
Cindi langsung duduk di dekat pak di direktur, saat menyadari keadaan cindi pak direktur langsung kaget dan menegurnya dengan teguran halus nan sopan.
"Halo sayang bagaimana keadaanmu sekarang apakah baik-baik saja." Tanya pak direktur padanya.
"I Iya pak, ini cindi sehat-sehat saja kok." ucap cindi wajahnya memang terlihat pucat namun karena dia memang aslinya putih dan dia menggunakan lipstik berwarna pink makanya tidak kentara kalau kondisi dia sekarang tidak baik-baik saja.
"Syukurlah kalau begitu nak, oh iya ngomong-ngomong mau ke sini ada urusan apa yah?" Tanya pak direktur itu.
"Sebenarnya aku ngomong sesuatu ke bapak, ini sangat penting." Ucap cindi agak sedikit khawatir juga.
"Mau ngomong apa nak, bilang aja gak papa." Ucap pak direktur.
"Ini pak tentang pekerjaan sih." Ucap cindi agak sedikit takut-takut ngomongnya.
"Ada apa nak, pekerjaan apa?" Tanya pak direktur melihat ada kebingungan pada wajah cindi.
"Jadi gini pak lima tahun yang lalu ada seorang yang kehilangan pekerjaan nya, terus dia sempat mendaftar namun kena tolakan dari sang penguji." Ucap cindi sedikit takut-takut ngomong jadi dia putus-putus pembicaraan nya.
"Terus? ayo lanjut nak tidak papa." ucap bapak menyakinkan cindi.
"Jadi dia sempat tidak di terimah di sini, terus sudah melamar ke mana-mana tapi tidak di terima sampai akhirnya keuangan di keluarga nya menipis dan memutuskan untuk jadi sopir taksi yang gajinya tidak begitu cukup untuk membiayai rumah tangganya." Cerita cindi.
"Terus bapak mau tanya memang masalah apa dia sampai tidak di terima di perusahan lain?" Tanya pak direktur.
"Dia sempat dapat musibah hingga dia di pecat dari tempat kerja nya, Di kantor dia bekerja kemarin dia bagian administrasi tapi karena di fitnah sama teman nya karena dia selalu naik jabatan akhirnya dia di fitnah dan di keluarkan serta dapat surat kalau dia tidak akan di terima lagi di perusahaan lain." jelas cindi.
__ADS_1
"Ohhh begitu, kalau bapak pikir sih seharusnya dia bisa buktiin kalau dia tidak bersalah tapi susah juga sih kalau tidak ada tanda buktinya." Pak direktur sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sudah di penuhi banyak uban itu.
"Nah aku ketemu dia dan nolongin aku maka dari itu aku mau bapak terimah dia bekerja dan memberikan dia kesempatan, bapak suruh orang buat ngawasin aja kalau dia lagi kerja untuk memastikan kejujuran nya." cindi memberinya saran karena cindi juga sudah sangat percaya kalau bapak itu benar-benar orang yang jujur.
"Iya nak, jadi kapan dia bisa datang ke sini?" Tanya pak direktur dengan kemurahan hatinya.
"Dia sekarang ada di luar lagi vc sama anaknya pak, anaknya terlihat bahagia itulah alasan cindi membantunya karena anak-anak nya dapat perlakuan yang tidak baik dari orang lain karena bapaknya hanya bekerja sebagai sopir taksi." jelas cindi.
"Ya sudah nak, kebetulan juga perusahaan kita kan butuh tiga karyawan nih. jadi dia di terimah karena kemarin ada kasus anak magang yang masih di kontrak ada beberapa orang melakukan kecurangan di perusahaan ini sehingga dia kena pecat." Mendengar hal itu cindi tersenyum kepada bapak mertuanya.
"serius pak dia di terimah?" cindi sontak histeris di tempat itu.
"Iya nak dia di terimah," Ucap pak direktur pada nya.
"Cindi langsung tersenyum ke bapak direktur dan mencium tangan nya serta mengucapkan banyak terima kasih.
"Iya pak aku akan memanggilnya nya masuk, pasti dia sangat senang mendengarnya." cindi lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
...🐼🐼🐼...
Cekrek, suara pintu terbuka terlihat seorang bapak di luar masih video call bersama anak dan istri nya. cindi lalu menghampiri bapak itu, terlihat mereka sangat asik keluarga yang sederhana nan bahagia.
"Ehmmm bapak," Cindi sempat memukul pundak bapak itu terlihat orang yang sangat cantik yang berada di video itu tersenyum padanya sambil melambaikan tangan.
"Eh iya nak, ada apa?" tanya bapak itu kepadanya.
__ADS_1
"Bapak boleh masuk sekarang, lagi ada panggilan dari bos besar." ucap cindi terlihat orang di video itu melambaikan tangan padanya seperti mengucapkan kata hai padanya. Cindi menanggapinya dengan tersenyum dan ikutan melambaikan tangan seperti mengucapkan kata yang sama.
"Oh iya nak, kalau begitu aku masuk dulu." bapak itu lalu izin oleh anak dan istri nya dan mematikan video call itu. hpnya di masukkan ke dalam tas lalu di temani cindi masuk ke dalam ruangan.
Saat masuk ke dalam ruangan itu dia benar-benar terpana dengan ruangan itu, ruangan yang sangat luas dan bersih serta terlihat sedikit mewah meski di dalamnya sederhana.
Terlihat pak direktur menyambut kedatangan karyawan baru itu, sambil tersenyum ramah kepadanya.
"Silakan duduk pak," ucap pak direktur. Cindi lalu menyalahkan tempat masak air di tempat itu lalu menaikkan air panas, untuk membuat air panas lalu mengeluarkan beberapa kue dari lemari dan di simpan di atas meja tepat di depan mereka berdua.
"Silahkan di makan kue Nya sambil mengobrol," ucap pak direktur padanya.
"Iya pak terimah kasih banyak," ucap bapak itu lalu tersenyum ramah padanya.
Mereka asik mengobrol, cindi ya g serius buat teh hangat sempat menguping sedikit pembicaraan mereka. Rendi terlihat fokus dengan pekerjaan sedikit-sedikit menguping pembicaraan mereka juga sambil mengerjakan pekerjaan kantor.
"Jadi bapak punya keahlian di bidang apa? biar nanti aku tempatkan di bidang mana bapak bisa." Ucap bapak direktur dengan gaya nya yang terlihat elegan dan ramah tama.
"Aku bisa di bagian administrasi pak, karena kemarin sempat di kasih di bagian itu." ucapnya dengan tersenyum ramah.
"Ohhh bagian administrasi, okey besok bapak bisa mulai bekerja sebelum itu nanti di ajak salah satu karyawan untuk melihat-lihat tempat ini biar bapak besok tidak bingung pas langsung bekerja." nasehat pak direktur kepadanya.
"Ohh iya pak terimah kasih banyak, aku sangat berterima kasih kepada bapak sekeluarga karena sudah mewujudkan impian ku dari dulu." ucap bapak itu terlihat di wajahnya raut gembira banget sampai tidak bisa lagi dia berkata-kata banyak selain ucapan terima kasih.
"Terimah kasih kembali atas kesiapan bapak untuk bekerja sama dan mau mengambil di tempat kerja kami semoga selalu berkah pekerjaan nya tanpa adanya saling menuduh satu sama lain lagi pak." ucap pak direktur utama, bapak itu menyalami balik tangan putih bersih nan keriput itu.
__ADS_1
"Iya pak," mereka saling bersalaman seperti seorang sahabat lama yang baru jumpa padahal mereka baru saja ketemu bahkan tidak saling kenal.
...🐼🐼🐼...