CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Cindi dan rendi


__ADS_3

Mobil itu melaju masuk ke dalam perumahan kompleks, Rendi memilih untuk memarkir mobil di depan rumah karena akan di pake entar malam.


Terlihat rumah itu masih terkunci padahal kan sudah mau magrib, kali ini Rendi hanya bisa menggelengkan kepala nya saja. Di buka nya di dalam tas lalu di buka nya pintu itu, dia memang sengaja memberinya cindi kunci cadangan dan yang satunya lagi buat dia.


Rendi memasuki rumah itu terlihat di dalam gak ada orang, rendi hanya menggelengkan kepala nya lalu naik ke atas kamar untuk mengganti baju nya. Badan nya sekarang begitu gerah dan terasa capek, dia malah memilih untuk mandi saja.


Handuk yang terletak di balkon di ambil dan di pakai, dia benar-benar merasa gerah dan memilih untuk mandi dan istirahat sejenak sebelum ke rumah ibu.


Habis mandi Rendi langsung memilih untuk berbaring di atas tempat tidur itu, dia benar-benar merasa lelah kerja seharian di kantor. Apalagi sebentar malam dia harus siap-siap ke rumah papa dengan Cindi padahal dia sangat capek. Tak perluh menunggu lama akhirnya dia tertidur sendiri tanpa memikirkan yang lain lagi.


...🐼🐼🐼...


Cindi berjalan menuju ke rumah dengan terburu-buru, dia baru ingat kalau belum masak buat rendi dan sekarang sudah mau magrib. Sesampainya di depan rumah Cindi kaget melihat mobil itu terparkir di depan rumah tidak biasanya Rendi memarkir nya di depan rumah.


"Aneh kok mobil nya di parkir di depan rumah, apa dia mau pergi lagi." Ucap Cindi, tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke dalam rumah keringat nya sekarang sudah membasahi sekujur tubuh.


Aduuh aku rasanya gerah, cindi naik ke atas kamar dan mengambil baju mandi yang ada di balkon. Di lihatnya rendi sudah tepar di tempat tidur dengan menggunakan baju kaos hitam dan celana panjang.

__ADS_1


"Kalau aku bangunin sekarang dia pasti marah, aku mau mandi malas mikirin dia." Kesal Cindi langsung membuyarkan lamunan nya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi Cindi menggunakan baju kaos dan celana panjang, sudah masuk satu bulan pernikahan mereka tapi Cindi tidak pernah mau pake celana pendek kalau ada Rendi padahal mereka sudah sah, dia merasa malu dengan diri nya sendiri padahal kalau di kamar biasanya dia sangat suka pake celana pendek sebelum menikah dengan Rendi.


Terlihat di meja ada handphone nya yang terletak tanpa berpenghuni. Cindi mengambil handphone itu dan di nyalakan, saat dinyalakan betapa kagetnya dia banyak pesan masuk dari keluarganya terutama bang reno mamanya sekaligus omnya sendiri.


"Ya ampun jadi jam 08:00 ada acara pertemuan di rumah rendi." Ucap Cindi kaget sambil menutup mulutnya, Chat Dari rendi bahkan ada.


sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06:58 cindi kali ini hanya bisa mengusap dada nya masih lama masih ada satu jam lebih.


"Suamiku masih tidur, ya udah aku mau nonton aja dulu sambil minum susu." Ucap Cindi, dia lalu menyalahkan televisi lalu turun ke dapur membuat susu hangat lalu naik kembali ke atas kamar.


Cindi mengambil Roti itu dan di buka nya dengan sengaja membuatnya seperti meledak.


Pok, Terdengar suara meledak bungkusan roti itu membuat rendi yang tertidur lelap sedikit terganggu, saat melihat pelakunya dia melanjutkan tidur nya kembali.


Suara televisi sengaja di kecilin biar tidak menganggu tidur rendi, tapi yang membuat rendi terganggu itu bukan suara televisi akan tetapi suara tawa Cindi. Saat lagi enak-enak nya tidur dia malah terganggu dengan suara nya cidni yang lagi nonton film komedi.

__ADS_1


"Huahahahhaa, hahahhaha, ahahahaha, hahahahha, aduhhh lucu hahahahha," Cindi masih sibuk tertawa gila sampai air matanya terjatuh. Rendi akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan tidurnya, dia langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci muka.


"Gak ada akhlak, orang lagi istirahat malah di ganggu." Kesal Rendi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Cindi masih saja tertawa terbahak-bahak tidak jelas, dia benar-benar tidak menyadari kehadiran rendi.


Di liatnya di meja ada dua gelas minuman Rendi berfikir kalau itu sengaja di buat cindi untuk dirinya sendiri jadi dia memilih diam saja. Saat menyadari ada sesuatu di belakang nya Cindi langsung berbalik di liatnya Rendi sedang menatap layar televisi dan sekali-sekali tersenyum, Cindi lalu mendekatinya dan memberikan nya satu gelas susu yang dari tadi di liat Rendi. Tapi saat menyadari cindi berbalik dia lalu pura-pura langsung menatap layar televisi sambil senyum-senyum sendiri padahal dia sedang acting tanpa di sadari Cindi.


"Sayang ini punyamu, sudah mau dingin ayo minum baru kita berangkat ke pesta." Mendengar sebutan sayang sontak saja seperti ada sesuatu yang meresap dalam tubuhnya yang membuatnya merasa tenang. Di tatapnya gelas itu tanpa menatap wajah indah di hadapan nya, dia kali ini hanya bisa mengambil minuman yang di pegang cindi. Terlihat tangan putih pucat itu lalu memegang pundak rendi, sontak saja rendi kaget.


"Sayang kamu tau gak, aku tidak punya teman di rumah temanku cuma televisi. aku tertawa sepanjang hari dengan televisi tapi tadi saat aku keluar aku bertemu teman lagi." Ucap Cindi yang sekarang sedang memegang wajah Rendi berharap rendi mau menatap nya dan merasakan penderitaan nya selama ini.


Mendengar pengakuan Cindi barusan seperti ada sesuatu yang menusuk di dalam hatinya, dia tidak menyangkah cindi akan mengatakan hal itu padanya.


"Sayang, aku boleh curhat kan?" Mendengar hal itu Rendi terdiam dan masih tertunduk dia sekarang binggung harus jawab apa.


"Sayang, kamu tadi terganggu yah. maaf yah, aku selama ini selalu berteman dengan sepi. bahkan rendi yang ada di depanku ini tidak peduli tentangku tentang apa yang aku alami, Jangan tinggalkan aku yah apapun yang terjadi nantinya." Ucapan cindi membuat rendi tertunduk air matanya jatuh tanpa dia sadari, dia tidak mengerti apa yang barusan di katakan cindi tapi mampu membuatnya menangis seakan cindi lah yang akan meninggalkan nya.


"Rendi, aku, aku, aku tidak sanggup lagi hidup." tangan yang memegang wajahnya tiba-tiba saja mulai melemas, Cindi terjatuh di lantai dengan terduduk lemas. Dia baru ingat kalau tadi dia lupa minum obat, pantas dadanya mulai terasa sakit.

__ADS_1


Melihat hal itu rendi kebingungan, dia benar-benar binggung harus bagaimana, dia kaget dan mulai berfikir kalau cindi mungkin kecapean lagi akibat kerja seharian di rumah.


__ADS_2