
Terlihat dia tersenyum puas karena sudah berhasil membalas dendam dan menghancurkan keluarga kecil itu. dengan penuh kemarahan dan dendam dia lalu memberi bayaran kepada wanita suruhan nya itu.
"Liat aja aku akan membuat mereka hancur dan berantakan." geram nya dalam hati.
Wanita yang di bayar itu lalu pergi dengan senyum sumringah karena dia berhasil mendapatkan upah dari gadis kaya hanya dengan memberi foto ke orang lain.
Flashback on
kala itu dia memang butuh uang tiba-tiba seorang gadis menghampiri dirinya, Padahal dia baru saja mau siap-siap ke rumah sakit untuk mengangguk ibunya yang terkena geger otak. Dia sudah berusaha kesana kemari untuk mencari biaya rumah sakit namun hasilnya nihil.
Di rumah sakit Nayla masuk ke dalam untuk klinik kecantikan wajah. wajahnya yang sudah sangat halus dan glow malah harus di rawat terus.
Pasien atas nama Ibu rosliana kamar 35 mohon cek biaya untuk operasinya." Tanya Bella gadis berusia 23 tahun.
"Atas nama ibu rosliana biaya operasinya hampir 10 juta." ujar perawat sambil memperlihatkan di layar monitor. Bella kaget langsung tertunduk.
"Tapi uang aku tidak cukup sampai sebanyak itu hanya lima juta saja yang terkumpul." ujarnya kepada perawat itu.
"Maaf Bu saya tidak bisa bantu ini sudah ketentuan yang berjalan di rumah sakit." ujarnya sambil memohon maaf.
"Aduuh dapat uang dari mana sebanyak itu," ujarnya sedih. Dia lalu terduduk di kursi dengan wajah lesu. Nayla yang menyaksikan itu semua terketuk pintu hatinya. namun dia membantu gadis itu harus ada imbalan nya agar tidak menjadi hutang.
"Ehhh maaf dek, kamu jangan bersedih yah." ujar nya kepada gadis itu.
"Iya kak terimah kasih," ujarnya sambil mengelap air matanya dengan tangan kirinya.
"Gini aja kamu bekerja sama aku nanti aku kasih kami gaji." Nayla menawarkan diri kepada gadis itu.
"Serius kerja apa kak, dedek Bella mau yang penting nyawa ibu tertolong." ujarnya wajahnya yang tadi sedih langsung berubah menjadi ceria.
"perkejaan nya tidak berat kok, aku cuma mau membuat mantan ku menyesal. nanti kamu aku kasih amplop yang isinya foto kamu tinggal kasih istri mantan ku biar dia merasakan apa yang aku rasakan." Bella sempat berfikir ketiak mendengar penjelasan Nayla bagaiman mungkin dia menghancurkan suatu keluarga sedangkan dia wanita baik-baik.
"Tapi kak, boleh yang lain nggak dedek takut nanti ketahuan." ujarnya dengan wajah polos.
__ADS_1
"Nggak bakalan ketahuan nanti Kaka tunggu di dalam mobil, jika berhasil aku bayar kamu separuh dari duit tabungan mu untuk biaya rumah sakit ibumu. Gimana mau nggak?" bujuk Nayla.
"Iya deh tapi Kaka jangan bohong yah." ujarnya dengan wajah polos.
"masa Kaka bohong sih, nanti kalau Kaka bohong kamu datangi rumah ini Kaka tinggal di sini." Nayla lalu memberinya kartu nama.
"Atas nama Ibu Nayla Putri Nabila di persilahkan untuk masuk ke ruang rawat." Mendengar namanya di panggil di monitor dia lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Kamu tunggu Kaka di sini yah, Kaka cekup dulu nanti kita lanjut."
"Sip deh," gadis cantik itu mengangkat jempol nya tanda setuju. bahkan dia masih menggunakan seragam kampus. Nayla lalu masuk ke dalam ruang dokter.
Beberapa menit kemudian dia keluar dari dalam ruangan itu terlihat Gadis itu masih ada di tempat duduk yang sama, Nayla lalu mengajak nya untuk pulang bareng.
"Mau pulang bareng ngga?" Tanya Nayla
"Nggak usah kak makasih, nanti di jemput papa aja." ujarnya.
"Ya udah nanti aku kirim fotonya kamu cuci yah, " Nayla lalu meminta nomor hp nya. Lalu berjalan keluar dari ruang rumah sakit, gadis itu lalu tersenyum dan kembali ke ruang rawat inap tempat ibunya terbaring.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam telah tiba cindi lalu membuatkan makan malam untuk Rendi, kali ini dia membikinkan bubur ayam kesukaan Rendi. Cindi tersenyum membayangkan apa yang sudah terjadi tadi, tidak di sangka itu semua ternyata hanya rekayasa bahkan semua di luar kemampuan Rendi.
Seseorang memeluknya dari belakang, cindi terkejut lalu berbalik. Terlihat Rendi memeluknya dengan sangat mesra sambil berbisik sesuatu ke telinga cindi.
"Mau Bebi," ucapnya. Cindi geli mendengarnya lalu memukul lengan pria tampan itu.
"Ya udah berarti harus makan malam dulu biar cepat sembuh, habis itu kita buat deh." bisiknya ke telinga tendi dia lalu mengiringinya ke meja makan dan menyuapinya bubur ayam yang masih hangat.
"Makasih yah selama satu tahun mau bertahan dengan ku penuh dengan penuh suka duka." ucapnya ke cindi yang sedang duduk di samping nya.
"Iya sama-sama ya udah ayo habisi buburnya." cindi lalu menyuapkan bubur itu sampai habis. Dia memegang kening Rendi rupanya panasnya sudah turun.
__ADS_1
"Aku sudah sembuh panasnya udah turun." ucapnya.Cindi hanya mengangguk dia lalu memberinya obat dan air putih agar pemulihan nya lebih baik lagi. Rendi tiba-tiba memegang tangan cindi dan menciumnya.
"I love you," ini kali kedua Rendi bilang seperti itu padanya. cindi tidak menyangka kalau dia berhasil menaklukkan cowok keras kepala itu.
"love you too," Cindi lalu mengelus-elus rambut pria itu dan mengelap keringan yang keluar dari dahinya.
"Ayo naik istirahat," ujarnya. mereka lalu naik ke atas kamar untuk beristirahat. Di atas kamar Rendi langsung mengunci pintu dan mendekati cindi.
"Aku mau Bebi, mumpun di rumah cuma kita berdua." ujarnya. cindi semakin bercucuran keringat saat Rendi mulai mendekatinya.
"Tapi sayang masih belum terlalu kuat." bisik cindi beralasan.
"Tidak papa kita coba, mau Bebi." kata itu terus diulang-ulang cindi kali itu hanya bisa nurut saja. Cindi yang menggunakan baju tidur tipis dan celana tidur tipis lalu membiarkan Rendi membuka kancing bajunya.
Ini baru pertama kali Rendi melihat wanita tanpa menggunakan baju dalam hidupnya walaupun dia terkesan playboy di kampusnya dulu, tapi dia tidak pernah tidur sama wanita manapun. Cindi lalu membuka kaos baju Rendi badan yang hampir setiap hari dia lihat namun tidak bisa dia jangkau akhirnya malam itu dia bisa jangkau juga.
"Kamu masih perawan," ucap Rendi padanya, Cindi hanya tersenyum.
"Dan selama kita nikah baru aku kasih keperawanan ku karena aku percaya sekarang, jadi aku minta setelah ini kita jangan berkelahi lagi harus sering aku, dan tidak perlu bersandiwara lagi di depan orang tua. Terlihat Rendi mengangguk setuju lalu tersenyum ke arah cindi.
"love you," ini ketiga kalinya dia bilang love you kepadanya dan cindi selalu membalasnya.
"Love you too, mau Bebi berapa?" Tanya cindi
"Mau Bebi yang banyak dan lucu-lucu." Ujarnya.
"Aamiin tapi repot nanti ngurus nya." ujar cindi ngebayangin punya banyak Bebi.
"Nggak papa nanti aku bantu ngurusnya." lalu mencium kening cindi.
Malam itu semua sudah terjadi Mereka benar-benar di bakar panas nya gelora cinta yang menggembu selama berbulan-bulan.
Akhirnya malam sebagai saksi bahwa keperawanan nya yang di jaga bahkan ketika dia sudah nikah akhirnya bisa di kasih ke Rendi dengan penuh cinta.
__ADS_1
...****************...