Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 56


__ADS_3

"Ketika 3 jam sebelum akad di mulai, polisi menangkap Aldo yang berada di rumah.


Polisi memberitahukan bahwa ia telah mencoba membunuh Yuli Mas. Dari saksi mata yang melihat kejadian itu, Aldo menabrak Yuli yang hendak ingin pergi berbelanja. Saat ini kondisi Yuli sendiri kritis Mas, Yuli sedang di rawat di rumah sakit Medistra," ujar Alisa bersedih.


Disisi lain 3 Jam sebelum keberangkatan Aldo ke lokasi pernikahan dan Ray ke stasiun kereta.


(Flash back on)


"Aku sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan kamu dengan Alisa. Percobaan kamu menculik dan membunuhku gagal, Aldo. Kini aku gak akan tinggal diam atas apa yang kamu perbuat," pesan Yuli mengejutkan di hari pernikahan Aldo.


"Brengsek, tidak akan ada yang bisa membatalkan pernikahan ku dengan Alisa," kecam Aldo menerima pesan tersebut.


Aldo berjalan menemui Ibu yang sedang berhias diri sebelum berangkat ke rumah Alisa.


"Ibu, Aku mau keluar sebentar ya, ada sedikit urusan."


"Tapi jangan lama-lama loh Al, tinggal sebentar lagi acara kamu di mulai, jangan telat kembali ya," balas Ibunda menyentuh bahu Aldo.


"Sebentar saja kok, Bu."


Aldo segera bergegas berjalan menuju mobil sembari mengabari Yuli lewat telepon.


"Aku ingin berbicara denganmu sebentar, temui aku di cafe biasa kita bertemu," jelas Aldo.


"Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan Aldo, semua sudah jelas bahwa kamu ingin mencelakai ku," jawab Yuli.


"Kamu harus tau kebenarannya. Semua ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, jika ingin mengetahui rahasia penting Ray, temui aku segera."


"Rahasia apa?" Yuli mulai penasaran.


"Aku hanya punya waktu sebentar, segera temui aku dan akan ku ceritakan semua padamu."


"Baik, Aku akan menemuimu. Jika tidak sesuai, kamu tau kan resikonya? Kamu akan berada di balik jeruji besi!" kecam Yuli tanpa ragu.


Berjalan menuju sebuah cafe yang mereka janjikan, hanya menempuh jarak 15 menit dari rumah Aldo untuk sampai di tempat itu. Tak lama setelahnya Yuli tiba dan langsung menghampiri Aldo yang terlebih dulu sampai.


"Apa yang ingin kamu ceritakan padaku, Aldo," ujar Yuli berdiri di depan meja.


"Duduk dulu sebentar, jangan terburu-buru."


Perlahan Yuli duduk.


"Aku tidak ingin bertele-tele, keputusan ku sudah bulat dan kamu tidak akan bisa menghalangi aku," jelas Yuli kembali.


"Aku ingin memberitahukan kamu sesuatu. Jika pernikahanku dengan Alisa batal, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan Ray."

__ADS_1


"Kalau kamu ingin bertemu dengan ku hanya membahas masalah itu, kamu sia-sia Aldo. Jauh sebelumnya aku telah mengikhlaskan Ray untuk Alisa. Dari hubungan mereka berdua aku mengerti bahwa cinta sejati tak bisa untuk di pisahkan," lanjut Yuli sedikit mengerutkan wajah.


"Aku mohon Yuli, jangan mencoba membatalkan pernikahanku. Kamu ingin uang? Sebutkan, berapapun pasti akan ku bayar asal kamu mau menutup mulut," balas Aldo mencoba merayu Yuli.


"Aku tidak butuh uangmu, sebaiknya kamu simpan untuk menyuap kebebasan kamu di penjara nanti."


Mengabaikan Aldo, Yuli beranjak dari tempat duduknya bergegas pergi meninggalkan Aldo sendiri.


Pikiran Aldo telah di penuhi dengan amarah atas penolakannya. Tidak bisa berfikir dengan jernih, Aldo berencana menghalau dengan segala cara.


"Dasar wanita sialan," pekik Aldo menatap Yuli di kejauhan.


Aldo berjalan memasuki mobil, mulai mengikuti kemana Yuli pergi. Pandangan yang mulai gelap tertutup emosi merencanakan pembunuhan terhadap Yuli.


Kesempatan muncul di depan mata ketika Yuli tak menyadari keberadaan Aldo. Melihatnya hendak menyebrang jalanan, tanpa ragu dengan sigap Aldo menancap gas laju mobil.


"Awas........." ucap seseorang dari sedikit kejauhan memberi tahu Yuli.


Yuli yang sadar akan teriakan tersebut sedikit menoleh ke arah laju mobil langsung coba menghindari ajalnya. Saat itu Yuli jelas menatap Aldo, mengetahui bahwa Aldo ingin mencelakai dirinya.


Bruggg (Menabrak sisi Yuli sebelah kiri).


"Sial, kenapa dia bisa menghindar, harusnya tadi tepat di depan mobilku. Sial!" pekik Aldo.


Setibanya di rumah.


"Dari mana saja kamu Al lama sekali, ayo segera berangkat, nanti bisa terlambat," ucap Ibunda bergegas menuju kediaman rumah Alisa.


Sementara itu disisi lain Yuli.


"Aldo, Aldo," lirihnya pelan tergeletak berlumur darah di jalanan belum hilang kesadaran.


"Coba kejar pelaku dengan seri BK 201 AK, dia melarikan diri," ucap salah seorang saksi yang melihat jelas plat kendaraan tersebut kepada warga sekitar, bermaksud untuk mengejar.


"Korban mengatakan sesuatu, tolong tenang," sahut seorang warga kembali.


"Aldo, di-a ya-ng mela-ku-kan ini," ujar Yuli terbata-bata.


Setelah memberitahukan kepada warga bahwa nama Aldo sebagai pelaku, mereka membawa Yuli secepat mungkin ke rumah sakit terdekat agar kondisinya tertolong.


Polisi tiba di lokasi tersebut dan Yuli tak lagi sadarkan diri lagi akibat menerima luka yang cukup serius.


"Terima kasih atas informasinya bapak-bapak, kami akan segera mencari dan menjemput pelaku," jelas polisi tersebut di TKP.


Aldo tiba di kediaman Alisa. Meski suasana begitu ramai, Ia mencoba bersikap tenang seakan-akan tak terjadi hal apapun.

__ADS_1


"Semoga kamu tidak selamat Yuli, ayo cepat mulai pernikahanku," batinya dalam hati penuh cemas.


Melihat Alisa bermata sembab, Aldo mengerti bahwa Alisa terus bersedih hati menolak pernikahan atas dirinya. Perlahan mendekati dan duduk di sebelah Aldo, tak membuatnya sedikitpun mengerti perasaan yang Lisa alami.


"Baik, kedua mempelai sudah siap?" ujar penghulu.


"Siap pak," jawab Aldo cepat.


"Para wali, saksi, gimana?" lanjut penghulu kembali.


"Sudah siap pak," sahut kedua orang tua Alisa dan Ibu Aldo.


Aldo menjabat tangan dengan Ayah Alisa.


"Saya nikahkan engkau dengan putri..."


Tok tok tok.....


"Selamat siang, maaf menganggu acaranya sebentar. Kami sedang mencari pelaku penabrakan atas korban bernama Yuli. Berdasarkan keterangan dari korban, pelaku bernama Aldo melarikan diri setelah merencanakan percobaan pembunuhan," ujar polisi berdiri menatap Aldo.


"Bukan saya, bukan, saya tidak melakukan apapun," jawab Aldo panik.


Polisi berjalan mendekati langsung mendekap Aldo.


"Sebaiknya jelaskan nanti di kantor polisi."


"Sebentar Pak, korban atas nama Yuli di rawat di mana sekarang?" sahut Alisa.


"Saat ini korban telah di bawa ke rumah sakit Medistra," lanjut Polisi tersebut.


"Tapi Pak, Saya akan melakukan..."


"Tidak ada kata tapi, jelaskan nanti!"


Menggiring berjalan keluar, Aldo menoleh kebelakang melihat semua wajah cemas menatap dirinya. Hanya wajah Alisa yang terlihat bahagia atas penangkapan tersebut. Meski Ibunda dan paman Aldo berusaha menghalangi, namun itu sia-sia.


Pernikahan Aldo dengan Alisa batal karena ulah ceroboh dirinya sendiri. Menyesali apa yang telah ia lakukan semua sudah terlambat.


Setelah mengintrogasi, mereka mengetahui satu kebenaran lagi bahwa penculikan atas nama Yuli tersebut di kendalikan oleh Aldo.


Menerima hukuman penjara 5 tahun setelah melihat perbuatan yang telah ia lakukan terhadap Yuli, membuat akal sehatnya terganggu. Kini Aldo harus mendekam di balik jeruji besi bersamaan dengan hancurnya mimpi-mimpi yang hampir ia raih.


***


Sampai di sini dulu kak, masih ingatkan harus apa? yup bener, Fav komen apalah itu semuanya sayur nangka kirim semua beras juga demi mendukung author satu ini kak, makasih masih stay disini kak,kita lanjut..

__ADS_1


__ADS_2