CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kebenaran terungkap


__ADS_3

ini sudah malam dan seorang anak kecil harus terkurung di gubuk dengan yang yang terikat dan kaki yang terikat. mata nya sudah bengkak, entah sudah berapa kali dia menangis ketakutan di tempat itu, di tambah lagi banyak nyamuk yang mengigit tubuh kecil itu.


Perut nya mulai kelaparan dan anak kecil itu hanya bisa menahan lapar, seorang pemudah menggunakan masker masuk ke dalam membawahkan makan malam buat Annisa.


"Ini makan malam nya," Ucap pria itu.


"Kakak Annisa tidak bisa makan," Ucap Annisa dengan polosnya. lagi-lagi pria itu terpaksa harus menyuapi  anak kecil itu.


"Buka mulutmu dan jangan banyak bicara," Nasehat pria itu. Annisa kali ini hanya bisa mengangguk dan menuruti perintah pria itu.


Setalah makan pria itu lalu meminumkan Annisa, Annisa kecil hanya bisa menangis lagi karena tangannya kesakitan.


"Kamu kenapa menangis terus," bentak pria itu.


"Tangan Annisa sakit... Uhuhuhuuu." Annisa lagi-lagi menangis di depan pria itu. sebenarnya pria itu tidak tega melihat kondisi Annisa tapi ini sudah perintah bosnya.


"Maafin kakak yah dek, tapi kakak tidak bisa membantu mu." ucap pria itu lagi.


"kakak Annisa janji tidak lari, tangan Annisa Cakit kak Uhuhuhuuuu...." Pria itu akhirnya melonggarkan ikatan tali itu.


"Makasih yah kak," Annisa lalu tersenyum ke pria itu. Pria itu tidak membalas senyum Annisa dan langsung berlalu pergi meninggalkan Annisa kecil di gubuk itu sendirian.


Setelah kelelahan menangis akhirnya Annisa tertidur di lantai itu yang hanya beralaskan tikar kecil, badan kecil itu rasanya sudah kesakitan semua karena tidur Annisa dengan terikat membuatnya kesakitan.


"Argggh," Annisa teriak karena tidak bisa menahan sakitnya lagi. pria yang berjaga di luar langsung masuk dan melihat kaki Annisa kemerahan akibat ikatan bosnya yang kekerasan.


"Ada apa dek," Tanya pria itu.


"Kaki Annisa Cakit.... Uhuhuhuuu" Annisa lagi-lagi kesakitan karena kakinya sudah membengkak dan merah, pria itu lalu melonggarkan ikatan tali itu agar anak itu bisa istirahat dengan nyaman.


Pria itu sempat khawatir melihat kaki Annisa yang sudah memburu dan bengkak karena bekas ikatan itu, dia tidak tau bagaimana cara menghilangkan bekas luka itu

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


Di kantor polisi Toni berusaha membantu polisi untuk menemukan jejak Annisa, dan akhirnya di temukan ada jejak dari pukulan dan bekas kayu yang di gunakan pelaku untuk menjebak korbannya.


Tapi Kasus ini butuh waktu 1-3 hari untuk menangkap si pelaku, karena bisa jadi pelaku bukan hanya satu orang jika penculikan kepada anak kecil pasti di berkelompok. Polisi sudah berusaha semaksimal mungkin tapi masih perluh banyak bukti lagi untuk menjerat pelaku.


"Pak, apakah sudah ada bukti yang kuat?" Tanya Tono sangat khawatir akan kejadian yang menimpa anaknya.


"Masih perluh bukti yang lain lagi, untuk menangkap pelakunya, karena dengan kayu yang di pukul ke korban belum tentu bisa jadi bukti yang kuat pak karena pelaku ini sudah sangat pintar untuk menjerat korbannya.


Di saat itu pula kepala Tono langsung pusing di mana besok dia juga harus kerja lagi di kantor. Tono langsung terduduk lesu dan binggung harus bagaimana lagi, tapi yang terpenting sekarang adalah anaknya urusan kantor bisa di selesaikan setelah Annisa sudah di temukan.


...🐼🐼🐼...


Annisa di gubuk itu kewalahan untuk tidur karena banyak nyamuk yang mengigit nya mana tanganya di ikat lagi. Anak kecil itu hanya bisa bersabar dan berharap semoga papanya datang menjemputnya. lagi-lagi dia hanya bisa menangis, penjaga di luar juga tidak bisa tidur karena banyak nya nyamuk di luar gubuk itu.


Annisa jatuh pingsan karena kebanyakan nangis dan kondisi tubuhnya juga mulai melemah, berbeda dengan pria di luar malah keenakan main game sampai tidak menghiraukan Annisa di dalam.


Pagi telah memancarkan cahaya nya, Annisa terbangun dari pingsannya. Karena semua tangan dan kakinya kaku Annisa berusaha untuk membuka tali yang longgar di tangan dan kakinya. Rupanya pria mudah itu tertidur nyenyak di luar, Annisa mengintip pria itu dari balik tirai. Tanpa pikir panjang gadis itu menyelinap lewat belakang rumah untuk kabur tapi tiba-tiba ada yang mengurus dari belakang.


Annisa kali ini akan ecting lagi, dia lalu mendekati pria itu dan memeluknya. "Kakak Annisa mau pipis," Ucap Annisa bohong. Pria itu lalu menggendong Annisa dan membawanya ke kamar mandi kecil.


"Pipis lah di situ," Ucap pria itu. Annisa lalu masuk ke kamar mandi kecil itu dengan kaki nya yang kesakitan. Setelah keluar dari kamar mandi pria itu menggendong Annisa lagi di tempat yang nyaman. Dia lalu keluar mengambil kotak obat dan mengobati luka Annisa.


"Apakah kau mengenal ku?" Tanya dokter itu.


"Kakak siapa dan kenapa kakak mengikatku di sini?" Tanya Annisa lagi.


"Aku Adalah om mu dek, papamu tidak terlalu menyukai om jadi om mau mengajakmu jalan-jalan di kampung ini." Ucap pria itu lagi.


Pria itu lalu menelpon papanya Annisa, dia memberi tau bahwa Annisa sekarang bersamanya d kampung.

__ADS_1


"Halo kak, apakah kakak masih mengenalku?" Tanya pria itu.


"Dion Annisa hilang," Ucap Tono di seberang sana.


"Siapa bilang Annisa hilang kak," Ucap Dion seakan-akan tidak ada yang terjadi.


"Apa maksud mu?" Tanya nya lagi.


"Hahahaha Annisa sekarang bersama ku di kampung, aku kemarin bertemu dengannya nya di sekolah dengan kak Dhini tapi aku sengaja membuat kak Dhini pingsan." Dion lagi-lagi tertawa.


"Apa yang kamu lakukan dengan dia Dion?" Tanya Tono masih tidak percaya dengan adik tirinya itu.


Dion memberi telpon Annisa dan menyuruhnya berbicara, "papamu mau bicara nak,"


"Halo pa, aku baik-baik saja." Kakak ini baik kok kak." Ucap Annisa tersenyum kepada dokter itu.


"Nak, ibumu mengkhawatirkan dirimu." Ucap papanya di seberang sana.


"Annisa akan pulang kok pa," Annisa tidak ingin membuat papanya khawatir.


"Oke-oke, papa mau bicara sama Dion."


"Halo Dion kamu kenapa tidak memberi tau aku kalau kamu yang mengambil Annisa?" Tanya Tono marah di seberang sana.


"Linda kanker kak, dia butuh teman untuk bermain." Dion lalu menceritakan kondisi anaknya yang terbaring di rumah sakit.


"Kamu kenapa baru cerita, bukannya kamu seorang dokter?"


"Iya kak aku seorang dokter tapi anakku butuh teman untuk sementara, bulan depan Linda akan di operasi kak." Dion mulai bingung sekarang harus bagaimana.


"Kalau begitu kakak tutup kasusnya yah?" Dion sudah tau kalau kakaknya akan ke kantor polisi jadi sebelum dia di tangkap lebih baik dia memberi tau kebenarannya

__ADS_1


iya kak, aku pinjam Annisa yah kak." Toni langsung menutup telponnya.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2