CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Macet di jalan


__ADS_3

Cindi berjalan masuk ke ruangan pak dokter ridho, Kali ini pak ridho sendiri lagi sibuk menulis data-data pasien yang tadi lumayan banyak untuk dia periksa. karena memang pasien pagi-pagi selalu banyak dan cukup membuat nya kewalahan.


Saat pak ridho asik mengerjakan tugas tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan nya. dia langsung kaget karena ada yang tiba-tiba menganggu kefokusan nya.


Tok tok tok, Suara ketukan itu terdengar tidak asing di telinga pak ridho.


"Iya masuk," Cindi masuk ke dalam ruangan itu dengan membawah senyum.


"Selamat pagi dokter," Sapa Cindi sambil duduk di kursi tepat di depan pak ridho.


"Pagi nak, bagaimana perkembangan nya apa ada perubahan?" Tanya Pak ridho.


"Yah lumayan pak, sedikit ada perkembangan menurut aku." Ucap Cindi. Cindi lalu memberi tau pak ridho rencana penyakitnya sekarang supaya sembuh.


"Pak, aku sepertinya butuh terapi." Kata-kata Cindi langsung di respon baik olehnya.


"Yah menurut aku itu mungkin lebih baik nak, setiap dokter pasti akan menyarankan untuk tranplasi jantung tapi bapak tidak pernah mengizinkan mu karena resikonya sangat tinggi dan bisa membuat pembuluh darah pecah." Nasehat pak ridho.


"Iya dok, aku minta maaf terimah kasih karena sudah membantuku dalam penyembuhan selama empat tahun lebih. Ucap Cindi terharu akan kebaikan dokter itu.


"Aku hanya menyesal karena telat mengetahui penyakitmu sehingga kamu tidak bisa lolos masuk kedokteran." Pak ridho merasa menyesal.


"Tidak papa kok pak, selama ini kan hanya bapak yang selalu membantu ku. Mulai dari masih kuliah sampai sekarang bapak tidak pernah berubah, selalu baik padaku." Cindi terharu akan kebaikan dokter muda dan tampan itu.


"Bapak pasti akan membantu mu nak dalam pengobatan dan terapi, hanya butuh waktu yabg tepat saja." Ucap Cindi.


"Pak apakah dengan menikah bisa membahayakan jantungku atau malah membuatnya membaik." Tanya Cindi semakin khawatir akan jantungnya jika dia menikah dengan orang keras kepala seperti Rendi.


"Sepertinya murid ku yang satu ini akan menyusul ke pernikahan," Ledek pak dokter.


"Hahaha, iya pak tapi aku khawatir kalau pernikahan akan memperburuk jantungku." Tiba-tiba Cindi tertunduk lesu.


"Loh kok kamu sedih sih nak, bukan nya orang mau menikah akan bahagia?" Tanya dokter ridho heran.

__ADS_1


"Sebenarnya pak ini perjodohan orang tua ku, aku hanya tidak tau harus berbuat apa jadi aku menerima perjodohan itu." Curhat Cindi.


"Jadi kamu belum cerita ke orang tuamu?" Tanya pak ridho.


"Belum dok, tapi pak Doni sudah tau." Ucap Cindi.


"Ohh jadi om mu sudah tau, baguslah dia mungkin bisa membantuku menyembuhkan penyakitmu." Kali ini dokter ridho sangat bersyukur karena sahabat nya juga sudah tau.


"Ayo ke ruang periksa, supaya kamu tau sampai di mana perkembangan penyakit mu." Ajak dokter ridho, Cindi hanya bisa mengikuti dokter ridho dari belakang. Cindi lalu membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur rawat, dokter ridho mengambil beberapa alat pemeriksaan.


"Sepertinya jantungmu masih kurang membaik, kamu harus cepat di terapi sebelum kambuh lagi." Saran dari dokter ridho disetujui oleh cindi.


"Dok sepertinya aku akan pergi terapi setelah hari pernikahan ku, karena sekarang tinggal dua hari lagi waktunya akan tiba." ucap Cindi


"Ya ampun tinggal dua hari, kalau begitu bapak akan usahain untuk datang. bapak di undang kan?" canda dokter ridho.


"Iya dong dok, dokter sudah seperti bapak bagiku." Ucap Cindi.


"Sayang nya gak bisa jadi dokter ataupun perawat, tapi syukurlah aku bisa kerja di kantor dok." Ucap Cindi dengan tersenyum ke arah dokter ridho. Tak terasa waktu yang mereka gunakan sudah hampir setengah jam, Sampai akhirnya Cindi pamit untuk pulang karena salah satu pasien pak ridho akan cek up juga.


"Makasih pak dokter bantuan nya, bapak harus datang loh." Ucap Cindi.


"Iya dong bapak pasti datang, kalau bapak tidak datang nanti om mu marah." Ujar dokter ridho menyakinkan Cindi.


"Saya pamit dok, dokter harus tetap sehat supaya bisa ngobatin banyak orang dapat pahala yang banyak juga." Doa Cindi kepada dokter ridho.


"Amiin, amiin, semoga malaikat melintas mengaminkan." Cindi lalu keluar dari ruangan itu, terlihat pasien itu tersenyum ke arah Cindi. Cindi membalas senyuman wanita itu sambil berjalan menyelusuri koridor rumah sakit.


...🐼🐼🐼...


Saat Cindi ingin menelpon sopir online untuk balik ke rumah, tiba-tiba papanya menelpon.


"Halo Cindi kamu di mana nak?" Tanya Tono khawatir kepada Anaknya.

__ADS_1


"Ini pak aku baru mau balik ke rumah." Ucap Cindi.


"Kamu di mana bapak juga ini sudah pulang, tadi bapak ke kantormu tapi aku sudah tidak melihatmu lagi." Tono semakin khawatir dengan anaknya.


"Pak aku barusan dari rumah sakit untuk cek kesehatan, aku sekarang ada di rumah sakit umum yang tidak terlalu jauh dari kantor." Ucap Cindi, cindi lalu memberi tau alamat ke papanya.


"Ini pak di jalan mawar rumah sakit umum yang biasa aku tempati periksa kesehatan, aku di parkiran rumah sakit." Ucap Cindi.


"Okey bapak ke sana kamu tunggu di sana yah jangan ke mana-mana." Ucap tono sebelum menutup telpon nya.


"Iya-iya," Cindi menutup telpon. Dia lalu duduk di parkiran rumah sakit sambil menyibukkan bermain game agar tidak bosan.


Beberapa menit kemudian tono datang dan langsung masuk ke parkiran rumah sakit, terlihat Cindi dari kejauhan sedang sibuk bermain game.


"Ehmm, Cindi ayo naik." Teriak papanya dari dalam mobil.


"Bapak dari tadi datang?" Tanya Cindi.


"Barusan, ayo cepat naik." Ajak tono, Cindi tanpa basa basi langsung naik ke dalam mobil itu.


"Kok duduk di belakang?" Tanya tono saat Cindi memilih duduk di kursi belakang.


"Mau bobo pak," Ucap Cindi singkat.


"Ya sudah kamu istirahat, nanti bapak bangunin kalau sudah sampai."


Mobil itu melaju pergi meninggalkan rumah sakit, Di jalan Cindi tertidur di job kursi belakang. Perjalanan mereka memang lama karena mereka pulang saat waktu sore, di waktu sore kendaraan mulai semakin banyak dan membuat macet di mana-mana.


Tak terasa perjalanan pulang yang cukup lama akibat macet yang padat membuat kendaraan susah untuk berjalan cepat. akhirnya mereka sampai juga di rumah, untung cindi tertidur jadi dia tidak perluh kecapean duduk. Mobil itu di parkir di bagasi, tono membangunkan cindi yang masih terlelap tidur.


"Cindi sudah sampai ayo bangun." Ucap papanya. Cindi terbangun dia lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah mengikuti papanya.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2