
Sore telah tiba mereka semua akan siap-siap untuk pulang, Rio lagi-lagi menatap air terjun itu.
"Hemmm, mau ke sana?" Tanya Cindi.
"Iya kak," Rio menunduk kesal.
"Ada apa? Ayo kakak temani." Cindi menawarkan diri.
"Tapi... Rio tidak bawah baju ganti.
"Kamu pake baju dalam, boxer," Tanya Cindi.
"Pake kak," Cindi menarik lengan kemanakan nya itu.
"Yaudah ayo ikut mba, kamu pake baju dalam dan boxer saja mandi." Nasehat Cindi.
"Memang boleh yah mba?" Tanya Rio, rasanya malu jika dia menggunakan boxer dan baju dalam saja di depan umum.
"Boleh dong, mba dan Siska bawah baju ganti juga loh." Ucap Cindi dengan lembut.
"Ayo mba," Rio mengikuti Cindi.
"Siska ayo ke air terjun, Kita ke air terjun dulu yah." Teriak Cindi kepada Siska dan yang lainnya.
"Kakak duluan saja, Aku akan nyusul." Terdengar suara Siska yang mulai mengecil.
Di perjalanan menuju air terjun harus melewati beberapa sawah dan kebun, Rio dan cindi diikuti oleh Siska di belakang terus berjalan melewati jalan pintas agar cepat sampai.
Rendi juga ikutan di belakang berusaha agar tidak tertangkap basa oleh yang lainnya, dia mengikuti Siska dari belakang.
"Aduhh, mereka cepat sekali sih jalannya." Kesal Rendi.
...🐼🐼🐼...
Trak Trak Trak Trak.
Suara rumput yang tersambar oleh mereka tidak di hiraukan asal mereka cepat sampai di air terjun itu. Suara air terjun semakin terdengar, Cindi, Rio, dan Siska sangat senang.
"Ehmmm, Siska suka yah mandi-mandi ke sini." Rio tiba-tiba jadi kepo dengan air terjun itu.
"Yah sekali-sekali saja, itupun kalau di izinkan sama nenek. Nenek paling khawatir kalau Aku ke sini sendiri jadi harus ada teman perempuan yang temani." penjelasan Siska begitu mudah di cerna oleh otak Rio.
__ADS_1
"Ohhh, kalau aku jadi Siska mungkin aku akan pergi Setiap hari. Rio memandang air terjun itu terus, entah kenapa air terjun itu membuatnya menarik hati.
"Waw," Suara dari belakang membuat semua nya menoleh.
"Om, om mau mandi juga?" Tanya Siska dan mendekati Rendi.
"Aku hanya ingin memandang pemandangan ini." Ujar Rendi dengan lembut.
Kalau aku yang bertanya mungkin sedang di semprot kali. Gerutuk Cindi dalam hati dan terus menatap Rendi penuh tanda tanya.
"Astaga aku lupa kalau aku tadi mengajak om ku ini, maafkan keponakan mu yang durhaka ini yah om." Bujuk Rio agar Rendi tidak marah padanya.
"Waw pemandangan ini sangat indah yah." Rendi tanpa menjawab Rio malah mendekati air terjun itu, terlihat beberapa orang menikmati mandi di bawah.
"Woi Ayo turun sini." Teriak salah satu orang kampung itu.
"Hai bro, aku akan turun." Rio membuka baju luarnya dan celananya itu, sekarang dia hanya memakai boxer sampai pangkalan paha. terlihat seluruh tubuh itu begitu berisi dan sedikit macho. Semu mata tertuju padanya saat Rio hanya memakai baju dalam kensi dan boxer saja, terlihat tubuh itu berisi dan sangat berotot.
"Hei, kamu kan masih SMA kok tubuh mu sangat berisi?" Tanya Cindi heran.
"Aku latihan bela diri sepanjang waktu bersama Om Rendi. ucap Rio lalu mencebur kan tubuhnya ke dalam air, tanpa memikirkan perkataan orang lagi.
Rio sangat menikmati permandian di air terjun, seumur hidupnya dia tidak pernah pergi berwisata di air terjun.
"Waaw, cowok tampan itu ikutan turun. Ucap Dilla.
"Rendi berenang menjauhi mereka semua begitu kagum melihat keahlian berenang Rendi. Rio tidak mau kalah malah dia ikutan di belakang Rendi dengan air yang mengalir itu.
"Wah... keren, Turun yuk mba." Ajak Siska tidak sabar ikutan mandi-mandi.
Bruk....
Siska melompat dengan baju yang di gunakan tadi, diikuti oleh cindi. Rupanya mereka membawah baju ganti jadi tidak perluh khawatir jika mau mengganti nya nanti.
"Siska dia siapa?" Tanya Dian.
"Dia mba ku, dari Jakarta." Ucap Siska ramah kepada teman-teman nya.
"Ohhh, pantas muka kalian sama, pria itu tadi apakah dia juga saudara?" Tanya Dede.
"Dia keponakanku yang lompat duluan tadi, yang satunya sepupu aku." Cindi menjelaskan ke mereka.
__ADS_1
"Ohh,wajah mereka sama juga yah." Ucap Dilla.
"Iya, mereka sama-sama ganteng, hanya saja yang satunya lebih ganteng punya lesung pipi." Dede begitu kagum dengan wajah Rendi.
"Aku kok tidak pernah sadar kalau bosku punya lesung pipi?" Cindi bergumam tanda sadar.
"Dia bos kakak, apa dia suami?" Dede mulai khawatir karena sudah berani memuji nya.
"Woahh, tidak-tidak dia bos kantor aku sekaligus sepupu." Cindi berusaha mengelak perkataan kedua wanita itu sebelum di dengar oleh kedua pria itu.
"Ohhh, aku pikir orang Jakarta memanggil suami mereka dengan sebutan bos." Dede dan Dilla kali ini bernafas legah, di pikirnya tadi Cindi istrinya.
Waktu semakin sore Rio memutuskan untuk kembali bersama yang lainnya, seperti nya semua begitu puas dengan mandi-mandi habis panen panas-panasan.
"Kak Cindi balik yuk, udah mau petang nih." ajak Rio.
"iya-iya kamu duluan sama pak Rendi." Ucap Cindi yang masih sibuk mengemaskan pakean bersama Siska. Rendi sudah pergi dari tadi terlihat Rio mengejar nya dari kejauhan.
"Om tungguin dong, kok pergi gak panggil-panggil sih." kesal Rio dengan berlari tergopoh-gopoh.
Terlihat Cindi dan Siska sudah selesai masukkan semua baju basa itu di kantong plastik. "Udah selesai sis?" Tanya Cindi di samping Siska.
"Udah kok mba, jalan yuk." Siska dan Cindi berjalan kembali untuk ke kemah. Terlihat di sana ternyata masih ada keluarga mereka nungguin.
"Wah aku pikir kalian sudah pergi," Ucap cindi.
"kami tungguin kalian dong." ujar Wina.
"Iya, Sampai kami semua sempat tertidur loh di sawah nungguin kalian dua jam." Terdengar pak direktur yang masih berbaring itu mengeluarkan suara saat menyadari kedatangan Siska dan Cindi.
"Tapi tidurnya nyenyak kan pak?" Tanya Lina.
"Yah karena suasana nya adem jadi tidur bapak nyenyak, besok-besok bapak ikut deh mandi di sungai itu." Ujar pak direktur tak sabar menunggu hari esok.
"Jalan yuk, nanti kemalaman loh sama di rumah." Nenek tiba-tiba datang dari balik bungkusan jagung itu yang sudah tertutup terpal yang besar di dalam kemah itu.
"Tidak kena air hujan nek bawahnya?" Tanya Rio tiba-tiba.
"Tidak dong sayang kan ada kayunya." mendengar hal itu Rio hanya menganggukkan kepala, mereka semua keluar dari sawah itu.
Di perjalanan mereka sangat menikmati nya meski sudah mulai dingin karena hawa di kampung jika malam hari akan terasa seperti di Korea jika musim salju.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...