
Di mobil itu mereka asik bercakap-cakap, cindi bahkan menganggap pak Budi orang yang paling tepat di tempati berbagi cerita. mereka bahkan cepat akrab satu sama lain, cindi malah suka orang yang seperti pak Budi.
"Nanti bapak tinggal kasih tau dia aja, kalau anaknya tinggal sama kita bisa sih cuma susah kalau antar jemput nya, soalnya bapak di tugaskan di rumah besar." saran cindi.
"Tidak papa non dia tidak keberatan kok anaknya tinggal sama kami, kalau di sana dia punya banyak teman, ada yang Antar jemput juga kalau pulang sekolah." Cindi hanya mengangguk saja.
"Kalau mau ketemu ibunya tidak papa, suruh datang aja kalau libur sekolah." Ucap cindi.
"Iya Bu," pak Budi bersyukur punya orang baik k di sekitar nya yang mau membantu nya.
"Oh iya kalau boleh tau anaknya usia berapa tahun?" Tanya cindi.
"Dia masih SD Bu kelas naik kelas lima SD sekarang, kalau tidak salah Bu." ucap bapak Budi menimpali perkataan cindi.
"Ohh mau seumuran Annisa loh pak," ucap cindi, tiba-tiba dia kangen sama adiknya udah satu bulan dia tidak datang menjenguk adiknya.
cindi terdiam lama di atas mobil, pak Budi kali ini ikutan diam.
Beberapa lama mereka sama-sama terdiam akhirnya bapak Budi mengeluarkan suara, bertanya arah tujuan cindi kemana.
"Non, mau ke mall dekat rumah sakit yang mana di Jakarta banyak mal yang dekat rumah sakit." Ucap pak Budi mengejutkan dirinya.
"Iya pak, ya udah langsung ke rumah sakit ini aja." Ucap cindi tanpa sadar menunjukkan alamat rumah sakit yang ingin dia kunjungi.
"Owalah rumah sakit yang sama dengan yang kemarin toh neng?" Tanya pak Budi
"Iya pak, tapi bapak tidak usah kasih tau siapa-siapa kalau aku ke rumah sakit, soalnya takut membuat yang lain nya khawatir cuma mau periksa aja sama kondisi kesehatan akhir-akhir ini kurang enak badan pak." ujar cindi memberitahunya.
__ADS_1
"Iya Bu bapak tidak cerewet kok," Pak Budi menyakinkan perkataan nya dengan cindi.
"Iya pak makasih banyak sudah mau membantu dan mengantar cindi."
"Iya sama-sama nak, bapak juga senang membantu non cindi." bapak yang sudah mau seumuran omnya itu tersenyum ramah. secara lama mengobrol akhirnya rumah sakit yang ingin di tujuh cindi sudah berada tepat di sampingnya.
"Non sudah sampai, nanti hubungi bapak saja biar aku antar ke kantor." ucap pak Budi.
"Iya pak makasih yah, kalau begitu aku turun dulu." Cindi lalu turun dari mobil dan berpamitan ke pak Budi, terlihat mobil itu melaju kencang ke jalan raya.
...🐼🐼🐼...
Cindi masuk ke dalam rumah sakit besar itu, dia lalu masuk ke parkiran lalu naik menggunakan tangga lift yang ada di dekat parkiran. Sesampainya di lantai lima dia lalu mencari ruangan pak ridho, dia sudah ada janji jadi tidak perlu berlama-lama duduk menunggu antrian.
"Halo pak dokter aku sudah ada di ruangan kursi tunggu," Ucap cindi di telpon.
"Iya nak setelah pasien ini kamu masuk yah," telpon lalu di tutup oleh cindi, tak selang beberapa menit pasien dari ruangan pak ridho keluar juga.
Tuk tuk tuk, suara pintu di ketuk dari luar.
"Iya masuk aja," Teriak pak ridho dari dalam ruangan itu. cindi lalu masuk ke dalam ruangan itu, sudah lama dia tidak ke rumah sakit ini, tapi semuanya tetap sama tidak ada perubahan bahkan perpindahan tempat pada barang pun masih sama.
Cekrek suara pintu terbuka, cindi lalu masuk ke dalam ruangan itu. sudah lama dia tidak ke rumah sakit ini, tapi semuanya tetap sama tidak ada perubahan bahkan perpindahan tempat pada barang pun masih sama.
Terlihat pak ridho menyapanya dengan seuntai senyum di wajahnya, cindi membalasnya dengan tersenyum ramah.
"Apa penyakitnya masih parah atau ada perubahan?" Tanya dokter mudah itu.
__ADS_1
"Yah di bilang sembuh tidak sih dok, karena datangnya timbul tenggelam." ucap cindi khawatir.
"Yah itu mungkin penyebab dari emosional mental yang tidak stabil, itulah alasannya aku suruh banyak-banyak istirahat dan jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak terlalu penting." Nasehat pak ridho.
"Yah mau gimana lagi dok, ujian dalam hidup selalu saja ada." Ujar cindi.
"Iya yah namanya ujian pasti akan selalu ada, tapi saya cuma mau kasih tau satu hal, cuma satu yang bisa menyembuhkan mu yaitu keseimbangan emosional yang kamu punya.
Nasehat pak ridho cukup masuk ke telinga cindi, namun menjalaninya hal yang paling sulit. apalagi saat ini hubungan dia dengan Rendi tidak begitu baik, jadi mau gimana lagi.
"Kayaknya kamu harus memberi tau semua orang apa yang sedang terjadi padamu nak." ucap pak ridho memberi saran.
"Kayaknya tidak bisa pak, seandainya dari dulu yah itu pasti mungkin tapi sekarang aku berada di situasi yang tidak tepat. Jika memberi tau mereka itu artinya aku bakalan kena balik, tidak ada yang tau aja aku sudah merasa lega." ucap cindi.
"Ya sudah itu tergantung dari kamu lagi nak, asalkan jangan mengeluarkan emosi yang sangat berlebihan." Nasehat pak ridho, cindi hanya mengangguk saja.
"Coba aku periksa keadaan nya, silakan ke ruang pemeriksaan." ucap pak ridho, cindi lalu ke ruang pemeriksaan di ikuti oleh pak ridho. di dalam cindi di periksa tekanan, nadi dan suhu tubuhnya serta di periksa di bagian hati dan lambung.
"Ada apa dok, apa semua baik-baik saja?" Tanya cindi kepadanya.
"Yah begitulah nak semua normal kecuali bagian jantung yang kadang memompa lebih cepat dan kadang melambat." jelas dokter ridho.
Cindi kali itu hanya menanggapinya dengan tertunduk, terlihat jelas di wajahnya sebuah kekhawatiran. dokter ridho hanya terdiam saja binggung harus ngomong apa lagi, lama terdiam tiba-tiba dokter ridho mengangetkan nya.
"Donor nya masih belum aku temui yang sama dengan golongan darah mu nak, golongan darah di mana penggunanya sangat susah untuk di dapatkan." Jelas pak dokter.
"Iya pak aku mengerti," Cindi hanya tersenyum pasrah. Cindi lalu pamit kepada dokter ridho dan pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan perasaan yang tidak karuan, dia benar-benar tidak menyangka kalau umurnya tidak lama lagi.
__ADS_1
Yah mau gimana lagi dia harus terima dan hanya bisa banyak bersabar dan berdoa, cindi tertunduk keluar dari rumah sakit besar itu. Lalu menahan salah satu taksi yang lewat, dan masuk ke dalam taksi. niat untuk menelpon pak Budi di urungkan, karena kebetulan taksi juga lewat.
...🐼🐼🐼...