
Non saya sudah selesai, apa bapak sudah terlihat cocok kerja di kantor lagi?" Tanya nya pada cindi.
"Cocok dong pak, berangkat yuk." Ajak cindi kepada bapak itu, bahkan kasir aja sampai terbengong ternyata pria yang berusia lima puluh tahunan itu malah terlihat lebih mudah setelah selesai membersihkan dirinya bahkan terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya.
"Wah bapak ternyata ganteng toh," Kagum kasir itu, bapak itu tersipu malu lalu tersenyum ke kasir.
"Terima kasih dek, kita pamit dulu." pamit bapak itu.
"Iya pak, jangan kapok mampir di sini yah." ucap sang karyawan, terlihat bapak itu hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Cindi sempat mengira-ngira penyebab orang iri padanya mungkin karena dia baik, ramah dan ganteng. Cindi tersenyum kepada kasir itu, cindi lalu berpamitan kepada kasir itu.
"Kita duluan yah, makasih layanan nya Bu." ucap cindi kepadanya.
"Iya bu, jaga bapaknya dengan baik yah Bu." pesan kasir itu, terlihat cindi dan bapak itu hanya tersenyum saja.
"Iya," cindi lalu keluar menuju ke mobil taksi itu, mobil itu melaju pergi ke perusahaan elit itu.
"Ini aku beliin tas buat bapak, nanti di pake yah pak tas barunya." Ucap cindi sambil menyerahkan tas yang hampir mirip tas kantor yang sering di gunakan suaminya.
"Aduh makasih banget non, bapak sangat senang dapat tas baru, tas di rumah juga kebetulan udah pada kusam udah gak pernah di pake." bapak itu sangat senang banget sampai menitipkan air matanya, cindi mengulas pundaknya.
"Bapak nanti harus semangat kerjanya jangan sedih-sedih lagi, nanti biar anaknya senang senang berita ini." Ucap cindi bapak itu sujud syukur di dalam mobil itu dia berterima kasih kepada cindi.
"Terimah kasih non," Ucap bapak itu sekali lagi.
__ADS_1
"Sama-sama pak, ya udah ayo naik nanti aku kenalkan sama direktur utama." bapak itu hanya tersenyum ramah dan bahagia, dia berjanji tidak akan sedih lagi karena wanita cantik nan baik hati itu telah menyelamatkan hidupnya dari kemiskinan.
Mobil itu lalu di parkir di tempat parkiran mobil lalu mereka berdua keluar dari dalam mobil, cindi kali ini hanya ingin berbicara langsung oleh bapak direktur utama. Karena jika dia langsung ke Rendi, bisa saja Rendi akan menyakiti hati bapak itu padahal dia sudah sangat bahagia.
Cindi lalu menyusun rencana strategis untuk mempertemukan kedua orang itu, tapi sebelumnya dia harus memberi tau pak direktur sebelumnya apa yang terjadi dengan nya dan dia butuh berbicara berdua dulu.
Lift di bawah lumayan membantu karyawan untuk memudahkan mereka agar tidak telat. Bapak itu dari tadi tersenyum bahagia, cindi berharap kalau omnya sekaligus mertuanya akan menyetujui nya.
"Oh iya bapak kalau di tanya nanti bilang saja aku orang yang membantu nona cindi, kalau di tanya sama pak direktur." Ucap cindi kepadanya, dengan cara itu bapak direktur pasti langsung menerimanya.
"Iya non, tapi non tadi belum menjawab pertanyaan aku, non ini siapanya?" Tanya bapak itu lagi.
"Sebenarnya pak direktur itu om sekaligus mertua aku pak," Ucap cindi jujur kepadanya.
"Iya pak, bapak banyak-banyak berdoa semoga usaha aku tidak sia-sia dan bapak tetap akan di terimah kerja di perusahaan ini, intinya bapak harus jujur dan bertanggung jawab dengan peraturan yang ada di perusahaan ini yang tidak jauh beda dengan peraturan yang ada di tempat kerja bapak yang lama." jelas cindi kepadanya, terlihat bapak itu hanya menganggu lalu tersenyum.
...🐼🐼🐼...
Terlihat gaya bapak itu bukan gaya sopir taksi lagi bahkan dia sudah berubah menjadi pria yang gagah dan keren. Cindi hanya tersenyum. padanya, tak selang beberapa menit akhirnya lift lantai paling atas terbuka tepatnya di lantai dua puluh.
Bapak itu celingukan ke kiri ke kanan, mengagumi tempat kantor yang mewah layaknya hotel bintang lima. di sisi nya terlihat cindi mengingat waktu dia dulu kerja di lantai lima.
Khusus di lantai dua puluh adalah tempat untuk kantor direktur utama dan tidak ada kantor di atas. Di mana cuma ada satu ruangan dan satu pintu masuk, bapak itu sangat kagum dari tadi dia sampai berfoto-foto dan mengirimnya ke anaknya yang masih SMA.
Cindi hanya tersenyum saja, sebenarnya dia sangat yakin kalau keahlian bapak ini di perusahaan juga mampu menaikkan nilai tinggi dan keuntungan di perusahaan ini, karena ketulusan dan usaha nya dalam giat bekerja.
__ADS_1
Tiba-tiba telepon bapak itu berbunyi anaknya ternyata sedang video call dengan nya, bapak itu terlihat bahagia sambil memperlihatkan anaknya seragam yang dia gunakan dan berkata ke anaknya kalau dia akan kerja di kantor ini berkat bantuan cindi sambil menunjuk gadis di sampingnya.
"Bapak lagi nelpon sama siapa?" Tanya cindi tiba-tiba mengejutkan dirinya.
"Ini nak lagi nelpon sama anak saya," ucap cindi kepadanya. terdengar anaknya di ujung sana menanyakan siapa si cindi itu samar-samar terdengar di telinga cindi.
"Dia teman papa nak, dia yang bantuin bapak." Ucap bapak itu cindi hanya tersenyum menanggapinya.
"Bapak Kaka itu cantik, makasih Kaka cantik." terlihat cowok tampan yang menggunakan seragam SMA tersenyum kepadanya, cindi lalu tersenyum.
"Hai, kalau mau seperti kayak ayahmu harus sekolah dengan baik jangan bandel yah." Nasehat cindi kepadanya.
"Iya Kaka cantik, nanti aku mau ketemu Kaka cantik minta tanda tangan nya karena udah menolong kami." ucap bocah tampan di seberang sana.
"Iya, Kaka tunggu yah dek." ucap cindi kepada anak yang masih berusia tujuh belas tahun ke atas itu.
"Ya udha gak papa lanjut aja, bapak tunggu di sini saja karena saya akan berbincang berdua dulu dengan direktur utama sambil bapak berdoa semoga berhasil." saat tiba di depan pintu cindi menyuruh bapak itu menunggunya di luar dengan menunjuk kan kursi ruang tunggu.
Tok tok tok, cekrek suara pintu terbuka cindi masuk ke dalam, yang membuka ternyata karyawan yang lagi memberi data file ke Rendi.
"Masuk non," ucap karyawan itu mempersilahkan cindi masuk, cindi lalu masuk ke dalam. di dalam ruangan itu terlihat di dalam pak direktur lagi istirahat di sofa sambil membaca koran, dan terlihat sosok Rendi yang masih sibuk dengan komputer yang ada di depan nya.
Terlihat cindi masuk ke dalam, sempat menatap Rendi yang masih sibuk dengan komputer di depan nya. menyadari di tatap oleh cindi dia hanya pura-pura fokus kembali ke layar, padahal tadi dia sempat kaget waktu melihat siapa yang masuk, namun kali ini dia hanya pura-pura gak liat.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1