CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Di rumah


__ADS_3

Sesampainya di rumah Cindi langsung naik ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi di baringkan tubuhnya ke tempat tidur itu. Rasanya tubuhnya segar kembali setelah mandi, tak terasa dia tertidur.


Di dapur Wina sibuk menyiapkan makan malam di meja, tak selang beberapa menit Tono datang dan langsung duduk di meja makan.


"Sayang, anak-anak masih di kamar yah?" Tanya Tono ke istrinya.


"Iya Pi, aku kayaknya harus bangunkan mereka dulu deh Pi," Ucap Vina. Vina lalu naik dan menuju ke kamar Cindi.


Tok tok tok (tidak ada respon)


Tok tok tok (masih tidak ada respon)


Sayang makan malamnya sudah siap, turun makan dulu sayang nanti keburu dingin." Vina berusaha membangunkan Cindi melalui pintu kamarnya.


Mendengar pintunya ada yang mengetuknya Cindi langsung terbangun dari tidurnya, dan menuju ke pintu kamar untuk membukanya. Di luar kamat di liat ibunya berdiri di depan pintu kamar itu.


"Iya bu, Cindi cuci muka dulu deh." Ucap Cindi, mendengar perkataan Cindi ibunya hanya mengangguk dan pergi dari depan kamar itu menuju kamar Annisa yang berada di samping kamar Cindi. Cindi lalu menutup pintunya kembali dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka.


Terdengar suara ibu dari balik tembok sedang membangunkan Annisa.


"Annisa turun makan nak, makanannya sudah siap loh." Bujuk Vina kepada anaknya.


"Ibuu gendong," Rengek Annisa yang masih mengantuk itu.


"Sini sayang ibu Gendong sampai di kamar mandi, cuci muka Annisa lalu turun makan ke bawah yah." Ucap ibunya menasehati anaknya.


"iya ibu," Annisa lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, ibunya menunggunya di depan kamar mandi. Setelah selesai mencuci muka Annisa dan ibunya turun ke bawah untuk makan malam.


"Eh anak manja udah bangun," Ledek Cindi kepada adiknya itu, Annisa hanya bisa senyum-senyum saja.


Setelah makan malam Papa dan Annisa duduk di ruang tamu, Cindi membantu ibunya bersih-bersih piring bekas makan mereka. Seekor kucing peliharaan Cindi datang untuk meminta jatah makan nya.


Meong... meong... meong...


Cindi berbalik di liatnya kucing peliharaanya sedang meminta makanan di samping Cindi dengan mencium-cium kakinya.

__ADS_1


"Ma... kayaknya puss anggora lagi lapar," Ucap Cindi kepada ibunya.


"Kasih makan dong nak, pake ikan saja dulu makanan kucing sudah habis loh." Nasehat mamanya kepada Cindi, tanpa pikir panjang Cindi lalu mengambil mangkok di isi ikan goreng di campur dengan nasi dan siraman air ikan lalu di kasihkan ke puss anggora itu.


Kucing itu makan dengan lahapnya, tiba-tiba Annisa datang dan menganggu anggora makan.


Meoong... Annisa kena cakaran anggora itu langsung melepaskannya dan menangis ke ibunya.


"uhuhuhuuuu.... ma... anggora cakar Annisa..." Annisa menangis-nangis sejadinya di depan ibunya.


"Kok nangis sih sayang, kan yang ganggu anggora makan kan Annisa..." Nasehat ibunya.


"Tapi... Tapi... Annisa kan cuma mau gendong anggora, malah di cakar uhuhuhuuuu..." Annisa tidak berhenti menangis cakar anggora membuat tangan anak itu tergores dan berdarah.


"Mana sayang, coba ibu liat." Annisa lalu memperlihatkan bekas cakar anggora di tangannya.


"Uhuhuhuuuu..."


"Ish kok nangis, kan Annisa yang gangguin anggora makan." Tegur Cindi kepada adiknya itu. melihat adiknya menangis tiba-tiba cindi berniat untuk merekam adiknya nangis dan pura-pura bertanya tanpa diketahui oleh Annisa.


"Uhuhuhuuuu... Kan Annisa sudah bilang kalau di gigit sama anggora..." Annisa menunjuk-nunjuk kucing anggora itu yang tidak peduli dengan kondisi Annisa.


"Terus anggora nya anggora nya tidak minta maaf yah," Tanya Cindi lagi.


"Anggotanya tidak peduli sama Nisa, liat tuh anggora nya masih makan saja bukannya minta maaf sama Nisa." Nisa menunjuk-nunjuk anggora itu yang masih menikmati makan malamnya.


"Kan Annisa yang ganggu kucingnya duluan," Ucap Cindi lagi. Annisa hanya bisa menangis, Dia tidak merespon lagi apa yang di katakan kakanya.


Yang namanya anak kecil jika di gigit atau di cakar pasti dia nangis, apalagi anak itu adalah Annisa.


...🐼🐼🐼...


Di kamar Cindi sibuk mengerjakan laporan yang masih belum selesai di kerjakan waktu di kantor tadi, tiba-tiba dia teringat kalau dia lupa minum obatnya. dia bilah obat di laci kecil kamarnya dan di minum nya, setelah itu dia melanjutkan mengerjakan tugas.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dia tertidur di dekat laptop itu, Pukul 1 malam Cindi terbangun.

__ADS_1


"Aduuh aku ketiduran," Cindi lalu mengambil selimut dari dalam lemari dan melanjutkan tidurnya.


"Mana tugas laporannya?" Tanya CEO angkuh itu.


"I..ini pak, sudah aku selesaikan." Ucap Cindi terbata-bata karena pria itu mengejutkan nya.


"Sini laporannya, dasar perempuan tidak beres, masa kamu kasih aku laporan yang penuh dengan ketikan salah begini." Rendi melempar laporan pas mengenai wajah Cindi.


Ketika kita harus melakukan prosedur maka kita akan bilang halusssss jadiing malaaaa laporan itu membuat Cindi tercengang, ada apa dengannya.


"Lain kali ketikan nya masih begini aku tidak segan-segan akan memecat mu," Ucap pria itu kepadanya dengan menunjuk-nunjuk cindi pas dia arah wajahnya. Cindi hanya bisa terdiam di tempat itu mematung.


"Pria menyebalkan.......,"


Pukul 05.00 Cindi terbangun dari tidur nya dia bersyukur kejadian itu hanya mimpi, jika benar-benar nyata entah mau di simpan di mana ini mukanya.


Cindi langsung masuk ke kamar mandi, setelah mandi di lanjutkan mengerjakan laporan yang masih tersisa sedikit baru selesai. Setelah semua telah selesai Cindi turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarga kecil nya.


"Selamat pagi semua," Sapa Cindi kepada papa dan ibunya.


"Tumben anak ibu bangun pagi-pagi sekali," Ucap Wina heran kepada anaknya.


"Iya dong Bu, Cindi tidurnya sangat nyenyak semalam." Cindi menjawab perkataan Wina dengan semangat.


"Ibu bangunin adikmu dulu yah, kamu sarapan sama papamu." Ucap ibuny lalu pergi dari hadapan cindi dan naik ke kamar Annisa yang bersampingan kamar dengannya.


Cindi dan papanya sarapan pagi bersama di meja makan itu bersama. "Apakah laporannya sulit," tegur papa Cindi di sela-sela sarapan itu berlangsung.


"Sedikit sulit pa, tapi berkat arahan senior syukurlah Cindi bisa mengerjakannya semua itu.


"Baguslah karena kamu dapat arahan dari seniormu nak, papa saja dapat arahan dari bos papa, mana tegasnya lagi bikin merinding kalau marah. Ucap papanya.


"Emang waktu papa mudah sering kena marah yah dari bos papa?" Tanya Cindi ingin tau tempat banyak tempat kerja papanya.


"Yah gitulah nak, tapi itu cukup membuat papa bisa banyak menguasai banyak bidang di kantor papa berkat bos papa tegas." nasehat papanya.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2