CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Mencari kegiatan lain


__ADS_3

Pukul 06:00 pagi cindi terbangun dari tidurnya, dia langsung cepat-cepat mandi dan langsung turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi. rasa lelahnya sudah berkurang malah dia sudah segar kembali, Cindi mulai mengambil beberapa sayur-mayur dari dalam kulkas dan langsung memotong-motongnya untuk di tumis. Rambutnya yang panjang di gulung agar tidak menganggu nya memasak, meski dia sudah menjadi istri akan tetapi kecantikan yang di milikinya sungguh luar biasa.


Dia mulai menggoreng ikan yang sudah di kerjanya kemarin sebelum di masuki ke kulkas. dia tidak pernah bermanja-manja dengan ibunya untuk di masakin ikan setelah dia sudah tumbuh dewasa.


Waktu begitu cepat berlalu jam sudah menunjukkan pukul 07:05 nasi yang sudah masak di pemanas lalu di dingin kan, dan di simpan nya di meja sayur dan ikan juga sudah siap di atas meja. tinggal menunggu sang pangeran turun sarapan pagi.


Cindi lalu membuka celemek yang di pakainya menutupi bajunya agar tidak kotor, celemek itu lalu di gantung di tempat gantungan di belakang pintu.


Beberapa menit kemudian Rendi turun dari kamar lengkap dengan seragam dan tas kantor yang di gunakan. Cindi tersenyum ke arah Rendi tapi si rendi malah hanya menatapnya seperti aneh.


Rendi menyimpan tas dan tas kantor di kursi itu dan pergi ke wastafel untuk mencuci tangan nya. beberapa saat kemudian dia kembali lagi ke kursi tepat di depan Cindi, dia lalu mengambil nasi dan ikan yang terletak di atas meja. Keinginan nya untuk makan roti jadi tertunda akibat masakan cindi yang menggoda perutnya meronta-ronta untuk minta jatah di isi.


Cindi yang tinggal mematung menatap Rendi serasa begitu ikutan ngiler melihat nya, dia hanya bisa menelan ludah saja. sampai akhirnya Rendi menyadari nya kalau dari tadi dia itu di tatap sama cindi.


"Ehmmm, kalau mau makan makan aja gak usah di tahan-tahan." Tegur Rendi sambil melanjutkan sarapan.


"Iya," Cindi lalu beranjak dari kursinya lalu mengambil piring di dalam lemari piring itu. Rendi hanya menggeleng-geleng saja melihat kepolosan Cindi.


Cindi mengambil nasi, sayur, dan ikan gurami yang ada di atas meja. Lagi-lagi rendi hanya terdiam saja seakan tak peduli dengan apa yang barusan Cindi lakukan.

__ADS_1


Cindi ikutan sarapan di meja makan kali ini tidak ada suara lagi dan terasa begitu hening. Beberapa menit kemudian mereka selesai makan, dia lalu pamit ke Cindi yang sedang mencuci piring.


"Aku pergi duluan," Teriak Rendi dari tangga.


"Iya," Ucap Cindi dan melanjutkan untuk membersihkan dapur di ruangan itu. Sudah terdengar mobil itu melaju dengan kencang nya.


Selesai membersihkan dapur cindi langsung naik ke kamarnya. dia memilih untuk istirahat sambil membaca majalah, lagi-lagi dia sendiri di rumah benar-benar hal yang membuatnya bosan.


"Ya ampun aku kok merasa bosan yah," Ujar Cindi dalam hatinya. cindi terus berfikir dan mencari cara agar tidak merasa bosan sampai akhirnya dia memutuskan untuk ke tempat ruang olahraga rendi tepat nya pas di samping ruang kantor nya.


Cindi membuka pintu ruangan itu matanya terbelalak saat melihat di tempat itu dipenuhi alat olahraga dan beberapa alat tinju. Cindi tidak menyangkah kalau tempat olahraga itu isinya lengkap.


...🐼🐼🐼...


Cindi mulai mempelajari beberapa alat olahraga itu dari youtube, sekarang dia benar-benar merasa kampungan dan butuh belajar sendiri.


"Ini cara pake nya gimana yah," Ujar Cindi sambil melihat-lihat di handphone nya.


"Nyalakan tombolnya, terus tindih pojok kanan, terus mulai berlari dengan pelan-pelan saja semakin lama semakin kencang juga tuh alat olahraga lari-lari di tempat itu.

__ADS_1


"Okey kayaknya ini seru deh aku dapat tantangan baru." Ujar Cindi lalu naik di atas nya dan memencet tombol yang dia pelajari tadi. dia lalu mulai mengikuti arus nya semakin kencang semakin kencang juga dia harus berlari.


Hap hap hap hap, dengusan suara napas nya membuatnya semakin bersemangat sampai akhirnya dia benar-benar merasa lelah, kepala nya mulai pusing dan memilih untuk istirahat dulu. Cindi terduduk di atas karpet yang ada di samping matras yang ada di samping alat olahraga itu.


Dia memegang dadanya terdengar suara detak jantung yang ribut bergemuruh seperti bersahutan. Cindi hanya bisa mengelus-elus dadanya, dia tidak tau apakah dengan berlari kondisi jantung nya akan membaik. Sudah hampir beberapa bulan dia tidak berolahraga, biasanya dia akan meluangkan waktu meski hanya dengan olahraga yoga dan berl.ari-lari kecil.


"Aduuh aku haus, turun ke bawah aja." Cindi berdiri dari tempat duduk menuju tangga. Kali ini dia benar-benar merasa haus, meski dia olahraga sendiri tapi sepertinya dia sangat menikmatinya.


Di dapur Cindi langsung menuangkan air yang ada di tekok dan langsung meminumnya dengan penuh kasih sayang. setelah dia mendingan Cindi memilih untuk duduk di kursi agar dia bisa tenang, detak jantungnya malah belum berhenti berdetak.


Perutnya sekarang malah minta di isi lagi Cindi teringat di dalam kulkas banyak buah-buahan akhirnya dia memutuskan untuk makan buah saja dari pada makan nasi.


"Kayaknya enak kalau aku bikin salad buah, lagian kan rendi juga suka makan salad buah." dengan semnagat dia langsung mengambil talenan di dalam lemari dan pisau, buah-buah yang ada di dalam kulkas juga di ambil nya semua dari pada tinggal busuk lebih baik dia buat salad buah biar tahan.


Buah itu mulai di cuci semua bahan sudah siap jadi dia tidak perluh repot-repot lagi untuk keluar beli di minimarket. Beberapa menit kemudian salad buah itu sudah selesai di potong-potong kecil cindi lalu menyimpan nya di dalam kulkas kecuali yang ingin dia makan. dia lalu mencampurkan mayonice dan yogurt sedikit di tambah susu kental manis ke dalam salad itu dan di atas nya di parutkan keju batang.


Setelah semua nya selesai Cindi langsung cuci semua bahan-bahan yang dia gunakan, salad yang sudah jadi di mangkok berukuran sedang di bawah nya naik ke dalam kamar nya. Di dalam kamar Cindi membaca koran di sofa sambil menikmati salad yang dia buat sendiri.


Mungkin bagi sebagian orang tidak menyukainya tapi berbeda dengan Cindi bahkan salad sudah menjadi makanan favorite nya. Bosan membaca koran Cindi menyalahkan tv dan memutar siaran drama korea yang selalu membuat mata nya lebam jika habis menonton.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2