Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 123


__ADS_3

"Kenapa kalian begitu mencintai desa ini? Apa susahnya pergi dan mencari tempat tinggal yang baru?" ujar pemimpin tersebut berdiri membasahi tubuh Ilham dengan air urinenya.


"Hahahahaha." Gelak tawa para anggota lainnya melihat tindakan keji pemimpin.


"Kalian hanya melakukan hal bodoh yang tak berguna. Cuih," lanjut pemimpin meludahi wajah Ilham.


"Sedikitpun tidak akan ada yang bakal kau dapatkan dari desa ini!" kecam Ilham menatap penuh amarah.


BRUGG!!!!! (Sepakkan kaki pemimpin kearah pipi kanan Ilham membuat seluruh tubuhnya terhempas).


"Bawa mereka kedalam ruang sekap belakang, Aku sudah muak melihat wajah mereka!" jelas pemimpin menyuruh anggota tersebut.


"Siap, Bos."


"Kalian tunggu saja hari kematian besok," lanjutnya kembali mengancam.


"Jadi mereka yang telah menggangu ketentraman tempat kecilku?" batin Putra masih melihat dari sisi lubang.


Salah satu anggota dengan nafas terengah-engah menghampiri pemimpin tersebut, "Bos, gawat."


"Ada apa?"


"Alex terbunuh, jasadnya ada di belakang."


"APA!"


"Sial, ketahuan," batin Putra merangkak mundur dengan cepat menuruni bangunan tersebut.


"Cepat cari dan tangkap pelakunya!"


"Siap, Bos."


"Ah, berhasil juga," lanjut Putra segera berlari menjauhi bangunan tersebut menghampiri Eka dan lainnya yang telah menunggunya di tempat semula.


"Wakil kapten," sambut Ricko dan Jhon.


"Kenapa nafasmu terlihat berantakan?" sahut Lucy.


"Ha..... Hampir saja," balas Putra langsung membaringkan badan.


"Apa yang terjadi?" ucap Eka mendekati.


"Ternyata ini semua ulah sekelompok bajingan yang coba merebut paksa desa," cetus Putra menghela nafas panjang.


"Bajingan!" kecam Eka mengepal tangan.


"Aku tadi berhasil menguping sedikit pembicaraan mereka. Eksekusi akan mereka adakan besok pagi sebagai contoh untuk para warga sekaligus tontonan. Sandera yang akan mereka eksekusi besok ialah Indra, Ilham dan petinggi desa," jelas Putra mengatur nafas.


"Indra? Ilham?" sahut Eka panik.


"Aku melihatnya dengan jelas setelah berhasil membunuh satu penjaga dari mereka. Penjaga lainnya menemukan jasad rekannya dan itu membuatku berlari cukup kencang sampai seperti ini," singkat Putra kembali dengan nafas masih berantakan.


"Jhon, Ricko ikuti aku. Sementara kamu jaga Putra," ujar Eka melirik Lucy.


"Tunggu, jangan," seru Putra menghentikan langkah Eka.


"Kenapa? Apalagi yang kita tunggu? Indra dan Ilham harus segera kita selamatkan," jawab Eka.


"Dengan kondisi yang tidak memungkinkan seperti ini, mustahil kita bisa memenangkan pertempuran," singkat Putra perlahan duduk.

__ADS_1


"Tapi kalau bukan malam ini dan menunggu besok, semuanya akan terlambat," pekik Eka mengusap wajah cemas.


"Masih ada waktu untuk besok, lebih baik sekarang kita kembali dan menyiapkan sebuah rencana matang. Hidup maupun matiku akan aku pertaruhkan untuk esok hari," jelas Putra bangkit berdiri.


"Mungkin Putra ada benarnya," sahut Lucy berjalan santai berdiri di samping Putra.


"Dengan kondisi stamina yang cukup baik, kita pasti bisa mengatasi para bajingan tersebut," lanjut Putra menepuk bahu Eka yang berdiri dihadapannya.


"Baiklah kalau seperti itu, besok akan kita lakukan perlawanan," ucap Eka berbalik arah menuju mobil.


(Flash back Off)


"Begitulah asal mula kami bisa mengetahui apa yang telah terjadi," pungkas Putra.


"Jika kalian tidak datang, Aku gak tau dan gak pernah terfikir seperti apa kelanjutan yang akan terjadi," jawab Ray.


"Oh iya, bagaimana keadaan Indra dan Ilham?" tanya Putra khawatir.


"Setelah melewati masa krisisnya, keadaan mereka sekarang mulai membaik."


"Kenapa Budi tidak ikut bersamamu kesini, Ray?" sambung Eka.


"Tadinya dia mau ikut, berhubung yang menjaga Indra hanya Hana dan Istrinya, Aku menyuruhnya menemani mereka di sana."


"Padahal kami ingin segera mengajaknya bergabung," seru Eka kembali.


"Jadi selama ini kalian belum pernah mengajaknya bergabung?"


"Sudah cukup lama kami tidak bertemu dengannya," sahut Putra.


"Dengan kemampuannya memacu mobil, justru sangat membantu organisasi ini," sambung Eka.


"Sejak kapan Budi bisa memacu mobil?"


"Lucy adalah bagian dari masa lalu itu," sambut Putra menoleh ke arah Lucy.


"Lucy?" pekik Ray ikut menoleh kearah Lucy.


"Wanita yang pernah membuatnya terluka," gumam Ricko dan Jhon.


KLONTANG!!!! (Wajan terjatuh dari ruangan dapur)


"Ah maaf jatuh, habis tangan ini gatal ingin memukul kepala seseorang. He..he..he..he," balas Lucy menyengirkan senyuman.


"Hem, sepertinya dia mulai salah tingkah," pekik Ricko memejamkan mata menopang dagu.


"Haah! Lelaki yang pernah tersakiti akan tau untuk siapa cintanya kan berlabuh," sambung Jhon.


"Teruntuk wanita yang selalu menyakiti lelaki, sungguh ironis bila tak memiliki lubang di hati," balas Ricko menggeleng kepala.


"Ya...ya...ya. Biar bagaimanapun, Lucy adalah wanita yang terlihat indah secara fiksi, namun sangat berbahaya jika bertatap muka di dunia nyata. Tuhan, jika masih mencintainya, berikanlah hati suci padanya agar bisa menjadi wanita sejati," pekik Jhon memohon doa.


Jhon dan Ricko yang duduk membelakangi area dapur, membuat persepsi pandangannya tersendiri kepada Lucy. Terus berbalas kata mencibir Lucy, mencoba membuat amarah Lucy muncul meski Lucy selalu menekan amarah dirinya.


PLETAK!!!!


PLETAK!!!!


"AMPUN!!!!!!"

__ADS_1


"HA..HA..HA..HA..HA..HA."


Tawa yang bersahut-sahutan tersebut mengakhiri sebuah malam dengan wajah penuh lelah tertidur dengan lelapnya.


Keesokan paginya, disisi lain kantor pusat keamanan provinsi.


Pukul 08:16, lokasi lapangan tembak.


DOR!!


DUAR!!


DOR!!


"Pagi komandan," sapa seorang anggota menghampiri Saddam.


Melirik sinis kemudian melanjutkan kembali latihan menembak.


"Komandan, ada hal yang ingin saya..."


"Risa, berapa kali harus aku katakan? Jangan menggangu ketika aku lagi sibuk!" pekik Saddam kembali membidik.


DOR!!


DUAR!!


DOR!!


"Ini panggilan penting dari pusat ingin berkata langsung dengan komandan."


"Katakan pada mereka jika aku sangat sibuk."


"Tapi komandan, ini menyangkut kasus baku tembak yang terjadi di sebuah desa kemarin."


"Cukup kamu jawab dan katakan jika aku sibuk!"


"Profesional dalam bekerja. Bukankah itu yang selalu komandan ingatkan padaku?"


Saddam berbalik arah mendekati Risa langsung mengambil telepon darinya kemudian terduduk menopang sebelah kaki.


"Halo." Menjawab panggilan tersebut.


"Halo Iptu Sadam Husen, maaf jika menggangu kesibukanmu pagi ini."


"Jangan bertele, katakan apa yang ingin di ucapkan," Saddam yang mengetahui maksud panggilan tersebut mencoba tenang menghadapinya.


"Jangan terlalu bersemangat begitu, Aku cuma ingin sampaikan kata selamat atas keberhasilan kalian yang telah melumpuhkan sekelompok para kriminal kemarin," balasnya sedikit tertawa kecil.


***


Sampai disini dulu kak, makasih untuk yang sudah hadir kembali. jangan lupa awali pagi dengan kopi dan bangun pagilah dengan sebuah rencana di kepala. Satu lagi, jangan cintai seseorang yang tidak mencintaimu, mending cintai ususmu minum bakul tiap hari....lanjut setelah isi bbm yak...



🕵️ : Mbak, kamu mau gak jadi pacarku?


👩 : Tapi aku kan gendut mas.


🕵️ : Gak apa-apa, kan aku juga miskin.

__ADS_1


👩 :...????


(Diet alami dengan cara tidak makan)


__ADS_2