CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kekesalan Rendi


__ADS_3

Setelah selesai memilih perlengkapan pernikahan mereka akhirnya berniat untuk balik. Rendi membayar semua pesanan mereka, di bantu Cindi membawah barang-barang Rendi memasukkan semua nya ke job belakang mobil.


Setelah semua selesai mereka naik ke mobil, mobil itu lalu melaju pergi ke jalan raya besar.


Di mobil Cindi sibuk dengan dirinya sendiri begitupun dengan Rendi.


Jalanan macet sudah hal yang biasa di jakarta bahkan sudah wajar terjadi. Cindi malah ketiduran di atas mobil, Rendi malah tidak peduli sama sekali.


Satu jam waktu perjalanan pulang akhirnya mereka sampai ke rumah. Rendi mau tidak mau terpaksa harus bangunin Cindi yang terlelap, akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan nya.


"Ehmm, Cindi bangun sudah sampai." Ucap Rendi kepada nya.


"Woahh, sudah sampai yah." cindi menutup mulutnya dengan tangan nya. Rendi lagi-lagi malah memilih hanya menjawab satu kata.


"Ehhhh," Jawab Rendi.


"Ya ampun beb, kalau di tanya itu jawab kan ada mulut. mulut itu jangan di pake buat ciuman doang di pake ngomong dong." Kesal Cindi, terlihat mata Rendi langsung melotot menatapnya.


"Upsss aku kecoplosan." Cindi langsung menutup mulutnya dengan kedua jari, kali ini Rendi benar-benar harus menahan emosinya. Cindi lupa dia kecoplosan ngomong di depan bosnya, padahal dia tidak ada niat untuk bilang seperti itu.


"Aku turun yah pak, makasih sudah mau di antar. maaf yah kalau ada kata-kata buruk aku hanya mencairkan suasana." Ucap Cindi sambil tersenyum. Rendi semakin heran saja sama tingkah aneh wanita itu, dia tidak berkata apa-apa langsung melajukan mobil nya pergi dari rumah itu.


"Apa katanya cuma mencairkan suasana, ya ampun aku sudah naik darah nih gara-gara gadis itu. pengen ku cekek saja lehernya, biar tidak banyak omong kosong lagi." Rendi marah-marah di atas mobil, padahal Cindi hanya bercanda tadi.


Cindi masuk ke dalam mobil, terlihat mama nya di ruang tamu menyapanya.


Hai sayang sudah pulang," Tanya Wina.


"Iya bu, aku naik ke kamar dulu yah." Ucap Cindi.


"Iya sayang," Wina kembali melanjutkan membaca koran. Cindi naik ke kamarnya sambil berceloteh tidak jelas sampai di kamarnya.

__ADS_1


"Dasar pria itu, harusnya kan aku sama dia bisa akrab saling ketawa bersama, tersenyum, bahagia. Eh ini malah sebaliknya." Cindi memegang kepalanya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur itu.


Karena akibat kelelahan akhirnya dia lanjutkan tidurnya di kasur yang empuk itu, Cindi selalu rindu dengan kamarnya di mana pun dia pergi. Baginya kamarnya adalah dunia nya, mau dia jungkir balik mau joget-joget mau apa saja tidak akan ada yang peduli dengan nya jika dia di kamar.


Cindi tidak peduli lagi dengan yang lainnya sekarang di pikiran nya melanjutkan tidur, bahkan barang-barang yang dia beli tadi di biarkan tergeletak di lantai.


...🐼🐼🐼...


Rendi turun dari mobilnya langsung membawah barang belanjaan nya naik ke kamarnya, di dapur dia bertemu ibunya.


"Bagaimana perjalanan nya nak?" Tanya hajra.


"Membosankan sangat membosankan." Jawab Rendi kesal, Hajra hanya senyum-senyum saja.


"Mau makan?" Tanya Hajra.


"Kayaknya aku akan mengisi perutku dulu bu," Hajra langsung mengambilkan Rendi piring dan sendok dari dalam lemari dan di berikan pada anaknya.


Gadis itu bisa saja membuatku stress, bagaimana mungkin dia bisa berani seperti itu padaku. dia benar-benar telah melakukan kesalahan, aku akan menghukum nya liat saja.


Dengan berbicara emosi dalam hati Rendi tidak sadar lagi apa yang telah dia katakan dia kali ini benar-benar telah di hipnotis dengan Cindi.


Rendi makan tampak terlihat terburu-buru, Hajra yang ternyata dari tadi memperhatikan tingkah Rendi langsung menegurnya.


"Nak kamu kok makan terburu-buru, pelan-pelan dong makanan nya tidak bakalan ada yang ambil kok." Ucap Hajra.


"Iya bu," Ucap Hajra.


"Sepertinya kamu lupa baca doa, kalau begitu kamu tenangin diri dulu baca doa baru makan pelan-pelan." Nasehat Hajra, dia memang selalu memperlakukan Rendi seperti anak kecil meski sebenarnya Rendi sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa dan tampan.


Hal itulah yang membuat Rendi sangat dekat sama mama nya bahkan apapun yang ibunya katakan pasti dia turuti. Memang hanya ibunya lah yang bisa merubah sikap rendi tapi terkadang Rendi juga sangat keras kepala.

__ADS_1


Yah maklum lah dia anak terakhir jadi wajar saja kalau dia manja apalagi kan dia memang sangat dekat sama mama nya.


Selesai makan Rendi langsung mencuci piringnya dan naik ke kamar, Hajra pergi ke ruang tamu untuk melanjutkan membaca majalah.


Di kamar rendi lebih memilih untuk melanjutkan mengerjakan data-data yang tidak sempat di selesaikan kemarin. Lagi-lagi setelah menyelesaikan mengerjakan nya dia benar-benar merasa bosan tinggal di kamar.


Rendi memutuskan untuk pergi keluar berjalan-jalan keluar rumah padahal dia barusan keluar rumah. Saat melintasi ruang tamu Hajra sempat bertanya kepadanya.


"Mau ke mana nak, kok buru-buru?" Tanya Hajra kepadanya. Rendi memutuskan untuk mengajak ibunya jalan-jalan, dia mendekati Hajra.


"Ma jalan-jalan yuk, aku bosan nih tinggal di rumah." Rengek Rendi kepadanya, Hajra memang selama ini juga merasa agak sedikit bosan di rumah.


"Ayo, tapi kita mau ke mana?" Tanya ibu hanja.


"Pokoknya jalan-jalan, atau ibu mau ganti baju dulu nih." Ucap Rendi.


"Boleh, kamu tidak ganti baju pake celana panjang." Ucap hajra, saat melihat Rendi hanya menggunakan celana pendek selutut dan baju lengan saja.


"Astaga aku lupa, kalau begitu aku juga naik ganti baju ibu juga naik ganti baju." Rendi memukul-mukul pundak ibunya pelan lalu berlari ke kamar nya.


Di kamar rendi merasa gerah jadi dia memutuskan untuk mandi siang agar lebih segar. Setelah mandi siang dia lalu mengambil tas kecil nya dan berlari turun ke bawah, terlihat Hajra sudah sangat cantik sedang duduk di ruang tamu.


"Ibu sudah siap?" Tanya rendi.


"Iya dong, ayo jalan." Ajak Hajra.


"Wah sepertinya ibuku kembali awet mudah deh sekarang." Puji Rendi ke ibunya.


"Ada-ada saja," Hajra naik ke mobil bersama Rendi. Saat hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Hajra menunjuk pagar untuk di tutup kembali agar tidak ada orang jahat yang masuk.


Rendi kembali masuk ke dalam mobil, mobil itu pergi meninggalkan rumah mewah dan besar itu.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2