
Malam harinya Rendi sudah tertidur di atas kasur, Cindi malah sudah tertidur di lantai akibat pengaruh obat mag dan obat jantung yang bersamaan di minumnya. Dia lupa kalau itu bisa saja membuat nya jadi semakin sakit.
Cindi malah ketiduran sampai seperti tak sadarkan diri lagi, dia hanya bisa berharap malam itu dia bisa berumur panjang. Rendi malah tidak menyadari kalau Cindi tertidur di lantai.
"Bang Rendi aku capek," Ujar Cindi.
"Kamu capek apa sih, aku tidak ngerti." Kesal Rendi.
"Aku capek saja," Cindi tersenyum ke arah Rendi, Rendi hanya terheran-heran saja. dia langsung keluar kamar meninggalkan Cindi yang masih lemas di samping tempat tidur
hanya bisa terdiam melihat kepergian Rendi.
Rendi meminum air minum di dapur, tiba-tiba gelas nya terjatuh. Dia kaget saat sadar gelas itu sudah pecah dan berhamburan di lantai, dia langsung teringat Cindi dan kata-kata nya. Rendi berusaha memungut semua pecahan gelas itu, setelah membersihkan semua pecahan itu Rendi memasukkan nya di kantong plastik.
Rendi menaiki tangga, dia masih teringat dengan apa yang di katakan Cindi tadi, dia membuka kamar betapa kagetnya dia melihat cindi sudah kedinginan dan pucat di lantai.
Ya ampun aku kok tega banget sih, aku gak boleh gini dong kasian dia. Kalau sampai dia kenapa-kenapa bisa mati aku di marahin papa.
Rendi tersadar dari mimpinya, dia langsung bangun dan melihat kelantai. Benar saja Cindi ada di lantai terbaring lemas dan kedinginan, Rendi langsung panik dia bangkit dari tempat tidur itu dan mengangkat Cindi yang sudah terbaring di lantai.
Dia lalu menyelimuti nya, tubuhnya memang sudah terasa kedinginan. Bagaimana mungkin dia begitu ceroboh, dan tidak sadar kalau dia tadi di kasih kode dalam mimpi. Rendi melihat jam sudah menunjukkan pukul jam 01:00 malam, sontak saja membuat Rendi semakin syok dengan situasi itu.
__ADS_1
Di liatnya ada obat di lantai, dia langsung mengambil obat itu dan memasukan nya ke dalam lemari. Rendi kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidur nya, tak beberapa menit kemudian dia sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.
...🐼🐼🐼...
Pagi telah tiba, Cindi terbangun pukul 06:00 dia langsung kaget saat sadar badan nya kesakitan semua dan sedikit kurang sehat. Dia teringat kalau semalam dia itu tertidur di lantai, yang membuat nya kaget lagi saat dia melihat rendi sudah tertidur pulas di samping nya.
Ya ampun kok bisa yah aku tidur di sini, berarti semalam aku di angkat dong sama dia naik di sini. Ya ampun pipi aku bisa merah nih." Cindi langsung bangun dari tempat tidur dan langsung buru-buru mandi pagi.
Setelah mandi dia langsung turun ke dapur untuk siapin sarapan pagi, sedangkan rendi masih tertidur pulas di atas kasur. Di dapur semua yang dia mau masak sudah di sediakan di atas meja tinggal di kerja semua nya, Cindi berusaha untuk memasak dengan santai lagian sekarang sudah pukul 06:25 sedangkan Rendi pergi kantor itu jam 08:25 jadi masih ada waktu sekitar satu jam lah.
Rendi terbangun dari tidur nya langsung masuk ke kamar mandi, setelah mandi dia langsung menyiapkan semua dokumen nya untuk kerja ke kantor lagi.
rendi turun ke bawah untuk sarapan, di bawah di liatnya Cindi sudah terbangun dan sedang menyiapkan sarapan pagi. Rendi duduk di kursi dan memakan roti yang sudah di kasih selai coklat oleh Cindi, susu putih di gelas besar di minumnya sampai habis. Cindi sontak kaget melihat Rendi seperti sedang terburu-buru.
"Loh ada apa beb, apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Cindi dengan terlihat masih heran, Tapi Rendi malah hanya menggeleng kepala saja. Selesai sarapan Rendi langsung beranjak dari kursinya, tiba-tiba Cindi menahan nya.
"Mau ke kantor yah, aku ikut dong." Ujar Cindi.
"Kata papa kamu di liburkan untuk sementara, kamu di rumah saja." Nasehat rendi lalu pergi meninggalkan nya yang berusaha mencerna perkataan Rendi, padahal dia kan mau ke rumah sakit bukan ke kantor.
Cindi sekarang sendiri dia malah sibuk membereskan semua piring kotor dan mencucinya, Rendi sudah turun dari atas dengan tas kantor di tangan kirinya. Dia sempat melihat ke Cindi yang masih sibuk membersihkan meja.
__ADS_1
Rendi keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil itu, mobil itu melaju pergi meninggalkan kompleks perumahan asri itu. Terlihat Cindi berbalik dan merasa sedih karena gak bisa cek up ke rumah sakit.
Ya ampun aku kan mau cake up, ya udah aku bersih-bersih rumah bentar aku akan telpon pak budi.
Selesai bersih-bersih Cindi langsung naik ke kamar dan langsung menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang. Setelah semua sudah selesai, dia langsung menelpon pak budi.
Tuttt, tutt, tuut....
"Halo assalamualikum non," Ucap pak budi.
"Wa alaikum salam pak, aku boleh minta tolong nggak?" Tanya Cindi kepada pak budi di seberang telpon.
"Iya non, kalau boleh tau Aku bisa bantu apa yah?" Tanya Pak budi di seberang telpon.
"Aku mau ke rumah sakit pak, tapi suamiku sudah ke kantor pagi-pagi tadi boleh kan kalau bapak menjemput ku." Ujar Cindi memohon ke pak Budi agar mau menjemputnya karena ini berhubungan dengan kesehatan dan nyawa nya.
"Ya ampun non kirain bantu apa, boleh dong non yang penting non Cindi mau menunggu bapak, karena bapak baru jalan nih." Ujar Pak budi.
"Iya pak, saya pasti akan tunggu." Cindi lalu mematikan telpon nya, Beberapa menit kemudian suara klakson mobil di depan rumah sudah berbunyi, Cindi langsung buru-buru turun ke lantai bawah. Dia mengunci pintu rumah dan langsung menghampiri pak budi yang masih menunggunya di dalam mobil.
Mobil itu melaju pergi meninggalkan tempat itu, terlihat Cindi hanya terdiam. Pak Budi sebenarnya kepo kenapa Cindi ke rumah sakit apa ada masalah dengan nya. Tapi dia berusaha untuk mengurungkan niat nya, dia dari tadi hanya memilih fokus ke jalan raya di depan.
__ADS_1
Gimana juga kan jalan raya di depan itu sangat penting untuk keselamatan mereka, waktu terasa begitu panjang bagi Cindi di akibatkan jakarta begitu padat dan jalan suka macet. Cindi dan pak budi hanya bisa menikmati udara pagi dari jendela meski terasa agak sedikit panas juga.
...🐼🐼🐼...