Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)

Bukan Romeo (Life Is Empty Dream)
Love story 24


__ADS_3

Obrolan mereka semakin terlihat akrab karena saling membiasakan diri mengenal satu dengan yang lain, hingga akhirnya tiba di bandara.


Pengumuman jam keberangkatan pesawat saat itu kembali memisahkan Ray dengan Alisa. Setelah berpamitan, Alisa memeluk Ray kembali. Namun pelukkan Alisa untuk Ray saat itu tak di iringi sebuah tangisan.


"Tunggu aku kembali ya mas, ingat jangan nakal," ujar Alisa menatap Ray kembali memeluk.


"Siap bos," balas Ray mengecup kening Alisa di depan umum.


"Ceile, udah kayak Romeo Juliette versi indonesia aja ni," sahut Fendi di iringi siulan Erlin.


"Suit....suit."


Setelah Alisa pergi, kelimanya kembali menuju mobil. Tak ingin melewatkan peluang emas, Fendi menghentikan laju Erlin.


"Erlin boleh tau nomor ponsel kamu gak?" ujar Fendi menyodorkan ponsel.


"Iya aku juga, boleh gak ponsel itu nomor kamu Mia," sambung Fii mendekati Mia terlihat sedikit berantakan ketika berbicara.


"Maaf ya sebelumnya, ini maaf-maaf kate nih ya. Kalau belum terlalu mengenal, aku belum berani kasih, ntar yang ada malah di salah gunain pula," jelas Erlin menolak dengan nada sedikit kasar.


Berbeda dengan Erlin, Mia bersikap dewasa dan mengetikkan nomor ponsel miliknya di handphone Fii.


"Jangan di sebar ya," ucap Mia tersenyum ke Fii.


"Dimana aku? Siapa aku ini? Aku siapa?" ujar Fii memegang kera baju Fendi.


Terlihat Fii begitu senang kegirangan sampai berpura-pura hilang ingatan.


"Yes yes yes....yes yiha." Teriak Fii berjalan menghampiri Ray yang sudah menunggu di mobil.


Sementara Fendi,..


"Makasih ya Erlin atas perkenalan waktunya walau singkat. Maaf juga untuk yang barusan ya. Aku ngerti kok kenapa kamu gak memberikan nomor itu. Aku berharap kita masih bisa bertemu kembali," balas Fendi tersenyum bijak kemudian berbalik arah berjalan meninggalkan Erlin dan Mia.


Di sepanjang jalan Fendi hanya terdiam tak berbicara, seperti seorang pujangga yang sedang patah hati. Meski beberapa kali Fii coba menghiburnya, Fendi hanya tersenyum datar. Tanpa sadar ia sudah tertidur di dalam mobil.


Ray yang mengetahui kegagalannya mendekati Erlin, mencoba merencanakan sesuatu bersama Fii.

__ADS_1


Di lain sisi Erlin ketika berada di dalam mobil bersama Mia,..


***


"Sikap ku berlebihan gak sih, Mia?"


"Aku gak begitu mau mencampuri urusan orang lain, tapi kasihan aja liat ekspresi Fendi tadi. Aku tau dia kecewa. Terlihat kok dari senyumannya. Lagian apa salahnya cuma nomor ponsel doang, Erlin? Kan berteman wajar," balas Mia.


"Iya sih, tapi kan wajar juga kalau aku bersikap seperti itu beb, baru juga kenal kan? Kalau di lihat-lihat gadak bedanya mereka tuh dengan cowok-cowok diluaran sana yang gampang kegoda betina lain."


"Iya tapi kan Er tetep aja sikap kamu itu..."


"Udah ah yuk capcus, injak pedal gas itu jangan kasih lepas, pusing aku tuh mau buruan sampai langsung tidur," pungkas Erlin.


"Oh nantangin, pegangan yang erat, jangan salahin aku kalau lepas seluruh pakaian mu itu ya," lanjut Mia menambah kecepatan laju mobil.


***


Setibanya di penginapan, Fendi langsung tergeletak tidur di lantai. Segera Ray menarik Fii keluar merencanakan sesuatu untuk Fendi besok malam.


"Oke siap bos," jawab Fii ketika Ray selesai membisikan rencananya.


2 Januari 2019 pukul 19:15.


"Ayo beres-beres kita keluar cari angin," ujar Ray menatap Fendi dan Fii.


Fii yang mengetahui rencana Ray saat itu, berpura-pura tidak mengetahui agar lebih meyakinkan Fendi. Mia juga ikut serta berperan dalam rencana yang Ray siapkan setelah Fii memberitahukan ke Mia.


"Iya," sahut Fendi datar berjalan tanpa semangat.


"Kita enjoy cari wanita. Aku tau lokasi yang paling banyak wanitanya itu dimana. Ku jamin bakal baling matamu nanti kalau udah sampai di tempat," ujar Ray merangkul Fendi.


"Aku ikut aja," balas Fendi tetap datar.


20 menit berlalu.


Setibanya di lokasi cafe yang di janjikan.

__ADS_1


"Widih asik banyak Cihuwai Fen," ujar Fii merayunya.


"Iya bro, enakin aja."


Ray memilih meja duduk yang tak begitu jauh dari meja milik Mia dan Erlin berada. Saat itu Mia meninggalkan Erlin sendiri berpura ke kamar toilet setelah Fii memberitahukan mereka tiba.


Erlin duduk membelakangi mereka bertiga,


wajar jika Fendi tak menyadari keberadaan Erlin walau hanya berjarak 2 meja saja.


"Fen tunggu sini bentar ya, ada yang mau ku cari sama Fii," ucap Ray bergimik serius.


Tanpa ada heboh protes seperti biasanya, kali ini Fendi begitu tenang dan mengiyakan. Ray dan Fii berjalan segera menemui Mia. Setelah menemui Mia, lalu memperhatikan Erlin dan Fendi dari sedikit kejauhan.


"Ayo Fen keluarin naluri dewa kau itu," gerutu Fii melihat Fendi tak menoleh kearah manapun.


30 Menit berlalu, Erlin dan Fendi mulai menyadari Ray, Fii dan Mia yang begitu lama tak kembali. Keduanya bersamaan berdiri dari bangku, berjalan saling berbalik arah dan,..


"Erlin?" ujar Fendi menunjuk Erlin.


"Fendi?" balas Erlin bingung.


"Kok sendirian, Mia kemana?" lanjut Fendi masih menunjuk rendah ke arah Erlin.


"Tadi bilangnya mau ke toilet, tapi gak balik-balik. Kamu disini sendirian juga?"


"Iya aku juga di tinggal mereka berdua tadi."


"Maaf ya atas perlakuan aku kemarin sore," ujar Erlin berpaling arah, mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya.


"Iya gak apa-apa. Akunya aja yang bersikap gak pantas ke wanita yang baru ku kenal dengan lancang langsung meminta nomor pribadi miliknya," balas Fendi tersenyum.


Membalas senyum datar Fendi, Erlin menyodorkan kertas kecil di tangannya, "Ini kartu nama aku lengkap dengan nomor ponselku."


"Kalau terpaksa jangan, kan gak enak nanti apa kata orang. Beneran aku gak apa-apa kok, Erlin," jawab Fendi mengambil kartu nama tersebut dari tangan Erlin.


Dengan wajah tersipu malu, Erlin bergegas pergi meninggalkan Fendi sendiri. Dari kejauhan, Ray, Fii dan Mia melihat Fendi melompat-lompat sangat kegirangan. Saat itu Fendi berada di tengah keramaian. Fendi terlihat tak perduli meski seluruh pandangan mata tertuju pada dirinya.

__ADS_1


***


Sampai di sini dulu kakak, nanti kita lanjut kembali setelah author selesai menyantap gorengan panas lengkap dengan saus tomat. Makasih...


__ADS_2