
Cindi binggung harus ngomong apa ke papanya apa dia harus berbohong lagi atau cuma memberi tau papa nya kalau di cuma sakit kepala biasa.
"Halo, Cindi apa kamu sudah periksa ke dokter?" tanya papa khawatir.
"Iya pak sudah, kata dokter cuma kecapean saja Cindi cuma tidak boleh terlalu capek dan banyak istirahat." Jawab Cindi
"Iya, papa jemput tunggu papa di parkiran."
"Terus pekerjaan papa bagaimana?" Tanya Cindi balik.
"Ini sudah jam istirahat, papa antar yah?"
"Oke pa, Cindi tunggu deh." Cindi mengiyakan kemauan papanya untuk menjemput nya.
Papa mematikan telpon dan meminta izin ke temannya kalau di cari bilang dia lagi jemput anaknya di rumah sakit. Cindi menunggu papa yang mau menjemputnya, setelah lama menunggu mobil menghampirinya.
"Cindi, ayo naik." Perintah papa kepada Cindi, cindi baru menyadari kalau papanya sudah datang dia terlalu sibuk liat grup kantor.
"Iya pa," Cindi naik ke mobil Papa.
Di dalam mobil Cindi kebanyakan melamun dan membuat papa nya khawatir dan bertanya.
"Papa liat dari tadi di perjalanan kamu diam terus, kalau ada masalah dengan kesehatan mu cerita lah ke bapak. Terbuka sama orang tua itu hal yang baik nak.
"Kata dokter Cindi cuma tidak boleh kecapean karena bisa bermasalah ke jantung Cindi."
Mendengar hal itu bapak sempat curiga ke Cindi "Apa kamu sakit jantung?" mendengar perkataan papa membuat Cindi binggung harus jawab apa.
"Dokter hanya memberi saran ke Cindi pa, katanya harus makan buah yang banyak, minum air putih, dan juga harus banyak istirahat juga."
__ADS_1
Cindi terpaksa tidak jujur ke orang tua nya dia sangat tau sifat mama kalau dia tau Cindi sakit. bisa-bisa mama kaget sekaligus syok membuat semua nya tambah khawatir, karena penyakit nya ternyata sudah lama.
"Ooooh, syukurlah dokter benar kamu harus banyak mengonsumsi makanan sehat, makan sayur, seperti sayuran hijau."
"Siap deh Pa." Ucap Cindi memberi hormat kepada papanya seperti sedang memberi hormat ke komandan pasukan khusus tentara.
Sesampainya di rumah Cindi masuk ke dalam rumah, papa nya sudah balik lagi ke kantor. di dalam ibu sudah duduk di kursi dan neneknya sedang bercerita. menyadari kehadiran Cindi mama menghampirinya.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Tanya ibu ke Cindi khawatir.
"Iya dong Bu, dokter cuman nyaranin cindi banyak-banyak makan buah seperti buah pisang, apel, anggur delima, minum jus jeruk, jus melon, banyak istirahat dan jangan kecapean."
"Okey, nanti papa suruh beli semua buah yang kamu sebutkan supaya kamu bisa sehat.
"Iya Ma, oh iya kata papa Cindi juga harus makanan yang hijau-hijau jadi mama masak sayur hijau-hijau saja yah sayur bening. mama tidak perluh masak sayur gado-gado lagi kan yang banyak rempah-rempah nya.
"Oke deh mama akan sering-sering masak sayur hijau, dan sayuran yang kamu sebut gado-gado mama akan buat satu kali seminggu saja."
"Dokter bilang Cindi banyak minum jadi Cindi bawah air saja deh ke kamar." Ucap nya dan nyengir ke nenek dan mama yang sedang cerita. Dan melanjutkan langkahnya naik ke kamar, Di kamar Cindi mengelus dada, merasa legah karena ibu nya tidak curiga sama sekali dengan sikap nya tadi.
"Syukurlah ibu tidak curiga," Cindi mengambil obat di laci dan meminumnya.
...🐼🐼🐼...
Di kantor semua heboh karena adanya acara pergantian CEO baru, semua sangat terkagum dengan wajah tampan CEO baru itu sampai dalam sehari dia sudah di kenal dan di suka banyak orang.
Setelah acara selesai pak direktur utama yang sudah tua itu menyalami anaknya atas terangkatnya Rendi menjadi CEO dan dukungan banyak kariawan juga. Pengucapan selamat telah membanjiri ruangan Rendi mau tidak mau malah ikut terbawah suasana bahagia.
Ayahnya menasehati Rendi untuk menjaga sikapnya kepada karyawan agar tetap langgeng dan bisa membuat kariawan menyukai nya.
__ADS_1
Rendi mau tidak mau harus bisa bersikap ramah pada semua orang mulutnya rasanya letih sendiri karena kebanyakan bicara faktor dari ketidak biasaan dirinya banyak bicara.
Rendi terpaksa harus mengikuti sandiwara yang di buatnya agar bapak nya tidak kecewa lagi, Rendi menyadari selama ini dia sudah sangat berdosa dengan papanya jadi dia berusaha untuk mengikuti sikap papanya di kantor.
Pak direktur sempat mencari Cindi tapi dia tidak melihat gadis itu seharian, dia bertanya ke salah satu kariawan.
"Apa cindi tidak ke kantor?" Tanya pak direktur kepada salah satu teman kantor Cindi.
"Katanya Cindi lagi sakit pa, jadi dia tidak bisa datang." mendengar itu pak direktur hanya mengangguk dan mengizinkan karyawan itu pergi.
Semua kariawan bubar dan kembali ke ruangan mereka masing-masing, Rendi yang dari tadi kaku Akhirnya legah juga. Rendi berolahraga mulut dengan memonyongkan mulut nya kiri kanan atas bawah, berharap mulutnya tidak kaku lagi. Pak direktur yang melihat hal itu hanya tersenyum lalu menarik tangan Reno menjauh dari Rendi.
"Ada apa pa?" Tanya Reno.
"Cindi katanya sakit rencana kita bagaimana?" khawatir pak direktur itu.
"Yaelah pak paling juga sakit nya seminggu, tidak usah khawatir biar aku yang urus langka selanjutnya." Bisik Reno ke telinga pak direktur padahal dia juga menghawatirkan anak itu.
Rendi dari kejauhan melihat papanya dan Reno sibuk membahas hal lain, Di dekatinya Papa dan Reno tapi mereka sengaja berhenti bicara sebelum Rendi tau semuanya.
"Pak Rendi datang, nanti kita lanjutkan lagi." bisik Reno pak direktur hanya mengangguk mendengar perkataan Reno.
"Pa... kak... lagi bicara kan apa?" Tegur Rendi kepada papa dan kakaknya.
"Oooh kami tadi lagi membicarakan perkembangan perusahaan ke depannya bagaiamana, nak Reno ajari adikmu mengelola perusahaan ini." Nasehat pak direktur ke Reno dan memukul pundaknya memberi kode.
"Iya pa, aku akan mengajarinya." Ucap Reno dan merangkul adeknya meninggalkan tempat itu, Rendi hanya menuruti keinginan Reno.
Rendi masih kepikiran tentang apa yang di bicarakan papa nya dan Reno tapi jika pun dia tau pasti dia juga tidak peduli karena dia sama sekali tidak bisa suka sama perempuan lagi.
__ADS_1
Hatinya benar-benar terluka sangat dalam sampai harus pura-pura merangkul banyak wanita supaya dia tidak iri dengan temannya setiap kali melihat mereka merangkul pacarnya, Rendi sudah mencoba nya dengan banyak nya wanita yang sudah dia pacari tapi di matanya tidak ada yang menarik dia masih teringat masa lalu yang menyakitkan itu.
...🐼🐼🐼...