CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Pernikahan telah tiba


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu semuanya terasa begitu cepat, ini adalah hari pernikahannya  Cindi dan Rendi


Harus bagaimana lagi, semuanya sudah di siapkan tidak mungkin jika harus di batalkan. entah kenapa Cindi dan Rendi dalam tekanan, bagaiamana mungkin kisah cinta  seperti dalam dunia film saja.


Drama hidup seakan mempermainkan takdir mereka, entah apa yang akan terjadi lagi di hari esok.


Berusaha untuk menyatuhkan hati yang sama-sama membeku, tapi Cindi selalu yakin akan selalu ada rencana Tuhan yang baik untuk nya.


Cindi hanya bisa menghela nafas, perias pengantin begitu takjub dengan kecantikan alami yang dimiliki Cindi. Kecantikan yang belum tentu di miliki oleh semua orang, yah walaupun dia sudah di rias cantik tapi wajahnya kaku seperti membeku di musim salju.


Tidak ada senyum di wajah, hati rasanya gugup, apalagi dia punya penyakit,  tapi Cindi tidak lupa untuk meminum obat. Dia hanya bisa berharap di hari bahagia semua orang, dirinya takkan membuat masalah.


Rendi dan cindi di pertemukan saat penghulu sudah mulai datang, mereka duduk di wakili papa dan pak direktur om Cindi, jantung nya mulai melemah, rasanya dia kesakitan di hari pernikahan nya Cindi harus merasakan kesakitan karena tekanan.


Saat penghulu mengucapkan kata sah Cindi hanya berharap kalau kondisinya tidak semakin memburuk, tapi dia tiba-tiba tidak bisa menahan napas lagi. Saat itu pula Rendi yang tidak menyadari apa yang dialami Cindi memasangkan cincin ke jari manis Cindi, dengan kuasa Tuhan saat Rendi pura-pura tersenyum padanya dan memasangkan cincin pernikahan.


Ini pertama kali dalam hidupnya melihat pria itu tersenyum di wajah tampan nya, entah kenapa seperti ada getaran di hatinya yang membuat jantungnya kembali normal.


Apakah dengan menikah penyakit jantungku akan sembuh? tanya nya dalam hati.


Rendi binggung harus berbuat apa, jadi dia dari tadi hanya tersenyum terus seakan dia ikut bahagia dalam pernikahan ini, padahal hatinya belum bisa menerima semuanya.


Acara pernikahan masih berlanjut orang-orang pada memberikan selamat kepada mereka, ucapan selamat lah yang membuat Cindi kuat.


Dari kejauhan ada kecemburuan di mata Bayu bagaimana tidak kemarin dia dapat tamparan dari Cindi dan sekarang dia harus menerima kenyataan kalau Cindi menikah dengan Rendi, yah walaupun selama ini dia memanfaat kepintaran dan kecantikan yang dimiliki Cindi tapi ada juga perasaan cemburu dalam hatinya.


Yah mungkin aku bukan laki-laki yang baik untukmu aku hanyalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab, tapi beruntung orang yang bisa memiliki mu semoga dia lebih bisa mengerti kamu dari pada aku. bisik Bayu dalam hati.


Ucapan selamat dari para tamu membanjiri mereka, Cindi dan Rendi benar-benar harus pintar untuk mengikuti akting drama seperti di film-film.


"Selamat yah kak Rendi semoga kalian akan selalu bahagia," Ucap Rio keponakan tersayang Rendi. Rendi hanya tersenyum rasanya mulutnya jadi kaku selama pura-pura tersenyum beberapa jam.

__ADS_1


Sandi terlihat datang menghampiri mereka, Cindi hanya tersenyum ke arah sandi. Meski sebenarnya dia tidak tau siapa itu, akan tetapi rasa hormat nya lebih besar.


"Oh, ini yah yang namanya Cindi, Cantik." Puji Sandi sambil menyalami pengantin baru itu.


"Kamu sangat syantik," Puji istri Sandi yang terlihat seperti orang jepang itu.


"Ehh, Rendi semakin tampan saja," Puji Aoki.


"Arigatou gozaimasu," Ujar Rendi sambil tersenyum ramah.


Selamat yah buat kalian, sehat selalu." Ucap Sandi mengucapkan selamat sambil tersenyum.


"Terimah kasih kak, Semoga keluarga kakak bahagia." Ucap Cindi sambil tersenyum ramah, Rendi lagi-lagi hanya bisa tersenyum saja.


"Sama-sama," Sandi dan Aiko lalu turun ke bawah panggung terlihat beberapa orang jepang dan orang asing lainnya menghadiri pernikahan mereka.


"Hai Rendi," Sapa seorang gadis cantik yang berwajah bule.


"I'm fine, and you?" Tanya cewek itu lagi.


"I'm okey," Ucap Rendi sambil tersenyum ramah. Tiba-tiba bule itu menyalami Cindi sambil tersenyum ramah.


"Kamu sangat cantik, aku suka." Wanita itu tiba-tiba mencubit pipi Cindi dengan lembut.


"Ohh thanks kamu juga cantik kok," Iseng Cindi berbahasa indonesia.


"Terima kasih," Cindi kaget dia pikir bule itu tidak terlalu lancar berbahasa indonesia. tau-tau nya dia lancar berbahasa indonesia. bule itu turun kembali ke tempat duduk nya, Kali ini kedua pasangan pengantin baru semakin canggung saja di buat nya.


Para keluarga semua saling berkumpul di tempat ruang besar itu sambil bersenda gurau penuh bahagia.


Acara nikah akhirnya sudah di mulai, para hakim dan pendamping datang untuk menggelar acara nikah nya. Saat Rendi mengatakan semua nya atas kesanggupan nya untuk mendampingi Istrinya.

__ADS_1


"Para hadirin apakah sah," Tanya hakim pernikahan.


"Sah," Semua hadirin mengatakan sah atas kesanggupan yang di katakan oleh Rendi. Semua hadirin saling bersalam-salaman saat suara sah bergema di ruangan, artinya semua sudah mengatakan sah.


Terlihat Hajra dan Wina yang duduk bersampingan saling berpelukan bahagia, seakan tidak mengetahui kalau kedua pengantin baru itu sedang dalam tekanan akibat gugup, dan harus pura-pura tersenyum di depan semua orang. Seakan senyum melukiskan kebahagiaan mereka berdua, padahal mereka berdua benar-benar terpaksa.


...🐼🐼🐼...


Setelah berlalu lama, semua akhirnya melahap makanan yang sudah di hidangkan di atas meja, para pelayan katering berlalu lalang untuk menyiapkan makanan yang sudah berkurang di meja makan.


Mereka bahkan makan sambil bersenda-gurau, wina dan hajra serta para keluarga yang lain terlihat makan dengan tenang. Di kejauhan terlihat sandi, istiri dan anaknya yang sangat menikmati masakan indonesia itu.


"Gimana sayang masakan indonesia?" Tanya Sandi.


"Enak, apalagi yang daging sapinya ini aku sangat suka." Ujar wanita itu, terlihat anaknya dan mertua sandi juga sangat menikmati masakan indonesia itu.


"Masakan indonesia daging sapi itu namanya rendang, kamu pasti pernah dengar." Aiko hanya mengangguk sambil memperlihatkan jari jempolnya ke arah Sandi.


Tak terasa waktu begitu sangat lama bagi kedua pengantin baru, sampai akhirnya acara pernikahan selesai juga, satu per satu orang-orang mulai berkurang. Tinggal para keluarga mereka saja yang ada di gedung itu.


"Nak papa dan mama juga pulang, kamu juga harus pulang istirahat." nasehat papa ke Rendi dan Cindi.


"Iya pak, kalau begitu kami juga izin pulang." Ucap Cindi ke om nya.


Cindi dan Rendi masuk ke mobil, ada sopir yang membawah mereka ke rumah baru. Yah dia tidak pernah tau kalau mereka akan tinggal berdua. dia pikir mereka akan tinggal di rumah om sekaligus mertuanya.


Cindi hanya mengikuti arah tujuan mereka ketika mobil itu melaju di jalan yang berlawanan dari rumah Rendi.


Dari tadi di mobil tidak ada hal yang romantis yang terjadi, mereka sama-sama diam membisu tanpa suara.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2