Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 42


__ADS_3

Ternyata Fendi dan Fii sudah duluan lebih sampai di bandingnya.


"Yoo," ucap Ray melambai tangan melihat mereka terbaring lelah.


"Bukan yo, Assalamualaikum," sahut Fendi.


"Wa'alaikumsalam," jawab Ray.


"Maksudku kau yang ucapkan itu kalau masuk Ray, ah sudahlah," balas Fendi kembali.


"Ya maaf," singkat Ray membuka sepatu.


"Muka sedikit ceria ini, menang lotre di mana?" sahut Fii.


"Bukan menang lotre, tapi tadi aku melihat bidadari bersembunyi dibalik seorang gadis biasa." Berjalan menuju kamar.


"Kalau kau ah, wanita gak ada habisnya memang. Bilangnya buru buru mau jumpai Alisa, malah nemuin wanita lain lagi," gerutu Fii menyindir.


"Ah itu kan perasaan jahatmu aja, jangan salah sangka dulu, kan yang aku bicarain tadi Alisa," balas Ray melepas baju.


"Terus terus, gimana Ray, sukses kan sukses?" sahut Fendi penasaran.


"Lancar sih, tapi undangan yang kau kasih ke aku itu palsu alias bohong. Bukan seminggu lagi, tapi 3 hari kedepan," jelas Ray selesai melepas pakaian menuju kursi mendekati mereka berdua.


"Serius tiga hari lagi? Tiga hari kok mukamu terlihat biasa-biasa aja? Apalagi dalam waktu tiga hari kedepan Alisa akan menikah," pekik Fendi langsung terduduk dari tidurnya.


"Iya juga ya. Kau ini pasti lagi mabuk karena galau kan Ray? Mabuk kau ini pasti, coba mana nafas kau, pasti bau alkohol," sahut Fii mendekati wajah Ray.


"Ga usah lebay lah, tolong, kena tepok jidat kalian nanti," pungkas Ray memantik api menyalakan rokok.


"Ya kasih tau lah dulu penjelasan detail keterangannya kayak apa," lanjut Fendi cukup serius.


"Jadi gini ceritanya," ujar Ray terdiam.


"Nah seperti itu ceritanya," lanjut Ray kembali.


"Apalah itu gak jelas, begini ceritanya tapi diem, kau pikir kami bisa baca suara hati kayak di film film azab itu apa," gumam Fendi.


"Kimbeknya ini, serius la telur," pekik Fii.


"Ahahahhha.." Tawa Ray terbahak.


"Udah ah mau mandi dulu beres-beres, mau tau aja adik-adik ini cerita abang-abang," lanjut Ray beranjak bangkit mengambil handuk dikamar.


"Woy belum kau jawab, penasaran ini, kasih tau dulu ih kek bocah ini main rahasia-rahasia," teriak Fendi.


"Iya betul itu Fen. Kasih tau dulu Ray apa yang telha terjadi," sahut Fii.


Ray keluar dari kamar tidur, menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Garis bawahi, kisah ini untuk abang-abang, bukan untuk adik-adik."


"Memang pakis kebon satu ini, kapan lah kau galau lagi, ku ledekin iya, bener," cetus Fendi sedikit kesal.


"Sabar Nak sabar, sini cup cup cup peluk bunda sini," ujar Fii memeluk Fendi.


"Ini lagi, nikah kau nikah, nikahin Mia itu biar dapet ladang lebar kau," pekik Fendi ke Fii.


"Eh selow la bos, jangan goyang kali, roboh nanti pentas kibot, besok pagi ku nikahin Mia biar tau kau," balas Fii terlihat cukup serius.


"Serius kau itu? Yakin kau besok pagi?" tanya Fendi terlihat heran.


"Iya kalau gak kesiangan," jawab Fii.


Haahhaha.. (Tawa Fii sembari bergegas menuju kamar meninggalkan Fendi sendiri di ruang tamu).


"Mak asik aku aja bah yang kena kerjain, kapan lah giliran kalian ya, nanti aku nikah duluan sama Erlin, baru ku ketawai kalian," gerutu Fendi kembali membaringkan badan.


Setelah Ray usai berbenah diri.


"Be-rrr, dingin bener dah, seger."


Ray melihat Fendi kebingungan seperti mencari sesuatu yang hilang dalam ponselnya.


"Dimana ya, kok gak ada? Kok malah kosong," ujarnya panik mengotak-atik ponsel.


"Ada apa? Kenapa panik gitu?"


"Apa yang gawat, ditanyain dari tadi kok gak kau jawab?" Ray perlahan menghampiri.


Saat itu hanya ada Ray dan Fendi diruang tamu, sedang Fii tertidur pulas didalam kamar.


"Ray aku minta maaf, maaf kali," ujar Fendi begitu menyesal.


"Kenapa minta maaf? Ada apa sih, coba jelaskan," jawab Ray sedikit bingung.


"Kemarin aku lupa memberitahukanmu sebuah rahasia antara Yuli dan Aldo. Aku melihat mereka berdua bertemu diluar dan langsung membuntuti. Terus ku rekam pembicaraan mereka karena terdengar sangat penting. Ku pikir itu bisa jadi bukti untukmu agar Aldo dan Alisa batal menikah. Tapi berkasnya malah hilang Ray, gadak di ponselku," ujar Fendi masih terlihat panik.


"Yaudah mungkin emang gak rejeki." Tersenyum menatap Fendi.


"Tapi kalau bukan karena kecerobohanku, mungkin gak bakal seperti ini jadinya, Ray."


"Iya aku juga salah Fen, karena terburu-buru kemarin menemui Alisa jadi mengabaikan kalian."


Penuh kesal dan kecewa Fendi mencampakkan ponsel miliknya sendiri.


"Rusak nanti ponselmu, gak di tanggung BPJS itu kan? Udah sana buruan mandi."


"Tapi kan Ray..."

__ADS_1


"Ngomong tapi lagi melayang kamehamehaku ini."


"Iya iya iya," jawab Fendi beranjak menuju kamar mandi.


"Kenapa bisa hilang? Dari ucapannya tadi sepertinya itu rahasia penting Yuli dan Aldo," batin Ray melihat Fendi berjalan.


Malam berlalu dengan singkatnya menyambut kembali sang mentari.


2 Hari menuju pernikahan Aldo dan Lisa, ketika jam istirahat kerja tiba mereka bertiga menuju kantin.


"Eh, Mas-mas yang ganteng udah sampai, mau pesan apa hayo?" sapa bu Ani menyambut.


"Pesan air panas aja buk, kasih gula putih sedikit, sama serbuk kopi tambahin ya," ujar Ray sedikit bercanda.


"Itu kopi namanya Mas, becanda mulu, Ibu pacarin juga Mas nanti, yang lain gimana?" tanya bu Ani kembali.


"Teh susu ada Bu?" ucap Fendi.


"Ada Mas."


"Kalau ada di jaga baik-baik ya Bu selagi ada, ntar kalau sudah tiada baru terasa," ucap Fendi ikut menjahili.


"Untung pada ganteng-ganteng," ketus Bu Ani sedikit kesal.


"Sabar Bu sabar, Aku sama aja kayak si Ray Bu," sahut Fii sembari duduk di meja bersama.


"Oke, tunggu ya," singkat bu Ani.


Duduk bersama di meja kantin.


"Em, bakwan Bu Ani kok keliatan lemah gak berdaya begini ya?" ujar Fendi menyantap gorengan di meja.


"Tinggal makan aja banyak kali cakapmu," sahut Fii juga menyantap makanan ringan.


Shuuuuuuu (Hela nafas rokok Ray).


"Malam nanti Aku dan Fii mau kencan bareng Ray, sebagai ganti malam kemarin yang gagal, ikut gak?" tanya Fendi.


"Kayaknya aku ada acara Fen, jadi mungkin gak bisa ikut."


"Acara apa? Paling nonton anime doang, ikut kita aja gabung," sahut Fii.


"Gak, Aku mau apelin Bu Ani, ya kan buk?" balas Ray melirik Bu Ani.


"Gampang itu, Ibu mah fair play," sahut Bu Ani kembali menyajikan hidangan.


"Serius Ray, rencananya malam ini aku akan melamar Mia," jelas Fii.


Pppfffff..... (Tersedak Fendi meminum kopi yang masih panas).

__ADS_1


***


Sampai disini dulu kak begadang authornya, lanjut terus mumpung lagi enak.. Makasih buat vote Fav dan lainnya...lanjut...


__ADS_2