 ~ Prasangka ~


__ADS_3

Allena langsung menggendong putrinya sepulang dari menjemput Zefano. Sambil menunggu suaminya yang berjanji makan siang di rumah, Allena mengerjakan sketsa rancangan busana.


"Halo sayang," sapa Zefran pada putrinya yang sedang berdiri di depan pintu.


"Sudah datang Kak? Ayo kita makan siang," ajak Allena.


Zefran melepas jas dan langsung memeluk Allena.


"Sayang, nanti malam ada bachelor party di Night Club. Apa aku boleh ikut?" tanya Zefran.


Allena tertunduk, sebenarnya dia lebih suka jika Zefran bermain di rumah bersama anak-anaknya saat weekend. Tapi Allena juga merasa kasihan jika suaminya tak bertemu teman-temannya. Sesekali Zefran tentu ingin berkumpul dengan teman-temannya.


Dan sekarang adalah momen di mana Ronald akan segera melepas masa lajangnya setelah selalu menunda dan tak pernah memiliki hubungan yang serius dengan gadis mana pun. Berkat Allena pula akhirnya Ronald bisa menetapkan hatinya pada Kayla.


"Atau kamu mau ikut? Hanya kita-kita saja, kami tak mengundang yang lain-lain," ajak Zefran yang sudah cukup lama tak aktif berkumpul dengan teman-temannya.


Diajak ke acara seperti itu tentu saja Allena tak berminat. Allena lebih memilih bermain bersama dengan anak-anaknya.


"Kakak saja yang ikut, lagi pula bachelor party itu hanya untuk teman-teman laki-laki dari calon pengantin pria. Kalau para wanita pestanya beda lagi. Kakak saja yang pergi tapi jika minum beralkohol jangan mengemudi ya Kak, biar aku yang jemput," ucap Allena.


Wanita itu akhirnya mengijinkan suaminya ikut pesta lajang temannya yang akan menikah. Namun dengan catatan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan.


"Jangan ada cewek-cewek penghibur ya!" seru Allena.


"Nggak mungkin sayang, sejak dulu setiap kali berkumpul atau berpesta aku tidak pernah didampingi cewek mana pun. Kamu tahu itu, semua teman-temanku juga tahu sifatku yang selalu setia pada istriku," jelas Zefran.


"Setia sih setia. Tapi akhirnya punya istri dua, huh," ucap Allena sambil memalingkan wajahnya berpura-pura merajuk.


"Hey, itu karena kamu yang menjadi istri keduanya hingga aku tak sanggup melawan godaanmu …"


"Kapan aku menggoda?" tanya Allena.


"Kamu diam saja seperti patung, mengenakan lingerie itu sudah sangat menggoda bagiku," ucap Zefran sambil tersenyum.


Allena tersenyum, masih memalingkan wajahnya. Zefran meraih dagu wanita yang dicintainya itu dan membuat wanita itu menoleh ke arahnya.


"Ada Valen yang akan menjagaku sayang, kamu percaya padanya 'kan?" tanya Zefran sambil mengecup bibir istrinya.


"Aku percaya Kakak," ucap Allena akhirnya sambil tersenyum.


"Baiklah, terima kasih sayang. Aku tidak akan pulang terlalu larut malam," ucap Zefran.


Allena mengajak suaminya makan siang bersama Ny. Mahlika dan Zefano. Zefran tidak kembali ke kantornya, laki-laki itu memilih bersantai dengan istrinya di kamar.


"Setelah Ronald, Altop lalu giliran kita ya sayang," ucap Zefran.


"Apa? Giliran kita apa Kak?" tanya Allena yang rebahan sambil dipeluk Zefran dari belakang.


"Resepsi pernikahan kita," jawab Zefran.


"Oh itu, Kakak masih tetap ingin melanjutkan rencana resepsi itu?" tanya Allena.

__ADS_1


"Tentu dong sayang, resepsi sekaligus bulan madu kita," ucap Zefran.


"Untuk apa lagi bulan madu. Bulannya sudah tak bermadu," ucap Allena lalu tertawa.


"Haruslah, mestinya waktu itu kita berbulan madu tapi aku mengacaukannya dengan berencana bersama Frisca. Itu bulan madu terburuk yang pernah ada," ucap Zefran lalu tertawa.


"Kita memang tak berniat berbulan madu waktu itu," ungkap Allena.


"Ya, bodohnya aku waktu itu," ucap laki-laki itu.


Allena tersenyum, Zefran diam, beberapa saat kemudian laki-laki itu pun tertidur. Allena membiarkan suaminya tidur siang agar malamnya lebih tahan mengantuk. Dan malamnya Zefran bersiap-siap untuk menghadiri pesta lajang sahabatnya.


Allena mengantar hingga ke teras. Baru kali ini Allena melepas suaminya dengan sengaja ke Night Club. Jika biasanya Zefran langsung mendatangi lantai atas gedungnya itu sehabis jam kerja. Namun setelah menikah dengan Allena, laki-laki itu pun jarang mendatangi Night Club itu lagi.


Dan kini Zefran justru dengan sengaja berangkat ke sana dari rumah. Zefran melambaikan tangan saat hendak berangkat. Allena pun membalas lambaian tangan itu meski rasanya berat. Saat hari telah begitu malam wanita itu tetap tak dapat memejamkan mata.


Sesekali melirik ke jam dinding, lalu berdiri di atas balkon kamarnya.


Apa belum selesai acaranya? Sampai jam berapa mereka akan merayakannya? Apa aku harus menelponnya? Aah aku takut Kakak marah jika mengganggu acaranya. Tapi rasanya tidak tenang, apa aku harus menjemputnya tapi jika ternyata dia telah di jalan justru malah tidak bertemu, batin Allena bimbang.


Terus menunggu suaminya di balkon kamarnya itu hingga tertidur.


"Bangun sayang," ucap Zefran.


"Kakak sudah pulang?" tanya Allena.


"Ya aku pulang, sekarang kamu pindah ke kamar lain. Aku ingin tidur di sini bersama pacarku."


Allena terjaga dari tidurnya.


Ternyata mimpi, begitu takutnya aku hingga masuk ke dalam mimpi, batin Allena.


Wanita itu, berjalan ke kamar dan melirik ke jam dinding lalu menatap ranjang itu.


"Tidur di sini bersama pacarmu? Enak saja," ucap Allena berbicara pada dirinya sendiri.


Tangan bergerak seperti hendak mencekik.


"Awas saja kalau macam-macam, aku cekik kalian," ucap Allena lagi.


Tiba-tiba terdengar suara mobil Zefran datang. Allena langsung berlari mengejar ke lantai bawah. Namun suaminya tak terlihat hanya seseorang yang turun dari mobil itu.


"Maaf Nyonya, saya ingin mengantar tuan Zefran yang mabuk," ucap sopir itu.


Allena langsung sedih, wanita itu pun meminta tolong pada laki-laki itu untuk mengantarkan suaminya ke kamar. Allena meminta Zefran diantarkan ke kamar tamu yang berada di lantai bawah saja. Setelah memberi ongkos taksi dan tips pada sopir itu Allena segera masuk ke kamar dan membersihkan tubuh suaminya yang masih belum sadar dari mabuknya.


Saat melepas kemeja suaminya Allena terkejut saat menatap noda lipstik di kerah kemeja laki-laki itu.


Kakak bilang tidak akan di dampingi cewek mana pun tapi kenapa bisa ada noda lipstik ini di kerah baju Kakak, batin Allena.


Wanita itu tak percaya Zefran akan mengkhianatinya namun melihat kenyataan itu hatinya terasa pedih. Allena berlari ke kamarnya di lantai atas dan tidur di situ sambil menangis dan membiarkan suaminya tidur di kamar di lantai bawah itu sendirian. Allena kesal mendapati suaminya berpesta bersama wanita lain.

__ADS_1


Sementara itu Zefran terbangun saat menjelang subuh. Menyadari telah berada di kamar tamu seorang diri, laki-laki itu mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Kenapa aku tidur di sini sendiri? Kenapa Allena tidak menemaniku?" tanya Zefran bertanya pada dirinya sendiri.


Zefran berjalan sendiri ke lantai atas sambil terus menguap dan berjalan dengan sedikit sempoyongan. Laki-laki itu masuk ke kamar istrinya dan langsung tidur di samping wanita itu sambil memeluk Allena dari belakang.


Tapi Allena segera menepis tangan Zefran hingga laki-laki itu merasa heran.


"Allena kenapa?" tanya Zefran kembali mengulang memeluk istrinya itu.


Allena justru berdiri dan tidur di sofa.


"Allena kamu kenapa? Apa aku bau?" tanya Zefran sambil mencium tubuhnya yang tak mengenakan pakaian itu.


Zefran tak mencium bau apa pun, karena istrinya yang telah membersihkan tubuhnya.


"Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu malah tidur di situ?" tanya Zefran mengulang pertanyaannya.


"Jangan bicara denganku! Aku benci Kakak, teganya Kakak menggandeng cewek lain di pesta itu. Aku sudah percaya Kakak tidak akan melakukannya tapi buktinya sekarang Kakak sudah mengkhianati ucapan Kakak sendiri," ucap Allena dengan air mata yang mengalir.


"Sayang aku tidak menggandeng cewek mana pun, sungguh. Kamu bisa bertanya pada Valen, Altop atau pun Ronald. Kami tidak menggandeng cewek mana pun sayang. Kami sudah memiliki pasangan yang kami cintai untuk apa cewek-cewek itu. Kami hanya berbincang sambil minum, itu saja," jelas Zefran.


Allena mengambil kemeja Zefran yang bernoda lipstik. Zefran langsung mengingat-ingat apa yang terjadi. Tapi laki-laki itu sangat yakin kalau dia sama sekali tidak menempel dengan satu wanita pun.


Kenapa ada noda lipstik ini, dari mana datangnya? Batin Zefran bertanya-tanya.


"Sungguh Allena kami tidak bersama perempuan, tak ada satu perempuan pun di meja kami, aku yakin, aku sungguh-sungguh!" seru Zefran yang melihat Allena hendak berjalan ke walk in closet.


Laki-laki itu langsung menyambar tangan istrinya, yang menangis. Allena terlanjur sedih dengan mimpinya dan sekarang mendapati kenyataan suaminya telah berciuman dengan wanita lain.


Zefran langsung meraih ponselnya dan bertanya pada Valendino. Zefran meminta penjelasan tentang apa yang terjadi. Laki-laki itu bertanya sambil tetap menggenggam tangan Allena. Meski wanita itu berusaha melepaskan tangannya namun Zefran tetap menggenggam tangan istrinya.


Mau tidak mau Allena akhirnya mendengar percakapan Zefran dengan Valendino yang sengaja dikeluarkan melalui pengeras suara oleh Zefran.


"Oh itu, aku rasa saat membawamu ke parkiran, sopir Night Club itu meminta tolong seorang pelayan membantunya memegangimu waktu memasukkanmu ke mobil. Aku rasa saat itulah tanpa sengaja lipstiknya menempel di kemejamu," jelas Valendino.


"Allena menuduhku menggandeng cewek lain di pesta itu," ucap Zefran.


Terdengar Valendino yang tertawa mendengar ucapan Zefran.


"Apa Allena mendengar obrolan kita?" tanya Valendino.


"Ya, aku pakai pengeras suara," jawab Zefran.


"Allena, jangan khawatir, kalau suami kamu itu macam-macam aku yang akan menjitak kepalanya. Percayalah tidak terjadi apa-apa, kami bersama sejak awal acara hingga Zefran pulang, tak ada satu cewek pun bersama kami," ucap Valendino.


Laki-laki itu menyakinkan Allena dengan sungguh-sungguh hingga wanita itu menyatakan percaya barulah Valendino menutup teleponnya. Zefran mengangkat bahunya meminta pendapat Allena. Wanita itu langsung menghapus air matanya.


Melihat itu Zefran langsung mendekatinya, membantu menghapus air matanya dan memeluk wanita yang dicintainya itu. Kali ini Allena tak lagi mengelak namun balas memeluk laki-laki yang dicintainya itu.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2