Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin

Berbagi Cinta - Suami Yang Dingin
BAB 118 ~ Ronald & Kayla's Wedding ~


__ADS_3

Zefran dan keluarganya datang menghadiri pesta pernikahan Ronald dan Kayla. Semua teman-temannya berkumpul tak terkecuali Frisca dan Rivaldo yang juga menghadiri acara itu bersama putri mereka, Keisya.


Zefano kembali asyik berbincang bersama Keisya. Dr. Shinta hanya bisa menatap Zefano, dokter cantik itu tak ingin mengganggu keasyikan anak itu meski dia sangat ingin bermain dengan Zefano.


"Kalau gitu Auntie Shin sama adek Zara aja deh," ucapnya sambil menggendong Zara di pangkuannya.


"Hati-hati Auntie, nanti brojol," ucap Allena yang langsung membuat dokter itu mengelak dengan malu-malu.


"Apa maksudnya itu?" tanya Zefran.


"Ya Kak, Auntie Shin ini sudah berisi tapi tak mau berbagi kebahagiaan dengan kita," ucap Allena yakin.


"Ah, bukan begitu, soalnya masih baru. Masih enam minggu," kata Shinta akhirnya mengakui kehamilannya.


"Oh ternyata benar, bagaimana kamu bisa tahu itu Allena?" tanya Frisca kagum.


"Ya Kak, aku cuma tebak-tebak. Tapi melihat perubahan bentuk tubuh Kak Shinta, aku jadi mengira kalau Kak Shinta telah hamil," jelas Allena.


"Wah kamu ini Shinta, tidak bilang-bilang padahal kami juga mendoakanmu agar kamu segera mendapatkan momongan," ucap Frisca.


Dr. Shinta tersenyum sambil mengangguk  Sahabat Frisca itu tak ingin membuat Frisca menjadi bersedih dengan berita kehamilannya karena Frisca yang sudah tak bisa lagi memiliki keturunan.


Meski sebenarnya mereka tak perlu mengkhawatirkan itu lagi karena Frisca telah mengikhlaskannya dan bahagia membesarkan Keisya. Mereka berbicara seru menceritakan cerita mereka masing-masing setelah mereka mulai jarang berkumpul.


Setelah pesta pernikahan itu selesai Ronald dan Kayla ikut bergabung dengan mereka.


"Jadi siapa yang sudah mencium Zefran saat pesta bujang kemarin?" tanya Ronald menggoda Allena.


"Ah, Kak Ronald ini tahu dari mana pula?" tanya Allena.


Ronald dan Valendino tertawa.


"Valen cerita kalau kamu menuduh suamimu menggandeng cewek lain. Valen berusaha menjelaskan padamu tapi dia minta dukungan padaku jika kamu tak percaya padanya," jelas Ronald.


"Ya, sebenarnya aku tidak percaya pada Kak Valen, juga Kak Ronald dan Kak Altop karena kalian semua pasti saling melindungi. Jika ada yang melenceng yang lain pasti bantu menutupi, bantu merahasiakannya," ucap Allena.


Ronald, Valendino dan Altop tertawa, melihat Zefran yang terperangah mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


"Sayang, jadi kamu masih belum percaya? Tidak terjadi apa-apa. Mereka tidak berusaha merahasiakan apa-apa," ucap Zefran.


Karena istrinya menyatakan tak percaya pada ucapan teman-temannya membuat Zefran merasa Allena masih mencurigainya. Melihat suaminya yang gusar, Allena pun ikut tertawa.


"Aku bilang tidak percaya pada Kak Ronald, Kak Altop dan Kak Valen. Tapi aku percaya pada Kak Zefran," ucap Allena sambil tertawa.


Zefran menghembuskan napas lega. Semua tertawa melihat tingkah suami istri itu. Pada kesempatan itu Kayla juga mengucapkan terima kasih pada Allena atas hadiah berupa seragam pengantin untuk mereka. Allena mengangguk.


"Itu hanya hadiah kecil gratis dariku, aku tidak membelikan kado apa-apa buat kalian," ucap Allena.


"Ya itu hadiah kecil dan gratis bagi Allena tapi bagi kita sudah berhemat setengah milyar untuk gaun pengantin rancangan designer terkenal seperti dia," ucap Frisca.


Semua mengangguk sambil tertawa membenarkan. Zefran merangkul istrinya dengan tatapan penuh kekaguman.


"Oh ya aku juga mengumumkan sesuatu mumpung kita semua berkumpul di sini," ucap Rivaldo.


"Oh ya apa itu?" tanya Altop penasaran.


"Pada saat kemoterapi pertama Frisca aku sudah mengumumkan kalau kami membuka cafe dan restoran dan berjanji akan mengundang kalian menikmati nasi goreng buatanku. Setelah melewati masa-masa dengan kegiatan yang cukup padat akhirnya, dua minggu lagi kami akan mengadakan grand opening cafe dan restoran sederhana kami ini. Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, kami mengundang saudara-saudaraku di acara soft opening yang hanya dihadiri oleh para sahabat-sahabat dan orang-orang yang kurang mampu sebagai rasa syukur kami atas pengobatan Frisca yang sembilan puluh persen telah di jalaninya dengan sangat baik dan dengan hasil yang juga sangat bagus. Aku ingin berterima kasih pada kalian semua atas doa dan dukungan kalian pada istriku, Frisca," ucap Rivaldo sambil berdiri menyampaikan pengumuman.


Semua bertepuk tangan dan berjanji akan hadir.


"Tentu, kami menyediakan beragam menu tapi untuk saudara-saudaraku semua, aku akan menyajikan nasi goreng spesial masakanku sendiri," ucap Rivaldo sambil tersenyum.


Kembali semua bertepuk tangan, acara pesta pernikahan itu berakhir dengan kumpul bersama para sahabat itu. Berbagi cerita bersama, cerita sedih ataupun kisah bahagia. Dr. Shinta akhirnya mengumumkan kehamilannya. Cerita Frisca yang menjelang kesembuhan totalnya. Ronald yang ingin berbulan madu ke Yunani, hingga Altop yang harus berpisah sementara dengan Minafa yang menjalani Praktek Kerja Lapangan demi menyelesaikan skripsinya.


"Itu resikonya mencari pacar terlalu muda, semua sudah bebas dari status mahasiswa, pacarmu malah keluar masuk kampus," ucap Ronald sambil tertawa.


"Kalau umurnya dia tidak muda lagi, cuma kuliahnya yang tidak selesai-selesai karena sibuk berpesta terpengaruh olehku," sanggah Altop.


"Sibuk berpesta? Setahuku namanya asyik berpesta bukan sibuk berpesta," ucap Allena sambil tertawa.


"Ya benar, asyik berpesta sama sepertiku hingga dia tak peduli dengan kuliahnya. Sekarang dia ingin segera menyelesaikan kuliahnya yang menggantung sekian lama. Kamu tahu apa yang menjadi sebabnya? Semua gara-gara kami melihat rancangan undangan pernikahan, rata-rata orang mencantumkan gelar di undangan itu. Hasilnya dia batal memilih undangan dan langsung masuk kuliah lagi," tutur Altop sambil menggelengkan kepalanya.


Semua tertawa, mendengar kisah sedih Altop yang terpaksa menunda rencana pernikahan mereka. Yang terasa lucu karena alasan mereka menunda hanya karena gelar yang harus tercantum dalam undangan.


"Kalau begitu syukurlah kalian berencana menikah hingga akhirnya mulai memperhatikan undangan. Jika tidak melihat undangan itu, entah apa yang bisa menggerakkan hati Minafa untuk menyelesaikan kuliahnya. Selamanya kalian menjadi raja dan ratu pesta," ucap Zefran.

__ADS_1


"Ya, raja dan ratu yang tidak kunjung menikah," sahut Ronald.


Altop dan yang yang lain tertawa sambil mengangguk-angguk.


"Duh Allena, lihatlah cantiknya putrimu, pokoknya aku tak peduli. Jika anakku laki-laki aku ingin Zara jadi menantuku, tak apa-apa umurnya lebih tua. Yang penting bisa dapat Zara!" seru Shinta tak sabar ingin menguasai Zifara.


Semua kembali tertawa, Dr. Shinta yang sejak tadi hanya sibuk bermain dan menggoda Zifara tak peduli dengan cerita Altop. Asyik mendengar tawa lucu bayi kecil yang cantik itu.


"Ya ampun, ternyata masih ada acara perjodohan," ucap Zefran sambil menepuk keningnya. Semua kembali tertawa.


"Tenang Zefran, ini bukan perjodohan cuma mau booking anakmu untuk anakku," sanggah Shinta.


"Itu sama saja!" balas Zefran lagi.


Dan semua kembali tertawa, pesta pernikahan itu menjadi pesta yang sangat berkesan bagi Ronald dan Kayla karena semakin mempererat rasa kebersamaan mereka, acara kumpul para sahabat itu selalu diselingi canda dan tawa. Saling meledek tapi setelah itu saling mendukung. 


Begitu bahagianya berkumpul, hingga mereka lupa waktu. Setelah melihat Zefano dan Keisya tertidur di sofa tamu undangan barulah mereka sadar hari telah larut malam.


"Si cantik ini masih belum mau tidur? Kakak-kakaknya sudah pada molor," ucap Shinta sambil terus mengajak Zifara tertawa.


"Kalau suasana rame seperti ini mana bisa tidur dia Kak, kami pamit pulang dulu ya," ucap Allena sambil meraih putrinya dari gendongan Dr. Shinta.


Zefran menggendong Zefano dan Allena menggendong Zifara. Bergantian mereka pamit pada pasangan pengantin yang berbahagia itu lalu berjalan bersama menuju area parkir mobil.


"Lihatlah Zefran dan Allena, mereka pasangan serasi yang bikin iri ya Val," ucap Shinta sambil mengapit lengan suaminya.


"Iri? Nggak lah, aku justru takut jika melihat perjuangan cinta mereka. Aku tidak sanggup mendapatkan ujian hidup seperti itu," jawab Valendino.


"Tapi ujian itu membuat cinta mereka jadi semakin kuat," ucap Shinta.


"Cintaku juga kuat meski tanpa ujian seperti itu," balas Valendino.


"Benarkah?" tanya Shinta sambil menguatkan tangannya mengapit lengan suaminya.


"Kalau tidak kuat aku tidak akan bisa membuatmu hamil," ucap Valendino sambil tersenyum.


Dr. Shinta mencubit pinggang suaminya dengan wajah bersemu merah. Valendino meringis pura-pura kesakitan. Mereka tertawa bersama kemudian melambaikan tangan pada Zefran dan Allena yang melaju pelan melewati mereka.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2