CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
belanja ke grosir mall


__ADS_3

Selesai membayar barang yang di bawah Cindi, Lanjut dengan barang-barang yang di pilih mba lina. Dengan beberapa dos mie, beberapa karung beras, beberapa rak telur, dan yang lainnya yang tidak kalah banyak nya.


Semua itu hasil dari kumpulan uang Ibu wina, Lina dan suaminya. sedangkan yang bagian makanan ringan Cindi dan denis yang berbagi rata. Jadi tidak ada yang rugi karena niat baik.


Selesai membayar semuanya yang jumlahnya semua ya bahkan sampai 7 juta semua nya, kalau buka karena bantuan dari pak direktur dan keluarga lina mungkin belanjaan mereka cuma 3 juta.


"Jumlah semua nya berapa kalau di total mba." Tanya lina sebelum pergi.


"Jumlah semuanya 7 juta lebih mba." Cindi dan denis kaget.


"Loh mba, kok bisa banyak begitu." Tanya Cindi.


"Tadi waktu aku pergi jemput Abi, papa nanya mau ke mana. jadi aku bilang mau pergi belanja buat anak yatim, eh tau-taunya bapak suruh tarik di rekeningnya tiga juta buat sedekah." Ucap Lina sambil tersenyum.


"Ya ampun semoga tuhan yang maha kuasa membalas kebaikan kalian, aku juga ingin menyumbang mba." Ucap kasir memberi uang di dalam amplop.


"Wah makasih banyak loh mba kasir, semoga di lancarkan rezekinya selalu dan dapat tambahan yang banyak." Ucap line mendoakan kasir itu.


"Amiin mba, isinya tidak terlalu banyak tapi saya ikhlas loh mba." Ucap kasir itu lagi.


"Buka di liat dari izinkan mba tapi dari keikhlasan yang tuhan lihat." Nasehat Cindi, mendengar hal itu sang kasie hanya tersenyum.


"mba makasih juga yah atas rezekinya sudah mau belanja sampai tujuh juta lebih." Sang kasir sangat bersyukur, dia juga berharap kalau bosnya akan memberinya bonus.


Semua barang sudah masuk ke dalam mobil, meski tadi hampir tidak muat karena kebanyakan tapi kursi belakang kosong jadi di lipat agar semua barang muat masuk. cemilan-cemilan nya di pangkuan Cindi dan Denis.


"Okey sekarang jalan," Ucap Lina. Mobil itu melaju pergi ke rumah Cindi untuk menjemput mamanya.


Di depan rumah sudah terlihat wina dengan wajah yang masih terlihat muda menunggu di depan rumah. Saat mobil singgah wina masuk ke dalam mobil bersama annisa.


"Annisa ikut?" Tanya denis.


"Tadi dia nangis merengek-rengek mau ikut, barang yang dari Kevin sudah ada?" Tanya Wina.


"Sudah ada kok bu, tadi di masukin duluan supaya tidak kelupaan.

__ADS_1


"Eh ibu punya saran loh, kita beli pembungkus kantong untuk cemilan supaya anak-anak sebentar tidak rebutan." Nasehat Wina.


"Boleh juga tuh mba, nanti di sana baru di bantuin sama ibu pantinya masukin ke plastik supaya rata." Cindi hanya setuju-setuju saja sama usulan ibunya.


"Banyak sekali kalian beli, bagaimana kalau kita sumbang ke dua tempat. jadi nanti kita bagi rata dulu." Ucap wina.


"Yah aku sih oke-oke saja, panti di jakarta kan juga banyak." Denis hanya setuju saja lagian kalau di sumbang ke satu panti kebanyakan.


Mereka lalu pergi ke tokoh plastik dan membeli beberapa plastik untuk di masukkan cemilan di dalam nya. Beberapa menit kemudian Lina dan suaminya masuk kembali ke dalam mobil.


"Kita ke rumah ibu yah, biar di bantuin bungkus cemilan." Ucap lina, Mereka semua hanya setuju saja.


...🐼🐼🐼...


Mobil itu melaju ke rumah pak direktur yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh. Beberapa jam kemudian mobil itu singgah pas di depan rumah yang sangat besar dan indah. Denis kaget rumah Pak direktur ternyata lebih besar dari rumah Nya.


"Mba ini rumah om?" Tanya denis kagum.


"Iya, kamu nanti kenalan sama orang-orang di dalam yah." Lina lalu mengajak Mereka masuk ke dalam.


Di dalam ternyata sudah ada pak direktur, dan ibu Hajra duduk di kursi ruang tamu. semua barang-barang yang akan di masukan ke kantong plastik sudah di angkat semua masuk ke dalam.


"Ohhh, siapa cowok tampan yang kau bawah itu nak?" Tanya bu hajra, Tanpa di suruh denis menyalami mereka dan memperkenalkan diri.


"Saya anak nya pak dokter dion saudara papanya Kak Cindi om." Ucap Denis.


"Ohh, kamu kenapa kemarin tidak ikut pulang kampung nak?" Tanya Pak direktur mengusap-usap kepala Denis.


"Kemarin saya masih di jepang om, saya saya kuliah di jepang jadi jarang untuk pulang." Ucap denis dengan tersenyum ramah.


"Ohhh sekolah di luar negeri, bagaimana kalau kau selesai kuliah, langsung kerja di kantor om saja." Tawar pak direktur.


"Wah serius nih om, kantor yang ditempati kak cindi kan om?" Tanya Denis.


"Iya, di sana." Ucap pak direktur.

__ADS_1


"Wah padahal masih ada satu tahun loh om, sudah di tawari kerja, saya mau deh om." Ucap denis, dia merasa suatu keberuntungan bisa kerja di salah satu perusahaan terbesar dan termegah di jakarta.


"Om justru merasa senang kalau ada mahasiswa lulusan luar negeri bisa kerja di perusahaan om, kalau begitu om target kamu." Ucap Pak direktur sambil menjabat tangan denis yang tampan rupawan.


"Aku pikir tadi saudara kandung Cindi, mirip loh muka nya." Hajra kaget saat tau kalau sepupu Cindi.


"Yah memang kalau ada hubungan darah wajah terkadang hampir mirip-mirip, seperti rio dan tendi wajah mereka bahkan hampir sangat mirip." Ucap Wina. Rio dan adik pria nya keluar dia kaget melihat banyak cemilan.


"Loh ini untuk apa mba?" Tanya Rio ke cindi.


"Kamu mau?" Tanya Cindi.


"Mau kalau di kasih." ucap rio jujur.


"Tapi harus kenalan dulu dong sama adek mba." Ucap Cindi.


"Hai, Aku rio salam kenal kak." Ucap rio ramah sambil menjabat tangan denis.


"Denis, salam kenal," Rio dan adiknya ikutan menjabat tangan denis.


"Eh aku punya hadiah buat kalian," Denis lalu mengeluarkan bungkusan dua kado dari dalam tas nya.


"Wahhh, ini buat kami ada bahasa jepang nya lagi." Rio terbelalak melihat kado ukuran kecil yang bertuliskan bahasa jepang. rio dan adiknya lalu membuka bungkusan itu terlihat ada berbagai jenis coklat yang di olah langsung dari jepang.


"denis apa kamu sudah menyiapkan nya?" Tanya Cindi.


"Yah tadi sebenarnya waktu aku pulang sudah aku siapkan memang kak, aku tadi singgah beli kotak segi empat dan tulisan itu tulisan tangan aku." Jelas Denis.


"Wah, kakak hebat aku nanti di ajar yah bahasa jepang." Ucap rio.


"Oh iya aku lupa ada juga buat Abi loh," Denis mengeluarkan kotak kecil berukuran sama dengan punya rio dari tas Doraemon nya.


"Ini buat aku?" Tanya Abi polos.


"Iya dong," Ucap Denis sambil mencium pipi abi.

__ADS_1


"Wah tas kakak kayak tas dolaemon, banyak isinya." Ucap Abi, semua di ruangan itu hanya tertawa.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2