
Ruang makan itu terasa hening angin bertiup di luar terdengar ribut dengan gorden menari ke sana kemari, menandakan kalau akan turun hujan malam ini seperti kemarin.
Saat kedua orang tua itu asik bercerita mereka di kejutkan dari belakang oleh kedua pasangan itu, Hajra lalu mengajak mereka untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan.
Terlihat di meja makan semua sudah tersedia cindi dan Rendi kali ini harus duduk bersampingan agar tidak membuat ibu hajra curiga pada hubungan mereka.
"Ehmmm ibu sangat senang sayang kalian semakin hari semakin baik-baik saja," ucap ibu hajra padanya.
"Tapi Bu ini hanyaaaaaaa," Cindi mencubit pinggang Rendi hingga membuat Rendi mengeluarkan suara karena kesakitan. kali itu Hajra ingin mengetahui lanjutan perkataan Rendi namun langsung terhenti tiba-tiba.
"Hanyaaa," Hanya apa sayang ayo lanjutkan gak papa." Ucap ibunya menyakinkan Rendi.
"Ohhhh, itu Bu ini hanya sesuatu yang tidak perlu terlalu di pikirkan," Cindi langsung menimpalinya sambil menatap Rendi kesal. Rendi masih memegang pahanya dengan satu tangan karena ulah cindi barusan.
"Ohhh kukira kalian mau ngomong apa barusan, cindi benar gak usah terlalu di pikirkan ya udah kalau tidak ada masalah kita lanjut makan malam saja ayooo." Aja ibu hajra kepada mereka yang berada di meja makan itu.
"Iya Bu," Ucap cindi dan Rendi bersamaan, mereka saling melirik satu sama lain kali ini muka Rendi jadi seram akibat cubitan tadi. Namun cindi malah membalasnya dengan senyuman manis dan mengelus-elus bekas cubitan tadi di paha Rendi.
"Maaf sayang sakit yah, abis ribut sih aku tidak mau kalau mereka sampai tau." Bisik cindi kepada Rendi.
awas aja yah kamu cindi kali ini kamu sudah keterlaluan sama aku, habis makan malam kamu akan tanggung akibatnya. Kesalnya dalam hati.
__ADS_1
Acara malam yang hening itu berjalan lancar, setelah makan malam cindi memutuskan untuk membantu bibi mencuci piring sedangkan ibu hajra memasukkan yang kotor ke dapur dan sisanya di masukkan ke dalam kulkas.
Setelah selesai semuanya ibu hajra duluan naik ke atas kamar untuk beristirahat malam, Rendi yang berada di atas tempat tidur sedang asik membaca koran. Mungkin besok dia akan kembali ke kantor, jadi tidak perlu berlama-lama ketemu cindi.
"Bibi aku duluan dulu yah, mau istirahat dulu," cindi pamit ke bibi untuk duluan naik setelan selesai membantunya mencuci piring.
"Nak cindi tunggu sebentar," cindi langsung berbalik ke arah bibi.
"Iya ada apa Bi?" Tanya cindi
"Ini bibi mau ngomong, ibu hajra tadi sempat cerita ke aku dan berharap kalau hubungan kalian akan baik-baik saja tanpa ada kendala, jadi kalau mau hubungan kalian baik-baik saja nak cindi harus tunjukkin kasih sayang nak cindi ke nak Rendi dan harus tau caranya untuk mengambil hatinya." bibi sempat menasehatinya beberapa nasehat bijak agar keluarga mereka bertahan tanpa bertengkar.
"Iya bi makasih masukannya, kalau begitu aku naik duluan yah bi nanti kalau bibi mau ngomong sama Cindi kalau ada waktu luang. kasian Rendi sendirian di atas." Pamit cindi ke bi inem.
...🐼🐼🐼...
Rendi yang masih fokus membaca majalah tidak menyadari kehadiran nya, Cindi langsung melompat di atas kasur empuk itu lalu menarik majalah yang di baca Rendi.
"Sayang minum teh hangat dulu malam-malam gini dingin hawanya." ucap cindi dengan menyamai tidurnya di dekat Rendi, dengan cueknya Rendi membelakangi cindi lalu pura-pura tertidur.
Cindi menarik tangan kiri Rendi namun Rendi menariknya tangan nya balik, tanpa putus asa cindi menarik tangan nya lagi sampai Rendi tidak tahan lagi dengan kelakuan cindi akhirnya dia berbaring terlentang lalu menarik tangan nya hingga membuat tubuh cindi terlempar ke atas tubuh Rendi.
__ADS_1
Hal itu membuat cindi panik dan buru-buru bangun namun tangan nya masih terjanggal oleh tangan Rendi.
"Rendi lepasin tangan ku aduh sakit," Manja cindi kepadanya.
"Gitu aja sakit dasar cewek manja," ucap Rendi meremehkan dirinya lalu melepas tangan cindi dengan kasar.
Rendi lalu melanjutkan tidurnya, cindi kecewa banget hari ini dia masih saja gagal mengambil hati suaminya sendiri. Kali ini dia hanya memukul dahinya karena belum berhasil membuat Rendi jatuh hati padanya. Rendi yang membelakangi dirinya rupanya sudah tertidur pulas.
Cindi menatap teh di atas meja yang masih panas, dia tadinya berharap bisa meminum teh itu bersama Rendi akan tetapi Rendi tidak bisa mau menerima keinginan nya bahkan tidak mau menerima dirinya hadir dalam hidup nya.
Dia benar-benar lelah untuk bersandiwara di depan semua orang dan mengatakan kalau mereka baik-baik saja. Tapi semua tidak sesuai dengan kenyataan semua hanyalah sebuah fatamorgana belakang yang harus dia terima.
Tanpa sadar air matanya jatuh, cindi menangis malam itu dia tidak tau harus bagaimana rasanya sekarang dia benar-benar putus asa. Rendi sempat terbangun mendengar ada yang sedang menangis di sampingnya, Beberapa menit kemudian suara itu hilang Rendi membalikkan badannya betapa terkejutnya dia melihat mata gadis itu sudah membengkak dan sedang tertidur pulas sekarang.
Rendi menatap wajah gadis malang itu, dia benar-benar binggung harus bagaimana lagi. mata Rendi sempat tertuju ke arah meja rias di mana teh itu di letakkan di atas nampan.
Rendi terbangun dari tidurnya, dia lalu meminum teh itu sambil memakan kue yang berada di dalam toples itu. Dia sempat melihat keluar jendela udara malam terasa sangat dingin, terlihat di luar lampu-lampu di perumahan masih menyala. bahkan lampu di jalan itu di sengaja tidak di padamkan, terlihat beberapa jejeran perumahan dari lantai dua rumah Rendi. pemandangan malam itu cukup horor baginya, akan tetapi dia tidak perlu takut karena cindi bersamanya hanya saja cindi sudah tertidur pulas jadi dia tidak perlu khawatir kalau misalanya terjadi sesuatu.
Dia cukup lama memandangi pemandangan di luar rumah tak terasa sudah dua cangkir teh yang sudah habis di atas nampan itu, bahkan kue nya juga tinggal setengah.
"Astaga apakah aku tidak sadar menghabiskan dua cangkir teh!" Tanya nya pada dirinya. Rendi lalu menutup rapat gorden itu lalu merebahkan badannya di atas kasur empuk itu sambil memandangi wajah yang indah tepat berada di depannya. Sampai akhirnya dia sudah tidak sadar kan diri lagi, dan tertidur pulas berhadapan dengan cindi.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...