
Gak terasa waktu sudah malam, tapi mereka masih menikmati untuk berjalan-jalan ke terowongan yang indah itu. Semakin masuk ke dalam mereka semakin senang dan bahagia. Cindi melihat ada pasangan yang bertengkar dia tidak tau apa penyebabnya, tiba-tiba dia teringat Akan Rendi dan dirinya akan bagaimana hidup nya menikah tanpa cinta.
"Ehmmm, mba ada apa." Ternyata Denis mempelajari bahasa tubuh kakanya yang tidak biasa itu.
"Tidak papa kok Nis, mba hanya sedang memerhatikan lantainya ini." Ucap Cindi berbohong.
"Yaelah kak aku kira ada apa, lanjut yuk." Kevin menarik tangan Kakak nya untuk ke dalam. Orang-orang yang melihat nya akan mengira kalau mereka pacaran.
"Kak di sini ada batu karang nya, kayaknya bagus deh kakak rekam. Aku berdiri di kaca ini jadi seolah-olah aku ada di dalam air." Ucap Kevin.
Di dalam juga ternyata ada Fasilitas yang lengkap, Fasilitas yang tersedia berupa: mushola, toilet, ruangan kesehatan P3K, dan bahkan Photo Shop yang bisa mencetak photo kenangan pada kaos atau gelas. Kevin dan cindi lalu pergi ke photo shop, dia akan membuat gelas dan baju.
"Kakak mau yang gelas nya atau yang baju nya?" Tanya Denis.
"Kakak sih dua-duanya, eh denis di gelasnya satu fotoku juga yah kado buat Miyako." Denis hanya mengangguk saja.
"Pak saya pesan kaos baju foto aku ini empat gambar, gelasnya juga foto aku empat gambar, kalau kakakku kaos nya pake fotonya dua kaos dan gelasnya juga dua." Pesan Denis sambil memperlihatkan foto di handphone nya.
"Iya mas, bisa kirim file nya?" Tanya pria itu.
"Iya pak boleh." Denis mengirim foto nya dan foro Cindi lewat wattsapp.
"Kalau begitu bapak bisa berjalan-jalan lagi pesanan nya nanti datang ambil kalau sudah mau pulang." Nasehat pria itu.
"Siap pak, terimah kasih banyak sebelumnya." Denis menyalami pria itu lalu tersenyum ramah.
Cindi berjalan lagi memutari pemandangan di bawah laut itu, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 malam.
"Makan yuk kak," Ajak denis saat melihat ada restoran kecil di dalam. Mereka lalu mendekati restoran itu dan memesan makanan yang ada di menu.
"Kak Cindi mau pesan apa?" Tanya Denis.
"Kalau kakak lebih suka ikan ini, ikan gurami." Tunjuk Cindi ke ikan berwarna hitam itu.
"Aku sih kasih sama saja kak, aku tidak bisa memilih." Cindi menjitak kepala denis, Pelayan datang dan mencatat pesanan nya. Selesai mencatat pesanan pelayan itu pergi kembali.
__ADS_1
"Kak Habis ini kita ke mana lagi?" Tanya Denis.
"Tadi aku tanya-tanya katanya ada tempat di sini yang ikan hiu nya sudah jinak dan bisa berfoto bersama asalkan mengikuti aturan." Ucap Cindi.
"Ya udah kita ke sana habis makan." Denis begitu sangat bersemangat akan ke sana. beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.
"Selamat makan, semoga kalian menikmatinya." Ucap sang pelayan.
"Makasih yah mas," Ucap Cindi.
"Sama-sama," Ucap sang pelayan.
"itadakimasu" Ucap denis, pelayan bertanya.
"Artinya apa mas?" Tanya Denis.
"Artinya rasa terimah kasih kepada makanan yang kita makan, dan rasa terimah kasih kepada yang membuatnya." Jelas denis.
"Ohh, mas kuliah di jepang?" Tanya pelayan.
"Mas hebat, kalau begitu aku balik kerja lagi yah." Ucap pelayan itu lalu pergi dari hadapan mereka.
...🐼🐼🐼...
Mereka sangat menikmati makanan itu sampai lupa kalau mereka sudah cukup lama di tempat itu.
"Kak kita belikan buat orang rumah sakit dong kak," Ucap Denis.
"Boleh, Lagian kan sekarang annisa dan Linda pasti mencari kita." Ucap Cindi.
"Kaka bagaimana kalau kita bikinkan gelas juga buat mereka tapi latarnya kita berdua." Ajak Denis.
"Boleh." supaya mereka tidak kecewa. Mereka sampai lupa kalau ikan itu sudah habis mereka makan tapi masih mereka cubit-cubit.
Selesai makan mereka mencuci tangan di wastafel lalu membayar semua pesanan mereka terutama untuk adiknya dan orang- yang sudah menjaga adiknya.
__ADS_1
"Mas di bungkus memang atau nanti kalau mas mau pulang?" Tanya Pelayan itu.
"Nanti pak kalau saya mau pulang baru buat supaya masih hangat sampai di tujuan." jelas denis.
"Siap mas," Ucap pelayan itu lagi. Mereka melanjutkan berjalan-jalan ke tempat yang Cindi maksud.
Di sana ternyata banyak hewan-hewan yang di sengaja di budidayakan untuk kelangsungan hidup agar tidak punah.
Di sana bahkan ada paus yang di sengaja lepas dengan air yang terbuka akan tetapi ada juga hiu dan beberapa mamalia laut lainnya.
Lagi-lagi Denis merekam nya, setelah lelah keliling mereka kembali ke tempat photo shop untuk memesan dua gelas dengan gambar mereka berfoto dengan ikan-ikan di terowongan tadi.
Setelah semuanya beres Denis dan Cindi lalu berjalan ke tempat restauran tadi, Beberapa menit menunggu akhirnya pesanan mereka jadi.
"Makasih mas, kalau begitu kami duluan." Ucap Denis. Sang pelayan hanya tersenyum. Mereka kembali ke tempat photo shop, pesanan mereka sepertinya sudah jadi. Denis memasukkan semua pesanan masuk ke dalam tas tapi takut kalau pecah jadi gelasnya di masukin ke dalam tas yang di pake Cindi.
Mereka lalu keluar dari tempat wisata itu sebelum itu Denis sempat menyuruh Cindi untuk merekam nya lagi untuk ucapan penutup.
"Okey guys kita sudah selesai untuk berwisata di tiga tempat, lumayan capek dan pegal-pegal tapi sumpah ini seru banget. Kalau kalian mau pergi berwisata jangan lupa kesini di jamin kalian tidak akan nyesal deh, See you next time." Denis lalu mengambil kamera di tangan Cindi dan memberi kode ke Cindi untuk mengatakan hal yang sama.
"See you next time, jangan lupa yah dukung terus chanel ini." Ucap Cindi. Denis memberi jempol ke kakaknya lalu mematikan kameranya.
"Wah kak Cindi keren juga nih, pasti suka juga nonton Youtube." Ledek Denis.
"Sering Sih kalau ada waktu luang, nanti deh aku mampir di chanel kamu." ujar Cindi. Motor itu melaju pergi meninggalkan tempat itu, Denis mengucapkan selamat tinggal untuk tempat itu.
"Selamat tinggal sea world ancol, makin jaya dan selalu tambah menambahkan wawasan." Teriak Denis, Satpam yang menjaga hanya tersenyum melihat kegembiraan Denis dan Cindi.
"Terimah kasih pak, tempat nya keren." Ucap Denis kepada pak satpam.
"Iya nanti mampir lagi yah den," Ucap pak itu.
"Siap pak," Motor melaju pergi meninggalkan tempat itu, Cuaca di malam hari memang dingin untung Cindi dan Denis bawah jaket tebal karena mereka tau kalau akan pulang malam, jadi tidak perluh khawatir akan masuk angin.
__ADS_1