CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Di mall sepanjang hari bersama ibu.


__ADS_3

Di dalam mobil mereka bercakap-cakap seperti orang baru ketemu lagi. Rendi yang tadi nya sedikit kesal saat bertemu ibunya rasanya dia seperti dengan malaikat penolong nya. Yah gimana pun juga ibu adalah segalanya bagi dirinya, apapun yang ibunya minta rendi jarang menolak bahkan bisa di bilang tidak pernah menolak nya kalau menurut dia itu juga baik untuk dirinya.


"Rendi kamu tau kenapa kami itu sangat senang kalau kamu nikah?" Tanya Hajra.


"Yah udah tau lah bu, pasti karena ibu mau gendong cucu lagi." tebak Rendi.


"Hahahaha, bukan cuma itu saja kalau cucu ibu dah capek kali yah menggendong nya. Tapi ibu cuma mau kalau kamu itu bisa menikah dan hidup bahagia." Ucap ibunya, Kali ini Rendi hanya tersenyum tipis saja. Dia benar-benar gak tau mau ngomong apa sama ibunya.


"Ibu kita mau kemana nih?" Tanya Rendi.


"Kalau ibu sih maunya kita nonton saja, lagian besok hari pernikahan kamu. kamu tidak perluh repot-repot karena semua sudah bapak atur." Nasehat Hajra, Rendi hanya tersenyum saja kepada ibunya.


Mereka singgah di salah satu mall Senayan jakarta yang letaknya bisa di bilang agak jauh juga dari rumah. Rendi memarkir mobil nya menuju parkiran mobil yang ada di mall itu.


Rendi dan Ibu Hajra lalu keluar dari mobil menuju mall itu, Rendi dan Hajra lalu naik ke lantai paling atas untuk membeli tiket. Mereka duduk di kursi menunggu untuk film yang mereka akan nonton, Saat para penonton sudah keluar, Rendi dan hajra ikutan antri masuk ke dalam bioskop. Di dalam mereka duduk di kursi paling Tengah, Mereka sangat menikmati saat film sudah di putar. Karena film itu cukup mengandung unsur komedi Hajra bahkan tidak henti-hentinya tertawa.


"Hahahaha, Lucu ibu suka film ini." Ucap Hajra sambil memukul-mukul pundak Rendi. Rendi ikutan ketawa kali ini mungkin lengan Rendi sudah mau putus akibat ulah ibunya tertawa sambil memukul, untung saja Rendi di sampingnya kalau orang lain mungkin ibunya sudah di tegur habis-habisan sama orang.


"Hahahaha, Rendi coba liat dia sangat lucu," lagi-lagi Hajra memukul pundak Rendi. Rendi hanya mengelus-elus dada, lagian kan ini juga bisa di bilang waktu yang sangat berharga bagi Rendi karena bisa jalan-jalan berdua dengan ibunya. Bukan nya kemarin-kemarin mereka tidak ada waktu karena aktivitas rutin yang sangat sibuk.


Selesai nonton mereka lanjut berjalan-jalan di dalam mall.


"Ibu mau beli apa, aku akan belikan?" Tanya rendi.


"Tidak usah nak," Ujar Hajra.


"Loh tidak papa kok bu, lagian kan ini juga salah satu kepatuhan seorang anak sama orang tuanya." Nasehat Rendi.

__ADS_1


"Ya udah kalau rendi maksa ibu tidak bisa apa-apa, kita mau ke mana nih?" Tanya Hajra tidak enak jika menolak terus kebaikan anak nya, meski selama ini dia merasa sudah hidup serba berkecukupan.


"Gitu dong bu, terserah ibu saja maunya kemana aku cuma ikut aja. Ucap Rendi, Hajra lalu menuju ke tempat penjualan baju dan memilih-milih baju yang kembar lima. Rendi kaget saat melihat ibunya lebih memilih daster kembar lima.


"Loh ibu milih daster?" Tanya Rendi heran.


"Lah memang ibu suka pake daster lagian ini kan bukan cuma untuk ibu tapi mau di bagiin ke keluarga lain." Ucap Hajra, Rendi hanya mengangguk saja.


"Ohh, aku bantuin yah bu pilih dasternya."Ucap Rendi Hajra hanya mengangguk-ngangguk saja. Tak terasa tumpukan daster sudah penuh di keranjang pakean yang mereka beli.


"Bu sudah full nih ibu mau beli apa lagi?" Tanya Rendi.


"Ibu boleh beli sepatuh nggak, soalnya sepatuh ibu kan sudah kekecilan jadi aku kasih orang yang cocok sama kaki mereka.


"Boleh dong bu, apa sih yang tidak buat ibu." Ucap Rendi sambil mencium pipi ibunya. Mereka lalu ke tokoh sepatuh dan memilih-milih separuh yang cocok dengan kaki hajra.


"Kayaknya aku tidak bisa memilih bu, beli dua-dua nya saja." mendengar saran dari rendi sepertinya Hajra setuju. Dia lalu mengambil kedua sepatuh itu dari rak nya dan membawah nya ke tokoh sepatuh. selesai membayar belanjaan nya Hajra dan rendi kembali ke tokoh baju.


"Bu dasternya sudah mau di bayar?" Tanya Rendi.


"Boleh," Ujar Hajra.


"Siapa tau ibu masih mau beli sesuatu?" Tanya Rendi.


"Tidak usah itu saja, lagian baju ibu sudah cukup banyak di rumah. mau di bagikan lagi ke orang-orang yang sudah tidak muat sama ibu." Rendi lagi-lagi hanya bisa mengangguk saja, memang baju ibunya meski tidak pernah di pake itu akan kekecilan karena berat badan nya naik lagi jadi dia memberinya ke orang yang tidak mampu atau biasa membagikan nya ke pembantu dan sopir nya.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


Barang-barang itu lalu di bawah ke mobil, Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06:00 sore. Rendi mengajak ibunya untuk makan malam di mall itu lalu melanjutkan pulang ke rumah.


"Bu makan dulu yuk!" ajak Rendi.


"Tidak usah makan di rumah saja." Ucap Hajra.


"Yaelah ibu, ini kan saat-saat di mana aku dan ibu bebas mau ke mana saja. Ayo dong bu, setelah nikah rendi bisa jadi tidak bisa punya banyak waktu lagi bersama ibu seperti kak lina dan kak reno." Rendi merengek-rengek ke ibunya agar menemaninya makan siang, sampai akhirnya hajra menyerah juga dan lebih memilih mengikuti kata-kata anaknya.


Mereka kembali ke mall, di dalam mall Rendi melihat menu-menu makanan dan memberikan nya ke ibunya.


"Ibu mau pesan apa?" Tanya Rendi.


"Ibu makan gado-gado saja, sepertinya gado-gado nya enak." Ujar hajra, Rendi paling tau kalau ibunya memang tidak boleh makan daging terlalu banyak karena tekanan nya suka naik, benar tidaknya itu membuat hajra percaya dan memilih makan daging sedikit saja jika hal nya mendesak.


"Ya udah aku pesan ini saja," Rendi menunjuk makanan kesukaan nya. Dia lalu memanggil kasir dan mencatat pesanan mereka.


"Mba," panggil Rendi, mba itu berbalik dan langsung menghadap ke Rendi.


"Iya pak, mau pesan apa?" Tanya mba pelayan itu sopan.


"Aku pesan gado-gado satu, sama paket nasi goreng ayam nya satu, jus alpukat nya dua, air putihnya juga dua." Ucap Rendi.


"Siap pak, apakah masih ada?" tanya Sang pelayan lalu mencatat semua pesanan Rendi di kertas.


"Kayaknya sudah cukup mba," Sang pelayan lalu pergi dari hadapan Rendi.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2