CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
cek up lagi


__ADS_3

Di perjalanan itu Sungguh waktu yang seperti terasa lama, akibat jakarta yang padat. setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya dari kejauhan sudah terlihat rumah sakit besar itu.


Mobil itu melaju masuk ke dalam parkiran rumah sakit.


"Makasih yah pak, kalau pak direktur tanya jawab jujur aja pak." Ujar Cindi.


"Siap non," Pak budi tersenyum ramah kepada nya.


"Hati-hati yah pak di jalan." Nasehat Cindi.


"Iya Non makasih," Ujar Pak budi. Mobil itu melaju pergi meninggalkan tempat itu, waktu terus berjalan. Cindi masuk ke dalam rumah sakit itu, dia langsung menuju ke ruang pak ridho.


Tok, tok, tok, Terdengar suara pak ridho di dalam menyuruhnya untuk menunggu di tempat duduk penunggu rumah sakit.


"Ya tunggu yah, masih ada orang." Ujar pak direktur. Cindi langsung menuju ruang penunggu, dia duduk di tempat duduk itu. Setelah menunggu berapa menit kemudian akhirnya pasien itu keluar juga. Betapa terkejutnya dia saat melihat yang keluar dari ruangan itu adalah om nya sendiri.


"Om Dion, om ngapain di sini?" Tanya Cindi.


"Tadi om habis mengobrol dengan teman om," Ujar dion sambil tersenyum ramah.


"Kamu ada janji dengan dokter ridho hari ini?" Tanya Dion.


"Iya om, kayaknya aku harus sering-sering cek up deh." Dion memukul pundak Cindi pelan tanda beliau memberi semangat kepada nya.


"Makasih om sudah memberi saya dukungan." Cindi sangat terharu kepada om nya.


"Iya sayang, om duluan dulu yah." Cindi hanya mengangguk saja, Dion lalu pergi meninggalkan nya. Cindi langsung membuka pintu ruangan pak ridho, terlihat pak ridho lagi sibuk dengan tumpukan kertas di atas nya.


"Hai Cindi selamat pagi, bagaimana keadaan mu?" Tanya pak ridho.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik dok," Ucap Cindi sambil tersenyum ramah kepada nya.


"Syukurlah, rencana kapan kamu mau pergi ke tempat tempat terapi?" Tanya dokter ridho.


"Kalau besok boleh dok, kayaknya lebih cepat lebih baik deh." Ujar Cindi.


"Okey saya liat dulu waktu kosong nya di jam berapa, nanti biar aku yang temani kamu terapi nanti kalau sudah biasa kamu sudah boleh pergi sendiri." Ujar pak dokter itu.


"Memangnya dok di mana yah tempat nya?" Tanya Cindi lagi.


"Tempat nya saya tahu, nanti aku telepon lagi kalau ada waktu kosong." Mendengar hal itu Cindi hanya tersenyum saja.


"Kamu tidak mau periksa?" Tanya dokter ridho.


"Ini aku datang mau periksa, gimana sih dok." Terlihat dokter ridho malah tertawa, Cindi hanya tersenyum saja. Mereka lalu menuju ruang periksa, saat memeriksa Cindi dokter ridho hanya tersenyum saja.


"Apakah hubungan kalian baik-baik saja?" Tanya dokter ridho.


Cindi lalu mengikuti dokter ridho untuk duduk kembali, dokter ridho lalu memberi nya obat yang berbeda dari obat sebelum nya.


"Dok ini obat penenang, tapi kok beda yah" Tanya Cindi.


"obat itu kamu minum teratur biar bisa menyeimbangkan dirimu, dan penyakit di jantungmu bisa istirahat kalau kamu minum obat penenang. obat ini obat dari racikan alami, kalau harga memang cukup mahal." Ujar dokter ridho.


"Kalau masalah biaya aku punya tabungan kok dok, yang penting aku sembuh." Cindi terlihat bahagia di raut wajahnya meski sebenarnya dia tidak sepenuhnya bahagia.


...🐼🐼🐼...


Setelah di beri obat oleh dokter cindi langsung pamitan pulang ke dokter ridho. di parkiran cindi langsung mengambil taksi yang sedang mencari penumpang.

__ADS_1


Cindi masuk ke dalam taksi itu, sopir lalu membawah Cindi pulang ke rumahnya. Di jalan Cindi hanya kebanyakan diam saja, dia seperti orang yang banyak kepikiran.


kota jakarta yang macet membuat Cindi merasa bosan lama-lama berada di dalam taksi, tapi dia berusaha untuk senyaman mungkin agar tidak menganggu sopir taksi yang sedang mengemudi. Cindi malah ketiduran di mobil akibat macet nya kota jakarta, waktu bahkan hampir satu jam untuk sampai di rumah.


"Non apa di sini yah?" Pak sopir membangunkan Cindi dan menunjuk ke salah satu rumah.


"Di depan lagi bang," Ujar Cindi, taksi itu lalu menuju ke salah satu rumah bagian depan yang di tunjuk Cindi, taksi akhirnya singgah tepat di depan rumah Cindi. Cindi lalu memberi uang ke sopir taksi.


Taksi itu pergi melaju meninggalkan tempat itu, cindi masuk ke dalam rumah itu. dia langsung membaringkan tubuhnya ke sofa tanpa dia sadari kalau dia sudah tepar di atas sofa.


Seorang wanita mudah dengan berpakaian putih dan wajahnya yang hancur berantakan mendekati Cindi dengan perasaan yang sangat marah. Cindi sontak kaget dan berusaha untuk menjauh dari wanita itu tapi seakan dia tertahan di sana dan tidak bisa sama sekali berlari ataupun teriak.


"Hahahahaha, dasar wanita tidak punya akhlak." Teriak wanita itu dengan suara dan senyum menyeringai yang sangat menakutkan.


"Jangan dekati aku, sana kamu jangan mendekat." Teriak Cindi sambil berusaha memberontak-berontak. Wanita itu semakin mendekat dengan suara tawa yang sangat menakutkan.


"Hihihihi hahahahaha, aku suka tubuhmu itu." Ucap Wanita itu dengan suara nya masih tertawa terbahak-bahak.


"Jangan mendekat, kalau kamu mendekat kamu akan tau akibat nya." wanita itu tidak mau mendengar dan lebih memilih mendekati tubuh Cindi dengan penuh kemarahan dan mata yang merah.


"Hahahaha, hai wanita cantik kamu pikir dunia ini milik kamu saja," makhluk itu mulai mencekik leher Cindi penuh kemarahan.


"Dasar iblis tak tau diri, Arghhhh." Cindi tiba-tiba langsung teringat dengan doa yang sudah di ajarkan ibunya, dan dia suka membaca doa itu. Mulut Cindi mulai sibuk membaca doa agar iblis itu menjauh dari nya.


"Hahahaha aku tidak takut, baca terus doa bodoh mu itu," Teriak sang iblis jahannam, mendengar hal itu Cindi lah yang balik marah sekarang, dia melanjutkan doa nya sambil mengulang-ulang nya secara terus-menerus sampai akhirnya iblis kepanasan dan menghilang


Rendi masuk ke dalam rumah dan menemukan cindi masih tidur, dia tanpanya kesal dan langsung membangun kan cindi yang masih tertidur lelap.


"Enak sekali kau tertidur, bangun siapkan aku makanan aku mau sarapan." Bentak Rendi, tapi Cindi malah tidak mendengar nya dia masih tertidur lelap di atas sofa itu.

__ADS_1


"Di suruh bangun malah ke enakan tidur, bangun." Teriak rendi semakin marah, Mendengar ada suara yang dari tadi memanggilnya membuat nya ingin terbangun tapi agak kesulitan. Cindi terbangun dari tidurnya benar saja Rendi ada di sana, Cindi sontak dengan wajah ketakutan dan pucat Pasih langsung memeluk rendi, Rendi kali ini hanya keheranan bukan nya tadi dia memarahinya.


...🐼🐼🐼 ...


__ADS_2