
Pukul 05.00 Cindi sampai di kantor itu dengan di antar papanya, Kantor hari ini sangat lah sibuk dikarenakan adanya rapat mendadak untuk semua kariawan training, dan yang di tunjuk dalam kegiatan itu salah satunya Cindi.
Cindi sibuk mengurus laporan yang harus di kumpul jam 09.00 yang tidak sempat di kerjakan nya semalam. belum selesai Cindi mengerjakan satu laporan tiba-tiba CEO baru itu memberinya lagi tugas tambahan karena pagi ini hanya dia yang datang paling cepat ke kantor.
"Mba Cindi aku mau laporan ini juga di selesaikan hari ini." Ucap Rendi lalu keluar dari dalam ruangan itu, lagi-lagi Cindi hanya bisa terdiam dan fokus untuk melanjutkan mengerjakan laporan itu.
Rendi di luar hanya bisa berjalan kembali ke kantor nya, sedikit legah karena dia berbagi tugas dengan Cindi. Karena memang hanya dia lah dan Cindi yang pertama datang ke kantor pagi-pagi begini. Terlalu lama di layar komputer rasanya matanya mulai mengantuk, Cindi berdiri dari kursinya dan keluar dari ruangan itu dengan menunduk.
Bruuuuk
"Awww," Cindi memegang keningnya seorang pria yang berjalan berlawanan dengannya mengagetkan dirinya.
"Hei, mata kamu di mana? jalan kok tidak liat-liat." Tegur pria itu marah.
"Maaf pak saya tidak liat, Cindi masih menunduk seperti nya dia sangat kenal dengan suara itu, Cindi memberanikan diri untuk melihat siapa pria yang dia tabrak.
"Kamu punya mata gak?" Tanya pria itu lagi dengan kesal.
"Punya pak punya, ini mata saya." Cindi dengan polosnya menunjukkan kedua matanya ke pria itu.
"Itu mata di simpan di mana, kok tidak di pake dengan benar?" Pria itu semakin kesal.
"Ma..taa.. mata saya di sini pak," Lagi-lagi Cindi menunjuk kedua matanya dengan kedua telunjuk nya. Pria itu hanya menggelangkan kepala dan pergi dari hadapan Cindi tanpa berkutip lagi.
"Ya ampun CEO baru itu sangat, entahlah mending aku ke kamar mandi saja." Cindi berjalan masuk ke dalam kamar mandi itu dan mencuci muka nya. Setelah ngantuk nya hilang dia lalu kembali menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Jidatnya masih terasa sakit akibat tertabrak ke dagu Rendi, tapi pria itu justru menyalahkan dirinya padahal mereka sama-sama bersalah, Rendi sangat sibuk dengan handphone saat berjalan dan cindi menunduk karena kepalanya sangat pusing dan ngantuk.
.........
Di dalam mobil Rendi mengambil jasnya, lalu kembali ke ruang kerjanya, entah kenapa dia pagi-pagi sekali ke kantor ini sehingga hanya dirinya saja lah dan Cindi penghuni kantor ini.
Di meja kerjanya dia hanya bisa memijit-mijit keningnya melihat banyak laporan di meja yang harus dia periksa satu persatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 tapi hanya beberapa kariawan saja yang baru datang. Bahkan pak direktur utama saja belum datang, padahal sebentar akan di adakan rapat bagi para training di perusahaan itu.
Lagi-lagi Rendi menggelengkan kepala karena laporan di meja ternyata masih banyak yang harus di perbaiki.
Rendi berjalan turun ke ke lantai tiga menggunakan lift tangga, Tanpa pikir panjang dia lalu masuk ke ruangan itu. Di liatnya hanya Cindi lah penghuni ruangan itu, Rendi menghampiri wanita itu dengan beberapa tumpukan laporan yang masih butuh perbaikan.
Bukkk
"Tapi... Pak ini Ke...." Belum selesai Cindi bicara pria itu lalu pergi dari ruangan itu dengan meninggalkan beberapa laporan yang menumpuk di meja kerja Cindi.
"Aduhhh..." Cindi memegang kepalanya yang semakin pusing dengan kelakuan pria itu.
Cindi merasa menyesal datang terlalu pagi, rasanya dia sangat jengkel sekaligus marah dengan kejadian yang menimpah diri nya di pagi hari. Karena Rendi tidak ingin jika hanya dirinya yang pusing akhirnya di opor lah kepusingan nya dengan wanita itu.
...🐼🐼🐼...
Para kariawan mulai banyak berdatangan, semua terheran melihat banyak nya laporan di meja ku. Pak Rangga lalu bertanya kepada ku perihal laporan yang banyak menumpuk itu.
__ADS_1
"Cindi kok banyak laporan di meja kamu?" Tanya pak Rangga.
"Ooh, katanya laporannya butuh perbaikan," jawab Cindi singkat.
"Ayo bantu Cindi kerja ka laporannya sebentar lagi akan di adakan rapat loh." Ucap Lina kepada semua kariawan kantor. Kariawan kantor berdatangan mengambil satu persatu laporan itu dan memperbaiki beberapa kesalahan di dalam nya.
Tak beberapa lama kemudian laporan itu selesai juga, semua kariawan di ruangan itu lalu mengadakan diskusi di dalam ruangan itu.
"Okey, ayo kumpul hari ini kita akan mendiskusikan training bagi para kariawan baru di kantor ini." Semua langsung berkumpul dan saling mengeluarkan pendapat.
25 menit telah berlalu diskusi mereka dan saat nya untuk berkumpul di aula kantor itu yang sangat besar dan luas.
"Sekarang kalian sudah punya tugas masing-masing jadi bapak harap kalian bisa melaksanakannya dengan baik."
"Iya pak, Jawab para karyawan di ruang kantor itu.
Para karyawan mulai berkumpul di aula kantor untuk melakukan rapat training bagi pekerja kantor baru. Dan yang menjadi MC itu sendiri adalah pak Rangga, pak Rangga naik ke atas panggung dan mulai membuka acara.
"Assalamualaikum selamat pagi semuanya dan salam sejahtera untuk kita semuanya, pertama-tama marilah kita panjatkan syukur atas Tuhan yang maha kuasa karena masih mampu memberi kita kesehatan dan kekuatan untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan pada pagi ini. Dengan di mulainya acara ini maka saya panggil salah satu karyawan yang akan membawah acara ini, Cindi Alta Funisa kepadanya kami persilahkan." Tanpa pikir panjang Cindi naik di samping pak Rangga dan mulai membawah acara pada pagi ini.
"Assalamualaikum untuk semuanya selamat pagi salam sejahtera saya ucapkan kepada kita semua. Pagi yang cerah ini cukup membuat kita bersemangat untuk tetap hadir di tempat ini, jadi hari ini saya akan mengajarkan kepada para training yang hadir di tempat ini dengan beberapa teknik untuk mampu bekerja sama dengan baik di kantor bahkan dalam situasi yang tidak memungkinkan."
"Pertama perkenalan dengan baik seperti mengajak teman mengobrol dengan kata-kata yang santun dan mudah dipahami. Dua butuh penjelasan tentang target, setiap perusahaan itu mempunyai target dengan adanya kerja sama yang baik maka target itu bisa dicapai. Tiga karyawan baru akan di jelaskan kerja sama tim yang baik maka dengarkan dan pahami.
"Empat memberi gambaran bagaimana baiknya kamu bekerja agar partner mu tahu tanggung jawab yang bisa dibagi ke kamu dan akan selesai dengan hasil maksimal. Lima jangan memperlakukan atasan dan bawahan seperti anak kecil karena tidak akan terjalin kerja sama yang maksimal. Enam pandai lah mengendalikan emosi karena kita tidak tau emosi seseorang seperti apa."
__ADS_1
"Tujuh memberi waktu untuk diri sendiri agar mampu mengoptimalkan keadaan. Delapan itu hadir di acara apa pun di kantor maupun luar kantor agar terciptanya kekompakan ketika bekerja sama nantinya."
...🐼🐼🐼...