CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Cindi dan rendi di tokoh


__ADS_3

Cindi menelpon ibu menantu sekaligus tante nya sendiri, dia sangat malas untuk bertanya sama rendi yang suka rada-rada aneh. Cindi menatap Rendi dengan tatapan kesal, dan melanjutkan untuk video call dengan bu Hajra.


Tuuut, tuut, tuut. Suara telpon di dalam kamar berbunyi Cindi langsung menyapa orang yang ada di seberang.


"Halo ibu Hajra ku yang cantik," Ucap Cindi kepada sang penelpon.


"Ibu Hajra nya lagi di ruang tamu, maaf non." Ucap pelayan rumah itu.


"Ohhh ibu sayang," Ucap Cindi sambil memberi kode ke pada pelayan itu. Sang pelayan langsung berlari menuruni anak tangga untuk membawah nya ke bu hajra. Terlihat di kursi sofa ruang tamu bu hajra sedang serius membaca majalah sambil memakan kue martabak coklat di atas meja, yang di pesan nya lewat online.


"Bu, ini ada telpon dari Non Cindi," Ucap pelayan rumah itu kepada Hajra. Terlihat Hajra langsung memberhentikan aktivitas nya dan langsung mengambil telpon dari tangan pelayan itu.


"Makasih yah bi," Ucap Hajra sambil tersenyum ramah ke pelayan itu, sang pelayan hanya membalas senyum Hajra.


"Kalau begitu saya izin dulu bu," ucap pelayan itu.


"Iya silahkan," Hajra lalu melihat Cindi sibuk ngomong sendiri di telpon padahal tidak di jawab.


"Halo bu sayang tadi kan aku mau pilih gaun tapi aku pusing loh. soalnya gaun nya bagus-bagus semua, jadi aku maj minta saran dari ibu nih." Ucap Cindi, sambil berbalik menatap rendi dengan tatapan sinis. Rendi hanya mengangkat alis nya saja.


"Sayang kalau mau pilih baju yah menurut ibu sih yang sesuai selera saja, yang menurut kamu paling bagus nya yang mana." Nasehat Hajra.


"Bu liatin ini kan bagus semua nih, kalau menurut ibu bagus nya yang mana dong?" Tanya Cindi lagi.


"Kalau menurut ibu sih yang paling pertama itu tidak terlalu ketat, itu juga terlihat longgar dan anggun dan juga terlihat indah dan besar." Ucap Hajra.


"Ohhh, ya udah aku pilih ini aja bu. cuma mau minta pendapat ibu aja bagusnya yang mana, nanti kalau beli baju nya sesuai kesukaan aku takutnya nanti tidak sopan bu." Ucap Cindi.

__ADS_1


"Sayang yang milih kan kita sendiri, gak usah di dengar perkataan mereka biarin saja lagian kan tidak ada untungnya juga deh kalau kita mau dengar perkataan orang tapi memang alangkah baik nya kalau kita bisa lebih menjaga image kita." Nasehat ibu Hajra lagi.


"Okey deh bu, siap di laksanakan." Ucap Cindi dengan tersenyum.


"Loh sayang kenapa tidak tanya sama Rendi, Rendi nya mana?" Tanya ibu Hajra.


"Lagi sibuk tuh bu milih-milih jas." Ucap Cindi sambil menunjuk Rendi di pojok sebelahnya, Rendi hanya bisa pura-pura tersenyum sambil melambaikan tangannya ke ibu Hajra.


"Hai sayang, kamu kok tidak bantu Cindi sih milih baju?" Tanya ibunya.


"Ini bu lagi milih, bentar aku bantu yah." ujar Rendi menyakinkan ibunya.


"Okey, aku mau kamu yang pilih kan baju untuk Cindi jadi kamu harus pilih baju yang terlihat sopan tidak ketat dan tidak transparan." Nasehat Hajra kepada Rendi. Saat Rendi menatap Cindi terlihat Cindi tersenyum-senyun ke arah Rendi.


"Ya udah ibu matiin dulu yah nak," Ucap Hajra.


"Sayang kok ngambek sih," Ucap Cindi kepada Rendi, Rendi lalu menggelengkan kepala nya kali ini.


...🐼🐼🐼...


Setelah selesai memilih jas yang cocok untuk baju yang akan di pilihnya Rendi mendekati Cindi yang masih sibuk sendirian menatap jejeran gaun yang indah itu.


"Kamu pilih yang warna itu saja," Tunjuk Rendi ke salah satu gaun yang memang sangat cocok dengan kulitnya yang putih itu.


"Ya ampun yang ini beb, aku sih semakin yakin kalau yang ini." Ucap Cindi.


"Ya udah ambil gih, cobain di kamar coba itu, siapa tau kamu kegemukan malah tidak muat dan ketat." Ledek Rendi, Tanpa banyak bicara Cindi tersenyum-senyum karena dia akan menggunakan baju yang sangat Indah di hari pernikahan nya.

__ADS_1


Cindi masuk ke dalam ruang ganti diikuti oleh pekerja tokoh itu namanya mba lilis, mba lilis masuk ke dalam ruang ganti bersama Cindi. Rendi menunggu mereka di kursi itu, tak selang beberapa menit kemudian akhirnya Cindi keluar dengan tersenyum ke arah Cindi.


Biasa saja kali, tapi gaun nya cantik juga yah. gumamnya dalam hati. Rendi melamun sampai tidak sadar kalau Cindi sudah berada di sampingnya dengan tersenyum-senyum manis.


"Ish nih beb kok diam, menurutmu gimana beb ini gaun cantik atau tidak?" Tanya Cindi.


"Yah menurut aku itu sudah bagus," Ucap Rendi harus terpaksa mengeluarkan suara, padahal dia sama sekali sangat malas untuk mengeluarkan suara.


"Ya udah ini aja deh, lagian ibu tadi juga setuju kok." Ujar Cindi merasa sedikit kesal. Kalau orang bahagia karena mau nikah maka sangat berbeda dengan Cindi yang di mana dia semua nya harus melakukan nya karena hanya di paksa oleh keadaan saja.


Cindi masuk kembali ke kamar mandi di bantu oleh pelayan toko tadi, Saat keluar Cindi sudah menggunakan baju nya kembali. Sang kasir laku mengambil baju itu dan di masukkan ke dalam dos tempat gaun dan di masukkan kedalam kantong plastik.


"Ayo temani aku juga memilih Slop yang cocok untuk ku." Ucap Cindi sambil menarik tangan Rendi untuk ikut sama dia ke tempat sepatuh. Rendi hanya bisa mengikuti saja apa yang di inginkan Gadis itu kemana pun dia membawah nya.


Cindi sudah sampai di tempat jual sepatuh dan Slop utuk wanita. dia lalu memilih-milih Slop yang akan dia gunakan nantinya. Rendi terlihat sibuk memilih sepatu yang bagus untuknya.


"Rendi beb, gimana Slop ini?" Tanya Cindi.


"Yah terserah kamu pilihnya yang mana." Ucap Reno sambil kembali memilih-milih separuh yang bagus.


"Pilih yang ini beb," Tiba-tiba Cindi mengambil sepatu yang menurut Cindi Rendi juga menginginkan nya.


"Beb itu aja bagus kok, giliran aku nih pilihin juga dong bang." Rengek Cindi sambil memohon-mohon, Rendi menghela nafas dan langsung pasrah saja tubuh nya di seret oleh Cindi ke tempat sendal dan Slop.


"Kamu pake ini saja, warna nya lebih bagus karena kamu putih." Ucap Rendi sambil menunjuk salah satu sepatuh berwarna perak blink-blink.


"Serius nih, aku juga sebenarnya suka yang ini." Ucap Cindi, Rendi hanya terdiam saja mendengar nya.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2