Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 34


__ADS_3

Minggu siang, 2 hari setelah acara pertunangan Alisa dan Aldo berjalan lancar.


Aldo berjalan santai bersama Alisa memanjakan diri menuju sebuah mall, Yuli yang tak bisa meredam emosinya mencari informasi serta jejak langkah kemanapun Alisa berada.


"Mas gaun yang ini bagus gak?" ujar Alisa menunjukan Aldo sebuah gaun pernikahan.


"Kamu itu pakai apa aja juga pasti cantik kok sayang."


"Kamu mah gitu mas, serius aku tuh," gerutu Alisa memanyunkan bibir berpaling muka.


"Beneran, suer deh," balas Aldo memegang kedua pundak Alisa.


"Tapi mas, aku ingin kamu yang memilihkan gaun untukku," lirih Alisa kembali menatap Aldo.


"Iya, iya, jangan ngambek begitu dong, sebentar ya aku pilihkan."


Lagi asik memilih gaun pernikahan mereka berdua, ternyata Yuli telah membuntuti mereka dari kejauhan.


Entah apa yang bakal Yuli lakukan, faktanya dia berhasil menemukan Alisa dan Aldo ketika dirinya berbelanja di mall yang sama.


"Nah yang ini lebih cocok buat kamu sayang, sesuai dengan putih lembut kulit halusmu," ujar Aldo menunjukan gaun ke Alisa.


"Kamu yakin yang ini mas?"


"Iya, kamu suka gak sayang?"


"Em, yang penting itu kamu bahagia dan senang sama aku mas."


Setelah selesai memilih gaun tersebut, bergegas menuju meja kasir membayar gaun yang nantinya Alisa kenakan di pesta pernikahan mereka yang di adakan 2 minggu lagi.


Berjalan bergandeng tangan begitu mesranya keluar dari sebuah mall, "Sayang kamu jalan duluan ya ke mobil, ada yang perlu aku beli, lupa tadi."


"Em yaudah deh, kamu ini lupa melulu mas, buruan gih. Oh iya mas, aku mau beli cemilan di seberang jalan sana ya."


"Yaudah, hati-hati kamu sayang."


"Siap bos."


Di waktu yang sama, Ray juga sedang mencari sesuatu di sekitar area mall tersebut.


"Sepertinya ini lokasi yang di tunjukan dari kantor," ujarnya menatap gedung besar memangku kedua tangan.


Ray mengambil ponsel di saku celana berniat memberi kabar atasan, "Malah pulsanya abis lagi."


Ia kembali berjalan berniat mengisi pulsa di warung sebelah, seketika menghentikan langkah saat pandangannya menoleh ke sisi kiri seberang jalan.

__ADS_1


"Alisa? Sedang apa dia di sana sendirian."


Alisa tak mengetahui keberadaan Ray, sebab dia hanya fokus melihat ke satu sisi arah depan berjalan santai.


Ray berjalan perlahan mendekati Alisa dan saat ia berhasil memperpendek jarak, sebuah mobil melaju dari sisi kanan Alisa. Melihat mobil yang melaju kencang tak terkendali, dengan sigap Ray berlari menghampiri.


Didalam mobil tersebut yang melaju kencang,..


"Liat apa yang bakal aku lakuin ke kamu Lisa, biar kamu mampus sekalian!" ujar Yuli melaju kencang mengendarai mobil menuju ke arah Lisa.


"Lisa awas!"


"Aahhhhhhhhhhh......." (Teriak Lisa menutup mata).


Ciiiiitttttttttttt.......Bruuukkk!!!


"Ada korban tabrak lari tolong, tolong." Teriak suara Ibu-ibu penjual minuman jus pinggir jalan raya.


Keadaan Alisa baik-baik saja ketika Ray mendorongnya. Namun Ray lah yang menjadi korban tunggal saat itu.


Alisa yang melihat kejadian itu tepat di depan matanya, dalam sekejap suasana yang terjadi perlahan membuat ingatan samar-samar Alisa sedikit kembali.


Tak kuat menahat sakit di kepala membuat Alisa terjatuh pingsan karena ingatan yang hilang mencoba kembali merasuki seluruh pikirannya.


Warga yang berada di kejadian itu dengan sigap membawa Ray juga Alisa menuju rumah sakit terdekat.


Aldo yang baru mengetahui kejadian tersebut, juga ikut mengantar sembari memberi kabar Mia, Erlin, Fendi dan Fii.


Disisi lain Yuli Ketika melarikan diri cukup jauh, ia berhenti di pinggiran bahu jalan sejenak menangis.


"Kenapa, kenapa harus kamu mas, kenapa."


"Aku ingin mencelakai Alisa, tapi kenapa kamu sampai berbuat seperti itu. Demi menyelamatkan Alisa, kamu tak menghiraukan nyawamu sendiri, kenapa."


Menyesali perbuatannya, Yuli menunduk memantukkan kepala ke setir mobil berulang-ulang.


Sementara dirumah sakit cinta damai.


"Mas Ray, Mas."


Alisa teringat seperti baru mengalami kecelakaan ketika Ray menjemputnya dari bandara yang ingin mengantarkannya ke rumah Mia.


"Lisa, Lis, sayang bangun, ini aku, Aldo."


Perlahan Alisa membuka mata dengan seluruh ingatannya yang telah kembali. Namun ia hanya mengingat sampai di saat mengalami kecelakaan bersama Ray.

__ADS_1


"Aldo, kenapa kamu di sini, di mana mas Ray?"


Mia dan Erlin yang juga berada di ruangan itu langsung memeluk Alisa.


"Syukurlah kamu kembali, Alisa."


"Mas Ray, dia dimana? Mas Ray gak apa-apa kan Mia, Erlin?"


Menyadari ingatan Alisa yang telah kembali, Aldo terdiam menggigit jari. Alisa bangkit dari ruangan rawatnya, berlari keluar mencari tahu di mana ruangan rawat Ray.


Ia melihat Fendi dan Fii di ruang tunggu depan kamar inap Ray menatap kearah Ray dari luar jendela kaca.


"Mas, bangun Mas."


Rintihan tangisnya begitu depresi mengetahui keadaan kritis yang Ray alami. Fendi, Fii beserta dokter mencoba menenangkannya, namun usaha itu tak membuahkan hasil.


"Yang sabar. Berdoalah, hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini," ujar dokter menepuk lembut bahu Alisa.


"Dok, tolong selamatkan mas Ray, mas Ray pasti selamat kan, Dokter?" lanjut Alisa berlinang air mata meremas baju dokter saat itu.


Dokter hanya terdiam, ekspresi datar yang dokter tunjukan semakin membuat Alisa menangis histeris.


Sedang Fendi dan Fii hanya tertunduk mengingat penjelasan dokter ke mereka berdua sebelumnya.


20 menit sebelumnya.


***


"Dokter gimana keadaan rekan saya?" ujar Fendi.


"Ia mengalami luka serius di bagian kepala, pembuluh hatinya juga mengalami goresan luka yang cukup parah. Kemungkinan operasi ini berjalan lancar hanya sebesar 10%," jelas dokter mengatakan berwajah cemas.


***


Alisa masih histeris menangis rintih melihat Ray terbaring begitu parah dari balik jendela kaca.


"Sabar Alisa sabar," ucap Mia berada si samping menenangkan Alisa.


"Kamu harus kuat, Lisa," sahut Erlin.


Tragedi yang terulang kembali itu membuat ingatan Alisa kembali pulih namun tak mengingat tentang pertunangannya sendiri.


***


Sampai di sini dulu ya kak akak, mau Fav, vote, komen boleh kok untuk mendukung karya ini ya kak.

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2