CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Pulang


__ADS_3

Pukul menunjukkan jam 10:00 malam para penumpang mulai antrian untuk keluar dari ruang bioskop. Mereka cukup lama di dalam bahkan memakan waktu satu jam lebih, tapi para pengunjung sangat menikmatinya bahkan ada yang sudah keluar tapi masih tertawa saat mengingat kejadian lucu dalam film itu.


"Sayang kamu sudah puas?"Tanya Cindi kepada annisa.


"Iya kak, kak kita sudah mainnya yah kita beli boneka saja baru pulang." Ucap annisa.


"Siap komandan," Cindi memberi hormat ke adiknya layaknya memberi hormat kepada orang-orang penting. Mereka berjalan menuju ke tempat di mana banyak boneka yang berjejeran di sana mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal, mulai dari boneka kecil sampai dari boneka besar.


Annisa mulai memilih-milih boneka yang akan dia bawah pulang, Terlihat annisa memilih boneka yang seukuran cindi besarnya. Sambil menunjuk-nunjuk boneka itu annisa merengek-rengek kepada Cindi.


"Kakak Annisa mau yang ini, yang besar." Ucap Annisa berharap kakaknya juga menyukainya.


"Iya dong sayang boleh tapi aku telpon papa dulu yah." Ucap Cindi kepada adiknya, karen tidak mungkin dia akan membawah boneka besar itu jalan-jalan keluar belum lagi pop Corn di tangan nya belum lagi pesanan KFC nya gimana bawahnya coba.


"Siap, Annisa lalu mengambil boneka itu dan memeluknya hanya ukuranya saja yang besar tapi bonekanya tidak begitu berat.


"Halo pa, kami sudah mau pulang." Ucap Cindi di dalam telpon.


"Iya-iya sayang bapak baru mau menuju kesana." Terdengar suara Tono di seberang sana terburu-buru mengejar waktu. Cindi lalu


Sepertinya jam seperti ini jakarta sudah tidak terlalu ramai lagi jadi Tono bisa mengemudi dengan cepat. Tidak cukup setengah jam dia sudah sampai, Tono masuk ke dalam mall itu di dalam masih terlihat ramai.

__ADS_1


Cindi dan adiknya menunggu di depan penjual boneka, saat melihat papanya datang Annisa langsung berlari menghampiri ayahnya.


"Papa," Annisa memeluk papanya Cindi ikutan menghampiri papanya dan menyerahkan pop corn yang ada di tangan nya.


"Pa tunggu yah, aku tadi pesan KFC tapi tinggal di ambil." Ucap Cindi lalu berlari ke tempat makan KFC yang tidak jauh dari tempat papa dan annisa berdiri. Cindi masuk ke dalam dan mengambil pesanannya, Cindi sempat pesan ayam nya saja di tempat KFC besar untuk di bawah pulang. Setelah semua pesanan sudah di siapkan Cindi lalu keluar membawah makanan itu. Tono terkejut melihat banyaknya makanan di tangan Cindi.


"Sayang kok banyak sekali kamu beli?" Tegur papanya.


"Tidak masalah kok pa, kan bisa di simpan di dalam kulkas." Ucap Cindi. Tono hanya bisa mengangguk saja tanda setuju lagian anaknya memakai uangnya sendiri. Mereka lalu pergi ke parkiran mobil, Tono memasukkan boneka annisa ke kursi pojok paling belakang. Cindi menyimpan makanan dan Pop corn milik annisa di garansi mobil.


Mobil melaju pergi dari tempat itu, Annisa terlihat tertidur di dalam mobil. Tak cukup memakan waktu satu setengah jam mereka sudah sampai di rumah, kendaraan di jalan sudah semakin sepi di jam segini.


Terlihat wina menunggu di meja ruang tamu, dia langsung memasukkan semua ayam ke dalam kulkas.


Setelah itu barulah mereka tidur, Cindi bahkan sudah melemparkan tubuhnya di tempat tidur yang empuk itu. Mata nya mulai terpejam dan kali ini dia tidak mimpi buruk mungkin karena otaknya sedang bahagia habis liburan di mall bersama annisa.


...🐼🐼🐼...


Pagi Pukul 06:25 Cindi terbangun dari tidurnya, seperti biasanya dia langsung bangun. tapi kali ini dia sedikit yoga di tempat tidurnya untuk merilekskan tubuhnya. Setelah dia merasa seluruh tubuhnya sudah baikan, cindi mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.


Setelah menggunakan seragam kantor dan menyiapkan beberapa data penting dia langsung turun ke bawah untuk sarapan, di bawah seperti biasanya dia akan bertemu kedua orang tuanya tapi kali ini annisa tidak ada di kursi yang sering dia tempati untuk duduk.

__ADS_1


"loh pa, ma, Annisa mana?" Tanya Cindi kepada kedua orang tuanya.


"Tadi ibu sudah bangunin, coba kamu pergi liat nak siapa tau dia masih tidur." Perintah wina, Cindi langsung naik ke kamar adiknya. Benar saja dia masih tertidur pulas dengan memeluk boneka pemberian darinya. Cindi masuk ke dalam kamar itu dan membangunkan annisa yang masih tertidur pulas.


"Sayang ini sudah pagi loh, Annisa kan akan berangkat ke sekolah nanti telat di hukum guru." Ucap cindi membangunkan adiknya, Tidak cukup beberapa menit annisa bangun. Cindi lalu menggendong adiknya ke kamar mandi, memandikannya dan memasangkan seragam sekolah, dia juga tidak lupa menyiapkan buku pelajaran yang ada di kertas jadwal yang tertempel di tembok.


Setelah semua sudah beres Cindi mengajak adiknya turun sarapan, Annisa yang sudah lengkap dengan seragam putih merah dengan tas ransel pink di pundaknya langsung turun ke bawah bersama kakanya untuk sarapan pagi.


"Anak mami baru bangun yah," Ucap Wina, Mendengar hal itu annisa hanya tersenyum-senyum saja. Beberapa menit kemudian sarapan pagi telah usai, cindi papa dan adiknya masuk ke dalam mobil. Karena takut annisa telat ke sekolah.


"Ma, kami duluan yah." Cindi melambaikan tangan nya ke ibunya diikuti annisa.


"Mama aku berangkat." Teriak annisa dari dalam mobil, mendengar suara anaknya yang polos itu wina hanya tersenyum-senyum saja. Hari ini Annisa lah yang akan di antar duluan ke sekolah karena takutnya dia nanti akan telat.


Gedung sekolah itu mulai keliatan, sesampainya di depan sekolah itu annisa lalu turun dan berlari masuk ke dalam sekolah sebelum gerbang di tutup.


"Hati-hati sayang." Teriak Tono saat annisa berlari. Mendengar hal itu annisa hanya melambaikan tangannya tanda perpisahan untuk hari ini.


Mobil itu melaju pergi ke kantor Cindi, Beberapa menit kemudian Mereka sudah sampai di kantor Cindi, Cindi mencium tangan papanya dan keluar dari mobil itu. Mobil itu lalu melaju pergi meninggalkan kantor nya, Cindi masuk ke dalam kantor. Di koridor sudah terlihat banyak orang yang berdatangan, Cindi terus berjalan sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Saat kantornya sudah sampai dia lalu masuk ke dalam, di liatnya di dalam sudah ada Lina dan seorang pria di sampingnya.


Itu pasti suami mba Lina, cindi berjalan memasuki kantor itu dengan berhati-hati.

__ADS_1


__ADS_2