
Di malam hari di rumah yang mewah itu, tersedia banyak jamuan makan malam yang tertata rapi di meja makan. Reno yang sudah berpakaian rapi meminta izin kepada istrinya untuk mengantar tamu istimewa itu.
"Sayang, aku pergi dulu yah ada seseorang yang ingin aku jemput." izin Reno ke sinta.
"Sayang, memang siapa tamu istimewa itu?" tanya Sinta dengan nada lembut. Mendengar perkataan Sinta Reno akhirnya memberi tau semuanya rencana perjodohan Rendi dengan dengan Cindi.
"Tapi kamu jangan bilang ke Rendi rencana kami."
"Okey deh, lagian aku tidak terlalu dekat sama adik mu itu." Ujar Sinta berterus terang.
Bagus, itu artinya tidak ada yang menghalangi rencana ku dengan papa. Reno tersenyum di dalam hati
"Jadi sebentar itu yang datang ceweknya bernama Cindi, dia anak yang pintar, ramah, lembut, dan baik hati, aku rasa jika dia bersama Rendi anak itu akan berubah." Ucap Reno kepada istrinya dengan memegang kedua pundak nya.
"Kalau aku setuju saja, selama mereka bisa di amati dari jauh, jangan sampai sikap Rendi ke anak itu sudah berlebihan." Ujar Sinta memberi nasehat.
"Iya iya, kami pasti akan sering mengawasi mereka, tapi jika tanpa pengawasan kami Rendi melakukan hal yang tidak kami tau terpaksa Rendi lah yang harus terima resikonya sendiri." Reno berusaha menghilangkan ke ke khawatiran istri nya. Sinta hanya mengangguk setuju dengan rencana yang mereka buat, itu juga demi kebaikan Rendi jadi walaupun dia khawatir dengan perempuan itu.
"Sayang aku jalan dulu, bayi kita sudah tidur." ujar Reno dan mencium bayi yang ada di tempat tidur kecil itu.
"Sayang papa pergi dulu yah doakan papa berhasil sampai membuat mereka menyatuh," kata Reno ke bayi itu dan menciumnya.
"Kamu di sini dulu, bayi nya masih tidur, nanti kalau tamu nya sudah datang aku akan naik lagi." bisik Reno ke telinga nya, Sinta hanya tersenyum dan memeluk Reno.
__ADS_1
"Hati-hati menyetir mobil, jangan mengejar waktu biar waktu yang mengejar kita. Balas Sinta berbisik di telinga Reno.
...🐼🐼🐼...
Flashback On
Setiap kali Reno ingin berangkat ke kantor Sinta selalu mengatakan hal yang sama, setiap kali Reno pergi ke suatu tempat sendirian Sinta juga menasehatinya dengan nasehat yang sama. Itu untuk menjaga keselamatan suami nya dengan menasehatinya setiap hari, yah karena Reno termaksud suami yang sabar, baik, dan lemah lembut. Jika di nasehati sama istrinya dia hanya tersenyum dan mencium kening istrinya lalu pamitan.
Sinta sebenarnya anak dari seorang pengusaha, Reno bertemu dengannya waktu dia masih duduk di bangku kuliah. Bedanya Reno dan Rendi, karena di kampus tidak ada yang tau kalau papanya Reno seorang pengusaha sekaligus pemilik nya.
Yang mereka tau Rendi sama seperti mereka, sehingga Reno memiliki banyak teman di kampus nya. Setelah Reno memperkerjakan berapa teman kampus nya di kantor papanya, mereka semua kaget dan kagum ternyata seorang Reno adalah anak sang pengusaha terkenal.
Di situlah mulai terkenal nama Reno sampai di teman kampus lainnya jika ada reunian mereka tidak luput dari membahas Reno, mereka kagum dengan sifat rendah dirinya, tidak memilih teman, dan suka berbagi.
traktir, jika di tanya Reno bilang katanya dia kerja ini gajinya. Padahal uang itu jajan yang diberikan papanya separuhnya dia tabung untuk biaya pernikahannya dengan Sinta, jadi selain baik hati dia juga pria yang mandiri dan pekerja keras.
Reno bertemu Sinta karena dia satu angkatan tapi beda jurusan. Pertama kali melihat Sinta Reno sudah menyukai sifatnya yang suka membantu temannya jika kesulitan dana.
Sinta juga bergaul tanpa sepengetahuan temanya kalau ayahnya juga seorang pengusaha di kantor yang besar dan gajinya bisa di bilang sangat besar. Tapi dia tidak pernah mau memberi tau yang lain, temannya berfikir dia sama kayak kita dia juga mungkin orang yang dari kampung atau apa lah.
Jadi pantas lah jika mereka di satukan itu karena sifat mereka berdua agak-agak mirip apalagi wajah mereka sangat mirip seperti adik kakak padahal mereka tidak ada hubungan darah tapi jodohnya kali...cie cie cie.
Sekarang mereka sudah di karunia kan dua anak satunya sudah sekolah kelas kelas 2 SMA tapi wajahnya malah mirip Rendi. namanya Rio, jika Rio bersama Rendi dia tidak pernah membantah dengan om nya, mereka cocok.
__ADS_1
Rio dan Rendi sangat lah akrab, jika hari libur dari kecil sampe besar Rendi selalu mengajak Rio ke taman bermain, pergi ke mall nonton bareng, pergi liburan bareng teman Rendi. Pasti setiap liburan Rendi Rio selalu ada, bagi Rendi Rio adalah keponakan sekaligus adik nya.
Rendi juga menurut sama ke tiga kakanya tapi jika keras kepala nya datang maka siapa pun tidak akan ada yang mau dia dengar, hanya saja ibu nya sangat pintar membujuk dan mengambil hati Rendi
Sikap Rio tidak seperti sikap Rendi yang keras kepala, itulah yang membuat Rio dan Rendi sangat cocok. jika omnya marah Rio akan pergi mengakui kesalahannya walaupun bukan dia yang salah.
Di sekolah juga Rio sedikit tegas dengan teman-teman nya itu karena ajaran om nya Rendi, agar tidak ada yang berani memandang enteng Rio.
Berkat ajaran bela diri kak Rendi tidak ada yang berani mengganggu Rio tapi banyak yang mendekatinya untuk berteman. Itu karena dia suka mentraktir teman-temanya di sekolah, kalau di pikir siapa juga tidak mau di traktir, teman-teman mereka sangat suka sama Rio dia sering main ke rumah Rio kerja tugas bersama, main game bersama, bahkan tidur di kamar Rio jika capek main game. Orang-orang di rumah tidak ada yang melarangnya, bahkan pertama kali Rio izin ke neneknya malah di setujui.
"Nek, teman Rio mau datang?" izin Rio ke neneknya.
"Iyaaa, tidak masalah yang penting teman kamu tidak buang sampah sembarangan supaya bibi di rumah tidak capek membersihkan dan juga tidak membawah obat-obatan terlarang satpam di depan akan memeriksa tas teman kamu. ucap neneknya dan memegang kepala Reno, tanda sayangnya.
Mendengar hal itu Rio sangat senang karena dia tidak kesepian lagi di rumah ini. "Iya nek makasih, tapi teman kelas aku tidak ada kok yang pakai obat-obatan seperti itu.
"Itu lebih bagus lagi, nenek juga senang jika rumah ini rame tidak sepi lagi."
"Makasih nek, Rio langsung mencium pipi neneknya dan berangkat sekolah di antar oleh Rendi sekalian habis antar Rio dia juga langsung ke kampus.
Walaupun Rendi suka kasar tapi dengan keponakan nya dia tidak pernah kasar, dari kecil nya Rio hanya Rendi yang selalu mengajaknya ke taman hiburan. Jadi ayah nya tidak perluh khawatir lagi, karena omnya sangat pintar menjaga keponakannya.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1