
Mendengar kisah Rio Cindi dan Lina merasa begitu sedih. dia pikir hanya orang miskin saja yang jadi budak Bulian di sekolah-sekolah. Ternyata orang-orang yang sangat kaya juga akan jadi incaran anak-anak yang iri pada nya.
Mereka melanjutkan makan mereka sampai akhirnya semua menghormati makanan tidak ada yang boleh berbicara ketika makan.
Setelah makan Reno memesan makanan yang di pesan ayahnya, rasanya Cindi masih ingin cerita pengalaman-pengalaman nya juga ke mereka tapi sepertinya waktu telah membuatnya merasa berkejaran dengan nya.
Cindi dan lina kembali ke ruang kerja, sedangkan reno dan rendi memilih naik kembali ke atas.
"Kak aku balik duluan yah sama Cindi." Ucap lina.
"Iya nanti saya sama rendi yang naik." Cindi dan lina masuk ke ruang kerja kantor.
"Setengah jam lagi rapat akan di mulai, jadi bagi kalian yang data nya belum selesai saya mohon di usahakan untuk di selesaikan." Ucap pak rangga kepada semua kariawan yang ada di ruangan itu.
"Siap pak," para kariawan akhirnya mengerjakan data yang diberikan.
waktu melewati setengah jam kemudian, semua sudah selesai mengerjakan data. Pak rangga berdiri dan menyuruh para kariawan yang ada di ruangan itu untuk membuat kursi berbentuk lingkaran agar kelihatan semua.
"Saya minta kalian membentuk lingkaran agar rapat ini bisa berjalan lancar dan saya harap semua nya siap, jika ada yang merasa mengantuk karena tidak bobo siang maka ke kamar mandi sebelum rapat akan di mulai.
Ada beberapa kariawan ternyata yang mengantuk, mereka lalu ke kamar mandi. setelah semua kembali rapat baru di mulai.
"Okey semua nya sepertinya sudah tidak ada lagi yang akan ke kamar mandi, jadi bapak langsung saja mulai."
"Iya pak mulai," Ucap lina.
"Okey selamat siang semua nya salam sejahtera, semoga kita semua akan selalu dalam lindungan allah yang maha kuasa. Jadi rapat ini akan kita mulai, yang pertama kita akan membahas bagaimana agar kita bisa fokus dalam bekerja."
"Materi ini sangat penting karena jika kalian tidak fokus maka akan membahayakan perusahaan tempat kalian bekerja, bukan cuma kefokusan saja tapi juga kebakatan kalian dalam komputer agar kalian tidak kewalahan dalam mengerjakan sesuatu.
"Jadi aku minta kalian tetap fokus dan punya kecerdasan dalam memahami sesuatu hal terutama dalam kerja sama kita satu sama lain itu sangat lah penting dan jangan pernah mengandalkan ke egoisan, kalian boleh tegas tapi jangan bersikap egois. okey cukup sampai di sini saja." Ucap pak rangga.
__ADS_1
"Saya mau tanya pak kalau misalnya ada teman nih tapi dia suka mau di bantu tapi agak sulit untuk membantu orang lain, bagaiman itu pak?" Tanya anya.
"Ohh, jika kalian menghadapi teman seperti itu maka kalian harus sabar menghadapinya dan jangan bertingkah gegabah. kalau dia tidak mau bantu kita masih punya orang lain di sekeliling kita yang mau bantu, mengerti?" tanya pak rangga.
"Iya pak mengerti," Anya hanya tersenyum.
"Okey apakah masih ada yang mau bertanya? kalau sudah tidak ada kita bisa tutup rapat hari ini, karena jam pulang tidak akan lama lagi." Ucap Pak rangga.
"Tidak ada lagi pak," Ucap Cindi.
"Okey kalau begitu bapak tutup dengan rasa hormat dan terimah kasih dan salam syukur atas allah tuhan yang maha kuasa yang telah membantu kita sehingga semua nya berjalan lancar." Pak rangga dan beberapa kariawan akhirnya membubarkan rapat hari ini, semua kembali kariawan kembali ke meja nya.
...🐼🐼🐼...
Jam pulang telah tiba Cindi dan lina berjalan keluar ruangan kantor. Cindi mengambil handphone nya dari dalam tas.
"Mau telpon papamu?" Tanya Lina.
"Sayang kan ada mba lina, kamu mau pulang kan?" Tanya lina.
"Ini mau ke rumah sakit, cek kesehatan mba." Lina kaget.
"Kamu sakit?" Tanya lina.
"Yah paling sakit kepala saja mba, akibat kurang istirahat."
"Ohhh ya sudah ikut mba saja, nanti akan kami antar." Lina menarik tangan Cindi untuk ikut dengan nya.
"Tapi mba," Belum selesai Cindi bicara lina sudah menariknya masuk ke mobil.
"Pokoknya tidak ada tapi-tapian, biar kami yang mengantarmu." Suami lina seperti biasanya akan menunggu nya di dalam mobil.
__ADS_1
"Sayang kita ke rumah sakit yah, antarin Cindi." Ajak Lina ke suaminya.
"Boleh, tapi rumah sakitnya yang mana?" Tanya Suami lina.
"Rumah sakit mana sayang?" Tanya Lina dengan berbalik ke arah Cindi.
"Rumah sakit besar jakarta, yang rumah sakit umum. Tidak jauh dari sini kok mba." Jelas Cindi.
"Ohh rumah sakit umum, mas di rumah sakit umum yang dekat dari jalan ini." Ucap lina menjelaskan ke suaminya, Mendengar hal itu sepertinya suami lina sudah tau kemana mereka akan pergi.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit yang di maksud Cindi, mobil itu masuk menuju parkiran. Cindi keluar dari dalam mobil dan mengucapkan rasa terimah kasih.
"Makasih yah mba sudah repot-repot mau di antar." Lina hanya tersenyum.
"Mau di tungguin?" Tanya lina lagi.
"Tidak usah mba, nanti di tungguin abi loh." Cindi sengaja menyebut nama abi supaya lina tidak menunggu nya.
"Ohh, okey kalau begitu kami duluan yah sayang." Ucap lina dengan melambaikan tangan ke arah Cindi.
"Iya mba, salam yah sama abi." Ucap Cindi sebelum mobil itu melaju pergi meninggalkan parkiran rumah sakit, terlihat lina hanya tersenyum dan memberikan Cindi jempol. Mobil itu keluar dari rumah sakit menuju jalan raya besar. Setelah batang hidung mobil itu tak terlihat lagi, barulah cindi masuk ke dalam lift dan menuju ke ruang kerja pak ridho.
Cindi berjalan menyelusuri jalan koridor rumah sakit, terlihat orang-orang berlalu-lalang di samping Cindi. Bisa di bilang mereka semua termaksud orang-orang yang pergi berobat ke rumah sakit demi mendapatkan kesehatan mereka kembali.
Ya allah ternyata bukan cuma aku saja yang sakit keras, orang-orang juga di sekitar aku termaksud orang yang sakit keras.meski sakit mereka tidak terlihat tapi aku mampu melihat rasa sakit mereka meski mereka menutupinya dengan senyuman.
Cindi merasa bersyukur karena setiap ke rumah sakit dia akan melihat banyak hal terutama kematian yang dekat yang telah menghantui nya selama ini, di mana setiap di ke rumah sakit dia akan melihat orang-orang koma, orang mati, bahkan orang yang kemungkinan mengalami penyakit yang keras.
Entah apa yang terjadi jika Cindi memilih untuk meneruskan kuliahnya dan menjadi perawat seperti para teman-teman nya. tapi sayang nya dia tidak bisa karena dia sendiri kesulitan merawat dan menjaga dirinya apalagi jika orang lain yang dia rawat, sedangkan dirinya sendiri saja sedang sakit keras.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1