
Nayla berbaring di tempat tidur yang sangat empuk dan mahal itu, dia benar-benar tidak bisa membayangkan kejadian hari ini. kemarin rasanya dia masih bersama sekarang malah dia harus kehilangan untuk ke sekian kalinya.
Flashback on
Nayla melamar kerja di perusahaan dimana mantan pacarnya adalah direktur, dia berharap Rendi mau menjelaskan alasan dia di putuskan tiba-tiba olehnya beberapa bulan yang lalu.
Selama ini sebanyak pria yang dia dekati namun cuma Rendi yang membuat dia nyaman, dia hanya sedikit egois sehingga kadang membuat Rendi kesal. Akibatnya dia malah di tinggal kan tanpa kata putus oleh Rendi, sampai dia pergi mencari tau kebenaran nya.
Dia ada kesempatan mendaftar di Perusahaan besar itu, jadi dia mendaftar dirinya. saat bertatapan dengan Rendi ada kenangan lama di dalam nya. rasanya dia ingin memeluk pria itu, namun terlihat Rendi sekarang begitu dingin dengan nya.
Dia sendiri tidak tau ada apa, Nayla lalu punya kesempatan untuk mengobrol dengan Rendi padahal dia baru satu mingguan kerja di kantor tersebut. Nayla berharap Rendi masih mau kembali kepadanya, dia lalu masuk ke dalam kantor itu dengan wajah anggun cantik bak artis Korea dengan setelah kemeja putih lengan panjang dan rok pendek selutut.
Terlihat Rendi asik mengerjakan laporan, dia begitu sempat pegal-pegal. Nayla masuk ke dalam dan memijat-mijat punggung Rendi, sontak saja membuat Rendi kaget dan menoleh. dia langsung syok Nayla sudah berada di belakang nya dengan wajah yang indah serta kemeja panjang ketat dan rok pendek ketat memperlihatkan betis nya yang putih alami.
"Nayla, apa yang kamu lakukan." ujarnya kaget.
" ohhh sekarang masih ingat sama aku, apa kabar beberapa bulan yang lalu ninggalin aku." Tanya Nayla masih butuh jawaban Rendi.
__ADS_1
"Maaf Nayla aku tidak bisa jawab sekarang," ucap nya lesu.
"Ya udah kalau gitu kita balikan," ujar Nayla sambil memeluk pundak Rendi dari belakang. Rendi sempat merinding kali itu bukan karena dia suka tapi dia malah kaget.
"Gak bisa Nayla, mending kamu keluar sekarang sebelum papa ku liat." bentak Rendi kasar.
"Maksud kamu apa sih Rendi ninggalin aku gitu saja, blokir kontak ku," Nayla mulai berkaca-kaca saat itu, tangan nya masih memegang tangan Rendi dan menggenggam nya.
"Ohh jadi karena kamu tau aku kerja di sini sehingga kamu kerja di sini?" Tanya Rendi cetus.
"Iya, aku kangen setiap hari sama kamu Rendi. kamu lupa kita dulu bagaimana?" Tanya Nayla.
Dengan liciknya pria itu mencium Nayla di club, melihat semua itu hati Rendi teriris bahkan Nayla tidak tau kalau waktu itu ada Rendi. Karena mabuk Nayla membalas ciuman cowok itu bahkan cowok itu berani merabah bokong Nayla dan sengaja membawah Nayla pergi dari tempat itu.
"itu gak mungkin, kamu liat Rendi?" Tanya Nayla tidak menyangka pria itu menghancurkan semua mimpinya di depan pria yang dia cintai.
"Iya aku liat semuanya, pria itu bahkan membawa mu masuk ke dalam hotel dan menikmati tubuhmu." ucap Rendi nunduk.
__ADS_1
"lalu kenapa kamu tidak mencegahnya?" Tanya Nayla.
"Karena kamu mabuk dan menikmati semua itu, aku sempat ingin menghajar pria itu tapi tubuhmu sudah di nikmati olehnya. bahkan tubuh mu tidak bisa kamu hargai, bagaimana mungkin aku bisa 24 jam menjagamu dan menasehati mu." ujar Rendi mulai marah.
"Itu fitnah Rendi, semua fitnah sebenar nya waktu itu dia membawa ku ke kamar dia memang sempat meraba aku tapi aku menelpon sopir ku dan datang menolongku, pria itu sudah di tangkap sekarang dia masih di penjara. waktu itu aku mabuk tidak bisa kah kamu mengerti kejadian itu, aku bahkan masih perawan Rendi sampai sekarang." Nayla memohon-mohon kepada rendi.
"Tapi semuanya sudah terlambat Nayla aku beda sama kamu aku sudah tidak perjaka, aku sudah nikah, aku sudah punya istri, dan aku harap kamu lupain aku jangan pernah mengganggu kehidupan ku lagi." Rendi kesal lalu meninggalkan Nayla sendirian terdiam.
Apa bedanya Nayla dengan mantan yang paling dia sayang dulu sama aja hanya memamerkan tubuhnya di hadapan pria, pria mana tidak tergoda jika di pancing. dia memang dulu terlihat brengsek tapi dia begitu menghargai wanita dan tidak pernah mereka anak gadis perawan orang seandainya dia mau mungkin sudah banyak wanita yang dia tiduri di masa lalunya.
Tapi Rendi tidak melakukan itu semua, dia sangat menghargai dan menyanyangi wanita meski dia sering disakiti, Rendi yang tampan nya minta ampun aja masih sering di selingkuhi dan di sakiti wanita. Sampai dia berada di fase di mana dia tidak percaya lagi dengan makhluk berhati lembut seperti wanita kecuali ibu dan Kaka nya. Tapi setelah dia ketemu cindi dia mulai percaya bahwa tidak semua wanita itu murahan, ternyata masih ada juga wanita yang jual mahal padanya.
Bahkan cindi saat sudah jadi istrinya kadang masih jual mahal padanya, cindi jarang menyentuhnya dan dia juga tidak pernah menyentuh cindi kecuali tidak sengaja dan terpaksa. padahal Rendi pria yang butuh kasih sayang dari belaian wanita, namun dia tidak mau kalau istrinya yang sekarang melakukan semua itu hanya karena terpaksa dia membiarkan dirinya mencintai wanita itu nanti apa adanya jika belum bisa mencintai cindi setidaknya cindi sudah melayaninya dan memberikan apa yang dia butuhkan selama ini.
Hanya waktu yang bisa menjawabnya, Nayla keluar dari ruangan itu dengan perasaan begitu kecewa dan berjanji akan membuat istri nya yang paling dia sayang akan menderita. dia berencana akan merebut Rendi dari gadis itu kembali, apa pun yang terjadi Rendi harus merasakan apa yan dirasakan Nayla putus asa dan patah hati. Senyum nakal Nayla mengembang di mulutnya yang indah itu.
Nayla berbaring di atas tempat tidur dia terus berusaha mencari cara agar Rendi mau kembali padanya, Tika di samping nya sudah tertidur lelap. Nayla masih berpikir mencari cari untuk menghancurkan Rendi dan istrinya,
__ADS_1
Nayla berharap rencananya kali ini akan berhasil.
"Liat aja akan ku balas semua nya Rendi, kamu harus merasakan penderitaanku selama berbulan-bulan ini di tambah lagi kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut mu barusan, aku yakin kamu masih mencintai aku." ucap Nayla dengan yakin.