CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Keliling jakarta bersama Denis.


__ADS_3

Hari Minggu pagi biasanya Cindi akan istirahat di rumah tapi saat ini dia malah memilih untuk jalan-jalan pagi bersama Denis. Pukul 06:00 pagi Cindi terbangun, dia langsung mandi pagi dan menggunakan baju panjang dan celana panjang. Setelah siap dia membangunkan Denis yang masih tertidur di sofa karena semalam papa nya sudah pulang karena akan berangkat kerja lagi kalau pagi.


"Denis bangun dong, kita kan rencana mau jalan-jalan keliling jakarta." Cindi mengingatkan nya. Denis terbangun dia langsung masuk ke kamar mandi, setelah selesai berpakaian dia membangunkan ibunya.


"Bu saya pergi jalan-jalan bareng kak cindi yah." izin Denis ke ibunya, ibunya terbangun dan hanya mengangguk. Denis dan Cindi masuk ke dalam lift, sesampainya di lantai satu mereka menuju parkiran rumah sakit.


"Motor nya mana?" Tanya Cindi sambil mencari-cari motor Denis, Denis menunjuk salah satu motor GP di dekat mobil terparkir dengan rapi.


"Rupanya kamu masih mengagumi motor mu ini." Ucap Cindi sambil tersenyum manis.


"Iya dong kak, eh ngomong-ngomong kita kemana dulu?" Tanya Denis.


"Gimana kalau kita sarapan pagi dulu sebelum keliling jakarta." Ajak Cindi.


"Boleh," Cindi naik ke atas motor, Motor itu melaju pergi.


"Kak kita makan di restauran mana?" Tanya Denis di atas motor.


"Di restoran yang dekat sini saja." Motor itu melaju pergi mencari restauran terdekat di dekat rumah sakit. Untung Cindi bawah dompet, karena uang nya ada dalam atm nya.


Di depan terlihat salah satu restauran yang bisa di bilang cukup sederhana tapi mungkin makanan nya enak. Denis memarkir motor nya di parkiran motor depan restoran itu.


Mereka lalu masuk ke dalam, terlihat banyak resep makanan di dalam. Mereka paling suka duduk di kursi paling pojok, mereka mengambil kursi bagian pojok kiri.


Cindi memilih-milih menu makanan apa yang cocok dia makan, Saat sibuk memilih-milih Denis malah tertarik dengan salah satu resep ayam yang belum pernah dia makan selama di indonesia.


"Kak aku pilih ini deh, pasti enak." Tunjuk nya ke menu nasi ayam geprek di menu nya. Karena pusing memilih-milih akhirnya Cindi juga memutuskan memesan makanan yang sama.


"Yaudah aku pesan dua saja, kalau minumnya kamu pilih apa?" Tanya Cindi.


"Aku pilih jus jeruk dan air dingin," ucap nya, Cindi lalu menandai di menunya makanan yang pesanan Denis.

__ADS_1


"Aku jus alpukat dan air biasa saja." Ucap Cindi, beberapa menit kemudian sang pelayan restoran datang mengambil buku menu pesanan mereka.


"Permisi mba, apa pesanan nya sudah di pilih di menu?" Tanya kasir.


"Iya, silahkan." Ucap Cindi dan memberikan ke pelayan menu pesanan mereka, pelayan itu mengambil buku menu itu dan tersenyum laku pergi menyediakan pesanan mereka.


Sambil menunggu pesanan mereka Datang mereka ngobrol-ngobrol tentang kota jakarta yang semakin padat dan panas.


"Kak kota jakarta sekarang sudah semakin berkembang yah?" Tanya denis.


"Iya, sekarang semakin padat kendaraan nya juga semakin banyak, mana di luar banyak asap kendaraan." Ucap Cindi.


"Yaps sangat berbeda dengan di jepang, orang-orang di jepang malah naik bus dan berjalan kaki. kendaran di sana tidak seramai ini." Ujar denis.


"Masa sih, padahal kan di sana tempatnya jual beli mobil." Tanya Cindi heran.


"Yah memang betul adanya, itulah kenapa di sana mereka sangat menjaga kesehatan mereka. Padahal kalau di pikir mereka mampu kok beli mobil, karena rata-rata orang di sana kerja di perusahaan dan sangat di siplin. Cindi hanya mengangguk.


...🐼🐼🐼...


Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang akhirnya pesanan mereka datang, Melihat makanan itu masih pans bahkan mengeluarkan asap membuat lidah mereka semakin ngiler di buatnya.


"Waw ini pasti enak, makasih yah mba." Ucap Denis kepada pelayan itu. pelayan restoran hanya tersenyum saja mendengar rasa terimah kasih dari mulut Denis.


"Selamat menikmati, semoga makanan seenak yang kalian lihat." Ucap pelayan sebelum pergi dari tempat itu. Mereka lalu mencicipi pesanan itu, Denis memberi jempol ke pelayan yang masih berdiri di samping mereka.


"Selamat makan," Pelayan itu pergi dari hadapan mereka untuk kembali bekerja. Cindi sangat menikmati ayam geprek dengan sambal mentah di atas nya.


"Ya allah sumpah ini enak benar," Ucap Cindi.


"Iya, apalagi di makan pas panas-panas seperti pedasnya menghantam lidah." Denis begitu menikmati nya, apalagi tekstur daging ayamnya lembut. Sangat jauh beda dengan ayam KFC yang biasa dia beli, ini malah di campur cabai ayamnya baru di geprek jadi ayam sama sambalnya sangat menyatuh pedasnya.

__ADS_1


Makanan denis sudah habis di piringnya tapi dia masih mau tambah, itu karena porsi makan laki-laki memang jauh lebih banyak dari perempuan.


"Kak kita pesan lagi dong, nanti kalau aku balik ke jepang makanan kayak gini boro-boro mau makan." Rengek Denis kepada Cindi.


"Iya pesan saja, kakak pesan ayamnya saja satu." Ucap cindi terlihat nasi Cindi masih belum habis. Denis berjalan ke kasir itu untuk memesan satu porsi lagi.


"Mba bisa pesan satu porsi lagi, ayamnya Dua." Ucap denis.


"Iya mas, apa makan sini atau..." belum selesai kasir melanjutkan perkataan nya denis sudah menjawabnya seakan tak sabar menunggu pesanan nya.


"iya makan Sini," Ucap nya sambil tersenyum ramah, Sang kasir lalu mencatat pesanan denis.


"Iya mas, kalau begitu silahkan tunggu pesanan anda." Ucap sang kasir dengan ramah. Denis kembali ke kursinya, Cindi terlihat ikutan menunggu ayam pesanan tambahan nya. Nasinya sudah mau habis karena di makan sedikit-sedikit.


"Tunggu ayamnya dong kak, nanti nasinya keburu habis." Tegur Denis, Cindi baru sadar kalau dari tadi sendok nya tidak henti-hentinya masuk ke mulutnya.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka sampai, pelayan memberi pesanan tambahan mereka.


"Ini mas pesanan tambahan nya, apa masih ada lagi yang mau di tambah." Ucap pelayan dengan ramah.


"Tidak mba," Mendengar jawaban itu pelayan restoran kembali ke tempat kerja nya.


Mereka melanjutkan makan nya, kalau tadi Denis membalapnya makan kali ini dia makan dengan tenang tanpa buru-buru seakan dia ingin menikmati makanan nya dengan lama itu.


"Makanan saja di hayati," Tegur Cindi.


"Maklum lah kak orang kesasar habis dari hutan datang ke jakarta yah gini lah cara makannya." Ucap Denis dengan memperlihatkan wajah polosnya di hadapan Cindi.


"Eh kamu kasih liat aku muka polos, lama-lama di liatin kamu mirip juga yah sama Nobita." Ucap Cindi, Mendengar hal itu Denis hanya tertawa saja.


...Jangan lupa dukungan nya yah kalau kalian suka bisa kasih tanda like dan komen. Terima kasih....

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2