CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Berangkat ke kantor


__ADS_3

Pagi tiba Pukul 07:00 Cindi baru terbangun, tanpa pikir panjang dia langsung mengambil handuk dan berlari masuk ke dalam kamar mandi, dia kali ini akan telat jika hanya ingin berleha-leha di tempat tidur tanpa mau berusaha bangun.


Setelah mandi dan menggunakan seragam kantor, Cindi turun ke bawah untuk sarapan. Terlihat di meja makan ada papa, ibu dan adiknya yang menikmati roti dan susu di meja makan.


"Rupanya tuan putri sudah sarapan," Ledek Cindi kepada adiknya, Annisa hanya menanggapinya dengan senyuman. Cindi teringat akan janjinya akan membelikan boneka adiknya, dia lalu mengajak annisa untuk jalan-jalan sepulang kantor.


"Dek, jalan yuk sebentar." ajak Cindi kepada annisa.


"Kemana? Kakak sudah gajian yah?" Tanya annisa, karena setiap habis gajian Cindi pasti akan mengajak annisa jalan-jalan.


"Iya dong, mau gak temani kakak?" Tanya Cindi memastikan adiknya.


"Mau asalkan aku di beliin boneka panda besar." Ucap annisa.


"Iya dong sayang kan kakak sudah janji kemarin, janji itu harus di tepati kalau tidak ditepati nanti kita berdosa loh." Nasehat Cindi kepada adiknya sambil mengunyah roti di mulutnya.


Acara sarapan sudah selesai cindi, annisa dan papanya terlihat akan bersiap-siap untuk ke kantor. Cindi dan adiknya seperti hari biasanya sebelum pergi meninggalkan rumah pasti tidak pernah lupa mencium tangan ibunya.


"Bu, kami berangkat duluan yah." Izin Cindi kepada wina, wina hanya bisa tersenyum kepada kedua anaknya.


Mobil itu melaju pergi meninggalkan perumahan kompleks, Masih terlihat wina dari kejauhan di luar rumah. Wina masuk ke dalam rumah saat mobil itu tidak kelihatan lagi.


Di dalam mobil Annisa tak henti-hentinya mengikuti alunan musik di dalam mobil itu, sekali-sekali Cindi tersenyum-senyum mendengar suara annisa yang begitu cempreng.


"Suara....dengarkan lah aku... Apa kabar pujaan hati...ku... Aku....di sini... menunggunyyaaaaa..masih belharap di dalam hatinya....a...a...a.." Karena terlalu serius menyanyi bahkan Lidah annisa ikutan keseleo.


"Hahahhaha, Kamu nyanyi atau ngelawak sih dek." Tegur Cindi kepada adiknya.

__ADS_1


"Anak papa suaranya bagus loh," Puji Tono meski tau kalau suara annisa tidak ada bagus-bagusnya, mau nyanyi tapi malah melawak.


"Serius pa, ih kak Cindi bohong papa bilang suara aku bagus." Kesal annisa.


"Ihhh papa, jujur dikit sama anak kek." Ucap Cindi.


"Kalau menurut papa suaranya lucu bisa menghibur jadi papa bilang bagus dong." Ucap Tono.


"Bilang aja kalau kakak cindi iri dengar suara aku, ayo ngaku, ayo ngaku, ayoo ngaku..." Annisa tiba-tiba menggelitik Cindi untuk mengakui suara nya itu.


"Iya, suara annisa bagus... keren... kayak suara Doraemon..." Ledek Cindi, Mendengar hal itu Tono sontak saja langsung ketawa.


"Hahahaha," Tawa Tono kali ini lebih besar dari sebelumnya. Annisa langsung tersenyum-senyum bangga di bilang mirip suara Doraemon. Annisa yang malang mana tau suara Doraemon kalau nyanyi kayak gimana.


"Kakak berarti aku hebat dong, bisa semirip suara Doraemon." Tanya annisa lagi.


"Iya-iya kamu hebat," Cindi kali ini tidak mau di kepung banyak pertanyaan lagi jadi dia hanya bisa mengiyakan apa yang adiknya bilang. Annisa malah memeluk kakanya erat tanda terimah kasih karena sudah di puji.


"Kakak kantor kakak memang sangat besar yah, gedungnya saja masih terlihat dari sini." Ucap Annisa bangga kepada kakanya yang bisa kerja di kantor besar itu.


"Iya dong sayang, sekali-sekali aku akan ajak kamu naik sampai lantai atas, pemandangannya pasti bagus." Ucap Cindi kepada annisa lalu mencium pipi adiknya itu.


"Kakak janji!" Ucap annisa lalu mengambil jari kelingking kakaknya di satukan ke jari kelingkingnya yang kecil itu. Seperti membuat janji kepada para pasangan, atau sahabat tapi kali ini annisa malah membuat janji sama kakanya sendiri.


"Iya dong sayang, kalau nanti kakak ada libur di kantor pasti aku ajak annisa keliling-keliling kantor om." Ucap Cindi.


"Itu kantor om?" Annisa histeris mendengarnya saat annisa bilang kalau kantor yang di tempati kakaknya itu kantor omnya sendiri.

__ADS_1


"Iya dong sayang," Cindi lagi-lagi menunjukkan kasih sayang nya kepada Annisa. Cindi tidak menyadari kalau mobil yang dia tumpangi bersama papa dana adiknya sudah sampai di kantor.


"Cindi sudah sampai," Tono mengejutkan Cindi yang sibuk berbincang bersama adiknya.


"Oh iya pak," Cindi lalu mencium tangan papanya lalu turun dari dalam mobil menuju kantor itu dengan berlari-lari kecil.


...🐼🐼🐼...


Di dalam ruangan itu terlihat Rendi sibuk dengan pekerjaan kantor, dia bahkan sudah datang dari jam awal masuk kantor. Rendi tak henti-henti nya dapat pujian dari para kariawan wanita maupun laki-laki.


Katanya sifat rendi meski terlihat cuek dan angkuh tapi bisa mengurus perusahaan dengan baik, dengan sikapnya yang suka memerintah, tegas, dan memaafkan kariawan. Ternyata di balik sikap angkuh nan Sedikit cuek itu dia mempunyai sifat sebagai bos yang sejati.


Banyak kariawan yang menyukainya karena dia meski tegas, akan tetapi justru terlihat imut kalau marah. Satu hal yang menjadi daya tariknya itu karena wajah nya yang tampan rupawan meski dia terlihat angkuh dan cuek tetapi itulah yang membuat para wanita ingin mendekatinya karena sikap nya yang susah di tebak itu.


Cindi tetap berlari-lari kecil mengejar waktu yang semakin membuatnya semakin terasa berlarian dengan waktu. Di depan pintu kantor Cindi beristirahat sejenak lalu mengetok pintu, Sesampainya di dalam ruang kantor, terlihat pak rangga sedang menjelaskan beberapa hal ke para kariawan.


"Maaf pak saya telat 2 menit," Ucap Cindi dan menundukkan kepalanya di depan pak rangga. Pak rangga hanya mengangguk dan menyuruhnya duduk.


"Iya, Silahkan duduk di kursi mu." Ucap pak rangga. Ada hal yang membuat Cindi kadang menyukai seniornya itu dan ada juga yang membuatnya kadang tidak menyukainya.


Pak rangga termaksud tipe pria yang tampan, berwatak lebih keras, meski dia suka memaklumi orang, dia juga tidak suka menghina hasil kerja orang palingan di suruh kerja ulang.


Cindi duduk di kursinya dia terlihat seperti habis ikutan lomba turnamen dia lapangan, badannya dipenuhi keringat, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, dan juga dia kadang terbatuk-batuk kecil karena jantungnya seperti memaksa memompa.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Lina di samping cindi.


"Nggak papa mba, cuma sedikit kecapean saja." Ucap Cindi. Lina lalu mengambil botol air minum dari tasnya yang dia bawah dari rumah.

__ADS_1


"Minum dulu dong," Ucap Lina dengan memberi cindi air itu. Cindi langsung mengambil air di tangan Lina dan meneguknya beberapa tegukan. Sekarang keadaanya sudah mendingan dari sebelumnya.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2