
Di dapur terdengar barang-barang pada bersenandung akibat ulah cindi yang terburu-buru membuatkan teh hangat untuk rendi. Tidak cukup beberapa menit teh itu akhirnya jadi, cindi langsung berlari naik ke kamar dengan sangat hati-hati.
Sesampainya di kamar di liatnya rendi masih terbaring di tempat tidur dengan selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Cindi mendekati tempat tidur itu dengan membawah secangkir teh hangat. Rendi yang menyadari kedatangan cindi hanya bisa diam saja seakan tak terjadi apa-apa.
"Sayang bangun dulu yok," ucap Cindi kepadanya.
"Iya..." ucap nya dengan suara yang terdengar sedikit parau. Cindi lalu mengambil teh yang di letakan nya di atas meja.
"Ini sayang minum dulu teh hangatnya," Rendi lalu mengambil teh itu dari Tangan cindi, kali ini dia tidak bisa menatap mata wanita itu. Jika menatap matanya dia hanya merasa ada yang menjanggal di hatinya perasaan yang tidak seperti biasanya. entah apa saat ini dia sudah ada rasa atau tidak tapi yang dia tau ada hal yang ganjil di hatinya.
Cindi duduk di sisi tempat tidur, sambil menatap wajah yang tampan itu sambil tersenyum-senyum kagum.
"Sayang kalau sudah habis bilang yah, ini ada kue kalau mau makan kue sayang, enak loh ibu yang buat kuenya." ucap nya memberi tawaran kepada rendi. Rendi hanya mengangguk-anggukan kepalanya, lagian dia memang merasa perutnya kosong akibat rasa dingin yang menyelimutinya.
Tanpa pikir panjang cindi langsung membuka penutup toples itu dengan senang nya, rendi lalu mengambil salah satu kue kering yang ada di dalam toples dan mengunyahnya. Saat memakan kue itu dia merasa ada kelezatan tersendiri dari rasa kue itu yang dia makan.
"Gimana rasanya sayang enak gak?" tanya cindi kepadanya, entah kenapa rendi malah menjawabnya dengan spontan.
"Iya enak kok" ucapnya dengan cuek.
__ADS_1
"Oh syukurlah kalau enak, pasti mama sangat senang kalau tau hal ini," ucap cindi sambil tersenyum-senyum bahagia, rendi tiba-tiba langsung salah tingkah saat melihat tingkah cindi yang cepat merespon kata-katanya.
"Ehhhhmmmm, sini kuenya aku aja yang habisi." Melihat rendi salah tingkah cindi hanya tersenyum manis ke arahnya, rendi pura-pura tidak peduli dia lalu mengambil kue yang ada di tangan cindi seolah-olah dia tidak peduli dengan irama detak jantung yang ada di hatinya.
"Iya sayang, itu separuhnya milikku dan separuhnya akan jadi milikmu, karena membangun hubungan kasih harus seimbang jadi aku sengaja menyeimbangi nya untukmu." ucap cindi, meski rendi paham apa yang barusan cindi katakan dia pura-pura sok tidak dengar dan malah mengambil remote tv dan sengaja di besarkan suaranya agar tidak mendengar kata-kata cindi yang bisa saja mengelabuinya.
...🐼🐼🐼...
Sekarang perasaan dan pikiran rendi sudah tidak karuan lagi, apalagi cindi dari tadi berbicara di sampingnya seperti berpuisi aja. Tanpa di sadari rendi ternyata cindi sengaja, dia hanya ingin tau apakah rendi juga merasakan apa yang barusan dia rasakan. meski rendi berusaha menyembunyikan itu semua tapi cindi orang yang cerdas dia bisa membaca gerak gerik rendi.
"Ehmmmm, sayang.... kamu masih demam parah yah?" Tanya cindi sambil memegang kening rendi, saat tangan cindi memegang keningnya tiba-tiba rendi merasa ada aliran listrik yang mengalir dari dalam tubuhnya, aliran yang sudah bertahun-tahun dia tidak pernah rasakan lagi malah kembali terasa.
"Ehhhhmmmm, iya." jawabnya asalan, mendengar hal itu cindi masih tidak kehabisan akal.
"Apa... aku tidak dengar kamu bilang apa tadi?" Tanya rendi pura-pura tidak tau. Cindi mengambil tangan kiri rendi dan meletakkan nya pas di dadanya agar rendi bisa merasakan detak jantungnya. entah kenapa malam itu rendi hanya bisa menurut saja, biasanya dia akan menghentakkan tangan cindi karena dia merasa tidak sopan tapi malam ini dia malah memilih membiarkan wanita nya mengungkapkan apa yang ingin dia katakan.
"Kamu bisa dengar detak jantungku yang berdetak kencang, itu detakan yang jarang aku alami selama hidupku." ucap cindi dia tersenyum tapi entah kenapa tiba-tiba air matanya jatuh di hadapan rendi, dia sekarang merasa lemah di hadapan rendi.
Ada apa dengan nya tidak biasanya dia menangis, biasanya dia sering tersenyum dan tertawa. bisiknya dalam hati.
__ADS_1
"Aduh gak usah nangis loh lebay tau," Rendi lalu menarik tangan nya dan mengusap air mata cindi. Dia memang tidak tau banyak tentang kehidupan wanita itu, tapi dia tidak pernah sanggup jika melihat ada wanita yang menangis di hadapan nya.
"Aku cuma mau bilang kalau aku suka sama kamu, i love you yah," setidaknya sebelum aku mati kamu tau kalau aku sangat tulus mengatakan nya." ucap cindi, dia memang merasa kalau terapi itu tidak berhasil maka nyawa lah taruhan hidupnya. apalagi sekarang kondisinya masih belum membaik sepenuhnya.
Mendengar apa yang barusan di katakan cindi sontak saja membuat rendi kaget dan ada perasaan sakit di dalam hatinya, dia benar-benar sadar sekarang bahwa dia tidak bisa kehilangan orang yang dia cintai.
"Kamu ngomong apa sih, kok bawah mati-mati segala?" Tanya rendi kesal saat itu juga, dia sekarang tambah bingung dengan sikap cindi yang semakin hari semakin aneh aja menurutnya.
"Semua orang kan akan mati, aku hanya menyesalinya jika kamu tidak tau apa yang seharusnya ingin aku beri tau ke kamu." ucap cindi saat itu, yah meski rendi mendengarnya tapi dia cuma merespon biasa saja.
"Ohhhh, ya udah kamu tidur capek kan seharian kerja." tanya rendi.
"Tidak juga sih kan ada bibi yang temanin," ucap cindi, kali ini cindi merasa gagal membuat pria itu mengakui perasaanya.
"Jangan keras kepala kamu belum sembuh sepenuhnya, tidurlah." ucap rendi dengan kata-kata yang terdengar tegas dan terkesan cuek.
"Iya, kamu juga tidur dong," kesal cindi dia lalu mengambil remote di samping tempat tidur lalu dimatikan tv itu.
"Loh kok di matikan aku kan masih makan, tehnya juga belum habis." kesal rendi, dia lalu menyalahkan kembali televisi itu.
__ADS_1
"Ya udah aku tidur duluan yah," ucap cindi kali ini dia tidak memanggil rendi dengan sebutan sayang ada perasaan malu dalam hati untuk saat ini mengatakan nya. mungkin karena cindi merasa perasaan nya di tolak lagi dengan rendi. Rendi sengaja tidak menunjukkan perasaan nya ke cindi dia hanya tidak suka saja terlalu berlebihan. masa lalu telah membuatnya belajar banyak hal, lebih baik dia seperti ini dari pada terluka lagi seperti masa lalunya.
...🐼🐼🐼...