CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Berfoto bersama bird


__ADS_3

Setelah puas memberi makan ikan tak terasa waktu sudah siang, kali ini Mereka akan pergi berjalan-jalan ke tempat banyak nya burung di atas pohon yang jenis nya berbeda-beda jenis.


Mereka sempat berfoto-foto saat burung mengunjungi para wisatawan. Denis mengambil makanan yang sudah di siapkan untuk memancing burung-burung mendekati para wisatawan.


"Denis foto dong," Ucap Cindi saat berhasil menangkap burung warna warni di tangan nya.


Melihat Foto itu bagus Denis ikutan mau berfoto dengan burung yang langkah itu.


"Kak aku juga mau sepertinya ini akan terlihat keren." Denis mencari tempat yang bagus, Saat kamera di ceprek, dia sengaja melepas burung itu jadi pengambilan fotonya akan terlihat kalau dia melepaskan burung yang terbang.


"Ish kok di lepas sih, kakak kan masih mau foto bareng." Ngambek Cindi.


"Yaelah kak, kan banyak tuh jenis burung yang lain."


"Yaudah sekarang kamu yang tangkap," Ngambek Cindi. Kali ini Denis memancing para burung untuk mendekat dengan nya dengan makanan. Para burung mulai mendekat, sepetinya mereka sangat gampang untuk di tangkap karena burung-burung itu tidak takut lagi dengan para wisatawan yang datang.


"Sutt, Happ, liat aku dapat burung yang lebih besar dan berwarna indah." Teriak Denis melihat teman nya di tangkap sekawan burung itu kaget dan terbang lagi ke udara.


Vidio in dong kak, Cindi lagi-lagi merekam nya, waktu bersama onyet dan burung, Dia sengaja merekam momen itu.


Cindi sempat mengambil gambar nya saat Denis menangkap burung dan sekawan burung terbang ke udara, Gambar itu terlihat keren. Mereka berfoto bersama lagi dengan salah satu jenis spesies burung yang terlihat menawan dan Cantik dengan paduan warna abu-abu Putih campur ungu di kepalanya.


"Eh ini jenis burung apa yah kak?" Tanya Denis.


"Gak tau, sini biar kakak yang lepasin kamu yang Fotoin." Denismemberikan burung yang sudah dia tangkap Ke cindi, Cindi lagi-lagi harus mencari tempat yang lebih terlihat bagus. Saat hendak melepaskan burung terbang ke udara Denis sudah bersiap-siap saat burung lepas di tangan nya dia langsung mengambil gambar nya.


Kali ini foto Cindi tidak kalah menarik karena dia selalu cari tempat yang bagus dan keren.


Sudah hampir setengah jam mereka di tempat itu, pukul 01:00 siang Cindi mengajak Denis untuk istirahat.


"Denis, istirahat yuk." Ajak Cindi sambil menarik tangan adiknya. denis hanya mengikut saja langkah Cindi, Saat berjalan menyelusuri pohon-pohon tembakau perut Cindi berbunyi.


"Kroook... Kroook... Kroook.... Cindi langsung melepas tangan Denis dan memegang perutnya, Sontak saja Denis langsung tertawa sepertinya dia juga dari tadi dengar suara berirama dari dalam perut Cindi.


"Kak dia minta di isi tuh," Sahut Denis di sampingnya. Cindi tampak terlihat senyum-senyum di hadapan Denis.

__ADS_1


"Cari tempat makan yuk," Ajak cindi sambil menarik kembali tangan nya. Di perjalanan lagi-lagi suara yang sama masih terdengar.


"Kroook... Kroook... Kroook... Denis dan Cindi saling bertatapan dan saling menunjuk, Tapi saat mendengar suara kedua ternyata itu perut kevin.


"Hahahaha, kayaknya cacing-cacing di dalam itu ikutan memberi kode. Kok bisa sih kamu lapar bukannya kamu tadi makan dua porsi?" Tanya Cindi heran.


"Yaelah kak namanya juga laki-laki biar makan satu ton kalau sudah jadwal makan yah pasti lapar juga kali." Mendengar hal itu Cindi hanya tertawa saja.


"Hahahaha, Kita makan di mana yah Nis?" Tanya Cindi sambil mencari kantin di dekat situ.


"Eh kak tadi waktu kita kasih makan si onyet aku liat ada kantin di sana, dia jualan nasi kuning, ada ayam goyeng, ada gado-gado pokoknya pas banget buat orang yang lapar kayak kita." Cindi terbelalak.


"Ayam geprek ada gak?" Tanya Cindi, sepertinya dia sudah jatuh Cinta sama ayam geprek.


"Yaelah kak cari kok yang tidak ada, gampang nanti ayam gorengnya saya suruh geprek deh biar mirip-mirip ayam geprek." Mendengar hal itu Cindi hanya tersenyum.


"Kita makan Gado-gado saja," Ucap Cindi, Denis hanya mengangguk. Mereka lalu mencari tempat yang di maksud kevin tapi rupanya semakin mereka jalan jauh malah yang di dapat bukan tempat yang di maksud Kevin.


...🐼🐼🐼...


"mba ada ayam geprek nya," Cindi hanya tersenyum lalu masuk ke dalam warung dengan terburu-buru takut kehabisan.


"Mba mau pesan apa?" Tanya penjual itu.


"Kami mau pesan ayam geprek nya 3 porsi," Ucap Denis.


"Ayam geprek nya sudah habis mba," Ucap mba itu.


"Apa... Ayam geprek nya sudah habis?" Tanya Denis syok mendengar nya.


"Maksud nya ayam geprek nya yang sudah di goreng sudah habis, kalau kalian mau menunggu masih ada." Ucap mba itu.


"Ohhh, iya tidak apa kami akan menunggu." Ucap Cindi.


"Tepungnya juga sudah habis mba, jadi..." Belum selesai mba itu ngomong lagi-lagi Denis kaget.

__ADS_1


"Apa... tepungnya juga sudah habis, jadi bagaimana cara goreng ayam nya?" Tanya Denis syok.


"Maksud mba, adonan tepungnya sudah habis tapi baru mau di buat lagi adonan nya mas." Jelas si mba lagi, Kali ini Cindi tidak bisa menahan tawa, melihat tingkah Denis barusan syok.


"Hahahaha kamu sih mas, baru juga mba nya mau lanjut ngomong malah di lomba in." Denis hanya tersenyum semanis mungkin ke mba nya yang ikutan tertawa.


"Maklum lah mba orang luar angkasa jadi mau cobain makanan pribumi." Ujar Denis bercanda.


"Memangnya di luar angkasa kamu tidak makan mas?" Tanya mba itu dengan polosnya.


"Makan sih mba, makan Gas." Ucap Denis.


"Gas kan di hirup mas," Ucap sih mba tidak mau kalah. Kali ini Denis hanya mengangguk sambil memberi jempol.


"Ini pedas sekali atau sedang?" Tanya Mba warung.


"Yang sedang saja mba," jawab Cindi sambil tersenyum ramah.


"Kalian pasti dari kota!" Yakin mba itu.


"Iya mba, kami hanya butuh refreshing."


"Refreshing itu apa mba?"Tanya mba itu.


"Yah seperti menenangkan diri mba." Jawab Denis.


"Ohh, sekarang lucu yah mba', orang desa ke kota untuk wisata orang kota ke desa untuk


refre....?." Ujar mba itu dengan logat Jawa yang kental, sepertinya dia kesusahan menyebut kata refreshing.


"Hahahaha, Refresing, Yah memang seperti itu mba." Denis dan Cindi tertawa karena logat orang di kampung ternyata jawanya terlalu kental berbeda dengan di kota.


"mba orang di kota itu kalo ngomong pake lo lo gue gue yah, beda kalau di kampung." Ucap Mba warung lagi-lagi dengan logat jawa kental.


"Iya mba wajarlah kan di kota itu lebih waw orangnya kalau di kampung kan pada sopan-sopan, kalem-kalem." Ucap Cindi karena dia juga pernah tinggal di kampung waktu masih kecil jadi dia tau.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2