CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Hari Wisuda Rendi


__ADS_3

Ini hari wisuda Rendi sekaligus hari kebahagiaan untuk dirinya, walaupun kemarin dia sedikit lelah membantu teman-teman nya untuk persiapan wisuda besok tapi Rendi juga setidaknya sangat bersyukur karena kemarin tidak ada hambatan semua berjalan lancar.


Para tamu peserta wisuda dan para rektor dan dosen yang melaksanakan terjadinya hari wisuda ini juga di persilahkan duduk.


Pak MC menyampaikan rasa hormat nya kepada seluruh peserta yang ada di acara ini.


"Selamat siang semuanya ini adalah hari wisuda yang kami laksanakan setiap tahunya untuk mahasiswa yang telah mampu mencapai kesuksesan menuju ke hari wisuda. Dengan sangat hormat saya berterima kasih kepada semua guru dan rektor yang telah mampu bersabar dengan semua yang telah di lakukan para peserta wisuda semoga amal baiknya di terima oleh tuhan yang maha kuasa."


Setelah acara penyerahan hadiah kepada siswa yang berperingkat dan juga pemberian penghargaan wisuda berjalan lancar hari ini.


Di hari wisuda ini bagi Rendi hari yang menentukan apa langkah yang akan di ambilnya setelah wisuda. Rendi telah banyak menjalankan banyak proses ketika dia masih status pelajar, bagi Rendi wisuda hanya lah hal yang biasa baginya itu karena dia sudah dua kali di wisuda.


Lagian yang paling penting bukan karena selesai nya seseorang di wisuda akan tetapi proses yang akan dilakukan setelah selesai dari bangku kuliah mau kemana dan kerja di mana.


Rendi kuliah sampai selesai S2 itu bukan karena hanya sekedar kuliah dia benar-benar serius kuliah, yah mungkin jika orang di luar melihat Rendi dia akan berfikir kenapa aku harus susah-susah kuliah aku punya tempat kerja dan sudah di jamin akan di terimah tapi pikiran Rendi berbeda dia kuliah benar-benar cari ilmunya. Karena ketika kita sudah berada di bangku kuliah kita bukan hanya di ajar sesuai mata pelajaran yang di ambil tapi kita di ajari banyak hal di dunia ini yang harus di mengerti konsekuensinya.


Prestasi dan penghargaan ketika lulus dari program studi, itu semua pencapain melalui proses yang sangat panjang, dengan membutuhkan kegigihan, kerja sama, saling menghargai dan membantu serta semangat dalam mencapai kesuksesan.


...🐼🐼🐼...


Setelah acara wisuda selesai Rendi dan keluarganya memutuskan untuk pulang. di mobil papa bertanya ke Rendi rencana yang akan di ambil nya ke depan.

__ADS_1


"Rendi papa mau tanya, kamu setelah lulus wisuda S2 mu mau ke mana?"


"Rendi mau ke langit pa untuk gapai bintang yang masih tinggi." Ujar Rendi kepada papanya. mendengar hal itu semua orang Yang ada di mobil tertawa mendengar jawaban Rendi.


"Yah itu hal yang bagus nak, saran papa kamu gantikan papa saja di kantor. Papa kan sudah sangat tua jadi kamu gunakan juga ilmu mu di sana supaya lebih bermanfaat nak, kamu bisa jadi guru untuk mereka sekaligus bisa belajar banyak hal dengan para staf-staf kantor." Nasehat papa Direktur.


Mendengar hal itu Rendi terkejut dan berbalik ke arah kak Reno, kak Reno tau kalau Rendi khawatir masalah jabatan akan jatuh ke tangannya dan membuat mereka akan bertengkar nantinya.


"Rendi apa yang kamu pikirkan? kamu tidak usah khawatir, sebagai kakak yang baik aku akan mengalah dan jadi bos ke dua di kantor papa." Ucap Reno menghilangkan kekhawatiran Rendi.


"Tapi kak aku kan baru, kakak lah duluan kerja sama papa." Ujar Rendi tidak enak sama kakaknya selama ini hanya kakaknya lah yang selalu menjaga nya mulai dari dia kecil sampai dia lulus SMA. kakaknya lah yang mengajarinya untuk melawan jika ada yang menggangu nya di kelas hingga dia ikut latihan banyak ilmu bela diri.


"Rendi kamu harus banyak belajar juga di kantor papa, kalau kakak sudah senior. setidaknya kamu akan belajar jadi orang yang sedikit sabar nanti di kantor." kata kakaknya lalu menertawai Rendi.


Sebenarnya ini juga sudah masuk rencana ke tiga Reno dan papanya, jika Rendi jadi direktur itu artinya dia bisa mendekatkan Cindi dan Rendi di kantor. Melihat Rendi menyetujui usulan papa dan dirinya, Reno memberi kode ke pada papa nya bahwa rencana C mereka juga akan di mulai dan akan berhasil lagi.


Sekarang waktunya masuk rencana C aku yakin papa dan aku pasti berhasil lagi, semoga saja yah Tuhanku yang menguasai langit dan bumi. Reno sangat berharap jika Tuhan yang maha kuasa akan mengaminkan doanya.


...🐼🐼🐼...


Di rumah Cindi terbangun, rasanya dia tidak bisa untuk ke kantor jadi dia izin lewat papanya untuk memberi Surat itu kepada atasannya.

__ADS_1


Hari ini kepalanya benar-benar pusing entah karena kecapean atau itu sudah gejala kurang tidur.


Ya Allah kepalaku sakit sekali, rasanya sangat pening, entah besok aku bisa ke kantor atau tidak. jika aku sudah sembuh aku pasti akan ke kantor, pokoknya aku harus banyak istirahat dulu di rumah.


Ibu masuk ke dalam kamar di tangannya ada nampan yang berisi sarapan pagi dan susu, Wina duduk di samping kasur itu.


"Sayang, anak mama lagi sakit yah." Ucap ibu kepada Cindi.


"Ibu, kalau besok aku sudah baikan cindi kerja lagi deh." mendengar hal itu ibunya semakin khawatir jika cindi kecapean apalagi dia akhir-akhir ini kurang tidur. ada satu hal yang rahasia Cindi masih di simpan nya rapat-rapat yang tidak seorang pun tau kecuali dirinya dokter Ridho dan yang maha kuasa.


Sebenarnya cindi bukan jahat, hanya saja dia hanya tidak ingin orang tuanya jadi khawatir dan menyusahkan orang-orang yang ada di sekitarnya jika tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Cindi. Cindi merasa berdosa sama semua orang terdekatnya karena tidak tau apa yang sebenarnya telah di simpan Cindi dapat-rapat.


"Sayang kalau memang kamu belum bisa ke kantor tidak masalah kok, istirahat saja dulu di rumah. Nasehat Wina kepada Cindi.


"Yah kalau mama yang minta aku ikut saja saran mama."


"Tapi kalau Cindi sudah kuat, Cindi besok mau periksa deh ke rumah sakit." izin Cindi ke ibu berharap di izinkan.


"Tapi ibu antar yah?" Ucap ibunya yang masih mengkhawatirkan kondisi anaknya.


"Tidak usah Bu besok aku ikut papa pagi-pagi jadi ibu di rumah saja nenek kan sendiri di rumah." Cindi sengaja berbuat alasan supaya ibunya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi apa dirinya. Mendengar hal itu Ibu hanya bisa mengangguk dan mempercayakan semua ke Cindi agar tidak terjadi masalah.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2