Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 65


__ADS_3

"Makasih wahai kisanak telah membantu acara kami sukses tanpa halangan. Saya tidak tahu harus bagaimana cara membalas kebaikan anda sekalian," jelas Ray menyentuh pundak Fendi.


"Wahai paduka Ratu, ketika memasuki kamar nanti, saya sarankan agar langsung memejamkan mata Ratu. Karena saya mencium aroma petualangan paduka Raja yang tak mengenal lelah," balas Fendi kembali menundukkan badan ke arah Alisa.


"Udah pulang sana buruan anterin Erlin, kasian loh keburu larut malam," jawab Alisa.


"Siap yang mulia Ratu," singkat Fendi.


"Dan untuk kamu Hanoman," lanjut Fendi kembali melirik Fii.


"Mau kena ini?" pekik Fii mengangkat tangan kanan.


"Gak bisa kau jadi pemeran sinetron, terus emosi aja bawaannya," gumam Fendi kembali.


"Ya kau duluan pulak cari perkara aja," balas Fii.


"Ceritanya kan biar kayak di sinetron-sinetron masyarakat, Safei," gerutu Fendi.


"Udah jangan banyak cakap, ayo pulang," Fii menarik kera baju Fendi.


Mereka bergegas kembali pulang, sedang Ray dan Alisa masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Kita istirahat ya Mas," lirih Alisa terlihat sedikit kelelahan.


"Ya istirahatlah, mau ngapain emangnya?"


"Kali aja kamu lagi kumat Mas," lanjut Alisa berbaring di atas ranjang sedang Ray terduduk membelakanginya.


"Aku tidak akan merebut kehormatan dirimu Alisa, percayalah padaku, lebih baik aku tidur di sopa," lirih Ray.


"Tuh kan kumat lagi, dikira perjodohan apa. Yaudah sana tidur di sopa," pekik Alisa.


"Hehehe, males ah gak enak, enakan disini ada yang meluk."


"Habis kamu sih, bercanda terus dari tadi," gumam Alisa merenggut.


"Gak kok. Yaudah karena seharian kita begitu capek jadi mending kamu istirahat duluan gih sayang. Belum lagi besok kita akan pergi ke pantai," jelas Ray melepas pakaian.


"Beneran jadi besok ke pantai, Mas?" tanya Alisa.


"Iya jadi kan udah saling sepakat tadi." Menoleh ke arah Alisa.


"Yaudah aku duluan tidur ya kesayangan," ucap Alisa mendekati mencium pipi Ray kembali berbaring memejamkan mata.


"Berasa seperti mimpi. Perasaan baru kemarin bertemu sekarang udah jadi istriku," batin Ray tersenyum.


Setelah melihat Alisa tertidur pulas, Ray juga berbaring di sebelahnya memberikan pelukan hangat.


"Makasih untuk semuanya," lirih Ray mencium kening Alisa yang sedang tertidur.


Ku kuruykkkkk...... (Alarm pagi.)


"Arggggghh." Terbangun merentangkan tangan.


"Pagi Mas kesayangan, jadi gak kita berangkat hari ini?" sambut Alisa sedang berhias.

__ADS_1


"Jadi dong, kamu lagi sibuk gak sayang?" Menatap kosong mata sipit sebelah.


"Gak begitu sibuk sih, kenapa Mas?"


"Temenin aku mandi yok." Membaringkan badan kembali.


"Jangan mulai, masih pagi ini, buruan mandi sana malah tidur lagi," pekik Alisa memilah baju untuk menginap.


"Iya deh iya. Ah, kalau gitu sekalian ajakin mereka untuk ikut bareng kita biar makin seru, gimana?"


"Oh iya bener Mas, kan ini hari libur ya," balas Alisa seraya menghubungi Mia.


"Halo say, kita mau liburan ke pantai nih, ikutan gak?" tanya Alisa ke Mia.


"Boleh boleh, pas bener buat nenangin pikiran. Ntar aku pasti ikut. Jam berapa kita berangkat?"


"Rencana Jam 10 pagi ini kita berangkatnya, jangan lupa kabarin Erlin biar ikutan juga ya say."


"Oke, pasti kami ikut, bye sayang."


Menutup panggilan Mia, meletakkan kembali ponselnya.


"Mereka setuju Mas dan akan ikut bersama kita," ujar Alisa memandang Ray yang masih berat membuka mata.


"Bagus lah kalau begitu sayang."


"Sekarang kamu tinggal hubungi rekan-rekan kamu, Mas."


Terduduk di ranjang dengan kepala menunduk berat.


"Ini, makanya kalau tidur itu ponsel jangan di bawa jadi sering tertimpa badan kamu." Mendekati memberikan ponsel ke Ray.


"Maafin Baim sayang, khilaf." Langsung menekan tombol panggilan ke Fendi.


Tuuutttttt.......klik (Panggilan terhubung.)


"Yo, Fen."


"Assalamualaikum bukan Yo," jelas Fendi.


"Iya iya maaf, waalaikumsalam. Hari ini aku dan Alisa mau berlibur ke pantai, ikut gak?" singkat Ray menguap merasakan kantuk berat.


"Gak lah Ray, soalnya aku takut malah ganggu acara kalian pulak nanti."


"Yaudah kalau gak mau ikut. Okelah kalau gitu."


"Paksa gitu kenapa Ray, gak pengertian kali lah kau jadi kawan, Aku juga pengen seru-seruan holiday gitu."


"Tadi bilangnya gak mau ikut, sekarang mau, yang bener yang mana Udin?" pekik Ray kembali ke Fendi.


"Kan pura-pura aja sih biar gak terlihat ganggu. Macem baru kenal aja pun kau. Tau sendiri kan aku segenan jadi orang."


"Segen, segen, sego genduri? Yaudah jam 10 nanti kita berangkat, Aku mau mandi dulu. Buruan beres-beres kau ajakin Fii juga."


"Siap bos, laksanakan."

__ADS_1


Menutup panggilan, segera bergegas menuju kamar mandi. 30 menit setelah selesai berbenah diri, langsung menghampiri Alisa yang telah lebih dulu menunggunya di ruang tamu bawah.


"Sayang, udah selesai semua di packing kebutuhannya?" ucap Ray menghampiri berdiri di sebelah Alisa.


"Udah sayang, ini sarapan dulu, Aku udah masakin makanan kesukaan kamu," jawab Alisa menyiapkan hidangan sarden.


Segera duduk langsung menyantap hidangan yang Alisa sajikan.


"Oh iya, ayah ibu pada kemana, kok gak kelihatan?"


"Mereka sudah pergi dari tadi Mas, bilangnya mau jumpai kerabat lama ayah." Alisa menuangkan minum.


"Kamu enggak sarapan?" Melirik Alisa.


"Tadi udah selesai kok, waktu bareng ayah sama ibu."


"Em, bagus kalau begitu biar janinnya sehat."


"Janin siapa Mas? Belum ada isinya juga," ujar Alisa cemberut.


"Di cash dong sayang biar cepat ada isinya."


"Kamu kira ponsel apa main cash cash aja," gerutu Alisa.


Setelah selesai menyantap hidangan pagi, Fendi, Fii, Mia, dan Erlin tiba.


Tiiinnn.......tin....(Klakson mobil dari luar halaman).


"Mereka sudah sampai mas, yuk gerak," ujar Alisa sembari menenteng koper.


"Sini aku saja yang bawain, kamu gak boleh capek-capek, ntar keguguran loh," usil Ray.


"Tuh kan mulai kambuh lagi kumatnya," balasnya mencubit.


"Sakit ih, selain mencubit apa gak ada lagi, Sayang?"


"Gak ada, soalnya pening mikirin harus apa," singkatnya.


Berjalan menuju pintu keluar membuka dan menutup kembali.


"Widih, sudah pada tampan aja ini anak-anak muda generasi tok tok. Pada mau ikut kontes majalah apa gimana?" sapa Ray melihat Fendi dan Fii yang berdiri bersamaan dengan Mia juga Erlin.


"Iya dong, holiday men, holiday," sahut Fendi merangkul Erlin di depan mobil.


"Itu tangan belum ada surat ijin menyentuh, awas tangkap nanti sama pihak berwajib," balas Ray menunjuk Fendi.


"Selagi gak ada wartawan bos, aman," jawab Fendi nyengir.


Beranjak memasuki mobil, berjalan beriringan


seperti biasa. Ray dengan Alisa sedang mereka bersama.


Setibanya di lokasi segera menuju ruang ganti untuk bermain air di pinggiran pantai. Selesai berganti pakaian, para lelaki langsung menceburkan diri ke dalam air, sedangkan kumpulan wanita berjemur memanjakan kulit.


***

__ADS_1


Sampai di sini dulu kak, nanti di terusinnya ya, author makan dulu, kebanyakan ucap terus pegel juga. Jangan sungkan kalau mau fav review beri like vote apalah itu semuanya sebagai bentuk motivasi pasti tetep makasih kak, kita lanjut...


__ADS_2