CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Rencana pesta perpisahan


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu mereka bahkan sudah satu Minggu panen di kampung bahkan hasil panen itu bisa di bilang sangat banyak.


Seperti biasanya nek Salimah akan berpesta setelah panen, seperti malam ini pesta telah di mulai di kampung itu di depan rumah nek Salimah. Hasil panen sebagian akan di jual dan sebagian lagi akan di bagikan santapan pesta malam, Nek Salimah dan beberapa warga desa juga ikutan membantu mereka ada yang membakar jagung, ada yang mempersiapkan jamuan makan malam, dan ada juga yang mempersiapkan alat makan dan sebagainya.


Flasback on


Udara pagi masih begitu sejuk, Wina, Hajra dan Reno pergi ke pasar untuk membeli persiapan makan sehari-hari nek Salimah. Di pasar mereka terlihat begitu sibuk membeli berbagai jenis lauk pauk dan beras tambahan nenek.


Dring.... Dringggg... Dringggg.....


Suara ponsel berbunyi di sela-sela mereka sibuk memilih-milih sayuran, Reno mengangkat ponselnya. terlihat nama pak direktur tertata di hp itu, karena khawatir Reno mengangkatnya dan menjauh dari keramaian.


"Halo pa, apa ada masalah di sana?" Tanya Reno khawatir.


"Tidak ada, kami sebentar malam akan pesta ini sudah satu Minggu kita di kampung jadi beri tau ibumu dan bibi mu untuk membeli banyak lauk pauk dan singgah beli beberapa air Aqua dia dan kue di jalan nanti malam."


"Apa pesta, aku tidak sadar kalau kita sudah seminggu di kampung, kalua begitu akan akan memberi tau ibu dan bibi seperti nya mereka juga lupa pa." Ucap Reno di telpon, dia sebenarnya masih mau tinggal berlama-lama di kampung tapi pekerjaan di kantor seperti nya lebih menunggu kehadiran mereka.


"Aku tutup dulu yah, ingat lah pesan ayah dan juga beli lah beberapa piring kaca dan sendok yah nanti bapak akan kirim uangnya di rekening mu." Nasehat pak direktur sudah merencanakan semua di sana bersama yang lainnya apa-apa yang kurang


"Tidak usah repot-repot nak, beli secukupnya saja." Terdengar suara nek Salimah di sana.


"Tidak apa bi, lagian kita mengadakan pesta seperti ini kan hanya sekali setahun juga jadi apa salahnya jika dalam sekali setahun itu kita membuat senang para warga, kita tidka tau bi apa yang akan mereka katakan bisa saja mereka akan mendoakan yang terbaik buat keluarga kita." Terdengar pak direktur masih berbincang dengan bibi di telpon


"Pa, aku mau bicara dengan nenek." Bujuk Reno agar nenek mendengarkan apa yang dia katakan.

__ADS_1


"Halo nak apakah kami menyusahkan kalian?" Khawatir nek Salimah di seberang telepon.


"Tidak sama sekali nek, kami lah yang sudah merepotkan nenek anggap saja ini balasan kebaikan nenek jadi nenek jangan khawatir, dan anggap saja ini sedekah kami kepada para desa di kampung itu nek. nenek saja mau memberikan sebagian hasil panen nenek ke mereka, kami malu jika tidak bisa sebaik nenek." Reno menasehati nek Salimah kali ini dia benar-benar harus membujuk nek Salimah.


"iya-iya nak, nenek tidak akan memaksa jika itu sudah keputusan kalian semua, lakukanlah nak semoga bisa bermanfaat." nek Salimah mematikan telponnya. Reno kembali ke samping ibunya dan bi Wina dan memberi tau kebenaran nya.


"Bu papa bilang menari malam ada pesta." Ucap Reno.


"Besok, loh bukannya masih ada dua hari?" Tanya Wina dan Hajra kaget.


"Loh ini sudah satu Minggu loh Bu, kita kan datang hari Minggu dan besok hari Minggu lagi." Wina melihat tanggal di hp Reno itu benar saja, rasanya baru kemarin dia pulang kampung eh besok akan kembali lagi.


"Yasudah ibu tinggal pilih belanjaan yang mau di beli katanya beli banyak lauk pauk, jangan lupa rempahnya juga Bu, aku akan mengambil uang di ATM dulu papa transfer." Wina dan Hajra hanya bisa mengangguk saja, terlihat Reno sudah kembali ke mobil untuk mengambil uang di bank terdekat di pasar itu.


...🐼🐼🐼...


"Pak ayamnya masih baru di potong?" Tanya Wina dan Hajra sambil memegang daging itu, daging itu masih hangat dan darahnya juga masih segar.


"Iya Bu memangnya ada apa?" tanya pak juragan ayam.


"Jika masih ada ayamnya kamu borong semua pak, bisa kah bapak memotongnya untuk kami nanti kami kembali, Wina dan Hajra kali ini pergi ke juragan penjual ikan. terlihat juragan ayam tadi sudah sibuk memotong ayam ditemani dengan kedua orang di sampingnya.


"Pak ikannya masih segar?" Tanya Wina.


"Iya Bu, apa ibu mau beli? ibu mau beli berapa kilo?" Tanya juragan itu, terlihat Wina dan Hajra memilih-milih ikan itu, juragan ikan sempat kaget saat yang mereka pilih malah sudah setumpuk gunung itu.

__ADS_1


"Ehmm, apakah ikannya ibu akan beli semua?" Tanya Pak juragan kaget.


"Kami beli ikannya pak yang tidak banyak tulangnya, cumi, udang, apakah kepiting juga ada?" Tanya Wina dan Hajra.


"Maaf Bu kami tidak jual kepiting." ucap juragan itu.


"Okey kalau begitu beri tau aku di mana orang menjual kepiting dan rempah-rempah?" Tanya Hajra benar-benar buru-buru.


Di sana Bu di dekat lorong itu akan ada penjual kepiting dan rempah-rempah tidak terlalu jauh dari sini." Ucap pak juragan.


"Pak bolehkan kami minta tong ikan bandengnya dan ikan mujair nya tolong separuhnya di kerja nanti kami akan membayar upah kerja, udangnya tidak usah." Ucap Hajra meminta tolong.


"Iya Bu bisa, anakku akan menemaniku." Tunjuk bapak itu kepada anaknya di sebelahnya.


"Ohhh itu anak bapak, kalau begitu kami duluan dulu yah pak." Izin Wina dan Hajra.


"Iya Bu." Terlihat senyum kebahagiaan di wajah pria itu, baru kali ini pelanggan membeli ikannya hampir habis hanya tersisa ikan yang banyak tulangnya saja.


Wina dan Hajra berhasil memborong kepiting, ayam, ikan, udang, rempah-rempah untuk persiapan pesta nanti malam. Terlihat Reno membayar beberapa penjual yang di tempati ibunya beli dengan beberapa ratus uang, dan kembali ke mobil untuk membeli perlengkapan lainnya.


"Nak apakah ini tidak kebanyakan seperti pesta perkawinan saja." Ucap Wina kaget saat melihat semua nya di bagasi.


"Yah seperti nya akan ada pesta perkawinan Bu di bulan ini." Ucap Reno tersenyum kepada ibu Wina, Hajra seperti nya tau maksud anaknya.


"Iya Reno benar loh." Timpa Hajra tak sabar akan adanya pesta pernikahan itu.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2