CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Jalan-jalan bersama annisa


__ADS_3

Cindi turun ke bawah dengan tas ransel kecil di pundaknya. terlihat annisa melompta-lompat kegirangan saat melihat kakanya sudah datang. Tono yang lagi serius membaca koran langsung berhenti membaca koran.


"Papa antar yah, nanti kalau mau pulang telpon papa saja." Ucap Tono.


"Iya pa, Tono lalu mengambil kunci mobil yang terletak di laci ruang tamu dan berjalan ke parkiran depan rumah menuju mobil diikuti oleh Cindi dan annisa di belakang nya.


Mereka masuk ke dalam mobil, mobil itu pergi meninggalkan kompleks perumahan membawah mereka ke jalan raya, di jalan Annisa sempat tertidur di mobil. Cindi sengaja tidak membangunkan adiknya sampai dia benar-benar sampai di tujuan mereka.


Karena kota jakarta macet di jam-jam seperti ini Cindi ikutan tertidur di dalam mobil, Hampir satu jam mereka tertidur sampai mobil itu terparkir di salah satu mall terbesar di jakarta. Tono melihat kedua anaknya sedang tertidur pulas di kursi belakang nya.


"Cindi, annisa, bangun nak sudah sampai nih." Ucap Tono membangunkan anaknya.


"Woahhhh, sudah sampai yah." Tanya Cindi lalu melihat keluar di liatnya mall yang tidak pernah dia kunjungi sekarang berada di depan mata dengan nuansa yang sangat indah.


"Annisa kita sudah sampai bangun dong sayang." Cindi membangunkan adiknya, Annisa terbangun dan menatap keluar.


"Woahhh cantik sekali pa, apakah di dalam banyak permainan anak-anak?" Tanya Annisa kepada papanya.


"Iya dong sayang, tapi papa tidak ikut yah papa mau pulang istirahat, Cindi jaga adikmu baik-baik." Nasehat Tono kepada Anak sulung ya.


"Siap pa, makasih yah pa sudah membawah cindi dan annisa di tempat ini." Ucap Cindi kepada papanya.


"Iya nak, ini trans mall terbesar yang ada di jakarta loh." Ucap Tono.


"Pantas sangat besar, Nanti Cindi telpon yah pa." Ucap Cindi, mobil papanya pergi meninggalkan tempat itu. Cindi dan adiknya langsung masuk ke dalam, di dalam terlihat beberapa permainan. Annisa berlari ke salah satu permainan kuda-kuda diikuti kakanya.


"Kakak aku mau main ini, apa boleh kak?" Tunjuk Annisa ke permainan itu.


"Boleh dong sayang, kakak tunggu di sini yah Kaka tidak bisa ikut, kalau kakak ikut nanti kudanya lepas." Annisa hanya mengangguk saja lalu ikutan antri di tempat itu sedangkan Cindi memilih duduk di kursi sambil selfi-selfi di tempat itu.


Terdengar suara annisa teriak-teriak memanggil cindi sambil ketawa-ketawa penuh kebahagiaan. Cindi hanya tersenyum kepada adiknya, mereka sangat jarang pergi liburan ke tempat seperti ini karena ibunya lebih memilih untuk liburan di kampung bersama nenek.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Mainan itu berhenti Annisa lalu turun dari kuda-kuda itu, Cindi yang melihat adiknya turun dari permainan langsung menghampiri nya.


"Gimana sayang seru yah." Ucap Cindi kepada adiknya.


"Seru kak, aku suka." Ucap annisa sambil tersenyum manis.


"Ke tempat permainan lain yuk." Ajak Cindi dan menarik tangan adiknya menuju permainan yang lain.


"Di sana sepertinya seru," Tunjuk Cindi ke salah satu permainan yang mirip kipas angin itu.


"Iya kak annisa mau coba," Rengek annisa, Cindi lalu membawah adiknya ke permainan mirip kipas terbang itu. Di sana mereka antri Cindi dan adiknya ada di urutan paling belakang, Saat semua penumpang sudah naik Cindi dan adiknya di pasangkan pengaman dan di suruh memegang besi yang ada di depannya.


Awalnya putarannya biasa saja tapi lama kelamaan itu terasa semakin cepat dan mulai melambat lagi dan kencang lagi, Semua yang ada di sana teriak histeris terutama annisa dan Cindi.


Arghhhhh...Arghhhhh.... Woah....... Woah.....


Teriakan demi teriakan di tempat itu semakin menggema, Bahkan Annisa dan Cindi kadang tertawa keras di atas pemainan itu tapi teriakan orang-orang lebih besar dari suara Cindi dan adiknya.


"Annisa yang cantik..." Giliran Cindi yang teriak.


"Makasih," Annisa langsung berterima kasih ke kakanya dengan muka yang di buat-buat sepolos mungkin.


"Hahahaha," lagi-lagi Cindi menertawakan kekonyolan annisa yang selalu bertingkah lucu di hadapan kakanya.


...🐼🐼🐼...


Tak terasa waktu sudah berlalu selama Setengah jam, Cindi lalu mengajak annisa untuk makan malam.


"Makan yuk," ajak Cindi dengan menarik lengan adiknya ke salah satu restauran KFC di mall itu. Annisa hanya bisa mengikuti langkap kakanya, Cindi mengambil kursi paling pojok, dan memesan dua porsi makanan.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka telah tiba, Cindi dan annisa melahap makanan itu rasanya mereka memang lapar. Bahkan Cindi pesan empat porsi lagi untuk di bawah pulang. Setelah makan Cindi menitip pesanannya tadi lalu kembali berjalan keluar bersama annisa.

__ADS_1


"Sayang, gimana kalau kita nonton?" Ajak Cindi kepada adiknya.


"Boleh, antri yuk." Annisa menarik tangan kakanya ke tempat bioskop yang sudah berada di depannya. Kali ini dia harus antri lagi, Kasir memberi mereka karcis untuk masuk. Annisa dan adiknya lalu masuk ke dalam bioskop yang terlihat gelap itu, Film yang mereka nonton itu film yang memang di khususkan untuk semua kalangan usia. Cindi dan adiknya duduk di kursi yang sudah di tujukan olehnya, Saat film akan di mulai seorang kasir penjual makanan pop croan datang.


"Kakak annisa mau," Rengek annisa ke kakaknya.


"Sayang kan baru sudah makan." Ucap Cindi.


"Annisa mau makan di rumah bukan di sini." Mendengar hal itu Cindi lalu membeli 5 bungkus untuk adiknya.


"Mba lima bungkus yah," Ucap Cindi dengan menyerahkan uang merah 1 lembar.


"Iya mba," Kasir lalu memberinya lima bungkus pop corn.


"Ini mba kembaliannya," Ucap kasir mengembalikan uang kembalian Cindi tapi cindi malah menyuruh kasir itu untuk menambahnya saja lagi.


"Mba tambah saja yah yang asin 2 sisahnya ambil saja." Ucap Cindi kepada sang kasir.


"Oh iya mba terimah kasih," Kasir itu lalu tersenyum ramah dan berlalu pergi ke tempat lain untuk menawarkan ke pengunjung lain.


Film mulai di putar terlihat annisa sangat menyukai musik film itu, Cindi hanya tersenyum-senyum melihat adiknya menggoyangkan bahunya ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan musik itu.


"Sayang jangan banyak goyang, bentar gak fokus loh nontonnya." Bisik Cindi kepada adiknya khawatir kalau adiknya menganggu pengunjung di samping adiknya.


"Iya kak," Annisa lalu duduk dengan tenang dan menikmati film itu. Sekali-sekali pengunjung tertawa saat sang penyihir datang membuat kericuhan dalam film itu. Cindi dan annisa bahkan ikutan tertawa saat dia melihat aksi lucu dalam film itu.


"Hahahaha, Hahahaha, jatuh... dia jatuh." Ketawa annisa.


"Hahahaha," Suara tawa pengunjung semakin besar dan seru. Mereka sangat menikmati film action itu, bahkan tak henti-hentinya mereka tertawa.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2